
Dalam waktu kurang dari 4 jam, Vezda sudah menyentuh lantai 36. Tentunya dia tidak banyak melawan segala macam monster. Meskipun begitu dia tetap melawan beberapa monster yang menghalangi jalannya. Di lantai 36 yang merupakan lantai aman ini, Vezda membaca petunjuk lagi mengenai lantai-lantai yang akan dihadapi. Setiap lantai sampai ke 36 memiliki rute yang mudah dan konvensional serta rute-rute cadangan yang mudah diingat, namun setelah menginjak lantai 37, dia mengetahui kalau akan ada sesuatu yang berbeda dengan setiap lantai yang ada. Akan sangat sulit mencari jalan utama dan bentuknya semakin mirip dengan labirin yang kompleks.
Meskipun Vezda memahami setiap catatan yang dimiliki petualang sebelumnya, Vezda jauh lebih memahami pola lantai yang ada pada dungeon karena setiap bagian dungeon memiliki sebuah lubang yang bisa diakses dan menjadi lebih cepat untuk turun ke lantai yang lebih dalam. Itulah alasan kenapa Vezda bisa sampai ke lantai 36 dengan waktu yang bahkan kurang dari 12 jam.
8 jam 40 menit di lantai aman 36, lantai aman berikutnya adalah 50. Jaraknya cukup jauh. Perlengkapanku masih cukup untuk datang ke lantai 60 dan kembali. Hanya saja, sepertinya akan sulit. Vezda berpikir sambil menulis dan melihat arloji miliknya.
Rute yang diberikan dari catatan tersebut memang cepat, namun Vezda menggunakan catatan itu bukan untuk mencari rute untuk turun saja, tapi untuk memprediksi dimana ada lubang yang bisa diakses untuk turun ke lantai dungeon yang lebih dalam. Permasalahan berikutnya adalah monster. Monster di jajaran lantai dimana Vezda berada sudah lebih berbahaya dari sebelumnya. Untungnya Vezda menguasai sebuah teknik yang disebut pengaturan pernapasan yang membuatnya bisa terus berlari dalam waktu yang sangat panjang tanpa perlu berhenti dan itu bisa menjadi senjatanya dalam memahami pola serangan monster dan lebih banyak menghindari pertarungan daripada harus melawan.
Sepertinya aku tetap perlu istirahat dulu agar aku memiliki tenaga yang lebih banyak untuk tetap berlari. Vezda berdiam sejanak dan beristirahat dalam bentuk bermeditasi selama 10 menit. Karena menguasai pengaturan pernapasan dan tubuh, Vezda bisa menggunakan waktu 10 menit istirahat itu menjadi sumber tenanga yang cukup untuk beberapa hari kedepan jika diperlukan.
Setelah selesai bermeditasi, Vezda bangun dan mengasah kembali senjatanya sedikit dan mengecek uang semua perlengkapannya sebelum turun lebih dalam. Perlengkapannya saat ini sudah mulai menipis di ramuan pemulih fisik dan mana yang hanya tersisa 8 karena Vezda melawan cukup banyak monster di perjalanan menuju lantai 36. Vezda berencana untuk mengatur kembali penggunaan mananya dan lebih memfokuskan dalam pengaturan nafas. Sebisa mungkin sampai ke lantai 50 untuk mencatat semua yang dia dapat.
***
“Hmm? Kosong.” Vezda berkata pada dirinya sendiri setelah melihat ruangan boss di lantai 37 kosong dan tidak ada apapun.
Tidak ada bos monster di lantai 37 saat itu karena sudah dikalahkan oleh aliansi yang lain dan memiliki jangka waktu hidup kembali yang sangat lama dan Vezda juga tidak tahu kapan sebenarnya Boss Monster akan kembali hidup saat itu. Karena itulah Vezda bisa bergerak leluasa menuju lantai yang lebih dalam meskipun di kedalaman lantai 37 Vezda menemukan banyak sekali mayat manusia yang merupakan para petualang yang gugur. Vezda menyempatkan untuk mengambil apapun yang tersisa agar itu dapat digunakan di lantai yang lebih dalam.
