Tuan Muda Bangsawan

Tuan Muda Bangsawan
Kuil suci


__ADS_3

Lama berjalan akhirnya mereka berdua sudah sampai di kuil akan tetapi kuil itu terletak di atas bukit jadi mereka berdua harus berjalan naik ke bukit.


"Nah kita sudah sampai Roland", Kata putri Sinta.


" Lah masa, Kok cepet banget aku gak terasa", Kata Roland.


"Iya tuh liat ada patung harimau di depan gerbang nya, Dan itu gerbang masuk kuilnya, Wahh besar sekali itu kuilnya tempat nya tinggi lagi", Kata putri Sinta.


" Yaudah cepet ayo kita naik", Kata Roland.


"Yuk", Kata putri Sinta.


Mereka pun menaiki bukit itu, Saat mereka sudah sampai di depan gerbang kuil mereka di sambut patung harimau yang besar.


" Wahh, Patung ini ternyata besar sekali padahal tadi dari bawah kelihatan gak sebesar ini", Kata putri Sinta.


"Sssst, Kecilkan suaramu dan jangan berisik, Ingat yang di katakan ibu yang kemarin", Kata Roland.


" Oh iya maaf, Aku baru ingat sekarang", Kata putri Sinta.


"Yaudah aku akan ambil batu itu dan kamu langsung pergi ke gerbang kuil duluan", Kata Roland.

__ADS_1


" Ok".


Roland pun pergi mengambil batu dan putri Sinta pun pergi ke gerbang kuil.


"Hei Roland batu yang kamu bawa gak terlalu kecil segitu? ", Tanya putri Sinta.


" Gak lah buat apa juga batu besar-besar ", Jawab Roland.


" Yaudah terus gimana ini? ", Tanya putri Sinta.


" Lihat dengan cermat ya aku akan lempar batunya", Kata Roland.


"Iya", Kata putri Sinta.


" Benar itu ada jebakannya Roland ", Kata putri Sinta.


" Iya, Aku juga tahu akan tetapi mana mungkin kita bisa melewati nya", Kata Roland.


"Terus harus gimana dong? ", Tanya putri Sinta.


Mereka berdua pun akhirnya bingung dan hari pun sudah mulai sore, Tiba-tiba kakek misterius itu muncul lagi.

__ADS_1


" Hahaha, Dua anak muda sedang bingung, Ada apa cerita sini sama kakek", Kata kakek misterius.


"Hah kakek, Kami sedang bingung kek bagaimana cara melewati jebakan itu kek? ", Tanya putri Sinta.


" Hahaha, Itu mudah kamu liat ke sana, Di samping harimau tidur itu, Di situ ada dua buah kaca besar kalian bisa menggunakannya untuk menutupi tubuh kalian dari cahaya merah itu", Kata kakek misterius.


Putri Sinta langsung berjalan ke arah kaca itu karena Roland juga fokus ke arah kaca kakek misterius pun tiba-tiba menghilang lagi.


"Nah sudah aku duga, Kakek itu bakalan ngilang dengan misterius hadehh", Ujar Roland.


" Roland ini besar sekali aku gak bisa bawa dua sekaligus kamu bawa satunya lagi ya", Kata putri Sinta.


"Iya putri aku akan bawa satunya lagi", Kata Roland.


Setelah menyiapkan kaca nya mereka berdiskusi tentang bagaimana cara membawa kaca ini agar dapat melindungi mereka berdua.


" Kita harus berjalan bersama kamu kiri dan aku kanan biar ketutup gitu,Lalu kita bawa kacanya dengan cara menyeret kacanya biar kaki kita aman", Kata putri Sinta.


"Nah tapi kita harus pasang pegangan di belakang kaca ini, Kalau kita bawa dengan memegang peminggiran kaca nanti tangan kita terkena sinarnya ", Kata Roland.


" Nah benar juga, Lalu kita beri alas untuk bawah agar saat kita menyeret kacanya dia gak bersuara dan aman", Kata putri Sinta.

__ADS_1


"Ok, Pemikiran yang bagus sekarang kita lakukan", Kata Roland.


__ADS_2