
Waktu terus berjalan seperti biasanya. Detik dan detiknya terus berlalu tanpa ada yang mampu menghentikan. Sama seperti cinta di antara dua makhluk yang berbeda dunianya, cinta tetaplah cinta. Ia tidak dapat dimusnahkan begitu saja dan terus tumbuh seiring berjalannya waktu.
Sejak mengetahui jati diri keluarga Raven, Aura justru sering berkunjung ke rumah mereka. Itu ia lakukan karena sangat penasaran dengan kehidupan sebenarnya dari makhluk yang sering ia baca di sebuah cerita fiksi tentang Vampir. Ia dan Vivian bahkan menjadi teman dekat. Sekarang ia bahkan merasa konyol membayangkan Gara yang suka bermain Play Station di rumah.
Jika dibayangkan berapa lama usia dari Gara, Aura merasa Gara masih bersikap kekanak-kanakan. Aura bahkan tidak sungkan untuk mengganggu Gara bermain. Keadaan itu sama sekali tidak mengira kalau mereka adalah manusia dan Vampir yang sedang beradu mulut.
Vampir yang dipikir Aura adalah makhluk yang selalu bersikap dingin dan menyeramkan, justru berbanding terbalik dengan keluarga Raven yang selalu bersikap ramah dan hangat kepadanya.
Di tengah kedekatannya dengan keluarga Raven, itu menjadi sebuah ancaman terhadap nyawanya. Sebab keluarga Raven merupakan keluarga Vampir yang selalu dimusuhi Vampir jahat yang merupakan sekutu dari keluarga Willis.
Kemarin bahkan Aura sempat diikuti Vampir yang berniat menghisap darahnya sewaktu berangkat sekolah. Betapa ketakutannya Aura saat itu dan untunglah Ben mengetahuinya, lalu Ben menyelamatkan Aura. Ben terus mengatakan kalau ia akan selalu melindungi Aura kapan pun itu.
Gadis itu juga sadar itu sudah menjadi risikonya sebagai kekasih dari seorang Vampir. Ia pasti akan menjadi sasaran sebagai cara melemahkan keluarga Raven yang sangat kuat. Dan sampai saat ini, Aura bahkan tidak mengetahui kalau di dalam tubuhnya juga mengalir gen dari seseorang yang dulunya merupakan seorang Vampir. Jade Portman.
Sekitar pukul 1 : 18 tengah malam, Aura menjerit dalam tidurnya. Keringat dingin juga mengalir di tubuhnya. Ia benar-benar ketakutan. Aura sedang bermimpi buruk. Tapi bukan mimpi buruk biasa, itu adalah ingatan masa lalunya yang kelam. Aura kecil yang berlari di tengah lebatnya hutan nan gelap, berusaha menghindari dari bahaya yang mengancam.
Di dalam mimpinya masih sedikit buram karena sebagian ingatannya hilang tentang malam itu karena ketakutan yang menjadi trauma berat. Ia hanya mengingat ketika Alexander Raven bersamanya dan berkelahi dengan beberapa orang Vampir lain.
Mimpi itu kembali datang beberapa malam terakhir. Ia sangat tersiksa dengan hal itu, ia tidak mengerti mengapa ia sekarang dibayangi ingatan seperti itu yang bahkan di dunia nyata beberapa waktu ini juga sudah membuatnya sangat repot harus berurusan dengan Vampir yang ingin sekali memangsanya.
Setiap kali Aura berteriak karena ketakutan dalam mimpinya, Mamanya selalu datang untuk membangunkannya dari mimpi buruk tersebut. Sayangnya ia tidak dapat menceritakan mimpi yang sangat menyeramkan itu. Ia takut kalau Mamanya akan membenci dan memintanya putus dari kekasih Vampirnya jika mengetahui kenyataan yang terjadi.
“Aura takut, Ma.” Hanya itu yang mampu ia katakan sambil menangis di pelukan Larasati. Romeo juga terjaga ketika Aura terbangun karena mimpi buruk itu.
__ADS_1
Hari ini Aura tidak bisa pulang bersama Ben, sebab Bang Rome-nya menjemput karena mereka berencana akan pergi ke rumah adik dari Papa mereka yang dipanggil dengan sebutan Om Ferry. Om Ferry mengadakan acara keluarga dan Aura dan Ben diminta Artanabil yang masih berada di luar kota untuk menghadiri acara adiknya tersebut. Aura sebenarnya malas ke sana, namun rumahnya kosong karena Mamanya sudah tadi pagi berangkat ke sana.