Kalau tidak salah di rute yang sulit, mereka harus melewati sebuah kubah besar berikan monster yang tidak akan ada habisnya. Uroboros Arena jika aku tidak salah. Kalau sesuai dengan pola dungeon seharusnya di dekat sana ada lubang yang bisa aku gunakan untuk turun. Vezda membaca beberapa catatan dari mayat petualang sambil mengingat kembali apa yang sudah dia pelajari.
Uroboros Arena merupakan area dimana monster terus menerus muncul tanpa henti. Berbeda dengan monster parade, Uroboros Arena tidak akan pernah berhenti dan memang sudah menjadi kodrat dungeon lantai 37. Saat monster tidak bisa lagi muncul, mereka akan membunuh sesamanya untuk menciptakan tempat yang baru untuk monster yang lain. Karena hal tersebut, Vezda cukup yakin di sini ada Spesies Abnormal yang memakan kristal dari matinya monster yang lain dan memperkuat dirinya sendiri.
Aku tidak tahu apa yang akan aku temui di sini, namun dalam perjalanan pulang aku harus memiliki cadangan peledak. Bgitulah yang dipikirkan Vezda setelah menjelajahi bagian lantai 37 untuk menuju ke tempat dimana lubang untuk turun itu bisa diakses.
Dengan menggunakan banyak teknik, Vezda dengan sangat mudah mempelajari setiap musuh yang ada sambil terus berlari tanpa henti menuju lantai 50. Dalam perjalannya menuju lantai 50, Vezda sangat konservatif dalam menggunakan kekuatannya dengan cara menghindari pertarungan sebisa mungkin. Tentunya karena Vezda juga menguasai teknik pernapasan yang berasal dari Negeri Timur, Vezda bisa berlari tanpa henti selama berhari-hari dan mungkin akan lebih lama lagi dengan levelnya yang sekarang Berada di Level 4.
“YEEEEEESSSSSS!!!!!” Vezda bersorak dengan sekuat tenaga ketika dirinya mencapat lantai 50 yang merupakan lantai aman.
Tidak ada siapapun di sana, namun kondisi dungeon di lantai 50 ini seperti lantai 18 yang memiliki pencahayaan sama seperti permukaan. Seluruh tumbuhan yang ada seperti spesias yang baru Vezda lihat. Banyak kehidupan binatang juga di sekitarnya dan lebih menjadi sesuatu yang pasif dan tidak akan menyerang. Langsung menuju area yang tidak jauh dari lorong menuju lantai 51. Di dekat situ terdapat sumber mata air yang cukup besar dan dia dapat gunakan untuk keperluan lainnya.
Total waktu untuk sampai ke sini adalah 15 jam 30 menit. Sepertinya ini rekor terbaikku dibanding saat di Kota Araga. Vezda memikirkan banyak hal sambil menyiapkan tempat peristirahatan sederhana hanya dengan alas kain tanpa tenda dan juga api unggun untuk menghangatkan dirinya.
Di Kota Araga, lantai terdalam Dungeon hanya 47 saja dan hanya Vezda yang pernah menginjaknya. Meskipun begitu, Vezda jauh lebih banyak menghampiri lantai dalam tanpa bertarung karena membutuhkan kekuatan dan tenaga untuk kembali ke permukaan meskipun dia sangat cepat dan tahan lama dalam menggunakan teknik pernapasannya.
Vezda menulis banyak hal yang dia temukan di Dungeon sampai lantai 50. Lalu, setelah bukunya penuh, Vezda mengambil buku kedua yang kosong dan mulai menjelaskan dengan detil apa yang ada di lantai 50 dan Vezda berencana menuju lantai yang lebih dalam.
Berkemah sendiri memang selalu jadi hal yang terbaik. Vezda menikmati waktunya sambil memeriksa semua perlengkapan yang dia miliki.
