
Berikutnya mereka mendapatkan satu kesulitan lagi karena kuil suci sudah di kuasai orang lain jadi banyak sekali jalan yang dulunya mudah sekarang jadi di persulit,Jalan itu di apit dia tebing yang tinggi dan di tengah jalan tebing itu ada batu besar yang menghalangi jalan mereka.
"Wahh, Kenapa batu bisa ada di situ, Gimana kita mau lewat Roland? ", Tanya putri Sinta.
" Tunggu biar aku pikirkan caranya", Jawab Roland.
Sambil memikirkan cara Roland dan putri Sinta mendorong dan memukul batu itu dengan batu yang lain agar batu yang menghalangi jalan hancur alam tetapi semua nya sia-sia.
Agak lama kemudian terbesit di pikiran Roland untuk memanjat batu besar itu.
"Ah, Aku ada ide", Kata Roland.
" Apa coba? ", Tanya putri Sinta.
" Kita panjat saja batu besar ini, Batunya juga gak tinggi-tinggi amat kan bolehlah kita panjat", Kata Roland.
"Boleh sih tapi gimana caranya? ", Tanya putri Sinta.
" Nah itu masalahnya", Kata Roland.
"Ah gini aja, Aku ada ide", Kata putri Sinta.
" Iya apa? ", Tanya Roland.
__ADS_1
" Lihat di sana ada dua besi tua, Kita bisa jadikan untuk alat melubangi batu besar itu", Kata putri Sinta.
"Ide gila, Buat apa kita melubangi batu besar itu? ", Tanya Roland.
" Kita lubangi batu itu sekiranya kaki kita bisa masuk dan kita buat sampai atas dan kita bisa panjat batu besar ini, Gimana? ", Tanya putri Sinta.
" Ide bagus yuk kita coba", Kata Roland.
Mereka berdua melubangi batu besar itu, Dua jam kemudian akhirnya mereka berdua berhasil sampai di atas batu itu, Karena terlalu curam mereka berdua bingung cara untuk turun.
"Akhirnya kita bisa sampai ke atas", Teriak Roland.
" Sekarang bagaimana kita turun nya Roland, Ini terlalu curam dan tinggi? ", Tanya putri Sinta.
" Hmmm, Kita pikirkan dulu caranya", Kata Roland.
"Wah Roland anginnya kencang banget aku takut...", Teriak putri Sinta.
" Pegang tanganku", Teriak Roland.
"Aku takut Roland aku takut", Teriak putri Sinta.
Karena hembusan angin terlalu lama Roland pun langsung memeluk erat putri Sinta.
__ADS_1
" Tenanglah aku kan sudah janji akan menjagamu, Jangan takut kamu aman sekarang ", Kata Roland.
Akhirnya angin itu pun berhenti dan Roland juga melepaskan pelukannya dari putri Sinta.
" Buka matamu sekarang, Anginnya sudah lewat kamu amankan", Kata Roland.
"Angin kenapa cepat kamu pergi, Padahal aku masih belum puas di peluk Roland", Kata putri Sinta.
" Jangan bercanda sekarang kita pikirkan cara untuk turun dari sini", Kata Roland.
"Eh, Coba lihatlah ke sana Roland", Kata putri Sinta.
" Memangnya ada apa? ", Tanya putri Sinta.
" Itu lihatlah ada selendang panjang", Kata putri Sinta.
"Hanya selendang, Kamu mau mengambilnya", Kata Roland.
" Dasar bodoh, Kita bisa buat selendang itu jadi tali untuk kita turun", Kata putri Sinta.
"Jenius ayo cepat kita coba, Tapi kuat gak ya ini? ", Tanya Roland.
" Kalau bergantian aku yakin ini kuat, Yah tapi aku lupa dimana kita ikat selendang nya? ", Tanya putri Sinta.
__ADS_1
" Tenang aku bawa besi panjang kok tadi, Besi ini ku tancapkan dulu yaakk... aahhhk, Nah sekarang besi sudah tertancap kuat lalu kita ikat deh selendang ini di besi ini cerdas kan", Kata Roland dengan percaya diri.
"Jangan sok kamu tuan, Gaya nya sih ok sekarang kamu coba duluan ya tuan muda", Kata putri Sinta.