Di sana Aura benar-benar kesepian dan merasa jenuh karena sepupunya, Gladys, yang biasa menemaninya masih di luar negeri untuk belajar dan ini belum waktunya liburan. Kalau Romeo, ia asik mengobrol dengan sepupunya yang Aura sebut dengan Kak Ian. Perlu kalian tahu, Aura menyebut kakak sepupu laki-lakinya dengan panggilan kakak, sedangkan Romeo ia panggil abang. Jika ditanya Romeo mengapa begitu, Aura justru meledek Romeo dengan mengatakan kalau Romeo mirip dengan abang-abang kenek angkot.
“Bang Rome, pulang yuk. Besok Aura sekolah. Nanti bangunnya kesiangan.” Pinta adik kecilnya itu ketika Romeo berhasil ia bawa ke sisi yang lain. Ia tidak enak jika harus mengatakannya di depan sepupunya yang lain. Padahal Mamanya meminta kalau Romeo dan Aura menginap dulu malam ini dan besok pagi-pagi baru pulang.
Setelah mendesak Romeo dan memohon dengan sangat, Romeo tidak tega dan menuruti permintaannya. Walau ia juga cukup lelah, tapi apalah dayanya jika nanti Aura justru tidak bisa tidur malam ini di rumah Om Ferry. “Oke, Bang Romeo mau bilang dulu sama Mama.”
Aura tersenyum lebar mendengar perkataan Romeo. Ia kemudian mengambil tasnya yang tadi ditaruh di kamar Gladys. Tadi sore Ben juga sempat menelepon Aura, walau tidak lama tapi Aura sudah sangat senang.
Mereka sudah dalam perjalanan pulang menuju rumah. Aura melirik sebentar ke arah samping dan melihat Romeo beberapa kali menguap karena kantuk dan kelelahan. Ia merasa sangat merepotkan abangnya itu, tapi juga bersyukur memiliki Romeo yang sangat menyayangi dirinya.
Perjalanan mereka sejauh ini mulus-mulus saja, namun sesaat melewati area hutan terlarang yang gelap. Mobil yang mereka tumpangi tiba-tiba mogok. Keduanya sangat terkejut ketika mesin mobil tiba-tiba mati dan tidak bisa dinyalakan. Mau tidak mau Romeo keluar dari mobil dan membuka kap depan mobil untuk memeriksa mesinnya yang bermasalah. Ia bahkan heran mengapa mobilnya bisa mogok, padahal ia sangat rajin pergi ke tempat servis.
“Ra, tolong ambilin senter yang ada di dasbor sebentar.” Pinta Romeo. Aura turun dari mobil dengan membawa senter yang diminta, di sana gelap sekali. Ia sangat takut padahal dengan kegelapan seperti sekarang. Tapi, ia harus melakukannya agar Romeo segera memperbaiki mesinnya dan mereka bisa pulang.
Beberapa lama kemudian. “Masih belum selesai ya Bang ?”
“Aaaaa !!!!!!!”
Mendengar teriakan itu, Romeo menyadari kalau itu merupakan suara adiknya. Ia segera turun dari mobil dan memeriksa ke tempat Aura tadi berdiri. Aura sungguh tidak berada di sana dan meninggalkan senter yang masih menyala tergeletak di tanah. Romeo berlari mencari Aura dan mengikuti suara yang terus meminta pertolongan darinya tersebut.
“Bang Rome !!!!” Panggil Aura. Tanpa Romeo sadari, ia menembus dimensi lain di hutan terlarang. Dengan senter di tangan, ia berharap bisa menemukan keberadaan adiknya yang sangat ia khawatirkan. Ia sangat gelisah sekarang dan takut kalau Aura dimangsa hewan buas yang katanya banyak menghuni hutan.
“Aura !!!”
Romeo juga sangat ketakutan sekarang. Ia merasa sangat bersalah karena sudah membuat adiknya turun dari mobil melawan ketakutannya sendiri akan kegelapan untuk membantunya memegang senter. Romeo tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika Aura sampai terluka.
