VELT DUNGEON'S STORY - Nephilim's Corruption

VELT DUNGEON'S STORY - Nephilim's Corruption
Chapter 12 - Vezda dan Persiapannya


__ADS_3

Vezda dan Aleratha berbincang cukup lama dan juga mereka lebih banyak membahas mengenai perjalanan dan masa lalu Vezda yang mungkin tidak banyak orang ketahui dan saat ini hanya Aleratha yang memahami betul apa yang terjadi dengan Vezda dan masa lalunya. Vezda berpesan untuk tidak memberitahukan ini kepada siapapun dan pastinya akan ada waktunya mereka juga akan mengetahui hal tersebut.


Di malam hari, Vezda dan Aleratha menuju ruangan tempat Bromner, Laris, dan Aleratha bekerja. Saat itu mereka semua memang ingin berbincang setelah makan malam dan ini hanya mereka berempat karena ini membahas mengenai posisi dan peran yang akan dipenuhi oleh Vezda. Tentunya Vezda sudah membawa setiap perlengkapan yang juga dia miliki dan gunakan selama dia menjadi seorang petualang.


“Jujur, aku tidak pernah melihat sebagian besar perlengkapan ini.” Bromner berkata kepada Vezda yang menggunakan beberapa perlengkapan yang cukup aneh dimata mereka.


“Aku yakin kalian tahu kalau aku sekarang menggunakan 3 senjata. Nah, aku akan menjelaskan 1 per satu perlengkapan yang aku miliki sekarang.” Vezda berkata kepada mereka bertiga.


Injector, peledak khusus, pensil, dan arloji. Semua peralatan itu hanya dimiliki oleh Vezda seorang. Peralatan yang dibuat saat bersama dengan Yvette dan merupakan peralatan yang akan sangat berguna untuk setiap orang di dalam Aliansi.


Injector adalah alat yang Vezda buat sebelum menuju ke Kota Femi dan Vezda hanya memiliki sisa 2 alat saja karena pertarungan terakhir yang menghancurkan alat tersebut. Injector tersebut berbentuk kotak dan memiki 2 tabung berisi ramuan pemulih fisik dan ramuan pemulih mana. Alat itu dibuat untuk penyuntikan langsung ke tubuh ramuan pemulih tersebut dan sekaligus menggabungkannya. Dengan cara itu Vezda mendapat pemulihan setingkat dengan elixir kualitas menengah, namun dengan harga yang sangat murah.


Peledak khusus yang Vezda gunakan adalah bom berbentuk bola kecil dan akan meledak saat benturan serta sayatan dari pedang. Ledakannya cukup kuat dan dapat melukai setidaknya petualang level 6 dan melumpuhkannya. Bahan pembuatannya adalah bubuk hitam yang mudah dicari di pasaran meskipun harganya cukup mahal. Pembuatannya hanya bubuk hitam dipadatkan dan hanya dibenturkan atau diserang dengan besi lagi itu akan menghasilkan ledakan.


Pensil ini digunakannya untuk menulis dan pembuatannya sangat mudah. Hanya dengan membutuhkan batu hitam graphite, tanah liat, dan juga kayu, pensil sudah dibuat dengan mudah. Dengan pensil ini, Vezda sangat mudah untuk mencatat banyak hal mengenai apa saja yang dilihatnya. Ditambah dengan daya ingatnya yang sangat bagus, Vezda dapat mencatat semua monster yang dia baru temui dengan sangat baik dan lebih detil dari buku petunjuk yang diberikan secara gratis untuk setiap petualang di Kota Femi.


Arloji adalah penunjuk waktu milik Vezda. Pada dasarnya di setiap kota terdapat sebuah alat yang dinamakan jam matahari yang memperlihatkan waktu berdasarkan posisi matahari. Vezda memanfaatkan kristal yang terjatuh dari monster untuk membuat arus listrik dan mengecilkannya sebagai energi yang menggerakan jarum sebagai penunjuk waktu yang dapat dibawa kemanapun. Arloji sangat berguna untuk Vezda agar dia dapat mengetahui berapa lama dia berada di dungeon dan juga memiliki kepekaan waktu yang lebih baik dari orang-orang.


