
Batu permata biru yang diperebutkan oleh bangsa Vampir sudah kurang lebih seratus tahun diwariskan kepada keluarga Raven. Jade dan Jake adalah saudara kandung. Mereka berasal dari keluarga Portman. Namun, Jake memiliki sisi negatif yang berlawanan dengan saudaranya, Jade. Jake selalu merasa iri terhadap kasih sayang yang diberikan orang tuanya yang dianggapnya berat sebelah. Sebab di antara Portman bersaudara ini, ia merasa sebagai orang yang selalu salah di mata Ayahnya.
Bukan tanpa alasan kenapa Tonny Portman selalu menghukum Jake. Tonny Portman bukanlah Vampir yang suka meminum darah manusia dan menjadikan mereka sebagai pengikut. Dia bukan Vampir yang rela membunuh seorang manusia tak bersalah dan justru mengenal dunia Vampir yang begitu gelap dan kelam. Tidak tahu darimana Jake belajar untuk melanggar peraturan di keluarganya, ia di usianya yang baru menginjak belasan tahun pernah mengisap darah manusia di hutan untuk kali pertama. Itu adalah kejahatan di mata sosok Tonny, sang Ayah.
Jake Portman yang masih muda dan labil bukan hanya suka melanggar peraturan Ayahnya dengan mengisap darah manusia, lebih dari itu kejahatan telah ia lakukan. Atas rasa bencinya terhadap adiknya, Jade, yang selalu dibangga-banggakan kedua orang tuanya membuat Jake semakin iri sampai ia memiliki keinginan untuk melenyapkan adik kandungnya sendiri, Jade Portman. Racun mematikan yang ia dapatkan dari Vampir jahat berusaha ia masukkan ke dalam minuman Jade dan dengan mengatakan bahwa itu adalah ramuan agar kekuatan Jade semakin bertambah.
“Kau minumlah. Aku sengaja meraciknya sendiri dan aku ingin meminta maafmu atas perlakuan burukku sebagai kakakmu.” Kata Jake sambil menyodorkan gelas kepada Jade di kamarnya.
Tanpa ada keraguan sedikitpun di benak Jade, tanpa menaruh rasa curiga apapun dengan sikap Jake yang berubah seratus delapan puluh derajat, Jade mengambil gelas tersebut.
“Baiklah, akan kuminum. Aku senang hari ini akhirnya tiba. Aku berharap kita selalu bisa sehangat ini.”
Kurang beberapa detik lagi racun itu terminum dan berhasil melenyapkan Jade. Tapi sebelum itu semua terjadi, Tonny Portman sang Ayah menerobos ke kamar Jade dan langsung membanting gelas berisi racun tersebut dengan kekuatan yang ia miliki. Kedua terkejut dengan kedatangan Ayah mereka yang dengan tatapan matanya yang menyala-nyala. Keterkejutan Jade tidak sampai di situ saja. Cairan racun yang dianggap Jade adalah ramuan itu setelah jatuh ke lantai langsung berasap dan terbakar.
“Apa maksud semua ini ? Jake ?” Tanya Jade yang masih terperangah dengan kejadian yang baru saja ia alami.
Tonny Portman langsung mencekik Jake dan menghantamnya dengan menyudutkan Jake ke tembok. Jake berusaha melepaskan tangan Tonny yang mencekik lehernya. Tonny benar-benar tidak menyangka jika Jake, anaknya, sampai hati ingin melenyapkan Jade.
“Berani sekali kau melanggar peraturan yang sudah dibuat oleh keluarga ini selama beratus-ratus tahun. Terlebih kau melakukan hal terkeji yang tak pernah kukira kau akan melakukannya, Jake. Kau bahkan tak pantas menyebut dirimu bagian dari keluarga Portman. Enyahlah kau dari hadapanku untuk selamanya atau kau yang akan terima akibatnya sendiri. Aku akan membunuhmu sekalipun kau darah dagingku.”
“Aku akan sangat senang bisa pergi dari tempat ini. Sejak awal ini memang bukan tempat yang cocok untukku. Tuan Tonny Portman yang terhormat, suatu saat nanti aku akan berhasil membunuh Jade, anak yang kau sayangi itu dan keturunannya. Dan saat itu terjadi, itu tidak lepas dari salahmu yang selalu mengabaikanku selama menjadi anakmu.”
