VELT DUNGEON'S STORY - Nephilim's Corruption

VELT DUNGEON'S STORY - Nephilim's Corruption
Chapter 1 -Petualangan Vezda Fenias


__ADS_3

Sebelum Vezda menuju Dungeon, Vezda mengunjungi beberapa toko yang sudah dia pahami kemana harus membeli perlengkapan. Vezda memahami hal tersebut dari buku yang pernah diberikan oleh Archon Yvette. Banyak hal yang dipelajari oleh Vezda sebelum sampai ke Femi dan Vezda akan menggunakan setiap pengetahun yang dia miliki untuk mulai menjelajah menuju ke kedalaman Dungeon.


Vezda membeli beberapa ramuan untuk perjalanannya terutama untuk memulihkan fisik dan mana miliknya karena pasti Vezda harus menggunakan sihir miliknya. Lalu, Vezda memasuki sebuah toko yang sangat mewah dan toko itu adalah toko untuk pengobatan yang dijalankan oleh Aliansi Kyana. Sebenarnya dia masuk untuk menjual sebuah hasil buruan, yaitu Tanduk Unicorn. Tanduk itu dia dapatkan saat melindungi kereta kuda saat perjalanannya menuju Kota Femi.


Jadi, inilah toko utama milik Aliansi Kyana? Ini bahkan jauh lebih mewah dari toko-toko yang sebelumnya kudatangi. Vezda melihat ke setiap bagian ruangan dari toko tersebut.


“Apa ada yang bisa saya bantu?” Seorang gadis yang sangat cantik dari belakang bertanya untuk membantu Vezda.


“Oh iya. Aku mau menjual Drop Item ini.” Vezda berkata sambil membuka bungkusan berisi Tanduk Unicorn.


“Tunggu sebentar. Bagaimana kamu bisa memiliki Tanduk dengan Kualitas yang sangat bagus?” Gadis itu bertanya kepada Vezda.


“Aku mendapatkannya saat aku bertarung melawan Unicorn yang akan menyerang barisan transportasi saat menuju ke Kota Femi.” Vezda menjelaskan dengan polosnya.


“Jadi, kamu baru sampai di Femi?” Tanya gadis itu.


“Iya. Sekitar 40 menit yang lalu.” Jawab Vezda.


“Baiklah. Berapa penawaran yang kamu mau berikan untuk Tanduk ini?” Gadis itu langsung mengalihkan kembali topik ke penjualan Tanduk Unicorn tersebut.


“Bagaimana kalau 12 juta platine?” Vezda memberikan harganya.


“Terlalu mahal. Mungkin harga tanduk ini hanya 8 juta platine.”


Tepat seperti yang aku duga. Vezda termenung sejenak dan sesuai dengan yang dia pikirkan, kalau harga pasaran dari Tanduk Unicorn ini di kisaran 8-12 Juta, tapi tentu saja yang membeli hanya akan menawarnya dengan harga terendah. Vezda sudah paham hal itu dan Vezda tentunya tidak mau tinggal menerima harga terendah.


“Bagaimana kalau 10 juta?” Tanya Vezda.


“Aku hanya bisa memberimu paling mahal 9 juta.” Kata gadis itu kepada Vezda.


“Bagaimana kalau 9.5. Ambil atau tidak sama sekali?” Vezda berkata dan itu adalah sebuah kode dimana kalau Vezda tidak dapat harga itu, maka dia akan menjualnya di tempat lain.


“Baiklah. Aku beli dengan harga 9.5 juta platine.” Gadis itu mengambil tanduk Unicorn tersebut dan memberikan beberapa batang latine dan koin platine senilai tepat 9.5 juta.


“Aku ingin bertanya mengenai Grimoire. Apakah ada toko khusus yang menjual Grimoire? Aku tidak bisa menemukannya di informasi penjual Kota Femi yang aku miliki.” Vezda bertanya kepada gadis itu setelah transaksi mereka selesai.


“Sepertinya kamu benar-benar baru di sini. Grimoire tidak bisa diperjual belikan bebas karena sangat sulit membuat Grimoire dan hanya beberapa orang saja yang dapat membuat Grimoire di dunia.” Jelas gadis itu.


“Baiklah aku mengerti.” Vezda berkata kepada gadis itu setelah berpikir mengenai Grimoire.


“Kalau aku boleh tahu, kenapa kamu bertanya mengenai Grimoire padahal kamu baru datang ke Kota Femi?” Gadis tersebut sebenarnya penasan mengapa seorang yang bau datang ke Kota Femi dapat menjual barang dengan kualitas yang bagus dan juga bertanya mengenai buku sihir Grimoire yang sangat mahal.