“Peledak khusus ini mirip dengan kelompok penjahat Demons yang juga memiliki peledak di perlengkapannya untuk melakukan penyerangan bunuh diri.” Aleratha berkata kepada Vezda dengan curiga.


“Betul. Tapi, aku melapis luarnya dengan kertas dan itu mencegah benturan kecil yang memiliki kemungkinan meledak di dalam kantung. Karena itulah aku bisa membawa peledak ini dengan aman dan hanya dengan pedangku saja peledak ini efektif.” Jelas Vezda.


“Aku justru sangat terkesan dengan pensil yang kamu sebutkan. Beberapa dari kami justru memiliki bulu atau barang sihir yang sangat mahal untuk menuliskan sesuatu saat berada di dalam dungeon.” Laris berkata kepada Vezda.


“Di Araga, bulu itu jauh lebih mahal lagi. Tentunya, Yvette yang membantu kami membuat pensil tidak mau menjualnya karena itu akan merusak ekonomi mengenai barang sihir tersebut. Lebih baik banyak aliansi terheran-heran daripada kita harus menjual pensil tersebut.” Jelas Vezda.


“Berarti kamu mengingat semua hal yang terjadi dan mulai menuliskannya?” Bromner bertanya kepada Vezda.


“Iya, namun ada kalanya aku terlalu senang dan aku malah menulis sambil menghindari serangan monster yang berevolusi atau memang monster yang sangat kuat.” Jelas Vezda.


“Tunggu sebentar, kamu melakukan itu dalam kelompok?” Aleratha bertanya kepada Vezda.


“Tidak. Aku lebih sering melakukannya sendiri.” Jawab Vezda.


“Aku tetap tidak mempercayai itu meskipun kamu memang bisa melakukannya.” Aleratha menghela nafas karena perkataan Vezda.


“Sebenarnya prinsip berpetualang bukan sekedar menjadi kuat saja.” Jawab Vezda.


“Apa maksudmu?” Bromner bertanya.


“Dalam berpetualang, hal yang terpenting adalah menemukan rahasia dan segala sudut tempat yang ada dalam dungeon. Jika tidak perlu bertarung, maka jangan bertarung. Jika terpaksa bertarung, maka lakukanlah. Jika tidak sanggup, mundur dan atur ulang strategi.” Jelas Vezda.


Tidak heran kenapa Vezda dapat menguasai pertarungan dengan mudah di lantai 40 hingga 50. Kemampuan berpikirnya sangat hebat dan dia terus mempelajari banyak hal. Laris memikirkan potensi yang dimiliki oleh Vezda saat ini.


“Vezda, dari sekian banyak hal yang kamu miliki saat ini, kamu juga dapat menggunakan segala jenis senjata, bukan?” Laris bertanya kepada Vezda.


“Iya. Aku dapat menggunakan segala jenis senjata. Memangnya kenapa, Kapten?” Vezda bertanya kepada Laris.


“Selain pedang 2 tangan, kedua parangmu yang dimodifikasi, dan belati, apakah kamu bisa menggunakan perisai?” Laris bertanya kepada Vezda.


Kemampuan Vezda melebihi levelnya dan juga penggunaan segala macam senjata bukan hal yang sulit untuknya. Laris berpikiran untuk menempatkan Vezda di garis depan dengan perisai.


“Bisa. Aku mempunyai desain pedang dan perisai dan senjatanya pernah kugunakan juga saat di Araga. Desain khusus yang membuatku bisa menggunakan perisai sebagai alat penyerangan selain pedang.” Jelas Vezda dan itu adalah sesuatu yang Laris perkirakan.


“Aku berencana menempatkanmu di garis depan jika bisa menggunakan perisai karena kamu memiliki ketahanan yang sangat kuat dibanding yang lain. Mungkin hampir setingkat Bromner.” Laris berkata kepada Vezda.


