Tuan Muda Bangsawan

Tuan Muda Bangsawan
Persiapan yang matang


__ADS_3

"Maklum saja kerajaan langit adalah kerajaan yang di rahasia, Jadi sudah gak kaget bila banyak orang yang tidak percaya atau malah belum pernah mendengar tentang kerajaan langit, Kalaupun ada yang pernah mendengar tentang kerajaan langit mereka hanya percaya bahwa itu hanya dongeng saja tidak nyata", Kata putri Via.


" Iya toh, Ibuku pernah menceritakan tentang kerajaan langit sebelumnya saat aku masih kecil, Jadi aku juga agak kaget tadi kalau memang benar adanya kerajaan langit ", Kata putri Sinta.


" Yah pokoknya kalian siap-siap saja dulu sekarang, Ingat nanti jam 00: 00 aku akan bawa kalian ke kerajaan langit ", Kata putri Via.


" Waktu kita cuma lima jam Roland ayo kita bersiap", Kata putri Sinta.


Setelah putri Via meninggalkan mereka berdua putri Sinta mengajak Roland ke suatu tempat yang ada di kuil itu.


"Roland ayo cepat ikut aku", Kata putri Sinta sambil menarik tangan Roland.


" Kita mau kemana putri? ", Tanya Roland.


" Sudahlah ikut saja kamu", Jawab putri Sinta.


Mereka berdua sampai di ruangan yang besar yang biasa di gunakan orang-orang dulu berdoa, Dan di dinding ruangan itu penuh dengan gambar-gambar kerajaan langit yang ada di dongeng.


"Nah kita sudah sampai bagus kan tempatnya", Kata putri Sinta.


" Wahh, Lumayan bagus juga tempat ini, Bagaimana bisa kami tahu tempat ini putri? ", Tanya Roland.

__ADS_1


" Kan aku sudah pernah bilang kalau aku dulu pernah datang ke kuil ini, Masa kamu sudah ngelupain itu sih Roland ", Kata putri Sinta dengan agak sedih.


" Aku gak ngelupain lo putri, Tapi aku gak sengaja lupa", Kata Roland.


"Sama aja, Intinya kamu lupa dasar laki-laki yang gak punya perasaan", Kata putri Sinta agak marah.


" Lah apalagi salahku ini, Tadi sedih terus tiba-tiba marah melelahkan sekali", Ujar Roland dalam hati.


"Hey, Kenapa malah bengong, Kamu marah ya", Kata putri Sinta dengan lembut.


" Maaf ya, Aku suka gak kontrol makanya kaya gini kamu yang sabar ya maklum pikiran ku sedang kacau", Kata putri Sinta.


"Ah iya putri, Gak papa kok santai aja", Kata Roland.


"Iya silahkan", Kata Roland.


Putri Sinta pun pergi untuk berdoa.


" Hmmm, Wanita yang satu ini memang mudah di mengerti, Haha beruntung aku bisa kenal dia", Ujar Roland dalam hati.


Waktu terus berjalan dan tinggal satu jam lagi untuk mereka berdua pergi menghadap sang ratu langit.

__ADS_1


"Roland... Roland bagaimana ini? ", Tanya putri Sinta kebingungan.


" Ada apa to putri kelihatannya kok panik gitu? ", Tanya Roland dengan santai.


" Ini sudah jam 23: 00 satu jam lagi kita akan menghadap ke ratu langit dan aku masih gak tau mau ngapain nati, Aku bingung Roland ", Ucap putri Sinta dengan sedih.


" Gak perlu takut kan ada aku, Kamu sudah berdoa kan? ", Tanya Roland.


" Sudah", Jawab putri Sinta.


"Tugasmu sekarang hanya untuk menyiapkan diri bukanya memikirkan nanti mau ngapain, Kamu faham", Kata Roland.


" Iya maaf aku hanya terlalu gugup aja, Jadi kayak gini", Kata putri Sinta.


"Dan satu lagi, Ingatlah jangan pernah kau takut kepada apapun selain sang pencipta yakinlah, Aku tahu tuan putri Sinta bisa menghadapi masalah seperti ini", Kata Roland.


" Dan ingat, Aku sudah berjanji untuk membawa pulang dengan selamat", Kata Roland.


"Makasih Roland, Kau memang selalu ada untukku saat ini terima kasih banyak", Kata putri Sinta.


" Jangan khawatir Roland sekarang aku sudah siap untuk menghadapi masalahku selanjutnya ", Kata putri Sinta dengan semangat.

__ADS_1


" Nah itulah putri Sinta yang aku kenal", Kata Roland.


__ADS_2