Tuan Muda Bangsawan

Tuan Muda Bangsawan
Pamitan


__ADS_3

Karena sudah terbangun dengan suara jam yang keras Roland langsung bersiap untuk pamitan dan pulang.


"Ah, Akhirnya sudah selesai persiapan nya, Sekarang mencari putri Sinta", Kata Roland.


Roland pun berjalan menuju ke kamar putri Via, Saat mengetuk pintu kamarnya tidak ada jawapan dari dalam Roland pun berfikir ingin langsung membuka pintu itu.


" Ini kelamaan, Sebaiknya aku langsung membuka saja pintu ini", Kata Roland.


Lalu Roland pun langsung membuka pintu kamar itu dan masuk ke dalam kamar,Karena melihat di dalam kamar sudah gak ada siapa-siapa ia pun bingung dan berfikir ingin menayakannya pada pelayan di sana.


"Pelayan, Apakah engkau tau di mana putri Sinta? ", Tanya Roland.


" Maaf tuan saya gak melihat putri Sinta dari tadi", Jawab pelayan itu.


"Oh yaudah terimakasih", Kata Roland.


" Sama-sama tuan", Kata pelayan itu.


Roland lanjut mencari nya lagi, Saat di taman belakang tiba-tiba suara putri Sinta memanggil Roland.


"Heeeey Roland aku di sini", Teriak putri Sinta.


" Nah ketemu juga akhirnya ", Kata Roland.


Roland pun langsung berjalan menghampiri putri Sinta, Di sana juga ada putri Via mereka berdua sedang ngobrol bersama.


" Mau pulang sekarang Roland? ", Tanya putri Sinta.


" Iya lah, Udah siap-siap belum kamu? ", Tanya Roland.


" Udah kok, Tadi pagi di bantu sama putri Via", Kata putri Sinta.


"Kenapa kalian begitu cepat mau pulang, Kita bersantai saja dulu di sini", Kata putri Via.


" Maaf putri bukanya kami menolak, Tapi kami sudah pergi terlalu lama, Takut nya nanti orang-orang di rumah khawatir ", Kata Roland.


" Iya-iya aku faham, Kau rindu sama kekasih mu di rumah kan", Canda putri Via.


Roland pun hanya tersenyum.


"Yaudah kalian langsung menghadap saja ke raja dan ratu, Mereka sekarang ada di ruang singgah sana", Kata putri Via.


" Berarti kami langsung menuju ke ruang singgah sana? ", Tanya Roland.


" Iya kalian langsung saja aku akan menyuruh pelayan menyiapkan barang-barang kalian di depan", Kata putri Via.

__ADS_1


Roland dan putri Sinta pun berangkat menuju ke ruang singgah sana kerajaan.


"Loh kalian datang ke sini, Apa kalian sudah mau pulang? ", Tanya ratu langit.


" Iya ratu, Kami ingin berpamitan pulang", Kata Roland.


"Tunggu ya aku akan melepaskan kutukan ini seperti yang kalian minta", Kata raja langit.


Raja pun langsung mengambil sebuah tongkat emas yang panjang, Lalu raja juga mengarahkan tongkat itu ke sebuah bungkusan kecil dan tiba-tiba bungkusan kecil itu terbakar sampai hangus dan menjadi abu.


" Nah sekarang kutukan itu sudah aku hilangkan", Kata raja langit.


"Terimakasih raja", Ucap Roland dan putri Sinta.


"Maaf raja, Sekarang saya dan putri Sinta ingin mohon pamit kepada raja dan ratu langit", Kata Roland.


" Tunggu dulu, Aku masih belum menepati janjiku kepada kalian berdua ", Kata ratu langit.


" Sekarang kalian tutup mata kalian", Kata ratu langit.


Roland dan putri Sinta pun menutup mata nya, Dari atas tiba-tiba ada sebuah cahaya yang berbeda, Cahaya itu berwarna kuning dan biru, Cahaya itu pun mulai mendekati Roland dan putri Sinta, Akhirnya cahaya itu masuk ke dalam tubuh mereka berdua, Cahaya biru masuk ke dalam tubuh Roland dan cahaya berwarna kuning masuk ke dalam tubuh putri Sinta.


"Sudah selesai, Sekarang bukalah mata kalian", Kata ratu langit.