__ADS_1
Bukan hewan buas seperti yang dipikirkan Romeo yang membawa adiknya pergi, melainkan seseorang yang dapat melesat. Kornea matanya berubah menjadi merah menyala dan mengeluarkan taring tajam. Jason lah yang berhasil menculik Aura di tengah kegelapan malam.
Jason ingin menjadikan Aura miliknya sepenuhnya dengan cara menjadikan Aura sama seperti dirinya seperti permintaan Henry Miller, Ayah Vampirnya. Henry sejujurnya tidak suka kalau Jason mendekati seorang manusia jika bukan untuk menjadikannya seorang Vampir. Perasaan yang dimiliki Jason yang ia sebut dengan cinta justru membuatnya menjadi buta sampai ingin mengorbankan Aura.
Jason berhenti ketika sudah bisa ia pastikan tidak ada yang dapat menghalanginya untuk mengigit leher Aura. Aura sangat ketakutan sekarang, ketakutan melebihi yang sudah-sudah.
“Aku mencintaimu, Aura. Kau tahu itu ?” Ucap Jason. Sedang Aura terus menangis dan berteriak menyuruhnya menjauh.
“Pergilah !!! Kamu bukan Jason yang kukenal !!!” Teriak gadis itu membelah keheningan malam.
Jason sudah sangat dekat dan berhasil menyibak rambut Aura yang menampakkan lehernya untuk ia gigit. Segala usaha Aura untuk menepis tangan Jason sungguh hal yang sia-sia, sebab yang dihadapinya sekarang bukanlah pria biasa, dia merupakan seorang Vampir yang memiliki kekuatan luar biasa.
Beberapa detik sebelum Jason menggigit leher Aura dengan gigi taringnya, ada seseorang yang merebut mangsanya yang sudah di hadapan. Orang itu juga bukan makhluk biasa, bukan seorang Vampir, melainkan manusia serigala. Virgo Orlando lah yang menyelamatkan Aura dari serangan Jason Miller. Virgo kemudian berubah menjadi serigala besar dan membuat Aura begitu terkejut bukan main.
Sudah cukup ia sangat terkejut dengan kenyataan adanya Vampir di dunia ini, sekarang ia harus melihat kenyataan lain kalau manusia serigala itu benar-benar ada. Aura kemudian baru menyadari sesuatu kalau dulu Virgo pernah melenyapkan Vampir saat menyelamatkan nyawanya. Pantas saja ia sangat kuat. Dan dengan kekuatannya yang besar, Virgo berhasil menumbangkan Jason dan melenyapkannya dari muka bumi.
Virgo merubah wujudnya seperti semula dan menghampiri Aura. “Bagaimana keadaanmu ?”
Walau ia masih takut mengingat wujud asli Virgo, tapi ia berusaha menghilangkan ketakutan itu. Sebab dialah yang menyelamatkannya dari bahaya untuk kedua kalinya.
“Aku tidak tahu bagaimana keadaanku sekarang. Tapi, aku sangat berterima kasih terhadapmu.”
Virgo tampak lega melihat Aura yang baik-baik saja sekarang. Ia juga mengarahkan pandangan ke tempat lain, di mana Romeo mengarahkan senter terhadap mereka. Romeo berhasil menemukan Aura dan memeluknya dengan begitu erat. Ia sangat bersyukur masih bisa melihat adik kesayangannya ini.
Virgo menatap lekat ke arah Romeo yang wajahnya itu sangat ia rindukan, wajah yang sangat mirip dengan mendiang kakaknya, Oliver Orlando. Walaupun beberapa waktu lalu Virgo menjadi egois karena menginginkan Romeo menjadi seorang manusia serigala seperti dirinya. Namun, ia menyadari satu hal, ketika ia melihat bagaimana Romeo bahagia bersama keluarganya, itu membuatnya mengurungkan niat.
Manusia serigala itu kemudian memilih untuk melindungi apapun yang berhubungan dengan Romeo yang sudah dianggapnya sebagai Oliver yang baru. Walau Romeo tidak tahu siapa dirinya, ia akan terus melindungi Romeo termasuk dengan melindungi Aura yang sangat berharga bagi Romeo.
__ADS_1
Semoga suka. Salam manis, Bie.
Next ?