
Saat itu Roland melatih jurus nya di tempat dia latihan dulu saat kecil dan tiba-tiba ada serangan yang tak tau dari mana karena kekuatan Roland yang sekarang ia berhasil menghindari semua serangan tadi.
"Tak ada gunanya kau menyerangku kalau kamu laki-laki keluarlah jangan dadi pengecut", Teriak Roland.
" Wah... wah sepertinya muridku sudah menjadi orang kuat sekarang ", Kata guru Roland sambil berjalan mendatangi Roland.
" Maaf guru aku tak tahu kalau yang menyerang tadi anda", Kata Roland.
"Tidak masalah tapi aku seperti pernah melihat gerakan mu tadi, Kau belajar di mana? ", Tanya guru Roland.
" Aku belajar dari buku beladiri ayahanda guru", Jawab Roland.
"Pantas saja aku tak asing dengan gerakan itu, Jagalah buku itu selain itu warisan itu adalah ilmu beladiri tingkat tinggi bila ada yang berhasil menguasainya ia akan di beri gelar kesatria bulan", Kata guru Roland.
" Aku akan menjaganya dan kupastikan aman", Kata Roland.
"Baiklah..... kalau begitu apa tujuan kamu kesini tadi? ", Tanya guru Roland.
" Ya sebelumnya aku hanya ingin bertemu guru dan membimbingku latihan", Kata Roland.
"Tapi apakah kau tidak tahu apa maksud ayahandamu memberikan buku itu padamu", Kata guru Roland.
" Mungkin sudah waktunya di wariskan guru", Kata Roland.
"Tidak Roland bukan semudah itu cara berfikir mu, Buku itu di warisan dengan alasan yang kuat akan tetapi aku juga tidak tahu siapa lawanmu tapi kau harus tahu semakin kuat dirimu akan semakin berat musuh yang akan kau hadapi", Kata guru Roland.
" Maksud guru? ", Tanya Roland.
" Maksudku adalah kau akan menghadapi musuh tak lama lagi jadi bersiaplah mungkin musuhmu bukan orang biasa", Kata guru Roland.
"Siap guru aku tak akan mempermalukan mu yang telah melatihku", Kata Roland.
" Dan ingatlah kebaikan akan selalu menang jadi bila kau ingin jadi pemenang belalah kebaikan ", Kata guru Roland.
" Aku mengerti guru terimakasih atas semuanya", Kata Roland.
"Ok", Kata guru Roland.
Setelah dari rumah guru nya Roland bergegas pulang, Saat itu pukul 18: 00 dan dia heran karena saat itu di ruang keluarga seperti nya ramai dan dia bergegas menuju ruang keluarga dan tak di sangka ternyata dia kedatangan seorang tamu jauh yaitu putri Vera.
" Hai pangeran.... kaget ya aku di sini", Kata putri Vera.
"Loh kapan kamu datang ada apa ke sini kan baru kemarin aku antar kamu pulang", Kata Roland.
" Kamu pulang kenapa gak pamit aku dulu kan aku jadi merasa gak enak dan aku putuskan untung mendatangimu deh", Kata putri Vera.
"Hei Roland kamu temani putri Vera ayah dan ibu ada urusan sebentar", Kata ayahanda Roland langsung pergi.
Dan akhirnya Roland dan putri Vera di tinggal berdua di ruang keluarga kerajaan.
__ADS_1
" Hei kok bengong mikirin apa coba", Kata putri Vera.
"Weehh.. nyaut aja ni orang", Kata Roland.
" Hei yang sopan ya kalo bicara aku ini tuan putri lo ya", Kata putri Vera.
"Iya.... tuan putri, Di mata orang-orang kamu "seorang putri tapi di mataku kau adalah masa depan ku, Ea salting ya", Kata Roland.
"Apaan sih ni orang gombal banget loo", Kata putri Vera.
" Oh iya Vera kamu nanti temenin aku ya", Kata Roland.
"Temenin kemana? ", Tanya putri Vera.
" udah jangan banyak tanya nanti ikut aja", Kata Roland.