" Iya terimakasih ratu tubuhku juga seperti lebih kuat", Kata putri Sinta.


"Itu pantas untuk kalian terima", Kata ratu langit.


" Sekarang sudah waktunya untuk kami pulang, Mohon doa restunya raja dan ratu", Kata Roland.


"Iya pulanglah semoga kalian selamat sampai tujuan kalian", Kata raja langit.


" Di depan sudah ada dua ekor kuda, Bawalah untuk kenang-kenangan", Kata raja langit.


"Terimakasih raja", Kata Roland.


" Saat sudah samapai bumi nanti jangan lupa untuk mengunjungi kerajaan langit, Hanya kuda itulah yang bisa membawa kalian naik turun ke langit", Kata raja langit.


"Iya kami akan datang ke sini lagi suatu saat nanti, Terimakasih raja dan ratu aku dan putri Sinta mohon pamit", Kata Roland.


" Iya, Berhati-hati lah", Kata raja langit.


Roland dan putri Sinta pun berjalan ke menuju pintu kerajaan, Di depan pintu sudah ada putri Via yang memang menunggu mereka berdua.


"Kami mohon pamit putri", Kata putri Sinta.

__ADS_1


" Iya berhati-hati lah, Oh iya barang-barang kalian sudah aku siapkan di atas kuda, Lihatlah di sana", Kata putri Via.


"Wahh, Terimakasih putri Via", Kata putri Sinta.


" Ingat jangan lupa mengunjungi ku di sini putri ", Kata putri Via.


" Iya suatu saat nanti aku akan datang ke sini untuk menemui mu putri ", Kata putri Sinta.


Roland dan putri Sinta pun naik ke atas kuda itu dan berangkat untuk pulang.


" Dada putri Via aku akan merindukanmu", Kata putri Sinta.


"Aku juga putri Sinta", Teriak putri Via.


Di perjalanan mereka di suguhkan dengan pemandangan awan dan langit yang indah.


" Wahhh, Indah sekali belum pernah aku melihat pemandangan seperti ini", Kata putri Sinta.


"Kaya anak kecil aja", Sahut Roland.


" Apa kamu bilang tadi,Kamu ngatain aku anak kecil ", Bentak putri Sinta.


" Apasih orang aku bilang kuil di bawah itu terlihat kecil", Kata Roland.


"Ok.. ok, Alasan yang masuk akal", Kata putri Sinta.


Akhirnya mereka pun sampai di kuil itu lagi, Di kuil itu mereka bertemu seorang pria yang sedang menangis, Karena penasaran Roland dan putri Sinta menanyai pria itu.


" Permisi pak, Kenapa bapak menangis? ", Tanya Roland.


" Loh kamu pangeran Roland kan, Iya bener kamu pasti pangeran Roland kan", Kata bapak itu.


"Bapak kok mengenali saya, Siapakah bapak ini? ", Tanya Roland.


" Aku adalah pelayan kerajaan "POTOLIA", Kata bapak itu.


" Kamu ke mana saja selama ini, Ayahmu sangat panik dan mengerahkan semua prajuritnya untuk mencari mu", Kata bapak itu.


"Aku tidak tahu bila akan jadi seperti ini", Kata Roland.


" Sebaiknya kau pulang pangeran, Ibunda ratu sudah lama sakit karena terus memikirkan dirimu", Kata bapak itu.


"Iya aku akan pulang ke " POTOLIA" setelah mengantar putri Sinta pulang ke kerajaan "VILAGON" ", Kata Roland.


" Pangeran Roland betapa senangnya aku bisa bertemu dirimu, Aku sudah tidak kuat lagi melihat ayahmu yang selalu bersedih atas kepergianmu, Seluruh rakyat "POTOLIA" bersedih karena melihat ayahmu yang murung seperti itu, Andai kau tau setelah kau pergi ayahandamu selalu menyalahkan diri nya, Ingatlah pangeran sebaik-baiknya orangtuamu dan seburuk-buruknya orangtuamu mereka tetap orangtuamu, Tidak ada gunanya meski kau harus pergi keluar dunia ini mereka adalah orangtuamu yang asli jadi terimalah, Jangan kau cari yang terbaik tapi jadilah yang terbaik", Kata bapak itu.

__ADS_1


__ADS_2