Tuan Muda Bangsawan

Tuan Muda Bangsawan
Keputusan


__ADS_3

"Putri Vera aku tahu maksudmu sayangnya kau belum terlalu kenal dengan ku, Aku itu keras kepala dan tidak mau di atur jadi meski kau melarangku aku akan tetap menyerang Raimon bahkan kerajaan DEMON pun bila ikut campur aku tak akan berubah pikiran", Kata Roland.


" Tapi Roland..aku tak mau kehilangan mu", Kata putri Vera.


"Berikan aku kepercayaan mu dan aku tak akan mati untukmu", Kata Roland.


" Maksudmu? ", Tanya putri Vera.


" Percayalah padaku aku akan kembali dengan selamat", Kata Roland.


"Semoga berhasil Roland,Aku percaya padamu", Kata putri Vera.


" Baiklah tuan putri sekarang sudah terlalu malam untuk kamu, Sekarang aku antar kamu ke kamar dan tidurlah", Kata Roland.


"Ok baiklah", Kata putri Vera.


Roland pergi mengantarkan putri Vera ke kamar nya.


" Ini kamarmu sudah di siapkan dari tadi dan aku juga menyuruh pelayan untuk merapikan dan menghiasinya dengan boneka agar kamu nyaman", Kata Roland.


"Roland.... maaff... ", Kata putri Vera sedih.


" Eeeh, Maaf kenapa? ", Tanya Roland bingung.


" Saat kau datang ke kerajaanku aku tak menyiapkan apapun untukmu tapi saat aku datang ke kerajaanmu kau menyiapkan semua dengan baik untukku aku memang putri yang bodoh", Kata putri Vera.


"Nah baru sadar kalau bodoh", Kata Roland.


" Roland...... apasih kamu, Berati dari dulu aku bodoh ya menurut mu", Kata putri Vera.


"Gak kok, Tapi gini ya.. ..orang yang merasa dirinya bodoh padahal dia pintar ia tak akan menyombongkan dirinya dan akan terus belajar karena ia masih merasa bodoh", Kata Roland.


" Ohh.. gitu tapi bener juga itu, Yaudah aku mau tidur dulu Roland "Kata putri Vera sambil masuk ke kamar.


" Semoga mimpi indah putri ", Kata Roland sambil lari.


" Iya pangeran ku", Kata putri Vera.


Roland pergi ke kamarnya untuk tidur dan saat ia tidur ia bermimpi mendapati sebuah gambar-gambar jurus beladiri itu keluar dari buku lalu masuk ke dalam tubuhnya ia pun semakin kuat.

__ADS_1


" Wah itu tadi kan semua jurus yang aku pelajari dan kenapa masuk ke tubuhku", Kata Roland bingung.


Dan tiba-tiba ada suara kakek.


"Hei Roland kau ingat aku? ", Kata kakek misterius itu.


" Iya aku ingat kau adalah kakek misterius yang selalu membantuku dulu", Kata Roland.


"Ternyata ingatan mu bagus juga, Sekarang kau sudah kuat jika kau mau mengalahkan Raimon kau tak perlu mengerahkan semua tenagamu tapi ingatlah Roland putri Vera adalah seorang wanita yang di ramalkan beruntung bila kau bisa menikahi nya", Kata kakek misterius.


"Aku beruntung bagaimana sih kek aku mau tahu", Kata Roland.


" Kalau itu aku tak bisa memberi tahumu sekarang, Bangunlah sudah pagi",Kata kakek misterius itu lalu menghilang.


"Oi kakek misterius kemana kamu aku jadi penasaran kakek oi", Teriak Roland langsung terbangun.


" Hmmm, Vera adalah seorang putri yang di ramalkan apa ya maksud dari kakek misterius itu", Pikir Roland.


"Lah ini jam berapa aku harus segera pergi", Ujar Roland.


Roland pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Setelah ia mandi ia merapikan tempat tidurnya lalu ia mengenakan baju kesatria bulan warisan dari ayahandanya, Setelah ia siap ia pergi keluar kamarnya.