“Aku sebenarnya sangat penasaran dengan Grimoire dan hanya ingin mencobanya saja karena Grimoire bisa memberikan sihir kepada kita secara instan dan sihir apapun itu adalah permintaan kita dan detilnya juga kita yang berikan pada sihir tersebut.” Vezda menjelaskan alasan dan pemahamannya mengenai Grimoire.


“Jika kamu berbicara seperti itu, berarti kamu juga adalah seorang petualang, bukan?” Gadis itu bertanya kembali kepada Vezda.

__ADS_1


“Betul. Aku seorang petualang dari  Kota Araga. Aku kesini untuk  melanjutkan petualanganku dan juga berganti Aliansi.” Vezda menjawabnya dengan santai dan juga dengan wajah yang sedikit berseri.


“Apakah kamu sudah mempelajari dulu tentang kota ini sebelum datang?” Gadis itu bertanya kepada Vezda.


“Tentu saja. Aku mempelajari setidaknya semua hal dasar mengenai seluruh Kota Femi dan beberapa hal lebih detail mengenai dungeon yang ada di sini.” Vezda berkata dan Vezda melihat kalau gadis itu sangat antusias mendegarkannya.


“Baiklah. Kalau begitu aku tidak perlu khawatir dengan apa yang akan kamu jalani di Kota Femi. Untuk Grimoire mungkin aku tidak bisa membantu banyak, jadi maafkan aku.” Gadis itu berkata kepada Vezda.


“Tidak perlu meminta maaf. Kalau kau sebagai tuan dari toko, maka kamu harus memberikan informasi dengan baik dan jujur.” Vezda tersenyum dan masukkan Platin yang dia dapatkan ke dalam tas yang cukup besar.


“Terima kasih banyak. Sampai jumpa di lain waktu. Jangan lupa untuk  datang lagi.” Gadis itu berkata ketika Vezda akan meninggalkan toko tersebut.


Vezda hanya membalasnya dengan menundukan  kepala dan tersenyum. Vezda lupa kalau dia akan mendapatkan Platine hingga 1 tas yang cukup besar dan harus kembali ke penginapan untuk menyimpan semua uangnya itu agar tidak mengganggu saat menuju dungeon. Meskipun Begitu, Vezda juga tetap membawa sejumlah uang untuk membeli perlengkapan yang harus dibeli di perjalanan menuju  dungeon dan juga di lantai 18.


Mungkin bukan ide yang bagus menyimpan uang di kamar ppenginapan, tapi aku tidak ada pilihan lain. Vezda langsung bangkit kembali dan keluar menuju The Tower untuk masuk ke Dungeon Kota Femi. Sambil berjalan Vezda mengambil senajtanya dan melihat kalau warna kedua parangnya seperti putih kehijauan. Lalu melihatnya dengan tambahan sinar matahari, Vezda sangat senang dengan senjata barunya. Lalu Vezda memasukkan kembali parangnya dan berlari menuju pintu masuk Dungeon.


Ya ampun, ini lebih ramai dari yang aku duga. Begitulah yang dipikirkan oleh Vezda saat akan masuk ke dalam dungeon.


Dalam setiap perjalanan, Vezda selalu membawa catatannya dan juga selalu membawa pensil. Sebenarnya di Kota Araga setiap penulisan masih menggunakan bulu dan tinta dalam apapun bentuknya, namun Aliansi Yvette adalah aliansi yang bisa memandang banyak bahan tambang menjadi sesuatu yang lebih modern, sehingga mereka menciptakan sebuah alat tulis yang mudah dibuat dan digunakan, yaitu pensil. Batangan karbon dan direkatkan ke kayu yang masih normal sudah bisa menghasilkan pensil. Pada penjelajahannya kali ini di Kota Femi, Vezda memulai lembaran baru di catatan yang masih bersih.


Di perjalanannya, Vezda mempelajari kalau monster yang ada di Dungeon di Kota Femi lebih kuat dari tempat asalnya dan juga lebih banyak memberikan perlawanan. Vezda juga mencatat ulang setiap monster yang dia lawan meskipun sudah memiliki panduan sederhana yang dibeli dari pedagang di permukaan. Vezda menemukan monster yang ada semuanya berbeda dari monster-monster yang sudah pernah dia lawan. Saat mencapai lantai 5 di bawah permukaan, dia menuju area aman dimana tidak akan ada monster yang muncul di tempat  tersebut untuk menyamakan catatan yang dia buat dengan petunjuk yang dia beli. Banyak ketidak akuratan yang dia temukan dari panduan tersebut.


Ini baru di lantai 5, tapi rasanya sangat sepi. Apakah memang dungeon ini jauh lebih besar dari yang kukira? Seharusnya cukup banyak yang menjadi petualang. Vezda menemukan setiap area di dungeon lantai 5 tersebut hampir tidak ada petualang yang terlihat. Mungkin yang terakhir Vezda lihat adalah kelompok petualang yang berpisah dari dirinya saat baru turun ke lantai 5.