Saat ini Vezda memiliki 15 ramuan pemulih, 12 injector, 15 peledak, syal Titan, Mithril light gauntlet untuk tangan kanan, dan 4 pedang yang memiliki kualitas bagus. Beberapa barang tentu dia jarah dari mayat petualang yang berada di lantai 37.
Kalau dengan perlengkapan tambahan ini, aku bisa masuk lebih dalam. Mungkin sampai 55 atau 52. Vezda membulatkan tekadnya untuk masuk lebih dalam sebagai seorang petualang solo. Meskipun itu sebenarnya adalah bunuh diri.
Setelah selesai beristirahat selama berapa jam, Vezda merasa lebih segar dan siap untuk menjelajah ke lantai yang lebih dalam. Namun, ada perasaan yang tidak enak sekarang. Entah apapun itu, tapi Vezda sangat mengetahuinya kalau hal tersebut bukan hal yang baik.
Bukannya itu adalah alasan kita menjadi petualang dan menaklukan hal tersebut? Vezda bertanya dalam hati saat keraguannya muncul.
__ADS_1
Vezda membulatkan tekadnya dan menuju ke lantai 51. Vezda ingat betul kalau mulai dari lantai ini akan ada serangan dari monster yang sangat kuat dan segala spesies naga akan muncul di lantai ini.
***
Vezda terus berlari sambil mengatur nafasnya dan mengalahkan banyak monster sepanjang jalan. Vezda menelusuri setiap bagian labirin dari lantai 51 dengan lebih seksama, jadi dia menghabiskan banyak waktu di Lantai 51 untuk mempelajari pola serangan beberapa monster yang ada dan juga abnormal species menjadi hal yang normal di lantai 51. Meskipun begitu Vezda tetap menghabisi setiap musuh di lantai 51 tanpa perlu bersusah payah. Dan berjalan perlahan menuju lantai 52. Waktu yang dihabiskan oleh Vezda sendiri di lantai 51 sekitar 12 jam.
Tepat di lantai 52 ada monster yang justru tidak disebutkan oleh petunjuk. Bahkan sampai di lantai 58 tidak ada disebutkan spesies atau jenis monster ini. Vezda mengamati sebentar monster tersebut. Monster tersebut berbasis tanaman berwarna biru kehijauan lalu ada monster yang seperi ulat? Itu bukan pertanda bagus untuk Vezda saat melihat ulat itu memakan monster yang habitatnya di lantai 52. Bahkan jika ada naga, mungkin ulat tersebut bisa melawan naga.
“Bagaimana?” Seorang mengenakan jubah dan masker itu bertanya dan suaranya sangat familiar di telinga Vezda.
“Carlos?” Vezda langsung bertanya dan menyiapkan parang miliknya di tangan kiri dan kanannya.
“Betul sekali. Aku Carlos yang sudah lama mati, tapi aku dihidupkan kembali dan memiliki kekuatan ini.” Carlos berkata sambil membuka topengnya. Carlos adalah mantan anggota Aliansi Yvette yang pergi dan memilih mengembara 2 tahun sebelum kejadian pembantaian Aliansi Yvette.
Vezda mengetahui ada sesuatu yang aneh dalam Carlos. Pastinya manusia akan memancarkan aura seorang manusia dan monster akan memancarkan auranya seperti monster, namun ini ada pertama kalianya dia kembali melihat Carlos dan auranya bukan seperti Carlos yang dia kenal. Aura yang Carlos berikan kepada Vezda adala monster.
Apakah ini mungkin? Bagaimana manusia bisa menjadi monster? Vezda berpikir dengan cepat sambil bersiap untuk melawan.
“Apakah kau masih menjadi manusia?” Vezda akhirnya mengeluarkan pertanyaan itu.
“Tentu saja tidak. Aku menjadi salah satu monster terkuat di dungeon dan spesies baru ini adalah berkat yang kuterima dari-Nya.” Carlos sangat bangga dan menunjukkan tubuhnya yang sudah menjadi seperti tanaman yang ada di sekitarnya.