“Karena kebetulan kita sudah ada waktu untuk berdiskusi, bagaimana kalau kamu juga menceritakan setiap kemampuanmu kepada kita dan nantinya kita yang akan menyampaikannya kepada anggota yang lain.” Bromner menyarankan kepada yang lain yang ada di ruangan tersebut untuk berdiskusi mengenai kemampuan Vezda.


“Aku tidak keberatan. Hanya saja Overkill sebisa mungkin tidak diberitahukan kepada Samir.” Jawab Vezda.


“Tentu saja, Vezda.” Jawab Aleratha sambil tersenyum.


“Baik aku akan mulai dari sihir yang kumiliki.” Vezda mulai menjelaskan dan membuka catatannya yang selalu dia bawa kemanapun.


Vezda menjelaskan secara detil semua sihir dan kemampuan miliknya tanpa terkecuali dan kemampuan lain yang dia kuasai diluar apa yang tercatat dalam statusnya. Termasuk kemampuan pengaturan pernapasan yang dia miliki.


“Semua kemampuanmu berarti berfokus pada elemen api. Mungkin selain Extinction Ray dan Anti-Magic Area.” Aleratha berkata kepada Vezda setelah selesai mendengarkan setiap penjelasan Vezda.


“Sihir yang mematikan semua sihir yang ada dan membuat siapapun tidak bisa menggunakan sihir. Itu benar-benar membantu jika kita harus melawan musuh dengan sihir yang kuat.” Bromner berkata kepada Vezda.


“Aku tidak bisa sembarangan menggunakan itu jika berada di dalam kelompok, Bromner. Area yang dipancarkan dari aura ini sangat luas. Itu justru akan mematikan sihir-sihir kuat milik Aleratha, Syllia, Celia Calia, bahkan Samir. Apalagi Celia dan Calia dimana sihir mereka membuat mereka sedikit lebih kuat dan lebih tahan terhadap segala serangan.” Vezda menjelaskan kerugian dari sihir tersebut.


“Jadi, tidak terlalu praktis untuk digunakan ya?” Bromner bertanya.


“Aku sedang melatihnya, tapi memang belum tentu akan selalu berhasil. Kalau sekarang aku tidak tahu setelah menjadi level 5.” Vezda menjawab.


“Melatihnya untuk menjadi lebih kuat lagi?” Tanya Alerahta


“Bukan, justru melemahkannya dan membuatnya lebih mudah digunakan dalam segala kondisi.” Jawab Vezda.

__ADS_1


“Bukannya memperlemah sihir malah terdengar tidak masuk akal?” Tanya Bromner.


“Tidak selamanya seperti itu. Aku juga ingin tahu mengenai kemampuanku ini. Aleratha, coba menggunakan sihir penyembuhan milikmu. Gunakan rapalan yang diperpendek saja.” Vezda berkata kepada Aleratha.


“Baiklah. No one left behind, no one shall die. I am Aleratha.--” Sihir yang yang dipersingkat oleh Aleratha itu mulai memunculkan lingkaran sihir miliknya.


“Cancel.” Vezda berkata kepada Alerataha sambil membuka telapak tangannya ke arah lingkaran sihir di depan Aleratha dan lingkaran sihir Aleratha langsung pecah meskipun Aleratha belum menyelesaikan rapalannya.


“Tidak mungkin.” Laris terkejut melihat rapalan singkat milik Vezda.


“Berhasil?” Vezda justru bingung karena mantra itu berhasil dengan baik.


“Biasanya sihir apapun itu jika dipaksa gagal akan meledak jika tidak stabil. Bagaimana caranya menghancurkan lingkaran sihir tanpa meledakkannya?” Aleratha bertanya kepada Vezda.


“Sihirku ini memecah segla sihir yang ada dan tidak membuatnya lepas kendali. Setiap sihir memiliki frequensi seperti suara dan sihir ini dapat menyamakan semua frequensi sihir yang ada dan memecahkan konsentrasi mana tersebut. Sehingga mematikan lingkaran sihir tidak membuat ledakan karena tidak stabil, tapi membuyarkan konsentrasi mana agar tidak bisa diselesaikan dengan aman.” Jelas Vezda.


