
"Wahh kalau gitu aku akan berjanji padamu", Kata Roland.
" Aku percaya kok padamu Roland", Kata putri Vera.
"Terimakasih kasih Vera aku tak akan mengecewakan mu", Kata Roland.
" Baaacooot", Kata putri Vera.
"Lah", Kata Roland.
" Hahahag, Nggak nggak jangan pasang muka kaya gitu dong", Kata putri Vera tertawa.
Roland pun ikut tertawa dan mereka terus bercanda sampai akhirnya mereka telah sampai di kerajaan VINIAN.
"Nah kita sudah sampai kerajaan ku Roland", Kata putri Vera.
" Baguss, Cantik", Kata Roland memandang putri Vera.
"Heyy kamu lihat apa sayang", Kata putri Vera sambil mengelus pipi Roland.
" Ehh maaf maaf, Lagi gak fokus kurang minum kayaknya", Kata Roland.
"Hahahah, Siap bos yuk kita masuk kerajaan nanti aku buatin minum", Kata putri Vera.
Mereka pun masuk ke halaman kerajaan dan di sana sudah banyak orang yang menyambut kehadiran seorang putri mereka yaitu putri Vera.
" Putri Vera kembali... putri Vera kembali", Teriak salah satu prajuritnya.
Dan seketika ramai-ramai orang menyambut kedatangan putri Vera dan Roland, Putri Vera langsung mengajak Roland masuk ke dalam kerajaan untuk menemui ayah dan ibunya, Mereka menuju ke ruang keluarga kerajaan dan benar semua keluarga putri Vera ada di sana.
"Kak Vera kembali", Teriak adik laki-laki nya.
" Vera putriku kau kembali nak", Kata ibunda Vera.
"Vera kami khawatir saat surat yang kami kirimkan padamu tak ada balasan", Kata ayahanda Vera.
" Maaf ayah aku tidak bisa membalasnya karena saat itu aku di kerajaan POTOLIA", Kata putri Vera.
"Tak apalah yang penting putri ku selamat", Kata ibunda Vera.
" Kau pasti Roland kan pangeran POTOLIA? ", Tanya ayahanda putri Vera.
" Iya raja", Jawab Roland.
"Aku sudah tau semuanya dari putri Sinta, Kemarilah anggap saja di rumah mu sendiri", Kata ayahanda Vera.
" I.... iya raja", Kata Roland.
"Jangan kaya anak kecil gitu dong Roland kemarilah duduk bersama masa harus aku gandeng kamu ke sini", Kata putri Vera.
" Oh iya gak usah aku bisa sendiri kok", Kata Roland sambil berjalan ke kursinya.
__ADS_1
Tak terasa mereka mengobrol sudah sampai tiga jam saat itu jam 14: 00 dan ayahanda putri Vera mengajak mereka untuk makan.
"Wah gak kerasa udah lama banget kita ngobrol nya,Gimana kalau kak Roland kita ajak makan makanan di kerajaan kita", Kata adik putri Vera.
"Permisi raja,Makanannya sudah di siapkan di atas meja makan", Kata pelayan kerajaan.
" Ya baiklah", Kata ayahanda putri Vera.
"Ayo Roland kita makan dulu", Kata ayahanda putri Vera.
" Iya raja", Kata Roland.
Mereka menuju ke ruang makan dan disana sudah banyak sekali makanan yang enak di hidangkan di meja makan.
"Nah makanlah bersama kami ayo jangan sungkan", Kata ibunda putri Vera.
Roland pun duduk di sebelah adik putri Vera dan ikut makan bersama keluarga putri Vera.
" Oh iya Roland kamu umur berapa sekarang ini? ", Tanya Ibunda putri Vera.
" Sekarang ini 19 ratu", Jawab Roland.
"Loh berarti sama dengan umur putri ku Vera ya, Iya kan Vera", Kata ayahanda putri Vera.
" Iya tapi aku kan bulan depan baru 19 tahun ayah", Kata putri Vera.
