
“HAHAHAH!!! Cuscuta, hancurkan mereka semua yang berani masuk ke tempat suci ini!” Filman merasakan kemenangannya saat itu.
“FILMAN! Beraninya kau masih hidup setelah membuat tragedi seperti itu. Karena kau, semua teman-temanku merenggut nyawa saat itu.” Celaena berkata dan mengancam Filman dengan tongkat sihirnya.
“Hoo. Jadi, kau juga adalah salah satu petualang yang selamat pada tragedi lantai 27.” Filman melirik sebentar ke arah Celaena.
“Kau tahu, aku adalah orang yang merencanakan dan juga korban dari tragedi tersebut. Namun, karena aku sudah mati 1 kali, aku bisa terbebas dari mimpi buruk Archon itu. Ayolah kita bisa saling berbagi rasa sakit.” Filman berkata dengan santai kepada Celaena.
“Jangan bercanda kau!” Celaena sudah siap menyerang dengan sihirnya.
“Aku mau saja menjadi lawanmu, tapi apakah itu tidak akan menjadi masalah? Temanmu mungkin akan mati di sana, Elf muda.” Filman berkata dan Celaena langsung melihat Syllia yang kesusahan dalam melawan tentakel monster tanaman.
“Cih.” Celaena langsung bergegas menuju tempat Syllia dan tidak mempedulikan Filman.
Das Unsegen adalah julukan yang lebih dikenal untukku. Semua petualang menjauhiku dan Elf juga mengucilkanku. Aku tidak menyanggah hal itu dan memang itulah kenyataannya. Aku hanya seorang Elf yang ‘kotor’, tapi kata-kata Syllia memiliki maksud yang lain dan aku yakin itu, tapi itu adalah sesuatu yang sangat tulus. Aku terselamatkan oleh kata-kata Syllia. Karena itulah, aku tidak akan membiarkan apapun terjadi padamu, Syllia. Sebuah tekad dari Celaena dibentuk hari ini.
“O, Holy Lighting. Become a sword that destroys your enemies. Lighting Wave.” Celaena melindungi Syllia tepat waktu.
“Celaena. Terima kasih.” Syllia berterima kasih kepada Celaena.
“Syllia, bersiaplah kita akan melawan mereka semua.” Celaena berkata sambil terus bertarung.
“Baik!” Syllia mencoba sebisa mungkin untuk bertarung di jarak dekat.
Di sisi lain, kelompok Aliansi Cathur juga mulai mencari titik lemah dari Cuscuta, namun itu bukan hal yang mudah.
“Racita, apa yang harus kita lakukan?” Lilina bertanya kepada Racita dan terus berlari untuk membantu Vezda dan Ragnulf.
“Aku ingin kita menggunakan sihir Copy Magician, tapi dengan monster sebesar ini, tidak ada efek yang berarti untuk melawannya.” Racita berkata kepada Lilina.
“Berarti kita benar-benar harus mencari kristal monster tersbut.” Lilina berkata kepada Racita.
“Ya, tapi tanpa adanya tembok tinggi yang dekat, tidak mungkin bisa dilakukan.” Racita sedikit putus asa, tapi dia melihat kalau Vezda dan Ragnulf terus menerus menyerang musuh.
BOOOOM!!!
Tembok dungeon itu meledak dan Tamer berambut putih yang dilawan Samir terlempar dan jatuh di sebelah Filman.
“Mine!” Filman menyebutkan nama Tamer berambut putih itu.
“Hah hah hah.” Terlihat Samir yang sedang mengatur nafasnya.
“Kak Samir!” Syllia langsung bersorak melihat Samir yang akhirnya bertemu mereka.
“Teman-teman.” Samir melihat teman-teman dari aliansinya dan juga teman-teman dari Aliansi Cathur yang sedang kesulitan.
“Ah, sialan.” Mine, Tamer berambut putih itu menahan rasa sakit di pinggangnya sambil berusaha untuk bangkit.
“Jadi, kau hanya bisa bicara saja, Mine?” Filman berkata kepada Mine.
“Kau pikir melawan level 6 itu mudah?” Mine berkata sambil berusaha berdiri.
