Tuan Muda Bangsawan

Tuan Muda Bangsawan
Ancaman


__ADS_3

"Ya aku tungguin cepet tapi makannya", Kata putri Vera.


" Dah selesai yuk", Kata Roland.


"Lah kok gak di habisin sih", Kata putri Vera.


" Udah kenyang", Kata Roland.


"Abisin makanannya atau kamu yang aku habisin", Kata putri Vera.


" Iya ok aku habisin", Kata Roland.


Roland pun menghabiskan makanannya.


"Nah gitu dong di habisin", Kata putri Vera.


" Yaudah sekarang kita mau ngapain? ", Tanya Roland.


" Aku mau istirahat dulu", Kata putri Vera.


"Oh ok", Kata Roland.


Putri Vera pun berjalan menuju kamarnya bersama dengan Roland.


" Heh kamu mau ngapain ngikutin aku", Bentak putri Vera.


"Ya istirahat lah, Emang kita mau ngapain", Kata Roland.


" Yaampun polosnya kamu, Kita kan belum nikah jadi gak boleh satu kamar ya pangeran ", Kata putri Vera.


" Lah tapi dulu waktu aku bersama putri Sinta aku satu kamar padahal juga belum nikah", Kata Roland.


"Apa katamu satu kamar, Kalian ngapain aja dalam satu kamar? ", Tanya putri Vera marah.


" Ya kita istirahat aja gak ngapa-ngapain kamu jangan kotor fikiran mu putri ", Kata Roland.


" Awas ya kalau aku tahu kalian sebenarnya sudah sampai tahap mana, Jangan sampai kau kehilangan perjakamu tidak denganku akan ku buat kau menyesalinya ingat itu", Kata putri Vera lalu masuk ke kamar dan menutup pintu kamarnya dengan keras.


"Semakin lama aku dekat dengannya semakin aku tahu gimana dia sebenarnya, Meski saat ia marah sampai bisa membuat ku merinding tapi aku suka dengan sikap cemburu nya, Maafkan aku ya Vera aku tidak bisa menjamin kita bakal bersama", Ujar Roland dalam hati.


" Kak Roland kenapa kamu hanya berdiri di depan pintu kamar kakak ku? ", Tanya adik putri Vera.

__ADS_1


" Gak kok tadi barusan aku nganter kak Vera mu ke kamarnya", Kata Roland.


"Oh iya kak kenalin namaku Fatih", Kata adik putri Vera.


" Oh jadi namamu Fatih, Ok Fatih salam kenal sekarang kita adalah teman ok", Kata Roland.


"Ok kak, Tapi sekarang kak Roland mau kemana? ", Tanya Fatih.


" Gak tau, Soalnya tadi Vera juga gak kasih tahu aku harus nginep apa langsung pulang", Kata Roland.


"Jangan pulang dulu sekarang aku yang akan bawa kak Roland keliling istana ku gimana", Kata Fatih.


" Boleh tuh", Kata Roland.


"Ok ayo ikuti aku", Kata Fatih.


Dan saat itu di tempat singgahsana kerajan masih belum selesai membahas tentang perampokan di wilayah kerajaan VINIAN, Tak lama ada seorang prajurit tubuhnya penuh dengan darah datang ke tempat singgahsana kerajan untuk memberikan selembar surat.


" Permisi yang mulia raja", Kata prajurit itu.


"Ada apa denganmu wahai prajurit siapa yang melakukan ini padamu", Kata ayahanda putri Vera.


" Aku di serang oleh sekelompok perampok dan mereka memberikan selembar surat ini kepadaku untuk di berikan kepada yang mulia raja", Kata prajurit itu.


"Hei prajurit kenapa kamu? ", Kata ayahanda putri Vera.


" Kalian jangan diam saja bawa dia ke tabib cepat", Kata ayahanda putri Vera.


"Yang mulia secepatnya saja yang mulia membaca surat itu biar masalah cepat selesai", Kata penasehat raja.


" Iya aku akan buka dulu surat nya, Dengar ya semua aku akan bacakan surat ini, "Kata ayahanda putri Vera.