Vezda berencana langsung menuruni setiap lantai yang ada untuk menuju lantai 17 yang memiliki Special Monster atau petualang lain biasa menyebutnya Boss Floor. Pusat lantai 17 memiliki Boss Floor pertama, Titan. Monster serupa dengan manusia yang tingginya 15 meter. Menurut buku panduan yang dia beli, melawan Boss Floor Titan harus memiliki level minimal 3 dan saat ini Vezda berdiam di level 4, jadi seharusnya Vezda sudah lebih dari mampu untuk melawan Titan. Vezda membaca juga kalau Titan memiliki karakteristik yang sangat kuat dan memiliki aspek regenerasi dalam tubuhnya yang memperkuat pertahananya. Lalu jika kulitnya dijadikan baju pelindung yang lunak atau jubah, itu bisa menahan hampir semua hal yang sangat berbahaya dari dungeon. Hanya akan tetap sakit jika digunakan sebagai baju bagian dasar.


Vezda sebenarnya memiliki sebuah berkat yang unik yaitu ‘Luck’ yang membuat setiap monster yang dirinya bunuh memberikan drop item dan bisa menjadi pencaharian utama sehaktu perjalanan menuju Kota Femi. Begitu juga saat di Dungeon di Kota Femi saat ini, Vezda mendapat banyak item drop dan banyak juga yang tidak bisa dia bawa karena monster yang umum akan lebih mudah memberikan drop item daripada beberapa monster khusus atau monster yang jarang terlihat di lantai tertentu.


“Terima kasih banyak, Archon Yvette. Berkatmu membuatku menerima cukup banyak drop item.” Vezda berkata sambil memungut semua drop item dan beberapa kristal yang bagus tentunya untuk dijual.


Lantai 14 Vezda mulai  merasakan kalau kepadatan monster semakin meningkat dan dia jauh lebih hati-hati dalam bertindak. Sebenarnya kekuatannya masih sangat cukup di lantai ini dan  karena dirinya memiliki ketahan yang sangat tinggi, Vezda juga tidak mengalami masalah apapun. Hanya saja, untuk rekomendasi level 2 atau dengan perjalanan kelompok di lebih dari 4  orang, kepadatan monsternya terlalu tinggi dan fase kemunculannya juga terlalu cepat untuk level 1 dan 2.


Monster yang terus menerus muncul tanpa henti. Inikah Monster Parade? Vezda berpikir sejenak karena di Kota Araga tidak pernah ada kejadian seperti ini dan setiap monster juga memiliki interval kemunculan yang tidak pernah berubah.


“Tempat latihan yang sempurna.” Vezda berkata dan menggunakan kuda-kuda yang lebih serius untuk bertarung.


***


Akhirnya Vezda sampai ke lantai 17 dan Vezda sudah tidak bisa membawa apapun karena kantung yang dia bawa tidak besar, sehingga banyak drop item yang ditinggalkan ditambah dia mau mengambil kulit Titan untuk membuat perlengkapan barunya.


GROOOOOOOOOOOOOOOOH!!


Auman Titan yang terlahir menjadi tanda untuk Vezda masuk ke dalam ruangan tersebut. Dengan kedua parangnya dipegang satu tangan sambil menegak ramuan pemulih, Vezda masuk ke dalam ruangan Titan dan melihat wujud Boss Floor yang lebih kuat dari dungeon di Kota Araga.


“Heaven, bless this weapon.” Vezda mulai merapalkan sihirnya.

__ADS_1


Aku datang ke Kota ini bukan hanya untuk menyampaikan sebuah pesan. Aku ke sini untuk bertarung dan memperkuat diri. Senyuman di wajah Vezda sedikit demi sedikit berkurang dan pemikirannya semakin tajam.


“Purgatory comes to those who oppose you.”


Untuk semuanya yang pernah bersamaku.


“Let this flame blazing through darkness.”


Maafkan kesalahanku.


“Judgement.” Rapalan akhir Mantra itu membuat kedua parang Vezda menyala dengan api yang membara.


Setidaknya aku akan menghidupi kehidupan yang tiada akhirnya ini dengan keinginan yang membara. Wajah Vezda menunjukkan sebuah keseriusan yang tidak pernah dilihat siapapun selain Archonnya yang dulu dan dengan itu, pertarungan mereka dimulai.


ARRRRRRRGGGHHHH!!!!!


Seruan pertarungan itu terdengar menggema di ruangan itu dan setiap serangan Vezda dapat menghancurkan tangan Titan dengan mudah. Namun, Titan memberikan serangan balik berupa gelombang kejut yang berasal dari serangan teriakan di mulutnya. Vezda dengan mudah menghindari serangan bertubi-tubi yang diberikan oleh Titan.