“Mengecewakan. Kalau memang Dia menginginkan War Dancer, maka aku akan mengabulkannya.” Filman mengangkat tangan dan Cuscuta melemparkan Vezda yang sedang berusaha menyerang kepalanya.
“AAAAAAHHHHHH!!!” Vezda terlempar jauh ke ujung Feeding Zone.
“Vezda!” Syllia, Ragnulf, Samir, dan Celaena melihat Vezda terlempar dan menghantam ujung tembok dan terjatuh.
“Manusia lemah. Aku tidak akan mau menyebut dia Zephyrus dan kalaupun mati, tubuhnya akan tetap berguna.” Filman berkata dan Cuscuta mulai menghadap ke Samir dan bersiap untuk menyerang.
“JANGAN!” Mine berteriak kepada Filman, tapi masih belum kuat untuk bergerak.
“Cuscuta!!! Matilah kau, War Dancer!” Filman memberi perintah dan Cuscuta mulai menyerang Samir.
Samir yang sejak awal menahan diri untuk tidak menggunakan sihir miliknya kali ini terpaksa harus menggunakan sihir tersebut. Dengan kekuatannya yang berada di level 6, sihir Aster miliknya akan jauh lebih kuat.
“Aster!” Rapalan 1 kata itu memunculkan angin berwarna hijau muda dan menyelimuti seluruh pedangnya.
WHOOSS!!
Suara angin terdengar dan gelombang kejut berwarna hijau terlihat sekilas dan menghilang. Cuscuta terdiam setelah Samir mengayunkan pedangnya, lalu kepala Cuscuta terbelah seketika dan langsung membunuh Cuscuta saat itu juga.
Semuanya terdiam dan terkejut melihat apa yang baru saja terjadi. Dari semua yang terkejut, Syllia yang merupakan murid dari penyihir terkuat di Femi tidak berhenti gemetar setelah melihat apa yang baru saja terjadi.
Sihir dengan rapalan yang sangat pendek Zephyr - Aster adalah kemampuan Kak Samir. Namun, Kak Samir bukan pengguna sihir sejak lahir seperti elf. Tidak seharusnya Kak Samir memiliki kekuatan seperti ini. Kak Samir, angin milikmu tidaklah normal. Syllia masih belum berhenti gemetar setelah melihat hal tersebut.
“Ti-tidak mungkin.” Filman tersungkur duduk setelah melihat Cuscuta dibunuh dengan 1 tebasan dan Mine hanya melihat dengan kesal.
Setelah tebasan itu, tubuh Samir dikelilingi sisa aura berwarna hijau dari angin yang baru dia hempaskan dalam sekali tebasannya itu.
__ADS_1
“Naea!” Filman memerintahkan monster tanaman pemakan daging, Naea untuk menyerbu Samir.
“Aku tidak peduli walau hanya sebentar memperlambat War Dancer. Cuscuta! Hancurkan yang lainnya!” Filman memberi perintah lagi kepada Cuscuta untuk keluar dari tanah dan menghancurkan petualang yang tersisa di bawah, namun semua orang langsung menghindari tempat dimana Cuscuta akan menghancurkan tubuhnya.
“SEMUANYA, Kristal monster itu terletak di kepalanya. Targetkan serangan pada pangkal bunganya!!” Lilina langsung memberikan informasi dengan cepat.
“Celaena, sihir apa yang harus digunakan disaat seperti ini? Kak Vezda juga terhempas jauh.” Syllia langsung mundur untuk memberikan jalan kepada Ragnulf yang akan menyerang Cuscuta.
“Biar aku saja yang melakukannya.” Celaena bersama dengan Ragnulf berlari menuju kepada Cuscuta dari badannya.
“Werewolf, buat lubang di kepalanya!” Celaena memberi arahan kepada Ragnulf sambil berlari bersama.
“Jangan memerintahku!” Ragnulf melompat dan menendang bagian kepala Cuscuta yang menghasilkan lubang di kepala Cuscuta.
“O, Holy Lighting. Become a sword that destroys your enemies. Lighting Wave!” Celaena menggunakan sihirnya ke arah lubang yang dibuat Ragnulf dan berhasil menghancurkan kristal inti dari monster tersebut.
