Tuan Muda Bangsawan

Tuan Muda Bangsawan
Menuju VINIAN


__ADS_3

Salah satu prajurit pun berangkat menuju ke kamar pangeran.


"Tok... tok.. tok, Apa pangeran di dalam? ", Tanya prajurit.


Saat itu Roland sudah bangun dulu sebelum prajurit di suruh membangunkannya dan dia berdiri di belakang prajurit itu sudah dalam keadaan rapi berpakaian layaknya pangeran.


" Ada apa kau di sini? ", Tanya Roland.


" Eh maaf pangeran, Saya di utus yang mulia untuk membangunkan pangeran ", Jawab prajurit.


" Oh begitu, Terus ada lagi? ", Tanya Roland.


" Pangeran di tunggu yang mulia raja dan ratu di ruang singgahsana kerajaan ", Kata prajurit.


" Baiklah aku akan segera ke sana", Kata Roland.


"Kalau begitu saya izin undur diri pangeran", Kata prajurit.


" Iya", Kata Roland.


Prajurit itu pun pergi dan Roland langsung menuju ke ruang singgahsana kerajaan.


"Nah itu dia pangeran", Kata ibunda Roland.


Ketika Roland berjalan masuk semua orang di sana melihat dan kagum akan ketampanan dan ke gagahan nya dan begitu pula dengan putri Vera.


" Wah tampan dan gagah banget Roland jika berpakaian seperti itu, Aku baru kali ini melihatnya seperti itu ", Ujar putri Vera dalam hati.


" Ada apa ayah memanggilku? ", Tanya Roland.


" Kau lupa ya, Kau harus mengantarkan putri Vera ke kerajaan VINIAN dengan selamat ", Kata ayah Roland.


" Maaf ayah sebelum nya aku mau tanya dulu kepada putri Vera ", Kata Roland.


" Silahkan tanya saja", Kata ayah Roland.


"Putri Vera apa kamu mau aku yang mengantarkan mu sampai ke kerajaan VINIAN? ", Tanya Roland.


" Justru suatu penghormatan bila seorang pangeran kerajaan POTOLIA yang mengantarkan ku, Tapi aku juga tidak mau merepotkan pangeran ", Kata putri Vera.


" Mengapa kamu jadi tegang begitu sih putri ", Kata Roland sambil tertawa.


" Eh siapa yang tegang ya, Ini itu namanya sopan santun ya kamu ngerti gak", Kata putri Vera dengan sedikit marah.


"Yah jangan marah dong, Aku kan suka kalau kamu selalu tersenyum", Kata Roland.


" Gak ngefek tau gak", Kata putri Vera.


"Yaudah kalian jangan bertengkar, Roland kamu jangan kelewatan bercandanya udah tau putri Vera mudah marah kamu jangan kelewatan kalau bercanda ya", Kata ibunda Roland.


" Iya ibunda, Maaf ya tuan putri aku telah membuatmu kesal", Kata Roland.


"Ok aku maafin, Berarti kamu antar aku pulang kan", Kata putri Vera.


" Iyalah aku kan gak tega kalu putri Vera pulang tanpa aku nanti putri kangen lagi", Kata Roland.

__ADS_1


"Yaudah siap-siap dulu sana", Kata putri Vera.


" Aku sudah siap ini", Kata Roland.


"Kamu mau pakek baju itu saat di jalan? ", Tanya putri Vera.


" La emang kenapa? ", Tanya Roland.


"Nanti banyak orang yang mengenali mu nanti malah susah lagi", Kata putri Vera.


" Oh iya lupa, Kalau begitu aku mau ganti pakaian kesatria ku dulu", Kata Roland.


Roland pun pergi untuk ganti baju kesatria.


"Putri Vera apa kamu yakin dengan Putra ku Roland? ", Tanya ibunda Roland.


" Aku yakin ratu, Karena Roland lah yang selalu ada untuk ku", Jawab putri Vera.


"Jika suatu hari nanti kalian memang berjodoh aku pasti merestui kalian iya kanda", Kata ibunda Roland.


" Iya", Kata ayahanda Roland.


"Terimakasih untuk dukungan kalian raja dan ratu, Aku juga akan berusaha untuk mewujudkan itu", Kata putri Vera.


Tidak lama kemudian Roland akhirnya datang.