Tarian ini baru saja dimulai. Vezda sangat mahir dalam menggunakan kedua parang yang disambungkan dengan rantai tersebut. Bahkan beberapa serangan yang menggunakan 1 tangan dapat menghasilkan 2 serangan dengan teknik yang dia gunakan.


Setelah serangan bertubi-tubi dilancarkan, kristal yang berada di bagian tengah Titan terekspos dan Vezda menyerangnya dengan parang berapinya. Seketika, Titan itu berubah menjadi abu dan kulit Titan dalam bentuk seperti lembaran besar terjatuh saat Titan berubah menjadi abu.


“Lebih kuat dari yang kuduga.” Vezda memutarkan kedua parangnya dan memasukkan kembali parangnya dan melihat sebuat benda yang dia namai arloji dari dalam kantung di bajunya.


Arloji adalah penemuan yang dibuat oleh temannya di Aliansi Yvette dulu. Mereka menggunakan sihir listrik sederhana dan dapat menghidupkan komponen kecil itu. Arlojinya menunjukkan waktu dan Vezda memiliki indera yang tajam soal persepsi waktu dibantu oleh arloji tersebut. Karena itulah dia juga memahami berapa lama dia menjelajahi dungeon.


2 jam 36 menit. Cepat juga. Vezda melihat arlojinya dan kembali menutupnya setelah mengetahui berapa lama dia berada di Dungeon.


Vezda langsung membawa gulungan kulit tersebut dan menuruni lorong yang merupakan jalan menuju lantai aman, lantai 18. Para petualang biasa menyebutnya Kota Underground atau Underground City karena memang kota tersebut berada di dalam dungeon dan banyak petualang yang tinggal menetap di sana. Vezda langsung menuju ladang kosong yang dia ingat, namun sepertinya ladang kosong tersebut sudah ditempati oleh Aliansi.


Ya, ada baiknya aku menuju kedalaman hutan saja. Lagipula mencari jalan di sini jauh lebih mudah. Vezda berpikiran hal tersebut dan menuju kota dulu untuk membeli beberapa perlengkapan tambahan.


Vezda sangat paham dengan harga perlengkapan yang sangat mahal di sini. Karena itulah Vezda memilih perlengkapan yang sangat sederhana, namun memenuhi kebutuhannya. Pengisian ulang kebutuhan Vezda lebih terarah kepada ramuan pemulih. Meskipun bukan tingkat yang sangat tinggi, namun itu sangat cukup untuk membuat alat khusus miliknya, Recovery Injector. Jadi Vezda membuat sebuah alat untuk menyalurkan ramuan pemulih fisik dan mana langsung ke tubuh dengan melalui jarum. Bentuknya tidak seperti suntikan pada umumnya, namun berbentuk kotak dan di dalamnya memiliki 2 ramuan yang merupakah ramuan pemulih fisik dan mana yang dipisah. Hal ini akan sangat berguna untuk pertolongan pertama kalau dirinya bertemu dengan petualang lain yang sekarat.


***


Dalam waktu 2 jam di dalam hutan, Vezda sudah membuat setidaknya 12 injector, 15 buah bola peledak dari bubuk hitam, dan syal yang menutupi leher dan mulutnya dari kulit Titan. Disamping itu, dia sudah membawa setidaknya 15 ramuan pemulih yang digunakan untuk diminum. Lalu tidak lupa Vezda juga mengasah kembali senjatanya dan mencatat ulang apa saja yang sudah dia temui sepanjang jalan.


Soal makanan, Vezda dan Aliansinya yang dulu bisa membuat sebuah makanan yang sangat padat dengan vitamin, protein, dan segala yang dibutuhkan dalam 1 batang. Hanya dengan 1 Batang itu, Vezda dapat bertahan tanpa makan selama 2-5 hari. Karena proses membuatnya lama, Vezda hanya bisa membuat 8 batang dalam perjalanannya menuju Kota Femi dan sekarang tersisa 7.


4 jam 54 menit sudah berlalu di sini. Vezda melihat arlojinya dan beranjak berdiri setelah membersihkan semuanya. Lalu dia bergerak melewati kemah yang dibangun Aliansi lain.


Vezda menyadari kalau cahaya yang ada di lantai ini sesuai dengan waktu yang berjalan di permukaan. Jadi sekarang sudah masuk masuk ke waktu sore hari menjelang malam. Vezda termenung melihat keindahan langit-langit lantai 18 tersebut yang indah di waktu menjelang malam hari.


Vezda berlari di luar area kemah yang dibangun Aliansi lain itu menuju ke lorong yang menjadi pintu masuk menuju lantai 19. Karena semua anggota Aliansi tersebut sedang berkumpul, tidak ada yang melihat Vezda sedang berlari dan tidak mengganggu siapapun.

__ADS_1


***


__ADS_2