“Tidak mungkin.” Filman jatuh berlutut sambil memandang Cuscuta berubah perlahan menjadi abu setelah kristalnya dihancurkan.
Di satu sisi, Racita dan kelompoknya sudah siap dan di sisi yang lain Samir turun untuk menghadapi Filman dan Mine. Mereka berdua sudah kalah dan tidak ada yang bisa dilakukan selain menyerah. Setidak itu yang seharusnya terjadi.
“Filman, kau sudah kalah. Menyerahlah.” Racita berkata kepada Filman.
“Kau pikir sudah menang? Mine, ulur waktu sebentar dan ketika aku selesai beregenerasi, kita serang bers–” Filman berkata, namun Mine tidak tertarik dengan mendengarnya.
“Berisik.” Mine memasukkan tangannya ke dada Filman tepat di bagian kristalnya. Hal yang dilakukan Mine mengejutkan semua yang melihatnya.
“Mine? Apa yang kau lakukan?” Filman berkata kepada Mine sambil memegang tangan Mine.
“Bertambah kuat tentunya. Berapa banyak monster yang kumakan pun tidak akan membuatku semakin kuat.” Mine berkata dengan datar.
“Apa? Kita adalah yang dipilih oleh-Nya. Seharusnya kita menjaga-Nya bersama.” Filman berkata kepada Mine.
“Jangan salah paham.” Mine narik paksa tangannya dan Filman terjatuh ke tanah perlahan berubah menjadi abu.
“Aku memang mau menjaga -Nya sendirian dan akan selalu seperti itu.” Mine berkata dan memakan kristal milik Filman.
Tunggu, dia memakan kristal tersebut. Samir memperhatikan dan bersiap utnuk yang terburuk.
Sesaat, Mine terdiam dan tubuhnya seperti keluar aura yang hanya bisa dilihat oleh Samir.
BUGGGHHHHH!!!!
“Apa itu?” Ragnulf bertanya dan melihat Samir yang terlempar.
“Sialan! War Dancer dalam bahaya. Kita harus ke sana!” Celaena berkata lalu Ragnulf dan Celaena lnagusng menuju ke arah Samir.
“Vezda, jangan sampai kau mati.” Ragnulf berkata dan terpaksa meninggalkan dulu Vezda sebentar untuk menolong Samir.
“Dia bertambah kuat setelah memakan kristal? Apakah dia spesies yang diperkuat?” Lilina hendak menolong Samir.
“Lilina, tunggu. Kita tidak bisa membantu apapun saat ini. Aku yakin kerusakan pada zona ini dikarenakan Fetus tersebut.” Racita berkata dan menunjuk ke arah Fetus yang berada di dalam kubus tersebut lalu langsung berlari terlebih dulu untuk mengambil kubus tersebut.
“Baiklah.” Lilina mengikuti di belakang Racita.
Tubuhku berat sekali. Aku kehilangan terlalu banyak darah. Racita berusaha untuk lebih cepat, namun tubuhnya sangat berat.
“Menyingkir.” Suara orang yang terdistorsi terdengar dan menendang Racita tepat saat di depan Fetus tersebut.
“Racita!” Lilina membantu Racita yang kesulitan bangkit.
“Mereka masih ada bantuan.” Racita berkata dan mereka berdua melihat sosol dengan jubah yang menutupi seluruh tubuh dan kepalanya hingga menggunakan topeng.
“Itu belum selesai sepenuhnya, tapi sudah cukup matang. Bawa ke Erebus!!” Mine berteriak kepada sosok misterius tersebut sambil melawan Samir.
“Baik.” jawab sosok itu dan melesat dengan sangat cepat dan Lilina berusaha mengejarnya.
“Lilina tunggu!” Racita menghentikan Lilina karena ada sesuatu yang tidak beres dengan monster raksasa yang terakhir.
“Sial!” Lilina berkata dan kembali membantu Racita berdiri dan semua Aliansi Cathur berkumpul.