Sihir yang bahkan lebih cepat rapalannya daripada Samir dapat mematikan sihir apapun sangatlah kuat di tempat yang penuh dengan sihir. Laris masih tidak bisa berkata-kata melihat apa yang baru saja terjadi.


“Lalu pertanyaannya. Bagaimana kamu bisa memodifikasi sebuah sihir seperti itu?” Bromner bertanya kepada Vezda.


“Mirip seperti kemampuan Aleratha yang dapat memanjangkan atau memendekkan mantra untuk memperkuat atau mempercepat perapalan dalam sihir yang akan dia keluarkan. Perbedaannya adalah aku hanya bisa memperpendek sihir utama saja. Aku dapat memperpendek rapalan sihir Anti magic area, tapi tidak bisa menghubungkannya dengan rapalan sihir Extiction Ray untuk membuat sihir lain menjadi lebih kuat.” Vezda menjelaskan bagaimana dia menggunakan modifikasi sihir miliknya.


“Seperti permainan kata-kata?” Beromner bertanya.


“Betul. Sihir itu adalah permainan kata-kata dan semakin panjang rapalan, efeknya akan semakin kuat atau jangkauannya akan semakin luas. Jika pendek maka akan sebaliknya.” Jelas Vezda.


“Kalau itu hanya menonaktifkan sihir, apakah kamu bisa membuat seseorang tidak bisa menggunakan sihir selama beberapa waktu tertentu?” Tanya Laris karena dia mengingat kemampuan dari Anti-Magic Area.


“Bisa. Aku menyebutnya Mind Break. Aku juga masih melatih ini. Sihir ini dapat membuat seseorang tidak bisa menggunakan sihir setidaknya 10 menit dan membatalkan rapalan sihir yang akan dilakukan jika mereka sudah menyiapkannya.” Jelas Vezda.


“Apakah kamu bisa mencobanya kepadaku, Vezda?” Aleratha bertanya kepada Vezda.


“Kamu serius? Aku tidak mau kalau itu harus dicoba kepada anggota Aliansi.” Jawab Vezda.


“Tidak apa. Kamu bilang hanya 10 menit, kan? Aku percaya padamu.” Jawab Aleratha.


“Baiklah. Return to zero. Mind Break!” Vezda mengarahkan telapak tangannya pada Aleratha dan menggunakan mana sesedikit mungkin dan tangannya itu membentuk lingkaran sihir dan Aleratha langsung pusing seperti kehilangan keseimbangan.


Vezda dengan cepat langsung menangkap Aleratha yang hendak jatuh dan dengan lembut Vezda membaringkan kepala Aleratha di pangkuannya. Wajah Aleraha seperti yang menahan sakit di kepalanya. Laris dan Bromner sempat panik, tapi mereka sangat jelas melihat bahwa Vezda benar-benar serius membantu Aleratha membuat mereka berdua cukup tenang. Vezda dengan cepat menggunakan mantra penyembuhan yang Aleratha gunakan sebelumnya yang diperkuat dengan Overkill agar dapat menggagalkan Mind Break.


Setelah sihir Mind Break berhasil digagalkan dengan penyembuhan yang dilakukan vezda, Aleratha langsung kembali membuka matanya dan melihat wajah Vezda yang penuh dengan kekhawatiran meskipun kejadian tersebut bahkan tidak sampai 1 menit.


“Aku mengerti. Maafkan aku, Vezda.” Aleratha berkata dan Vezda membantu Aleratha untuk kembali berdiri.