"Oh iya hampir lupa sama ulang tahun putri ku", Kata ayahanda putri Vera.
"Ya enggak lah kan kamu putri satu-satunya yang ayah punya", Kata ayahanda putri Vera.
" Kamu sudah pernah kenal dengan wanita lain kah sebelum dengan putri ku? ", Tanya ayahanda putri Vera.
" Aku punya temen baik seorang putri dari kerajaan VILAGON namanya putri Sinta", Kata Roland.
"Ohhh Sinta, Dia temannya Vera waktu masih kecil dulu", Kata ayahanda putri Vera.
" Iya putri Vera dan putri Sinta sudah pernah cerita padaku", Kata Roland.
"Yah aku tidak mau ikut campur urusan kehidupan mu tapi jika kau mau menikahi putri ku Vera aku akan restui kalian", Kata ayahanda putri Vera.
" Ayahh apasih", Kata putri Vera.
"Iya raja pasti aku gak akan menyia-nyiakan kesempatan ini", Kata Roland.
"Ih ayah aku kan malu", Kata putri Vera.
" Gak usah malu kak aku juga setuju kok jika kak Roland jadi kakak ipar ku, Kak Roland gak keberatan kan? ", Kata adik putri Vera.
" Tentu tidak lah tapi itu semua tergantung kakak mu mau tidak bila aku yang melamar dia", Kata Roland.
"Kak Vera jelas mau dong, Iya kan kak Vera", Kata adik putri Vera.
__ADS_1
" Masalah itu biar aku saja yang urus", Kata putri Vera dengan agak kesal.
"Yah Kak Vera jangan marah dong aku kan cuma bercanda", Kata adik putri Vera.
" Aku gak marah sama kamu kok kak Vera marah sama dia", Kata putri Vera.
"Lah kok aku", Kata Roland.
" Diaaam", Kata putri Vera sambil melirik kearah Roland.
"Iya-iya", Kata Roland.
" Adik gak usah ikut masalah ini biar kak Vera yang urus masalah kak Vera dan kak Roland ya, Adik tenang saja", Kata putri Vera.
"Iya kak aku percaya sama kak Vera hehe", Kata adik putri Vera.
Kemudian ada seorang prajurit datang.
" Permisi raja", Kata prajurit itu.
" Ada apa kamu kemari prajurit? ", Kata ayahanda putri Vera.
" Ampun baginda aku kemari ingin menyampaikan pesan dari rakyat bahwa di desa mereka ada perampokan dan perampok nya bukan orang sembarangan tiga dari kami gugur saat melawan perampok itu", Kata prajurit.
"Katakan ke semua untuk ke ruang singgahsana aku akan ke sana", Kata ayahanda putri Vera.
" Siap laksanakan raja", Kata prajurit itu dan langsung pergi.
"Baiklah kalian lanjutkan makannya aku akan mengurus masalah ini dulu", Kata ayahanda putri Vera dan langsung pergi.
" Kalian lanjutkan makannya gak usah sungkan nak Roland aku mau nyusul raja dulu", Kata ibunda putri Vera dan langsung pergi.
"Wah kayaknya masalah serius tuh ikut ahh", Kata adik putri Vera dan langsung lari pergi.
" Adiik kamu mau kemana? ", Teriak putri Vera.
" Mau menyusul ayah dan ibu kakak temani saja dulu kak Roland ", Kata adik putri Vera.
" Yah putri cantik di tinggal dong, Gak usah takut sendiri kan ada aku pangeran yang akan selalu ada di sisimu", Kata Roland.
"Yaelah siapa yang takut enak aja", Kata putri Vera.
" Gak usah malu-malu gitu kali hahaha", Kata Roland.
"Yah akhirnya selesai juga aku makan", Kata putri Vera.
" Heh kamu mau kemana? ", Tanya Roland sambil memegang tangan putri Vera.
" Istirahat lah emang mau kemana lagi", Kata putri Vera.
"Tunggu aku dulu lah", Kata Roland.
__ADS_1