"Ok pangeran,Tuan putri Vera akan selalu di samping pangeran Roland", Kata putri Vera.
" Permisi maaf menggangu waktu pangeran", Kata seorang pelayan kerajaan.
"Gak papa, Ada apa pelayan? ", Tanya Roland.
" Pangeran dan putri Vera di tunggu yang mulia raja dan ratu di ruang makan", Kata pelayanan itu.
"Ok baiklah aku akan segera ke sana", Kata Roland.
"Iya pergilah", Kata Roland.
" Vera kita makan dulu ayo", Kata Roland.
"Ah aku sudah makan tadi", Kata Vera.
" Heh gak papa makan lagi ayo", Kata Roland.
"Aku kenyang lo Roland gak bisa di paksain", Kata putri Vera.
" Loh sekarang jadi gak penurut ya Vera ya.. ", Kata Roland.
" Apasssih", Kata putri Vera.
"Kalo gak mau nurut nanti kamu aku kasih hukuman", Kata Roland sambil mendekat ke putri Vera.
" Eh Roland mau ngapain, Kamu jangan aneh-aneh ya awas kau", Kata putri Vera.
"Tuan putri mau nurut atau aku hukum", Kata Roland sambil merangkul pinggul putri Vera.
" Iya-iya aku nurut iya ayo makan", Kata putri Vera.
"Nah gitu dong itu baru tuan putri ku", Kata Roland dan langsung menarik tangan putri Vera menuju ke ruang makan.
__ADS_1
" Nah itu mereka datang", Kata ibunda Roland.
"Kalian ngapain lama banget kalo di tunggu", Kata ayahanda Roland.
" Maaf tadi Vera lagi", Kata Vera belum selesai di putus Roland.
"Gak lah tadi Roland lagi bicara sama pelayan", Saut Roland.
" Jangan buat ayahmu menunggu Roland dia bisa gak nafsu makan kalau marah", Kata ibunda Roland.
"Iya bunda, Ayo Vera kita makan", Kata Roland.
" Iya", Jawab putri Vera.
"Ni orang kenapa kok jadi lembut banget aneh", Ujar putri Vera dalam hati.
Selesai makan mereka pun bubar dan Roland mengajak putri Vera ke suatu tempat yang dulu paling ia sukai.
" Nah bagus gak tempat nya", Kata Roland.
"Waahhh bagus banget kenapa baru sekarang kau mengajak ku ke sini", Kata putri Vera.
" Sebenarnya ini itu adalah tempat yang kudatangi setiap aku merasa sedih dan tempat inilah yang paling aku sukai saat di Kerajaan ", Kata Roland.
" Bagus banget aku suka", Kata putri Vera.
"Oh iya Vera aku mau tanya padamu", Kata Roland.
" Silahkan tanya kenapa harus izin dulu kamu", Kata putri Vera.
"Kamu tahu pangeran Raimon gak? ", Tanya Roland.
" Oh iya Roland kamu gak usah ya cari masalah sama dia", Kata putri Vera.
"Kamu sudah tahu ya tentang aku mau hajar dia", Kata Roland.
" Roland aku tau semuanya dan aku juga mau mengatakan sesuatu padamu ini serius kamu jangan marah ya", Kata putri Vera.
"Katakanlah Vera aku selalu siap mendengar ucapan mu meski itu menyakitkan", Kata Roland.
" Apaan sih, Gini Roland kamu tahu kan dia kuat dan Kerajaan DEMON itu adalah peringkat tiga masalah kekuatan ", Kata putri Vera.
" Aku tahu", Kata Roland.
"Aku mohon jangan pedulikan aku kau sudah banyak membantu ku meski nanti tidak seperti yang kita bayangkan aku mohon kamu mengerti ya", Kata putri Vera menangis.
" Apa maksudmu Vera aku malah bingung dengan yang katakan", Kata Roland.
"Aku tahu maksud dari Raimon itu apa, Aku tak mau kau terluka jadi aku akan menikah dengan dia agar tak ada lagi masalah", Kata putri Vera menangis.
__ADS_1