Lalu Vezda juga menjelaskan teknik berpedang yang dia kuasai. Teknik itu dikenal dengan pengaturan pernapasan dan tubuh dengan beberapa cabang yang bisa dikuasai lebih lagi. Pengaturan pernapasan dan tubuh sebenarnya hanya benar-benar sebuah teknik untuk memperpanjang stamina seseorang dalam bertarung, namun jika dikombinasikan dengan struktur otot yang dimiliki setiap orang dapat menciptakan sebuah teknik berpedang seperti tarian. Kekuatannya juga bukan sesuatu yang bisa diremehkan. Jika Samir disebut sebagai ‘War Dancer’ karena kemampuan berpedangnya yang sangat tinggi, setiap mereka yang menguasai 1 teknik berpedang dari pengaturan pernapasan dan tubuh secara utuh, sudah menyamai kemampuan berpedang Samir. Vezda juga menyatakan kalau memang seseorang tanpa berkat dari Archon menguasai 1 cabang saja secara penuh, dia cukup kuat untuk menjelajahi dungeon bahkan hingga ke lantai 23. Dimana lantai 23 merupakan lantai yang bisa dibilang cukup sulit untuk dijelajahi.


“Tapi, ada yang mengganggu pikiranku. Kamu menyebutnya pengaturan pernapasan dan tubuh, tapi kamu menamai gerakan ‘dance’ atau tarian.” Aleratha berkata kepada Vezda karena sebenarnya dia sudah memikirkan hal tersebut.


“Setiap gerakan itu seperti sebuah tarian, namun kita harus mengatur pernapasan kita dan tubuh sudah pasti kita kuasai saat kita menguasai 1 cabang sepenuhnya.” Jelas Vezda.


“Ini bisa sangat membantu semua anggota kita.” Bromner berkata kepada Vezda.


“Tidak semudah itu. Pelatihan pernapasan memerlukan waktu dan intensitas yang sangat tinggi. Aku menguasai pengaturan pernapasan dan tubuh Dance of Scorching Flame dalam waktu setidaknya 4 tahun berlatih setiap hari. Carlos menguasai Dance of Flowing Water selama 7 tahun. Terakhir aku cukup yakin kalau Vajra juga dapat menggunakan pengaturan pernapasan dan tubuh Dance of Roaring Thunder. Tapi, kalau seorang petualang yang sudah memiliki pengalaman bertarung, mempelajari ini sangat mungkin dilakukan dalam 2 minggu saja.” Penjelasan dari Vezda mengejutkan mereka bertiga yang ada di ruangan itu.


“Vajra?” Laris bertanya karena mengapa Vezda bisa mengetahui Vajra.


“Vezda melakukan kontak dengan Vajra karena Vezda harus menyelamatkan anak kecil yang akan melompat dari bangunan dan Vajra juga membantu Vezda.” Jelas Aleratha.


“Baiklah kalau begitu sepertinya aku tidak perlu khawatir, tapi kamu harus ingat ini baik-baik. Meskipun Vajra merupakan gadis yang sangat baik terhadap siapapun, dia adalah anggota elit Aliansi Na’ava yang merupakan rival dari aliansi kita.” Perkataan Laris sangat jelas sebuah peringatan di telinga Vezda.


“Dimengerti, Kapten.” Vezda menjawab dengan tegas.


“Baiklah kalau begitu. Soal pengaturan pernapasan dan tubuh ini, apakah setiap dari anggota yang lain dibawah level 5 bisa mempelajarinya selagi berada di markas?” Laris bertanya kepada Vezda.


“Tentu saja bisa, Kapten. Di buku catatan milik Carlos, dia sudah lengkap dalam penulisan Dance of Flowing Water ditambah Carlos sudah menyempurnakannya dengan beberapa teknik tambahan. Cabang pengaturan pernapasan itu jauh lebih sering dipelajari sebagai dasar karena yang paling mudah.” Vezda menjelaskan mengenai pengaturan pernapasan kepada Laris.


“Dari yang kamu kuasai, Carlos kuasai, dan Vajra kuasai, apa perbedaan diantara teknik-teknik itu?” Laris kembali bertanya.


