
Tiba waktu nya malam hari setelah semua orang di kerajaan telah tidur Roland keluar kamar diam-diam ia ingin menemui putri Vera di kamarnya.
Sebaliknya dengan putri Vera ia juga keluar kamar diam-diam karena ingin bertemu dengan Roland, Dan akhirnya mereka bertemu di tengah-tengah jalan di dalam kerajaan.
"Pas sekali, Putri mau ke mana? ", Tanya Roland.
" Eh Roland, Kebetulan aku ingin udah ", Kata putri Vera.
" Oh begitu ayo ikut aku", Kata Roland.
"Kemana? ", Tanya putri Vera.
" Jangan banyak tanya ikut saja", Kata Roland sambil menarik tangan putri Vera untuk di ajak pergi.
Putri Vera pun melamun ketika Roland menarik tangannya dan membawa nya pergi.
"Roland kenapa aku selalu nyaman saat kau berada di dekatku", Ujar putri Vera dalam hati.
" Nah kita sudah sampai ", Kata Roland.
" Putri.. putri hello, Hei Vera", Kata Roland menyadarkan putri Vera.
"I... iya ada apa Roland? ", Tanya putri Vera bingung.
" Kamu ngelamunin apa?, Kita sudah sampai", Kata Roland.
"Waahhh,Di mana ini Roland indah banget tempatnya", Kata putri Vera.
" Baguslah jika kau menyukainya, Ini tuh taman di atas kerajaan POTOLIA", Kata Roland.
"Hmmm, Aku baru tahu kalau ada tempat seindah ini di kerajaan", Kata putri Vera.
" Karena ini adalah tempat ku, Tiada seorang pun yang boleh ke sini tanpa izinku", Kata Roland.
"Meski itu ayah dan ibumu? ", Tanya putri Vera.
" Gak lah, Tapi ayah dan ibuku pun juga hanya satu kali saja datang ke sini", Kata Roland.
"Ooo begitu", Kata putri Vera.
" Tadi kamu katanya mau ngomong, Sekarang bicaralah", Kata Roland.
"Ah gak jadi lah, Kapan-kapan aja", Kata putri Vera.
" Loh, Kenapa? ", Tanya Roland.
" Lagi gak ada mod aja sih", Jawab putri Vera.
Roland pun melamun sambil memandangi putri Vera yang sedang menikmati pemandangan.
"Hei Roland kenapa kamu mengajakku ke mari kan ini tempat khusus bagimu? ", Tanya putri Vera.
" Hei Roland, Woi bangun woi ngelamun aja", Kata putri Vera.
__ADS_1
"Ah apasih ganggu aja orang lagi ngebayangin sesuatu juga", Kata Roland.
" Ngebayangin apasih, Kamu kayak seperti sedang jatuh cinta nih", Kata putri Vera.
"Putri apa aku boleh tanya sesuatu padamu", Kata Roland.
" Mau tanya apa tanyakan saja", Kata putri Vera.
"Jadi gini, Dulu saat kita bersama di rumahmu kita pernah saling merayu apakah itu kamu serius atau hanya bercanda? ", Tanya Roland.
" Menurut mu", Kata putri Vera.
"Menurut ku kamu dulu itu seperti anak kecil jadi kamu mungkin bercanda itu yang selalu ada di fikiran ku hingga sekarang ini", Kata Roland.
" Aku kasih satu jawaban Roland dengerin baik-baik ya, Kamu harus siap menerima kenyataan ya", Kata putri Vera.
"Maksud putri Vera apa ya? ", Tanya Roland panik.
" Aku serius bila kamu serius, Hanya itu jawabannya", Kata putri Vera.
"Yes berarti jika aku serius sayang kamu, Kamu juga serius sayang aku kan maksud nya", Kata Roland.
" Ya begitulah", Kata putri Vera.
"Yesss, Gak sia-sia aku memendam perasaan ini begitu lama", Kata Roland bersemangat.
" Tapi aku gak mau kamu main-main, Jika kamu mau sama aku langsung aja kamu nikahin aku", Kata putri Vera.