Sejak hari Tonny mengusir anak sulungnya pergi dari rumah. Jake memutuskan untuk tinggal bersama keluarga Pamannya, adik dari Ibunya, yang selalu membukakan pintu untuk Jake. Jimmy Willis merupakan adik dari Celia Willis, Ibu Jake. Pria itulah yang selalu menghasut Jake agar tidak mematuhi Tonny dengan melakukan sesuatu yang dianggap Tonny kejahatan. Itu semua berasal dari Jimmy yang tidak menyukai Tonny sebagai kakak iparnya.
__ADS_1
Jake mengganti nama belakangnya menjadi Willis. Ia menyebutnya itu sebagai hukuman bagi Tonny dari dirinya yang sudah ditelantarkan. Di dalam hatinya tertanam kebencian yang semakin menjadi dan dengan nama Jake Willis ia berniat ingin mengusai bangsa Vampir.
Pada saat peperangan dengan bangsa serigala, Tonny saat itu menyerahkan batu permata biru untuk Jade dan istrinya, Celia. Demikian pengorbanan yang diberikan Tonny agar keluarganya selamat. Di sana, di pertempuran tersebut Tonny meninggal dan mewariskan permata itu kepada Jade.
“Aku sudah terlalu tua, Jade. Kaulah yang sekarang harus menjaga Ibumu dan batu permata itu dari Vampir jahat, terutama dari Jake. Walau dia anakku, dia seperti bukan bagian dari kita dengan memilih jalannya sendiri. Aku bisa meminta hidupku agar bisa berlanjut lagi, tapi itu tidak terlalu penting. Aku percaya kau mampu. Kau pun pasti akan membuat keputusan yang bijak dengan kedua permata tersebut.” Itu adalah pesan Tonny Portman sebelum ia meninggal.
Setelah kepergian Ayahnya dan tidak lama itu disusul oleh Ibunya yang sakit karena ditinggal Tonny. Jake merasa ia harus mendapatkan batu tersebut karena memang jika ia tidak memutuskan hubungan, pastilah secara mutlak ia mendapatkan batu tersebut. Batu permata itu berpasangan, jadi sebenarnya tidak hanya satu awalnya. Batu tersebut juga bisa mengabulkan setiap permohonan pemiliknya walau mustahil sekalipun.
Berbagai rencana yang dijalankan Jake bersama Jimmy untuk mengambil permata itu selalu saja gagal. Karena sudah dipastikan hanya Vampir yang mendapat izin dari pemilik sebelumnyalah yang dapat menyentuh batu permata tersebut.
Jade yang sudah beranjak dewasa waktu itu juga bertemu dengan sosok wanita yang juga dari bangsa Vampir, bernama Darla Wilson, dan jatuh hati padanya. Keduanya memutuskan untuk menikah dan hidup mereka bahagia, tapi selalu ada Jake yang berusaha untuk membunuh keduanya untuk mendapatkan batu permata.
Darla khawatir jika Jake akan menyakiti janin yang sedang ia kandung. Dengan keputusan untuk menggunakan salah dari kedua batu tersebut, akhirnya Jade dan Darla meminta untuk menjadi manusia seutuhnya dan agar Jake tidak dapat menemukan keberadaan mereka selama mereka hidup.
“Aku sudah membuat keputusan. Aku akan melindungi kalian berdua. Tenang saja, kita sungguh akan hidup bahagia. Tanpa gangguan dari Jake dan Vampir jahat lain. Kau mau bukan, istriku ?”
“Melalui bantuan batu permata biru kita akan hidup sebagai manusia di antara manusia-manusia lainnya. Satu permatanya lagi akan kuberikan pada Alex, di tangannya pasti akan berguna suatu hari nanti.”
Batu permata yang satunya kemudian diberikan Jade Portman kepada sahabat satu-satunya yang ia miliki, Alexander Raven. Baik Jake ataupun Vampir jahat yang lain tidak dapat menemukan keberadaan Jade dan Darla dan meskipun begitu Jake bukanlah orang yang mudah percaya kalau Jade, saudara yang ia benci itu sudah mati bersama Darla.
“Di mana Vampir sialan itu dengan istrinya ?” Tanya Jake ketika menyerang ke rumah Alexander Raven.
“Aku tidak tahu.”
__ADS_1
“Katakan Alex. Oh, batu itu juga pasti ada bersamamu saat ini. Cepat serahkan !”
“Bukankah kau sendiri yang membuang batu itu, jadi jangan pernah menyalahkan seseorang atas kepemilikannya sekarang.”
