VELT DUNGEON'S STORY - Nephilim's Corruption

VELT DUNGEON'S STORY - Nephilim's Corruption
Chapter 4 - Manusia Monster, Carlos


__ADS_3

Laris, Samir, Celia & Calia, Syllia, Ragnulf, Bromner, dan Aleratha terkejut melihat kembali sosok seorang Carlos yang merupakan salah satu korban kekejaman dungeon di lantai 28. Sesuatu terjadi di lantai tersebut dan hampir semua petualang yang berada di lantai tersebut mati tanpa tersisa. Namun, entah bagaimana Carlos bisa selamat dan memiliki tubuh dan kemampuan baru seperti monster.


“Laris, dia sudah mati.” Alertaha memegang nadi petualang yang terlempar ke arahnya.


Laris sejenak melihat kalau tubuh petualang itu penuh luka dan urat nadinya masih terlihat meskipun sudah mati. Lengan kirinya terpotong dan menggunakan senjata yang bisa dibilang cukup aneh. Namun, urat nadi yang terlihat jelas itu adalah tanda dari sesuatu yang Laris dan kelompoknya harus paham.


“Racun. Semuanya, jangan ada yang terkena serangannya!" Laris memberi perintah pada setiap rekannya di garis depan.


Dari kejauhan terlihat Carlos mendekati mereka secara perlahan dan memanggil tanaman untuk membuat senjatanya yang baru. Tanaman tersebut dipadatkan dan menjadi 2 buat senjata berbentuk sabit kecil, namun terlihat sangat jelas racun menetes dari kedua sabit tersebut.


"Seharusnya kau tidak bilang apapun, Laris. Kau merusak kejutannya." Carlos berjalan dengan santai dan melihat petualang di depannya terdiam melihat sosok dirinya yang mulai bermutasi dan kulitnya berubah serupa tanaman tersebut.


Semua, kecuali 1 orang.


"Aku tidak menyangka kalau kau akan menjadi seperti ini, tapi jangan senang dulu karena kita tidak akan mundur begitu saja." Laris berkata dan semuanya maju bersama Laris bersiap melawan Carlos.


"Zephyr!" Samir menggunakan sihir anginnya.


Seluruh baris depan Aliansi Aliviah sudah siap dan langsung menyerang Carlos. Setiap dari mereka seimbang dalam pertarungan melawan Carlos. Namun, untuk Celia dan Calia bukan pertanda baik karena racun yang digunakan Carlos saat ini juga dapat berbentuk seperti air yang melayang di udara dan bisa melukai siapa saja yang diserangnya.


"Samir, selaraskan seranganmu denganku!" Ragnulf dan Samir berada di depan Carlis saat Carlos menggunakan kemampuan areanya.


"Baik." Samir menjadi lebih cepat dari sebelumnya.


Samir atau julukan resminya 'War Dancer' adalah pengguna pedang terbaik di Kota Femi dan kemampuan berpedangnya sangat hebat sampai terlihat indah seperti sebuah tarian. Kemampuannya dapat mengalahkan monster dengan jumlah sangat banyak sendirian dan juga memiliki daya tahan yang berbeda dari anggota yang lain. Sementara itu Ragnulf memiliki julukan resmi 'Ghost' adalah petualang yang menggunakan tangan kosong dan kakinya untuk menyerang, namun secara natural Ragnulf bisa menggunakan segala senjata. Lalu, dia berbeda dengan Samir yang merupakan manusia, Ragnulf adalah werewolf yang akan mengeluarkan kekuatan aslinya saat berada di bawah bulan purnama.


"Kalian membosankan. Kalau begitu aku akan membunuh penyihir terkuat itu terlebih dahulu." Carlos memukul mundur Samir dan Ragnulf.


“Aleratha!” Samir berteriak saat melihat Carlos menyerang Alertaha dan mereka tidak bisa mengalahkan kecepatannya, bahkan Samir tidak sempat untuk melindungi Aleratha.


Dengan kekuatannya sendiri, Carlos menyerang Aleratha yang berada di posisi paling belakang. Kecepatannya tidak masuk akal karena seperti berteleportasi. Carlos sudah akan mencabik mata Aleratha. Tentunya tidak ada yang bisa mengejar kecepatan Carlos saat itu.