" Apakah kamu sudah siap putri Vera? ", Tanya Roland.


" Aku akan selalu siap kok Roland ", Kata putri Vera.


" Baguslah, Ayah ibu aku dan putri Vera izin berangkat ", Kata Roland.


"Baik, Terimakasih ibunda", Kata Roland.


" Ingatlah Roland lindungi lah putri Vera meski harus kehilangan nyawa mu itulah kesatria sejati", Kata ayahanda Roland.


"Itu sudah pasti ayah", Kata Roland.


" Baiklah berhati-hati lah ", Kata ayah Roland.


" Terimakasih ayah ibu kami mohon pamit", Kata Roland.


"Mari raja mari ratu", Kata putri Vera.


" Iya", Jawab raja dan ratu.


Roland dan putri Vera pun berangkat.


"Vera kamu seperti nya bahagia banget ada apasih?", Tanya Roland.


" Apasih kepo banget deh", Kata putri Vera.


"Kamu tuh kangen gak sih sama aku? ", Tanya Roland.


" Pertanyaan apa yang kau tanyakan itu gak jelas banget", Kata putri Vera.

__ADS_1


"Vera lihat sini", Kata Roland.


" Apa? ", Tanya putri Vera.


" Lihat mataku, Aku suka padamu", Kata Roland.


Seketika mereka berdua pun terdiam sambil bertatapan wajah.


Putri Vera pun salting di buat Roland.


"Apaansih kamu Roland", Kata putri Vera tersenyum senyum.


" Jujur aku mencintai kamu Vera", Kata Roland.


Putri Vera pun salting di buat Roland, Karena tidak mau kalah dari Roland putri Vera pun membalas Roland.


"Kenapa dengan ku, Aku tidak boleh kalah sama Roland aku harus balas dia", Pikir putri Vera.


Putri Vera pun langsung membalas Roland dengan berkata " Aku juga mencintaimu kok Roland", Kata putri Vera dan langsung mencium bibir Roland.


Roland pun terkejut dengan apa yang dilakukan putri Vera, Setelah putri Vera melepaskan ciumannya Roland pun nampak bingung dan diam tidak bisa berkata apa-apa.


"Woi jangan bengong terus dong kapan sampainya kalo kamu bengong terus", Kata putri Vera sambil ketawa.


" Eh iya, Yuk lanjut-lanjut", Kata Roland gugup.


"Duh kenapa aku bisa kalah sama wanita ini", Pikir Roland.


" Ciyee lagi mikirin apa sihh, Biasa aja kalii", Kata putri Vera menyindir.


"Hahaha, Ampun tuan putri", Kata Roland.


" Sebelum melawan lihat dulu lawan bos", Kata putri Vera sambil tertawa kecil.


"Eh kamu capek gak? ", Tanya Roland.


" Jangan kau remehkan aku ya pangeran kekuatan ku jauh dari apa yang kau bayangkan ", Kata putri Vera.


" Hmmm, Memangnya kamu sudah tau keadaan kerajaanmu? ", Tanya Roland.


" Ya sudah sih kemarin aku dapat surat langsung dari para patihku, Tapi aku malah di ajak ke kerajaan POTOLIA oleh para panglima kerajaan POTOLIA, Ya karena gak enak untuk menolak aku ikut aja", Kata putri Vera.


"Eh iya Roland, Ku dengar kalau yang melepas kutukan kerajaan ku adalah kamu, Benar gak tuh? ", Tanya putri Vera.


" Sebenarnya bukan aku tapi putri Sinta lah yang melepaskan nya", Kata Roland.


"Apa...., Putri Sinta berarti kau sudah mengenal putri Sinta", Kata putri Vera kaget.


" Ya mau bagaimana lagi hanya dia putri Sinta lah yang bisa melepaskan kutukan itu", Kata Roland.


"Menurut mu bagaimana dangan putri Sinta? ", Tanya putri Vera.


" Apa maksudnya? ", Tanya Roland.


" Lupakan saja, Berarti kau sudah saling mengenal dengan putri Sinta? ", Tanya putri Vera.

__ADS_1


" Jangan gelisah gitu dong tenang saja meski ada bidadari tercantik di dunia ini putri Vera lah yang tercantik bagi Roland ", Kata Roland.


" Mata itu bisa salah menilai dan mulut itu bisa berbohong ", Kata putri Vera.


__ADS_2