“Kurang ajar. Kan kupastikan kau dan keluargamu akan membayar semua ini. Aku juga pasti akan mendapatkan batu itu dengan atau tanpa tangan darimu. Juga kau harus ingat, aku takkan percaya kalau Jade dan Darla sudah mati. Akan kucari mereka dan keturunannya untuk mengambil batu permata yang sedang dalam genggamanmu saat ini. Batu itu hanya tersisa satu, mereka pasti menggunakannya.”
“Kubilang aku tidak tahu. Setelah menyerahkan batu permata biru, mereka menghilang begitu saja. Kau ingatlah ini, jangan pernah mengganggu kehidupan orang yang di sekelilingku, atau kau akan membayarnya.”
Setelah berhasil menjadi manusia, Jade dan Darla hidup bahagia. Meski mereka harus menyesuaikan diri layaknya manusia, seperti berjalan kaki karena kekuatan yang biasa mereka gunakan tidak ada lagi. Mereka juga harus siap jika suatu saat mereka akan jatuh sakit dan meninggal ketika sudah sampai waktunya.
Beberapa bulan setelah berubah menjadi manusia, Darla akhirnya melahirkan seorang bayi laki-laki yang mereka beri nama Antonio Portman. Seiring mereka mengasuh Antonio, mereka menjadi terbiasa dengan kehidupan mereka yang baru. Walau mereka tak bisa lagi terbang, teleportasi, dan melesat untuk pergi ke mana saja, serta hidup mereka sangat singkat jika dibandingkan dengan usia hidup seorang Vampir. Tapi, dari itu semua mereka menyadari kalau kehidupan damai tanpa sangkut-paut dengan makhluk penghisap darah dan dunianya.
Antonio Portman tumbuh dengan baik dengan tak lepas dari didikan kedua orang tuanya yang dulunya adalah seorang Vampir. Biarpun Jade dan Darla tidak ingin lagi berurusan dengan Jake yang teramat membenci keduanya, Jade dan Darla tidak ingin melupakan keluarga dan sahabat mereka yang masih menjadi Vampir. Ketika Antonio sudah cukup paham untuk mengerti sesuatu, orang tuanya lalu menceritakan asal-usul dari keluarga mereka.
Antonio hampir tak mempercayai apa yang dikatakan Jade dan Darla. Kenyataan yang menyebutkan kalau dirinya berkaitan dengan dunia para makhluk penghisap darah. Sulit dipercaya kalau makhluk itu benar-benar ada.
Antonio kemudian menikah dengan seseorang bernama Lira, kemudian mereka memiliki anak bernama Andrew Portman. Kemudian Andrew menikah dan memiliki dua orang anak bernama Nichol Portman dan Jonas. Dari anak bernama Jonas, Andrew memperoleh cucu bernama Artanabil Danial Portman. Sedangkan Nichol tidak memiliki keturunan.
Artanabil Danial Portman, ayah dari Romeo Sebastian Portman dan Aura Zaskia Portman merupakan keturunan dari Jade Portman yang bersahabat dengan Alexander Raven. Romeo dan Aura, mereka adalah keturunan Jade yang selama ini dicari-cari oleh Jake Willis. Danial, panggilan Arta sewaktu kecil, juga mendapat cerita mengenai riwayat keluarga mereka dari ayahnya bernama Jonas Portman. Tapi, Arta memilih untuk tidak menceritakan tentang cerita kelam itu baik kepada Romeo ataupun Aura. Atas saran Jonas pulalah, Danial mengubah nama panggilannya menjadi Arta dan menghapus nama Portman di belakang namanya. Hanya kepada istrinya, Laras, Arta membagi ceritanya.
Siapa sangka jika Aura dan Ben punya dunia yang sama, setidaknya itu dulu, jauh sebelum Aura lahir. Dunia yang mungkin ia takkan percaya itu semua ada walaupun selama ini ia selalu membaca cerita terkait Vampir dan segala kehidupannya dalam sebuah novel.
Itulah sebuah takdir yang harus dijalani. Mungkin takdir jualah sebagai jawaban atas pertanyaan mengenai hilangnya Aura sepuluh tahun lalu dan mempertemukannya kepada Alexander Raven. Takdir jualah yang membuat Aura dapat memasuki area hutan terlarang yang tidak sembarang orang bisa masuk. Juga, takdir jualah yang mengembalikan batu permata itu ke tangan pemilik aslinya. Walau kini tidak tahu di mana rimbanya si batu luar biasa itu, tapi berkat keberadaan Aura di sana, batu itu bisa lepas dari cengkraman Jake Willis.
__ADS_1
Semoga suka. Salam manis, Bie.
Next ?