" Ingat wanita seperti ku gak butuh janji manismu", Kata putri Vera.
"Aman deh", Kata Roland.
Setelah puas ngobrol putri Vera pun mengantuk.
" Roland ngantuk nih aku duluan ya", Kata putri Vera.
"Oh baiklah tuan putri, Mau aku antar sampai ke depan kamar tuan putri", Kata Roland.
" Iya pangeran anterin dong", Kata putri Vera manja.
"Silahkan tuan putri jalan dulu", Kata Roland.
Mereka pun berjalan bersama sampai ke kamar putri Vera.
" Sudah sampai tuan putri ", Kata Roland.
" Iya makasih sekali ya pangeran ", Kata putri Vera.
" Imbalannya mana", Kata Roland.
"Mau di bayar berapa? ", Tanya putri Vera.
" Gak mau pakek uang aku maunya di cium kamu", Kata Roland.
__ADS_1
"Oooh pangeran sekarang pandai cari kesempatan ya", Kata putri Vera.
" Heheh iya dong, Bolehkan minta cium? ", Tanya Roland.
" Boleh kok", Jawab putri Vera.
"Yudah sini cium", Kata Roland.
" Sabar ya nanti aku cium kok kalo kita udah nikah", Kata putri Vera sambil masuk ke kamar dan menutup pintu kamarnya.
Karena gagal dapat cium Roland pun pergi berjalan menuju ke kamarnya.
Di dalam kamar putri Vera memikirkan dan membayangkan Roland.
"Yahh, Meski aku sudah lega karena Roland sudah mengatakan bahwa ia akan menikahiku tapi aku harus tetap waspada ketika nanti aku bukan jodohnya", Ujar putri Vera dalam hati.
Begitu pula dengan Roland, Ia juga memikirkan dan membayangkan putri Vera sambil rebahan.
" Akhirnya lega juga bisa memastikan bahwa putri Vera mau menikah dengan ku, Meski aku tidak dapat ciuman darinya tapi aku sadar bahwa ia bukan wanita gampangan, Jadi makin ingin bisa cepat memiliki nya", Ujar Roland dalam hati.
Berjalannya waktu mereka pun akhirnya tertidur,
Saat itu pukul 03: 00 pagi putri Vera bangun dari tidur lalu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajah nya.
"Ahh ternyata jam tiga pagi ya, Oh iya aku belum membereskan barang-barang ku", Ujar putri Vera.
Putri Vera pun lalu membereskan barang-barang nya yang mau ia bawa pulang ke kerajaan VINIAN.
Jam sudah menunjukkan pukul 08: 00 pagi akan tetapi Roland masih belum bangun dari tidurnya padahal ia yang akan mengantar putri Vera pulang ke kerajaan nya.
Dan waktu itu juga putri Vera berpamitan pulang kepada raja dan ratu POTOLIA.
" Raja dan ratu terimakasih banyak atas semua pemberian nya sekarang aku mau pamit untuk pulang ke kerajaan VINIAN", Kata putri Vera.
"Tunggu putri di mana Roland? ", Tanya Raja.
" Tidak tahu dari tadi aku juga belum melihatnya",Kata ratu.
"Tidak apa-apa kok raja aku kan bisa pulang di kawal prajurit saja", Kata putri Vera.
" Tidak bisa begitu, Putri Vera sabar sebentar ya", Kata raja.
"Prajurit di mana pangeran? ", Tanya raja.
" Pangeran masih belum bangun raja", Jawab prajurit.
"Apa dia masih belum bangun siang begini", Kata raja.
" Tenangkan dirimu dia pasti lelah kemarin kan dia baru pulang dari berpergian nya, Biar aku saja yang bangunkan pangeran putri Vera yang sabar ya tunggu sebentar lagi aja", Kata ratu.
"Iya ratu aku gak terburu-buru kok", Kata putri Vera.
" Seperti itulah pangeran putri, Ia masih suka kesiangan, Dulu dia itu malah malam gak tidur tapi pagi sampek siang tidur, Gak tau lagi kenapa dia itu begitu", Kata raja.
__ADS_1