“Serangan Carlos sangat tenang dan lembut sehingga saat itu dia bisa dengan mudah mengelabui garis belakang untuk membunuh Aleratha. Vajra memiliki kecepatan yang dipusatkan untuk berpindah, yang pastinya kekuatan itu dipusatkan di kakinya. Cabang yang dikuasai Vajra sebenarnya hanya memiliki 1 gerakan saja, namun tergantung mereka yang mempelajari pasti bisa mengembangkan 1 gerakan itu. Terakhir untuk yang aku kuasai adalah inti dari semua cabang yang ada, tarian dan pengaturan pernapasan paling sulit.” Jelas Vezda kepada Laris.


“Aku mengerti. Beberapa waktu kedepan aku ingin kamu membuat penjelasan mendetail tentang pengaturan pernapasan ini secara lengkap. Setidaknya anggota level 4 harus mempelajari ini darimu.” Laris memberikan perintah sekaligus meminta tolong kepada Vezda.


“Lalu berikutnya, kami juga sudah melihat kemampuanmu dalam melakukan perapalan dinamis. Jadi mungkin akan sangat cocok untukmu berada di garis depan. Apakah kamu sanggup melakukannya?” Aleratha bertanya kepada Vezda.


“Aku siap untuk mengemban tugas di garis depan.” Vezda berkata dengan tegas.


“Kalau begitu kita bisa tenang sekarang. Sekarang kita akan beristirahat dan bersiaplah karena besok Kota Femi sudah masuk acara Festival Tahunan Tamer Contest, pastikan tenaga kalian cukup untuk berjaga dan mungkin sambil bersenang-senang di sana.” Laris memberi perintah pada semua yang ada di ruangan itu dan Vezda memberi hormat pada Laris lalu beranjak menuju kamarnya untuk beristirahat.


“Laris, Bromner, menurut kalian bagaimana sosok Vezda sebagai seorang lelaki?” Pertanyaan itu Mengejutkan Bromner dan mengingatkan laris pada kejadian tadi pagi di ruangan itu lalu wajah Aleratha juga sedikit memerah dan juga kejadian yang baru saja terjadi.

__ADS_1


“Laris, apakah pertanyaan itu benar-benar terdengar atau hanya halusinasiku saja?” Bromner berkata kepada Laris karena dia terkejut mendengar pertanyaan Aleratha.


“Kita benar-benar mendengarnya, Bromner. Aleratha, apakah kamu yakin tidak tertarik kepada Vezda hanya karena ingin membalas setiap hal yang dia sudah lakukan kepadamu?” Laris bertanya mengenai tujuan asli dari Aleratha.


“Tidak. Aku sempat berduaan bersamanya siang tadi. Aku paham kalau dia hanya seorang manusia biasa, tapi secara perlahan aku mulai menyukainya.” Aleratha berkata dengan malu-malu.


“Aku paham. Lagipula menurutku, dia juga menyukaimu karena banyak hal yang spesial yang dia lakukan hanya untukmu dibanding dengan anggota yang lain meskipun tidak terlalu terlihat.” Jelas Laris.


“Betul. Kalau anggota baru mungkin tidak akan menyadarinya, tapi untukku itu sudah cukup jelas.” Jawab Bromner.


“Tapi, apakah tidak akan bermasalah kalau memang aku menjalin kasih dengan Vezda?” Aleratha khawatir terhadap respon dari sesama elf yang ada di Aliansi Aliviah apalagi Aleratha seorang High Elf yang dimana semua elf sudah secara natural akan menghormatinya.


“Kamu membenci sebutan Tuan Putri kan? Aku rasa kamu tidak perlu mempermasalahkan hal itu. Lagipula setiap anggota aliansi kita tidak memiliki masalah dengan ras yang berbeda. Untuk elf di luar sana, kamu tidak perlu khawatir karena ini adalah hidupmu dan bukan hidup mereka.” Jawab Laris kepada Aleratha.


“Selain itu, aku juga setuju kalau kamu menjalin kasih dengan Vezda Karena kalian benar-benar saling melengkapi. Vezda dan kamu bisa menjadi guru dan peran orangtua yang baik untuk aliansi muda yang lain.” Meskipun Bromner berkata hal itu, Aleratha sedikit lebih diam saat duduk mendengar hal tersebut karena tetap khawatir akan hal lain.