“CUSCUTA! LAHIRKAN TERUS NAEA SAMPAI KAU LAYU!” Mine memberi perintah dan Cuscuta terakhir di kristal raksasa itu mencengkram erat kristal tersebut lebih erat dari sebelumnya.
Aliansi Cathur berkumpul dan melihat kengerian di sektor tersebut karena seluruh ruangan melahirkan monster tanaman pemakan daging, Naea. Tidak ada sudut yang tidak terisi monster tersebut. Itu juga yang dilihat oleh Ragnulf, Syllia, dan Celaena.
“Oi, ini bukan mimpi kan?” Stoner bertanya kepada yang lain.
“Bukannya jumlahnya terlalu banyak?” Adrian membalas perkataannya.
“Tidak mungkin.” Naira berkata dan menyiapkan kedua perisainya.
__ADS_1
“JANGAN SAMPAI TERPISAH! SATU KALI KALIAN TERPISAH, TAMATLAH SUDAH!” Adrian berteriak selantang mungkin dan semua kelompok Aliansi Cathur berkumpul untuk menahan serangan Naea yang jumlahnya melebihi 1000 monster.
Di sisi lain, pertarungan Samir dan Mine juga sudah dimulai. Kekuatan Mine sangat kuat hingga Samir kewalahan untuk menahan atau menangkis serangannya. Ditambah Mine terus mengirimkan Naea untuk menghabisi Samir tanpa henti.
“Kau tidak akan membutuhkan ini.” Mine berkata dan menyerang Samir setelah Samir selesai menghabisi monster tanaman di hadapannya dan serangan itu melepaskan pedang Smair dari cengkramannya.
“Pedangku.” Samir berusaha membuat jarak dengan Mine dan berupaya mengambil kembali pedangnya.
“Kau pikir aku akan membiarkanmu kabur?” Mine terus mengejar Samir tanpa henti.
Lalu posisi paling sulit adalah Syllia. Syllia terpisah dan tertinggal dari Cleaena dan Ragnulf karena terlalu lambat untuk mengejar Samir. Celaena sendiri langsung berupaya mencari Syllia yang terpisah karena dia sudah meninggalkan Vezda dan itu membebani dirinya. Setidaknya Celaena tidak mau kehilangan Syllia.
“Syllia, dimana kamu?” Celaena berteriak dan terus melawan monster tanaman yang tidak ada habisnya.
“Celaena, aku di sini!” Syllia berteriak, namun sebelum sempat menuju ke Celaena, monster tanaman hendak menyerangnya dan Syllia menghindar, namun Syllia terhempas jauh.
Syllia melihat tumpukan batu yang terdapat ruangan kecil dan berusaha menuju tempat tersebut untuk berlindung dari serangan monster tanaman. Secara ajaib, Syllia berhasil menuju ruangan kecil tersebut, namun posisinya sekarang tidak bisa bergerak bagaimanapun dia berusaha.
Aku tidak bisa melakukan apapun. Kalaupun aku kembali bersama Celaena, aku hanya akan menjadi beban. Ditambah Vezda terhempas jauh sehingga tidak ada yang tahu bagaimana nasibnya sekarang. Syllia mencoba melindungi dirinya dari hentakan berulang dari serangan monster tanaman.
Seandainya aku bisa menggunakan perapalan dinamis, mungkin aku bisa melindungi yang lain dan tidak menjadi beban. Tiba-tiba bagian atas ruang kecil tersebut terhempas dan Syllia terkepos monster tanaman tersebut.
Saat Kak Ragnulf bilang aku hanya akan menjadi beban, dia benar. Syllia sudah berhadapan setidaknya 20 Naea yang siap menghancurkan tubuhnya.
WHOOOOSSS!!!
Tendangan berlapis api membakar habis semua monster tanaman yang ada di depan Syllia. Itu adalah Ragnulf. Ragnulf terlihat sangat marah dan menatap Syllia dengan tajam.
“Hey!” Suara Ragnulf yang marah terdengar jelas dan mendekati Syllia.
“I-iya..” Syllia takut dan suaranya gemetar.
“Aku akan menuju tempat Samir dan kau lakukan sesuatu dengan tempat ini. Vezda juga membutuhkan bantuan kita secepatnya.” Ragnulf berkata sambil menarik baju Syllia yang memaksa Syllia menatap Ragnulf.