TRANKKKK!


Sosok yang dipercaya sudah mati, kembali di depan Aleratha dan melindunginya dengan menahan sabit yang akan menyentuh Aleratha dengan parangnya dan parangnya yang satu digigit oleh petualang tersebut. Matanya penuh dengan determinasi dan mata yang melihat tajam tersebut adalah tanda dimana semuanya akan diakhiri sekarang juga.


****


Apa yang aku sebenarnya lakukan? Vezda menyesali setiap pilihannya dan apa yang baru dirinya ketahui saat itu juga.


Karena kebodohanku dulu, Carlos jadi seperti ini. Belum lagi banyak petualang dari kelompok ekspedisi ini harus menelan korban untuk melawan Carlos. Vezda merasa sangat lemah.


Vezda berusaha untuk tetap 'mati', namun suara pertarungan itu terus terdengar di telinganya. Mereka tidak berhenti dan terus melawan meskipun di depan mereka ada sosok yang mungkin dulunya adalah rekan petualang.


Racunnya sudah berhenti sejenak. Apakah aku bisa melawannya? Vezda tertekan dengan pemikirannya sendiri.


Ada 7 petualang dan mereka semua sudah dalam keadaan yang buruk, masih ada cukup banyak petualang level rendah yang berada di belakang.


Carlos sialan, kalau sampai dia menghabisi….


DEG!!!


Tunggu sebentar. Perasaan ini? Vezda mengetahui perasaan terbakar ini. Sama seperti dirinya membantai Aliansi saat di Kota Araga.


Yvette, terima kasih. Kekuatanmu akan menyelamatkan banyak orang. Ailas, jika aku masih hidup setelah ini aku akan meminta maaf kalau Carlos harus mati dan berubah menjadi monster.


OVERKILL


****


Vezda menatap tajam Carlos dan menarik parang yang menahan sabit Carlos yang akan menerjang Aleratha dan dengan cepat Vezda menyerang Carlos tepat di leher bersamaan dengan mengeluarkan peledak yang dia pegang sambil menggunakan parang di tangan kanannya.


BOOOOMMM!!

__ADS_1


Satu serangan itu menghasilkan ledakan dan merusak sedikit tubuh Carlos yang terlempar karena ledakan tersebut. Semua baris depan Aliansi Aliviah terkejut melihat Vezda yang bangkait dan melawan Carlos.


"Vezda sialan. Bagaimana kau bisa–" Carlos berkata dan langsung menghentikan perkataannya seakan dia mengingat sesuatu.


Vezda? Iya dia adalah anggota anggota aliansi yang unik. Dia dapat mengatur dengan baik seluruh tubuhnya hingga setiap organ yang dia miliki. Dia menghentikan jantungnya untuk memperlambat penyebaran racun. Carlos terdiam sejenak sambil teringat setiap waktunya dulu bersama Vezda. Saat melihat Vezda memutarkan kedua parangnya yang tersambung rantai itu, Carlos tertegun. Hanya kau yang bisa menggunakan 2 senjata dengan 1 tangan, tapi apapun yang kau lakukan kau akan mati.


"Carlos! Kau pernah bilang kalau aku adalah sahabatmu, kalau kau adalah sahabatku berarti kau tahu apa yang akan terjadi berikutnya." Vezda berkata sambil memutarkan kembali kedua parangnya.


"..." Carlos berusaha mengingat sesuatu.


Betul. Kemampuan khusus yang pernah dia beritahu kepadaku. Overkill. Carlos akhirnya mengingat kemampuan unik milik Vezda tersebut dan itulah yang membuatnya masih berdiri sampai saat ini.


"Overkill sudah siap. KITA PASTI MENANG!" Teriakan Vezda tersebut adalah teriakan yang penuh kekuatan dan setelah berteriak, Vezda langsung maju dengan sangat cepat bahkan lebih cepat dari Carlos yang akan menyerang Aleratha.