“Aleratha, sejak kapan kamu peduli dengan apa yang menjadi omongan orang lain tentang dirimu?” Laris berkata sambil memegang bahu Aleratha.


“Betul. Banyak yang yang harus kita selesaikan malam ini. Lebih baik jadikan Vezda semangatmu dan bukan batu sandungan.” Bromner juga memegang bahu Alaratha.


“Benar juga. Terima kasih, Laris, Bromner.” Aleratha memahami setiap hal dan ingat dengan semua yang sudah dia lakukan hingga ke titik sekarang. Kalau memang bersama seorang Vezda adalah sebuah jalan yang ditetapkan untuknya, maka Aleratha akan menerimanya dengan senang hati.


****


Pagi sudah menyingsing dan Vezda sudah bersiap dengan perlengkapan barunya. Meskipun hanya sebuah festival, tapi ada masalah yang lain, yaitu Vezda harus mengawasi seluruh distrik yang digunakan untuk acara festival. Hal itu harus dilakukan karena meskipun acara Tamer ini sudah diawasi oleh Aliansi Daimon, kejadian penyerangan manusia monster Vina tidak diketahui siapapun selain Aliansi Aliviah. Pencegahan monster tanaman itu muncul harus dilakukan dan Vezda adalah garis terdepan untuk mencegah itu.


“Vezda, ini masih sangat pagi. Sarapanlah dulu.” Aleratha berkata kepada Vezda yang terlihat sedang bersiap-siap di ruangan anggota etil Aliviah.


“Oh, Aleratha. Iya aku akan sarapan setelah bersiap-siap lalu akan mengambil jatah sarapan duluan.” Vezda berkata sambil memasangkan katanyanya di pinggang.


“Baiklah kalau begitu. Hati-hati di sana.” Aleratha berkata sambil tersenyum.


“Baik. Aku berangkat dulu.” Vezda berkata dan beranjak menuju ruang makan untuk sarapan.


Saat Vezda makan ada beberapa anggota yang lain sudah bangun dan memulai sarapannya duluan karena harus menjalankan kegiatan pagi baik itu latihan ataupun kegiatan yang lain. Vezda tentunya sangat hangat dengan anggota yang lain dan dengan tenang memakan makanannya. Vezda juga menyapa anggota yang lain yang baru saja masuk ke ruang makan. Setelah selesai makan dan minum, Vezda langsung berangkat menuju distrik tepat Festival Tamer diadakan.


“VEZDA!!” Celia memanggil Vezda saat dia akan masuk ke dalam ruang makan.


“Celia.” Vezda menghampiri Celia.


“Kamu mau kemana? Perlengkapanmu banyak sekali? Apakah ke dungeon?” Celia bertanya tanpa henti.


“Oh. Tidak. Aku bertugas untuk menjaga jalannya Festival dari luar untuk mencegah adanya penyerangan dalam bentuk apapun.” Jelas Vezda.


“Baiklah kalau begitu. Kami akan menyusulmu nanti ya. Dah.” Celia berkata dan beranjak masuk ke ruang makan dan Vezda hanya tersenyum kepada Celia dan melambaikan tangannya.


Vezda berjalan di jalanan utama Distrik Daimon. Meskipun masih pagi, suasana distrik itu sudah ramai dan banyak pedagang yang menyiapkan tempat dagangannya. Vezda juga bukan satu-satunya petualang disana yang datang lebih dulu, namun banyak juga petualang yang lain sedang berlalu lalang, sarapan, atau sekedar bersenang-senang dengan teman-teman mereka. Karena hari ini adalah festival, maka banyak yang orang jauh lebih santai. Tidak dengan Vezda karena membawa 3 senjata sekaligus dan perlengkapan penuh.


