Tuan Muda Bangsawan

Tuan Muda Bangsawan
Teman curhat


__ADS_3

Setelah mereka berdua merasa puas istirahat mereka berdua melanjutkan perjalanan nya.


"Putri,Jika aku ingin bertanya-tanya tentang kehidupan di dunia apakah putri Sinta tidak masalah akan itu? ", Tanya Roland.


" Tentu aku tidak keberatan tapi maksudmu tentang kehidupan di dunia itu apa? ", Tanya putri Sinta.


" Ya intinya aku cuma butuh motivasi untuk tetap semangat menjalani hidup ini dengan bahagia meski susah putri", Jawab Roland.


"Aku bisa saja akan tetapi aku bukanlah orang yang tepat untuk kamu curhat Roland", Kata putri Sinta.


" Mengapa begitu putri, Terus siapa orang yang tepat untuk ku curhat? ", Tanya Roland.


" Gini ya Roland, Aku juga tidak tau siapa orang yang tepat akan tetapi kamu juga bisa curhat kepada orang terdekat kamu dan orang yang dapat di percaya", Kata putri Sinta.


"Kamu kan orang yang aku percaya putri, Apa itu belum cukup? ", Tanya Roland.


"Roland aku hanya seorang teman bagimu, Meski bagimu aku itu baik kamu harus selalu waspada bisa saja orang yang kamu percaya itu berkhianat", Kata putri Sinta.


" Apakah seorang teman dekat tega mengkhianati kita putri? ", Tanya Roland.


" Tergantung sifat teman kita Roland, Bagaimanapun juga kita hanya sebatas teman dan gak ada ikatan apapun, Bagiku itu masih belum cukup", Jawab putri Sinta.


"Makasih atas perhatian nya putri", Kata Roland.

__ADS_1


" Sama-sama Roland ", Kata putri Sinta.


" Oh, Satu lagi Roland ", Kat putri Sinta.


" Apa? ", Tanya Roland.


" Dulu aku juga pernah curhat pada seseorang terdekatku dan dia adalah orang yang paling aku percaya", Kata putri Sinta.


"Siapa seseorang itu putri? ", Tanya Roland.


" Ibuku", Jawab putri Sinta.


Ketika putri Sinta mengatakan jawabannya dan jawaban itu alah ibu tiba-tiba Roland teringat pada ibunya, Karena rasa rindu Roland yang begitu besar hati Roland pun terasa hancur dan berdosa kepada ibunya.


" Ah maaf putri, Kenapa ya? ", Tanya Roland.


" Kamu yang kenapa, Tiba-tiba bengong gak jelas aneh", Kata putri Sinta.


"Sebaiknya kita cepat putri,Sebelum malam tiba", Kata Roland.


" Lah kok jadi aneh orang ini ya", Ujar putri dalam hati.


Mereka berdua pun berjalan lagi,Karena Roland masih merasakan sedih dalam hatinya suasana pun sunyi, Dan putri Sinta pun jadi bingung akan sikap Roland yang tiba-tiba seperti itu.

__ADS_1


"Roland kamu marah ya sama aku? ", Tanya putri Sinta.


" Jawab dong Roland ", Kata putri Sinta.


" Oh, Kenapa putri tadi aku tidak fokus jadi gak kedengeran putri ngomong apa", Kata Roland.


"Kamu marah ya sama aku? ", Tanya putri Sinta.


" Gak lah, Ngapain aku marah sama kamu", Jawab Roland.


"Kenapa kamu berfikir bahwa aku marah? ", Tanya Roland.


" Lah kamu juga sih tiba-tiba murung terus diem aja, Kan aku bingung", Kata putri Sinta.


"Maaf putri aku gak fokus, Soalnya tiba-tiba aku teringat kepada ibuku yang membuatku rindu akan kasih sayang seorang ibu, Yah mau bagaimana lagi maafkan anakmu ini ibu", Kata Roland dengan menahan sedih.


" Sabar ya Roland, Mungkin ini pemberian terbaik dari tuhan untuk mu", Kata putri Sinta.


"Kuharap juga begitu, Gak usah dipikirkan putri yuk kita cepat jalan", Kata Roland.


" Ok Roland ", Kat putri Sinta.


" Kasian juga Roland apa dia sudah gak punya ibu? Huh aku harus bisa menghibur nya", Ujar putri Sinta dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2