Carlos tidak segan-segan menyerang dan mengeluarkan setiap serangan jarak jauhnya yang merupakan cairan beracun serta tanaman yang sangat banyak. Sayangnya untuk Vezda itu bukan sesuatu yang menyulitkan karena Vezda dengan mudahnya menghancurkan setiap racun dan tanaman yang datang ke arahnya meskipun saat ini dia hanya memiliki satu lengan.


Tidak mungkin. Carlos terkejut karena hanya dengan 1 lengan dan masih berdiam di level 4, Vezda bisa menghancurkan semuanya dengan mudah. Sementara kalau setiap petualang yang ada di sekitar Vezda bergabung pun Carlos masih mungkin bisa menang melawan mereka ber 7.


Vezda terus maju menyerang Carlos hingga Carlos harus terpojok. Sebelum Vezda sempat menebas leher Carlos, Carlos langsung melompat jauh ke belakang dan berdiri di sebuah pilar batu yang tinggi seperti layaknya seekor serangga yang melihat mangsanya berbalik melawan mereka.


“Jangan bercanda! Lenganmu tinggal 1 dan racun sudah di seluruh tubuhmu. Seharusnya kau sudah mati!” Carlos berkata dan langsung melompat ke arah Vezda dengan serangan sabitnya.


Betul, tapi aku tidak akan kalah melawanmu. Vezda pun langsung menyerang Carlos dengan bantuan peledaknya dan serangan itu kembali menghasilkan ledakan yang sangat besar.


“Petualang itu bisa menahan racun sampai ke tingkat dimana harusnya dia mati, tetapi dia masih bisa melawan.” Aleratha berkata dan setiap dari mereka melihat pertarungan yang sangat spektakuler di mata mereka.


“Aku sangat penasaran dengan kekuatan asli petualang itu. Kemungkinan besar kita menduganya telah meninggal karena tidak ada denyut nadi, namun sepertinya petualang itu sepertinya bisa menghentikan jantungnya sendiri.” Laris berkata sambil membunyikan jari telunjuk kanannya.


“Pengaturan pernapasan dan penguasaan tubuh.” Ragnulf berbicara sambil melihat banyak ledakan terjadi di depan matanya.


“Apa itu?” Celia bertanya kepada Ragnulf.


“Kalau kalian bisa mendengarkan nafasnya, dia sangat mengatur nafasnya sampai pada saat ini juga detak jantungnya sangat lambat. Namun, kecepatannya justru semakin cepat.” Ragnulf menjelaskan.


“Kita tidak waktu untuk menonton petualang itu. Siapkan senjata kalian. Alertaha, gunakan sihir penyembuhan. Setelah kita menerima penyembuhan dari Alertaha, kita akan maju dengan cepat.” laris memberikan arahan sambil menyiapkan kedua tombaknya.


Serangan Vezda dan Carlos membuat banyak kerusakan yang cukup parah. Kekuatan mereka sangat besar dan beberapa orang di bagian belakang dapat merasakan getaran dari ledakan serangan Vezda dan Carlos. Namun, stamina Vezda hampir mencapai batasnya karena racun yang masih ada di dalam tubuhnya terus menerus melemahkan stamina miliknya.


“Fire, the guide in the dark. The strength for those who desire. Soon, will come for destruction. The end of all war, the end of suffering, the light in the dark.” Vezda merapal sebuat sihir dan suaranya sangat kecil agar dapat tertutup suara pertarungan dirinya dan Carlos.


CRAAAK


Sial. Rantai penyambung kedua parang miliki Vezda hancur dan Vezda masih terus bertaring dengan hanya memiliki 1 parang. Vezda harus tetap fokus pada pengumpulan mananya sambil bertarung.


“The resonance of scorching flame. Burn every enemy. Ash and dust will be thy reward.” Vezda terus melanjutkan perapalan sihir tersebut.


BOOOM


Serangan itu memberi jarak antara Vezda dan Carlos. Lalu  dari belakang langsung terlihat Celia dan Calia memukul Carlos secara bertubi-tubi, dilanjutkan pukulan dan tendangan dari Ragnulf.


“SAMIR!” Ragnulf menyerang Carlos ke udara dan langusng menghantam kembali Carlos ke tanah dan Samir sudah siap dengan sihir anginnya bersama dengan Bromner.


“Serangga kecil.” Bromner membalikkan tubuh Carlos ke udara setelah menghantam tanah.