Meskipun Vezda tahu kalau tempat ini akan sangat ramai dengan orang-orang, namun Vezda tetap merasa tidak tenang. Seperti ada yang mengawasinya dan seakan sesuatu akan terjadi. Tidak ada hawa membunuh, namun hawa mengenai seseorang mengawasi dirinya sangat nyata.


Ya sudahlah mungkin karena orang itu juga sudah tahu siapa aku. Tidak heran aku jadi diawasi. Apalagi sangat banyak Archon yang sudah menantikan festival ini. Vezda berusaha untuk mengabaikan hawa pengawasan itu karena memang berita mengenai Vezda Fenias sudah tersebar di seluruh penjuru Kota Femi.


Vezda lalu melanjutkan pengawasannya dengan berjalan-jalan di sekitar bangunan yang menjadi tempat Festival Tamer dan juga tempat milik Archon Daimon. Vezda sudah bisa mendengar kekonyolan Archon Daimon. Bukan Archon yang jahat ataupun semacamnya yang negatif, namun Archon Daimon hanya seorang Archon yang melindungi Kota Femi dari dalam dan merupakan Archon yang lebih terbuka dari Archon-Archon yang lain. Ditambah cukup banyak juga yang menghormati-Nya, hanya saja kekonyolannya terkadang memang tidak pada tempatnya.


AAAAAA!!!


Teriakan? Vezda langsung bereaksi dan menuju tempat sumber teriakan tersebut. Vezda terkejut melihat sekitar 15 monster lebas dari bangunan tempat Festival Tamer dilaksanakan. Vezda paham kalau Archon Daimon dan Aliansi-Nya tidak akan tinggal diam, namun kalau itu yang yang dilakukan berarti ada pihak lain yang melepas monster-monster itu.


Vezda langsung masuk ke tempat Festival itu berlangsung dan ke bagian belakang stadium diman monster-monster itu dikurung. Di sana sudah ada beberapa orang yang memeriksa kandang yang dilepas.


“Siapa kau?” Salah seorang anggota Aliansi Daimon mengarahkan tombaknya ke Vezda karena Vezda masuk tanpa pemberitahuan apapun.


“Tunggu dulu. Aku dari Aliansi Aliviah. Aku bertugas untuk menjaga kelancaran Festival.” Vezda menjelaskan siapa dirinya.


“Aliansi Aliviah?” Penjaga itu bingung karena tidak ada pemberitahuan apapun mengenai Aliviah mengirim orang untuk membantu mengawasi kelancaran acara.


“Kalian bersama Archon Daimon bisa bertanya pada Aliviah nanti. Sekarang aku ingin mengetahui apa yang terjadi sebelum monster-monster itu lepas?” Vezda mengalihkan pembicaraan ke topik utama.


“Kami juga tidak tahu, tapi rekan-rekan kami seperti terhipnotis dan seperti mengalami mimpi basah.” Penjaga itu menjelaskan apa yang terjadi, namun tidak ada alasan yang pasti.


Charm? Aku tidak bisa memprediksi seberapa kuat charmnya. Entah ini charm milik petualang atau milik archon. Tapi, kalau aku mempersempit kemungkinan kepada Archon akan menjadi lebih mudah. Vezda langsung paham dengan apa yang terjadi dengan korban pingsan itu ditambah penjelasan dari penjaga.


“Kemungkinan besar pelakunya adalah Archon, tapi aku masih belum bisa memastikan. Aku akan bergegas mencari pelakunya. Kalian laporkan ini pada Archon Daimon.” vezda berkata dan langsung bergegas meninggalkan tempat itu tanpa mengucapkan apapun lagi.


Siapapun yang melakukan ini harus bertanggung jawab. Vezda berlari di atas bangunan tingi yang mengitari stadium untuk mencari orang sosok yang mencurigakan. Sambil berlari, Vezda memindahkan katananya ke punggung kirinya dari pinggang kiri dan mengambil kedua parang terkutuknya.


“Kau mau bermain? Mari kita mulai permainannya, Archon. Overkill.”


****

__ADS_1


__ADS_2