" Permisi pangeran, Anda di utus untuk menghadap yang mulia sekarang di ruang singgahsana kerajaan", Kata pelayan.


"Katakan sebentar lagi aku akan ke sana", Kata Roland.


" Siap pangeran", Kata pelayan lalu pergi.


"Hmmm, Kok aneh sekali ya tidak biasannya ayah sudah aktif jam segini", Pikir Roland sambil berjalan menuju ruang singgahsana kerajaan.


Roland pun masuk ke ruang singgahsana kerajaan di sana sudah ada banyak orang termasuk putri Vera.


" Roland kemarilah ada yang aku ingin omongkan kepadamu", Kata yang mulia raja.


"Ada apa ayahanda memanggilku kemari di jam segini? ", Tanya Roland.


" Sebenarnya aku dan ibundamu tak tahu bila kau akan menyerang si Raimon itu semua ini di beritahu oleh putri Vera yang dari tadi masak di dapur dan katanya kamu mau berangkat pagi untuk menyerang kerajaan DEMON, Apa itu benar? ", Tanya yang mulia raja.


" Maaf ayah aku tak bermaksud untuk tidak memberi tahu semua ini, Tapi memang pangeran Raimon itu harus di beri pelajaran ayah", Kata Roland.

__ADS_1


"Aku sudah tahu semua masalahmu dengan Raimon Roland, Aku paham bagaimana kamu berfikir mu tapi kau harus tahu bila semua bisa di bicarakan jangan kau gunakan kekerasan", Kata yang mulia raja.


" Iya ayahanda aku mengerti apa yang kau maksud, Aku akan peringatkan dia dulu tapi apabila ia tidak bisa di ingatkan keputusan ku sudah bulat aku akan memberikan pelajaran padanya", Kata Roland.


"Baguslah kalau kau mengerti", Kata yang mulia raja.


" Roland ayo kita makan dulu tadi putri Vera sudah masak untuk kamu agar kamu bisa makan sebelum kau pergi ", Kata yang mulia ratu.


" Iya ibunda dan terimakasih Vera kau sudah perhatian padaku", Kata Roland.


"Iya pangeran Roland", Kata putri Vera.


" Baiklah ayo kita keruang makan", Kata yang mulia raja.


"Iya mari semua aku sudah menyiapkan semua makanannya di meja makan", Kata putri Vera.


Mereka pun pergi ke ruang makan saat makan mereka pun ngobrol dengan bahagia sekali sampai akhirnya setelah selesai makan Roland berpamitan untuk pergi.


" Aku sudah selesai aku mau pergi dulu", Kata Roland.


"Roland", Panggil putri Vera.


" Ada apa lagi putri? ", Tanya Roland lembut.


" Berhati-hatilah kau harus kembali dengan selamat", Kata putri Vera.


"Aku janji akan kembali dengan selamat", Kata Roland lalu pergi dengan kudanya.


Roland pun pergi sudah jauh dan belum sampai juga di kerajaan DEMON, Karena jauhnya jarak dari Kerajaan POTOLIA ke kerajaan DEMON Roland pun memutuskan untuk istirahat sejenak di bawah pohon sambil memberikan minum ke kuda yang ia tunggangi.


" Huh minumlah dulu perjalanan kita masih agak jauh ", Kata Roland.


Kuda itupun minum air yang di berikan Roland, Saat Roland beristirahat di bawah pohon ia teringat lagi dengan apa yang dikatakan kakek misterius itu tentang putri yang di ramalkan.


" Hmmm, Apa ya maksud dari putri yang diramalkan", Pikir Roland.


"Tapi bagaimana mungkin menikahi putri Vera aku sudah menganggap ia sahabat dekatku mana bisa aku menikahi dia", Kata Roland bingung.


" Hidup ini terlalu rumit tapi aku pernah merasakan jatuh cinta pada Vera, Ah pikir itu nanti Roland sekarang ini kau harus menyelesaikan pangeran Raimon itu", Ujar Roland.

__ADS_1


Roland pun langsung bergegas melanjutkan perjalanannya.


__ADS_2