“Zephyr! Aster!” Samir menggunakan pedangnya mendorong Carlos hingga ke tembok di sebelah jalan masuk ke lantai 51.


Sial. kekuatan mereka sangat menakutkan dan Vezda sudah menghancurkan pertahananku lebih dulu. Carlos baru saja menghantam tembok dan darah keluar dari mulutnya.


JLEEEB JLEEB!!!


Laris menancapkan kedua tombaknya dari jarak yang jauh dan membuat Carlos tidak bisa bergerak sama sekali. Sebelum sempat Aleratha merapalkan mantra, tiba-tiba dibawah Vezda muncul lingkaran sihir berwarna merah api dan itu adalah lingkaran sihir persis seperti Aleratha.


“My name is Aleratha!” Vezda merapal bagian terakhir dengan sangat lantang hingga terdengar oleh semua garis depan Aliansi Aliviah dan di tangan Vezda terlihat lingkaran sihir yang sama persis dengan lingakaran sihir milik Aleratha.

__ADS_1


Itu sihir milikku. Bagaimana dia bisa menggunakannya dengan cepat? Bahkan Syllia perlu waktu 7 menit untuk mengumpulkan mana agar dapat menggunakan sihir itu. Aleratha terkejut melihat Vezda yang dapat mengeluarkan aura sihir yang sangat kuat tanpa adanya media penyaluran sihir.


Dari pertarungan tadi, dia ternyata merapal dan memfokuskan mana. Jadi, itu kemampuan Overkill yang sesungguhnya? Yvette sialan. Carlos sudah tidak bisa berbicara karena bagian lehernya sudah tersayat dan wajahnya menampakkan sebuah keputus asaan yang amat sangat saat melihat tangan Vezda terangkat tinggi.


“LEEGI TORN!” Vezda menghantamkan tinjunya ke tanah dan lingkaran sihir itu menutupi semua area di bagian depan Vezda lalu membakar kembali semua yang ada di depannya tanpa terkecuali sama persis seperi Aleratha.


ARRRRRRGGGGHHHH!!!!


Sebuah teriakan dari Carlos. Semuanya terkejut karena Carlos masih bisa hidup setelah menerima serangan-serangan seperti itu. Vezda tidak terkejut dan mengangkat kembali parangnya untuk melakukan serangan terakhir.


“Dance of scorching flame.” Vezda melesat ke tempat Carlos keluar dari pilar api dengan sangat cepat.


CRAAAAT!


“Burning Blue Sky!” Vezda menebas seluruh tubuh Carlos dan menghancurkan kristalnya di tempat tepat setelah pilar api mereda.


“Saat aku terlahir kembali, aku tidak akan kalah.” Carlos berkata sebelum tubuhnya berubah menjadi abu dan menghilang.


“Akan kutunggu dengan senang hati.” Vezda berkata dengan pelan.


Ah, sepertinya sudah waktunya. Setidaknya aku bisa mati. Aku tidak perlu berurusan dengan kutukanku. Vezda menjatuhkan pedangnya dan berlutut lalu terjatuh ke samping. Sebelum terjatuh, Aleratha menangkapnya dengan cepat dan menaruhnya perlahan ke tanah.


****


Aleratha bersama dengan Syllia berusaha semaksimal mungkin untuk menggunakan sihir penyembuhan tingkat tinggi untuk membuat Vezda tetap hidup dan menghilangkan semua racun yang ada. Saat genting seperti ini, Samir melihat tas milih Vezda dan isinya adalah beberapa macam ramuan dan suntikan yang berbentuk aneh dengan tabung berwarna hijau dan biru. Samir memiliki perasaan akalu ini dapat membantu Vezda dan langsung membawa tas kecil tersebut kepada Aleratha yang sedang menyembuhkan Vezda.


Aleratha merupakan seorang High Elf yang berarti dia merupakan ras Elf tertinggi dan juga merupakan penyihir terkuat di Kota Femi karena dia adalah satu-satunya penyihir yang dapat memodifikasi sihirnya sendiri dengan menggabungkan, menukar, ataupun menyambungkan mantra dan rapalan dari 8 sihir yang dia miliki. Kali ini Aleratha membuat sihir penyembuhannya sekuat mungkin untuk tetap membuat Vezda hidup.


