Untuk Pria Yang Telah Mematahkan Hatiku

Untuk Pria Yang Telah Mematahkan Hatiku
52. Untuk Pria yang Telah Mematahkan Hatiku


__ADS_3

Suasana menjadi betul-betul hening. Sungguh hening, tidak ada satu pun yang terdengar. Aku tidak bisa mendengar apa pun dari balik suara degupan jantung yang memenuhi pendengaran. Darah yang berdesir juga mengisi ruang telinga. Ketika tatapan mata Alex yang teduh dan berbinar di waktu yang bersamaan itu memberikan tekanan yang sungguh tidak bisa kutahan lagi, aku mengedarkan pandangan pada orang-orang di sekelilingku. Untuk pertama kalinya setelah semua ini terjadi aku baru menyadari bahwa Papa menatapku dengan sebuah senyum tipis di wajahnya yang sudah dimakan waktu akan tetapi tetap tampan, berbanding lurus dengan senyum haru di wajah Mama yang membuat mata bermanik gelap miliknya basah. Aku tidak mengerti apa arti dari anggukan kecil kepala Bang Bian dan tindakan Bang Rian yang tahu-tahu sudah melingkarkan tangannya di bahu Alex sambil menepuk-nepuk lengan lelaki itu sembari tersenyum semringah. Saat aku menoleh pada Uni Cya, satu-satunya orang yang duduk di sebelah kananku di ujung sofa, aku juga menemukan sebuah senyum lembut di bibirnya yang tadi dipoles dengan lipstik merah muda. Tak tahu apakah sadar atau tidak, dia juga menggerakkan kepalanya naik dan turun beberapa kali.


Alex yang sekarang sedang memijit-mijit tengkuknya terkekeh menghadap ke lantai sebelum menegakkan kepalanya kembali. "No, I got it wrong," lanjutnya lagi sembari menggeleng. "Aku salah. I don't think. I know that I love you."


Oh my God. Alex menyukaiku. Dia ... mencintaiku. Dan aku ... aku ... aku juga menyukai dia. Meski aku tidak tahu apakah aku mencintai dia, akan tetapi aku bisa mengatakan kalau aku juga menyukai lelaki itu.

__ADS_1


Aku juga menyukai kamu, Lex.


Aku menyukai kamu karena kamu tidak sama dengan laki-laki yang sebelumnya pernah mengisi hari-hari aku. Aku menyukai kamu karena selama ini aku melihat sikap kamu yang hampir sama dengan cara abang-abang aku memperlakukan aku. Kamu lembut, kamu perhatian, kamu considerate. Kamu ... dewasa. Aku merasa aman dan nyaman selama dekat dengan kamu.


Untuk pria yang telah mematahkan hatiku, terima kasih karena telah memberikan aku pelajaran tentang apa yang harus aku hindari dari seorang laki-laki. Aku tidak mau berhadapan dengan ego lagi. Aku tidak mau berurusan dengan pengecut lagi. Aku tidak mau bersama dengan seorang laki-laki yang tidak bisa mengendalikan dirinya lagi.

__ADS_1


I deserve to be treated like a queen that I am. I am enough.


Untuk pria yang telah mematahkan hatiku, terima kasih karena dengan adanya rasa sakit yang kalian ciptakan, aku sekarang mengerti dengan arti kebahagiaan yang sesungguhnya. Aku kini mengerti dengan apa bentuk rasa sayang yang sebenarnya. Aku kini mengerti dengan apa yang disebut dengan rasa yang tulus. Aku kini mengerti apa yang harus aku cari. Aku kini memahami apa yang harus kupertahankan.


Untuk pria yang telah mematahkan hatiku sehingga aku sampai di titik ini, pada saat ini, terima kasih banyak. Karena, kalau bukan karena kehadiran dan apa yang kalian lakukan, aku tidak akan bertemu dengan Alex dan mengenal lelaki sebaik dia. Untuk pria yang telah mematahkan hatiku, terima kasih.

__ADS_1


End.


__ADS_2