“Eh? Tu-tu-tunggu, aku–”
“Hey, lemah! Jangan hanya sekedar bicara kalau kau ingin mengejar mereka! Buktikan dengan apa yang kau bisa lakukan. Aku mengakui sihirmu yang absurd, tapi jika kau bilang hanya itu yang kau miliki, maka kau hanya beban!”
“....” Syllia hanya menatap wajah Ragnulf.
“Lakukan sesuatu dan susul Elf Tua Sialan itu!” Ragnulf mendorong Syllia dan langsung bergegas menuju Samir dan Mine bertarung.
Dari semua orang, kenapa harus Kak Ragnulf yang berkata seperti itu? Syllia berusaha mengejar Celaena dan menghindari serangan monster tanaman yang kembali mengejarnya.
Bahkan Kak Samir, Celia, Calia, bahkan Kak Aleratha tidak berpikiran untuk mengtakan hal itu. Ini sangat mengesalkan. Kak Ragnulf memiliki kekuatan untuk menolong Samir, sementara aku hanya bisa melihat kekuatan mereka. Syllia berkata dan akhirnya bertemu dengan Celaena.
“Celaena!” Syllia memanggil Celaena yang baru selesai membantai monster di bagiannya.
“Syllia! Kamu baik-baik saja?” Celaena langsung berlari menuju Syllia.
“Aku baik-baik saja. Celaena, tolong bawa aku kepada Aliansi Cathur. Aku membutuhkan kekuatan mereka.” Syllia meminta tolong kepada Celaena.
“Baik.” Celaena membantu Syllia untuk menuju Aliansi Cathur.
Syllia dan Celaena langsung menuju tempar Aliansi Cathur dan membantu menyingkirakan beberapa monster tanaman yang menyusahkan mereka. Kondisi setiap dari mereka sudah kelelahan dan suplai ramuan tambahan dari Vezda juga sudah habis. Celaena dan Syllia juga sudah kehabisan ramuan yang diberikan oleh Vezda sebelumnya.
“Lighting Wave!!” Celaena menggunakan sihirnya untuk melindungi Aliansi Cathur.
“Aku tertolong.” Blomer berdiri dan dibantu oleh Blorie.
“Siapa itu?” Stoner bertanya dan melihat ke arah sihir Celaena diluncurkan.
“Tolong…” Syllia berkata dengan takut, lutut yang gemetar, dan tidak ada gurunya saat ini.
“Lindungi aku.” Syllia berkata dengan gugup.
Kali ini aku berdiri sendiri. Tidak ada Kak Aleratha, Kak Vezda membutuhkan bantuan, dan Kak Samir serta Kak Ragnulf harus melawan Tamer berambut putih. Semuanya bergantung padaku. Sylli mengumpulkan setiap fokus dan juga keberanian untuk berkata.
“Apa maksudmu melindungimu, Syllia? Kamu sendiri bisa menghabisi semua monster ini.” Lilina berkata kepada Syllia.
“Tolong lindungi aku. Aku akan menggunakan sihir terkuat untuk menyelamatkan semua petualang yang ada di zona ini.” Syllia berkata dengan lantang dan Racita bisa terlihat tersenyum.
“Semuanya! Formasi lingkaran! Kita akan lindungi Copy Magician.” Racita memberi perintah dan semua anggota Aliansi Cathur melingkar melindungi Syllia.
“Lindungi aku 5 menit– tidak. Lindungi aku 3 menit.” Syllia berkata kepada semuanya dan setiap dari mereka menggunakan semua kemampuan serta sisa ramuan yang ada pada mereka.
“Kita akan melindungi Copy Magician 3 menit. Sampai saat itu tiba, bertahanlah semuanya.” Racita memberikan dukungan moral untuk semuanya.
Semuanya bersiap di posisi untuk melawan ratusan monster tanaman yang masih belum berhenti bermunculan. Kali ini, Racita mempertaruhkan semuanya untuk 1 orang dan untuk keselamatan mereka. Hanya ada 2 kemungkinan, berhasil atau mati.
__ADS_1
****