Ayahanda putri Vera pun membacakan isi surat itu " Yang mulia raja bila yang mulia raja ingin menyelesaikan masalah ini aku hanya punya satu syarat, Dan syaratnya adalah jodohkan Vera denganku,Bila kau tak ingin melihat rakyat VINIAN menderita aku Raimon tidak main-main dengan yang ku katakan.


"Siapa Raimon? ", Tanya ayahanda putri Vera.


" Dia adalah pangeran dari Kerajaan DEMON dan dulu ia satu sekolah bersama tuan putri Vera", Kata penasihat raja.


"Seperti apakah dia beraninya mengancamku", Kata ayahanda putri Vera dengan tegas.


" Kita tidak bisa melawan mereka yang mulia karena kepemimpinan kita di bawah mereka ", Kata penasihat raja.

__ADS_1


" Terus kita harus bagaimana? ", Tanya ayahanda putri Vera.


" Kita hanya bisa menurutinya saja yang mulia", Kata penasihat raja.


Saat itu raja bingung dan pas waktu itu Roland dan Fatih sedang lewat depan ruang singgahsana karena rapat masih berlangsung mereka tak bisa masuk dan mereka hanya mendengar kan pembicaraan orang-orang dari luar pintu.


"Apa.....,Aku tak akan setuju aku tak mau menjodohkan putri kesayangan ku dengan orang yang tak mengerti aturan seperti dia meski dia pangeran terkuat sekalipun", Teriak raja.


" Hanya itu saja jalan satu-satunya yang mulia", Kata penasihat.


Kerena mendengar teriak raja seperti itu Roland merasa bahwa yang di maksut raja adalah dia, Karena merasa tak terima akan perkataan raja Roland pun mendobrak pintu dan masuk kedalam seketika orang-orang di dalam sana kaget dan ketakutan ketika melihat ekspresi Roland yang marah seperti ingin membunuh orang.


"Aku mendengar apa yang tadi anda katakan yang mulia, Aku memang bukan siapa-siapa tanpa ayahku tapi aku juga mengerti aturan dan aku bisa membedakan yang benar dan yang salah, Aku mohon bila anda tak suka dengan saya anda tinggal bilang saja padaku aku akan menerima nya jangan seperti pengecut yang beraninya di belakang", Kata Roland dengan tegas.


" Kau ini bicara apa Roland ", Kata raja bingung.


" Aku mendengar apa yang tadi yang mulia katakan",Kata Roland.


"Aku tak membahas kamu dari tadi, Apa kamu kenal dengan Raimon? ", Tanya raja.


" Kenapa yang mulia menanyakan Raimon? ", Tanya Roland.


" Dia mengancam ku bila tak mau menjodohkan Vera dengan nya ia akan membuat rakyatku menderita", Kata raja.


"Beraninya dia bilang seperti itu, Anda tenang saja yang mulia aku yang akan mengatasi pangeran DEMON yang sombong itu", Kata Roland dengan tegas.


" Jangan gegabah kerajaan DEMON adalah terkuat urutan ketiga di dunia", Kata penasihat raja.


"Urutan pertama saja tak akan membuatku gentar apalagi yang ke-tiga", Kata Roland.


" Tenang saja yang mulia aku sendiri yang akan mengasih pelajaran kepada orang sombong itu", Kata Roland.


"Aku percaya kan masalah ini kepadamu pangeran bulan kedua", Kata raja.


" Terima kasih telah memberiku kepercayaan yang mulia", Kata Roland.


"Apa tadi yang mulia katakan pangeran bulan dua berarti dia putra mahkota kerajaan POTOLIA putra dari seorang pangeran bulan yang terkuat itu", Kata penasihat raja dengan kaget.


" Iya dia adalah putra mahkota kerajaan POTOLIA ", Kata raja.


" Oh maafkan aku yang tak tahu ini pangeran, Tolong maafkan aku", Kata penasihat raja.

__ADS_1


"Tak masalah penasihat tapi aku kasih tahu kamu janganlah melihat orang dari luar nya saja untuk menyimpulkan kepribadian seseorang itu",


" Iya aku mengerti sekarang, Terima kasih pangeran", Kata penasihat raja.


__ADS_2