Vampir Romantis

Vampir Romantis
Jogging


__ADS_3

Di pagi yang masih berkabut, seseorang sudah sibuk berlari mengejar mangsanya. Ben, dia adalah vampir peminum darah hewan. Setiap 2 hari sekali ia harus memenuhi energinya di hutan yang tak jauh dari kompleks perumahan yang baru saja ia tinggali.


Setelah memuaskan dahaganya, Ben kemudian bermain-main di sana. Layaknya anak kecil yang sudah berada di taman bermain, Ben begitu asik melompat dari satu pohon pinus ke pohon pinus lain yang jaraknya lumayan jauh. Dia melesat ke sana-kemari. Ben bahkan lupa kalau manusia bisa saja memergokinya tiba-tiba karena memang di kawasan hutan tersebut terdapat sebuah jalan yang lumayan besar tempat orang berlalu lalang, baik dengan kendaraan maupun hanya sekedar berolahraga pagi.


Juga setelah puas bermain-main di sana, pria itu kemudian duduk di salah satu cabang pohon yang cukup tinggi. Ben sebenarnya punya kakak perempuan bernama Vivian dan sepupu bernama Gara. Keduanya tadi juga berada di hutan ini untuk mencari hewan untuk diminum darahnya, namun mereka memilih pulang duluan.


*


Seperti minggu sebelumnya, Aura tampak berlari mengitari kompleks perumahan menuju hutan yang menyuguhkan kesejukan seperti biasanya. Udara di sana sangat sejuk dan segar tak heran jika bukan hanya gadis itu yang terlihat berlari di sekitar sana. Di kejauhan tampak ada beberapa orang yang melakukan hal yang sama seperti dirinya, jogging.


Aura yang sekitar 15 sudah berlari pun kini merasa kelelahan, terbukti dari keringat yang mengucur dari wajahnya. Merasa wajahnya telah basah oleh keringat, Aura pun mengusap area wajahnya menggunakan handuk yang dari tadi menggantung di leher.


Sekitar dua menit Aura berjalan santai, gadis ini terkejut karena ada sebuah tangan yang tiba-tiba menepuk pundaknya. Tubuhnya refleks berbalik untuk melihat siapa orang itu. Namun, wajahnya justru menunduk karena jujur Aura ketakutan.


"Kenapa kamu nunduk ?" tanya pria itu. Mendengar suara yang familiar di telinganya itu, Aura pun mendongakkan kepalanya dan mendapati Ben yang berdiri di sana.


"Ben, ya ampun aku pikir siapa. Kamu kenapa suka banget sih muncul tiba-tiba gini sih ?" ucap Aura yang terlihat sambil mengusap dada dan masih kaget.


"Kamu takut ?" tanya Ben. Aura kemudian kembali menatap pria itu.


"Ya iyalah aku takut, kan cuma aku di sini. Lagian suasananya tiba-tiba jadi angker tahu nggak padahal tadinya masih ada orang-orang tapi malah tiba-tiba sepi. Kalau ada penculik gimana ?" cerocos Aura. Ben hanya tersenyum menatap gadis yang tengah mengomel akibat dia yang muncul secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Maaf" jawab Ben singkat. Aura sempat sedikit kesal karena jawaban yang begitu singkat tersebut, namun ia kemudian dengan mudahnya luluh ketika melihat Ben kembali menyunggingkan senyum.


Aura berusaha mengendalikan diri, takut Ben akan ilfeel karena tahu dia memiliki rasa terhadap Ben.


"Kamu juga lagi jogging ?" tanya Aura. Ben terdiam.


"Eh tapi kok kamu nggak keringetan ?" timpal Aura, pria itu semakin bingung akan jawaban apa yang ia berikan.


"Aku sudah lama istirahat di sini, jadi sudah nggak keringetan" Ben si Vampir pun bingung entah jawaban itu bisa diterima oleh Aura atau tidak. Mana ada coba Vampir keringetan.


"Oh jadi gitu. Setelah ini kamu ke mana ? Mau langsung pulang atau..."


"Kita ke danau yuk !" ajak Ben tiba-tiba. Aura kemudian mengangguk dengan antusias. Gadis ini pun hanya mengiringi ke mana langkah kaki pria Vampir itu berjalan.


"Kemarin aku nggak sengaja jalan-jalan di hutan ini dan danaunya juga nggak jauh dari sini" jelas Ben. Aura terkekeh pelan membuat Ben kembali memalingkan wajah ke arahnya.


"Jalan-jalan kok ke hutan. Orang itu ya pada umumnya jalan-jalan ke taman, keliling kompleks, ke Mall atau ke mana gitu" ucap Aura.


"Aku bukan orang pada umumnya" sahut Ben.


"Bagus banget danaunya !" seru Aura. Gadis itu kemudian berlari kecil mencoba lebih dekat ke danau tersebut. Danau yang begitu tenang, airnya sangat jernih, siapa sangka coba ada tempat seindah ini di tengah hutan yang bahkan sangat jarang orang memasukinya.

__ADS_1


"Kamu suka ?" tanya Ben dan mendapat anggukan oleh Aura.


"Kapan-kapan kita jogging bareng ya sekalian nanti kamu temenin aku ke danau ini, soalnya aku takut masuk hutan sendirian" ajak Aura.


Ben tersenyum dan mengangguk mengiyakan ajakan Aura. Mata indah Ben tak lepas dari arah di mana Aura berdiri. Sepertinya si pria Vampir telah terpikat dengan Aura yang jelas bukan karena ingin mengisap darahnya melainkan ada hal lain yang mendorongnya ingin terus bersama gadis ini.


"Bahkan dari jarak yang menurut manusia terbilang jauh, aku bisa mengenalimu, jantungku yang mati beratus-ratus tahun pun serasa berdetak kembali. Seandainya aku sama sepertimu, seandainya aku bisa kembali menjadi manusia itu akan lebih baik untukmu. Kamu pasti takut jika tahu siapa aku sebenarnya" batin Ben.


"Terpesona ?" ucap Aura yang membuyarkan lamunan Beno Raven.


"Memangnya kenapa ?" tanya Ben balik.


"Kali aja kamu tadi terpesona soalnya mandangin aku nya kamu kayak gitu banget" canda Aura.


"Makasih ya Ben udah ngajak aku ke danau ini, aku senang" gadis ini tersenyum simpul sembari mengikuti Ben yang duduk di rerumputan.


"Sama-sama" jawabnya.


Pagi itu jantung Aura berdetak tak karuan karena kebersamaannya dengan pria itu. Entah untuk kali yang ke berapa Ben membuat jantungnya berpacu seolah mengiringi alunan nada disko. Pria berasal dari keluarga Raven itu tak perlu waktu lama untuk merebut hati Aura Zaskia dan untuk pertama kalinya gadis itu merasakah arti jatuh hati.


Semoga suka. Salam manis, Bie.

__ADS_1


Next ?


__ADS_2