Tuan Muda Bangsawan

Tuan Muda Bangsawan
Air terjun mawar hitam


__ADS_3

"Eh, Ini tulisan kuno sekali tapi untung saja kakek ki dulu pernah mengajari sedikit tentang tulisan ini", Kata putri Sinta.


" Jangan alasan kamu, Bisa baca atau enggak", Kata Roland.


"Ya jelas bisa lah, Aku kan gak kayak kamu", Kata putri Sinta.


" Ya cobalah kamu baca", Kata Roland.


"Dengerin ya di sini dikatakan, Kalian sudah sampai di depan tugu air terjun mawar hitam, Raja sangat mudah akrab tapi juga mudah tersinggung,Lah apa ini", Kata putri Sinta.


" Kenapa? ", Tanya Roland.


" Tulisannya habis gitu aja, Ngasih informasi aja gak lengkap", Kata putri Sinta dengan marah.


"Itu sudah lebih dari cukup kok, Kita beruntung sudah mendapat informasi tentang bagaimana raja", Kata Roland.


" Yah mau gimana lagi", Kata putri Sinta.


"Yuk jalan", Kata Roland.


Mereka pun masuk ke area air terjun mawar hitam, Dan benar juga semua mawar di sana berwarna hitam dan berbau busuk, Karena bau yang terlalu menyengat mereka pun tidak kuat untuk menahan bau busuknya mereka lari keluar area air terjun mawar hitam itu.


" Ahhk, Busuk sekali baunya aku mau pingsan kalau terus menerus di sana", Kata putri Sinta.


"Kenapa kamu lari keluar? ", Tanya putri Sinta.

__ADS_1


" Hidungmu masih berfungsi kah? ", Tanya putri Sinta sambil menyindir.


" Ya kita tutup hidung saja", Kata Roland.


"Jangan gila kamu, Aku sudah pernah dengar legenda tentang air terjun mawar hitam ini", Kata putri Sinta.


" Memangnya apa bahayanya? ", Tanya Roland.


" Jadi gini, Dulu mawar disini itu berwarna merah dan wangi, Dan mawar hitam itu ada kaitannya dengan hati sang raja langit, Bila hati sang raja bahagia mawar itu akan berwarna merah dan wangi dan begitu pula sebaliknya ", Kata putri Sinta.


" Intinya itu yang kutanyakan bahayanya apa putri Sinta yang cantik", Kata Roland.


"Gak usah mancing amarah ya kamu Roland, Aku belum selesai bicara", Bentak putri Sinta.


"Jadi gini, Bila kau bernafas lewat mulut hal yang terjadi adalah kau bisa mati karena virus yang di timbulkan bunga mawar itu", Kata putri Sinta.


" Terus bagaimana cara kita melewati bunga mawar itu? ", Tanya Roland.


Tiba-tiba gelang yang mereka berdua pakai menyala dan berubah menjadi sebuah kain yang sangat wangi.


" Lah kenapa gelang ini, Kok tiba-tiba menyala", Kata putri Sinta.


"Gelangku juga", Kata Roland.


" Ahhhh, Sialan banget", Teriak mereka berdua dengan menutup matanya.

__ADS_1


"Wahh, Gelangnya kenapa berubah jadi kain dan baunya wangi lagi", Kata putri Sinta.


" Aku paham sekarang, Kita bisa pakai kain ini untuk menutup hidung dan agar tidak menghirup bau dan virus yang di timbulkan dari mawar hitam itu", Kata Roland.


"Ayo cepat kita pakai dan bertemu raja", Kata putri Sinta.


Mereka berdua pun memakai kain itu dan berjalan lagi ke area air terjun mawar hitam, Setelah melewati mawar hitam mereka di suguhkan dengan pemandangan air terjun yang indah sekali.


" Wah, Indah sekali pemandangan nya", Kata putri Sinta.


"Heh, Udara di sini sudah bersih lah ngapain pakai kain itu terus", Kata Roland.


" Yeee, Biasa aja kali", Kata putri Sinta.


"Ok, Terus dimana raja? ", Tanya Roland.


" Ya mana saya tau, Aku juga sama kamu dari lima hari yang lalu", Kata putri Sinta.


"Lo, Kamu jangan salah aku kan cuma nanya", Kata Roland.


" Ya kan aku cuma jawab", Kata putri Sinta.


"Loh ngajak debat", Kata Roland.


" Diiiaaaam", Teriak seseorang dari dalam air terjun.

__ADS_1


__ADS_2