“Aleratha, aku menemukan  beberapa barang dan ramuan di dalam tas perlengkapannya. Apakah ini bisa dipakai?” Samir memberikan tas milik Vezda kepada Aleratha.


“Dia membuat semacam alat suntik yang menggabungkan ramuan pemulih fisik dan mana yang terpisah.” Aleratha melihat alat injector milik Vezda dan langsung memahami cara menggunakannya.


Alertaha langsung menyuntikkan salah satu injector ke tubuhnya Vezda. Setelah itu, Aleratha melanjutkan penggunaan sihirnya untuk menyembuhkan secara perlahan tubuh Vezda. Karena bantuan pemulih yang Vezda miliki, proses penyembuhan menjadi lebih mudah.


Aku tidak pernah memikirkan kalau dengan ukuran yang tepat, 2 ramuan yang terpisah bisa menjadi pemulih setara elixir jika disuntikkan langsung ke tubuh dan bukan diminum. Alretaha berpikir ini adalah hal yang baru meskipun mereka sudah lama memiliki alat-alat yang Vezda gunakan.


“Bromner, apakah kau pernah melihat bahan pembuat senjata seperti ini?” Laris memberikan salah satu parang milik Vezda untuk dilihat Bromner.


“Ini mirip parang yang Calia gunakan barusan, namun bahan pembuatannya bukan adamantine ataupun titanium.” Bromner memegang parang milik Vezda.


“Kalau benar sesuai dugaanku, ini terbuat dari Mithril kan?” Laris bertanya kepadan Bromner sambil melihat parang itu lebih dekat.


“Betul, hanya saja sepertinya tidak murni. Ada campuran lain karena warna mithril tidak memiliki aksen kehijauan seperti ini.” Bromner berusaha berpikir logam apa yang dimasukkan ke dalam parang tersebut.


“Apapun itu, jangan sampai itu melukai kalian.” Ragnulf datang setelah memeriksa area sekitar.


“Ragnulf?” Laris bertanya kepada Ragnulf yang baru menghampirinya.


“Untuk kalian mungkin jika terluka akan memberikan sensasi panas dan mual, namun kalau petualang dibawah level 4 terkena sayatannya. Itu bisa menjadi masalah serius karena itu akan memberikan rasa panas dan kesakitan yang luar biasa.” Ragnul menjelaskan berdasarkan apa yang dia cium dari aroma logam tersebut.


Dia bukan seorang yang terkenal di Femi, tapi dia dapat mencapai lantai ini dan sayangnya semua teman-temannya meninggal saat melawan Carlos. Laris berpikir sambil melihat tubuh Vezda yang semakin membaik.


“Kondisi kita sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan ke lantai 51 dan kita harus membawa petualang ini ke permukaan. Kemungkinan besar, kita juga terpaksa meninggalkan teman-temannya yang sudah gugur di lantai 51 atau 52.” Laris memberikan perintahnya untuk para garis depan yang ada di sana.


“Dia sendiri.” Ragnulf menyanggah perkataan Laris.


“Tidak mungkin dia sendiri bisa sampai di sini.” Calia berkata kepada Ragnulf.


Kalau dia bisa sampai ke sini sendiri, berarti rumor yang beredar itu benar. Dia tahu tentang rute tercepat menuju lantai yang dalam. Laris berpikiran tentang rumor yang pernah dia dengar sebelumnya di Kota Femi.


“Tidak ada bau siapapun yang aneh. Hanya bau dari beberapa monster dan juga orang-orang di lantai 18.” Ragnulf dapat mencium bau dari setiap makhluk yang ada di sekitarnya.


“Kita akan bahas itu nanti ketika dia sudah sadar. Sekarang kita bawa saja semuanya kembali ke permukaan. Semoga di perjalanan dia bisa sadar karena berarti sejak awal dia yang sudah melawan monster-monster itu. Dia bisa menjadi sumber informasi kita.” Laris berkata dan kembali ke garis belakang bersama yang lain dan Aleratha membawa Vezda di punggungnya.

__ADS_1


***


__ADS_2