Nya? Siapa? Tidak mungkin Archon bisa mengubah manusia menjadi monster. Vezda berpikir dengan keras karena Carlos sangat jelas menunjuk seseorang yang menjadi pemimpin Carlos.
“Jika kau berkata hal itu maka kau sudah tidak memiliki rasa kasihan pada petualang yang lain, kan?” Vezda bertanya.
Baiklah. Carlos, sekarang kau adalah musuh. Tatapan Vezda berubah dan dia mulai membangun dendamnya pada Carlos.
“Kalau begitu kau harus mati.” Vezda berkata sambil mengarahkan parangnya ke Carlos.
“HANCURKAN DIA!” Carlos memberikan sebuah perintah kepada semua monster ulat dan menyemburkan cairan yang merupakan cairan asam.
Vezda sempat untuk mengelak, meskipun ketahannya kuat, cairan itu bukan hal yang bagus untuk tubuhnya. Dengan kemampuannya menggunakan kedua pedang di tangannya untuk membunuh ulat-ulat yang menyerangnya, namun setelah 6 ulat pedang yang Vezda gunakan meleleh karena asam. Saat Vezda akan mengambil 2 pedang yang lainnya, tanaman itu meyerang lewat tanah dengan akarnya dengan cara mengikat kakinya dan melempar Vezda sekuat tenaga.
GAHHH!!
Vezda menghantam tembok dan itu sangat menyakitkan. Untuk mempercepat pemulihan, Vezda langsung mengambil 1 injector dan menggunakannya. Tepat sebelum serangan asam akan melelehkannya, Vezda bisa bangkit dan menghindar.
Aku harus menghancurkan Carlos di sini dan sekarang. Kalau tidak, ini bisa jadi hal yang buruk untuk petualang di lantai atas. Vezda memulai keseriusannya dan langsung menyerang Carlos, bukan monster-monster di sekitarnya.
Serangan Vezda ditepis dengan mudah dan mematahkan kedua pedang yang dia gunakan. Carlos lalu menunjukkan tubuhnya dan memperlihatkan kalau tangan Carlos dapat berubah menjadi bilah logam yang sangat tajam.
“Tidak semudah itu, kawan. Kau pikir aku tidak tahu semua trik yang kau miliki?” Carlos berkata dengan penuh percaya diri.
“Baiklah kalau begitu.” Vezda berkata dan mengambil kedua parangnya dan melakukan trik memutarkannya.
__ADS_1
Order & Peace adalah 2 parang utama milik Vezda yang disambungkan oleh rantai di bagian belakang kedua pegangannya. Sejak saat dahulu, senjata Vezda ini bukanlah senjata yang konvensional dan tidak ada orang lain yang menggunakan senjata dengan tipe seperti itu selain dirinya.
“Kemampuanmu itu masih jauh untukku yang dapat memiliki monster.” Carlos meremehkan Vezda.
Secara tiba-tiba, Vezda menyerangnya dengan sangat cepat. Seperti Carlos tidak melihatnya. Carlos dapat menahan serangan bertubi-tubi dari Vezda dan memaksa Vezda kembali turun ke lantai. Lalu Carlos menggunakan monster-monsternya untuk mengepung Vezda dari segala arah. Carlos tidak mengetahui kalau Vezda memiliki peledak khusus.
Sejujurnya ini adalah tempat yang sempurna untuk mencobanya. Vezda mengambil 4 peledak khusus miliknya dan melemparkannya ke atas sambil melopat dan menyat setiap bola peledak itu dengan sangat cepat. Ledaakan yang sangat besar terjadi saat itu juga dan membebaskan Vezda dari tanaman tersebut.
Apa?! Tidak mungkin dia bisa keluar dari perangkap itu. Pemikiran terkejut Carlos itu dapat terlihat jelas di mukanya sambil menutupi mukanya dari ledakan.
Tunggu sebentar dimana dia? Carlos kebingungan karena Vezda menghilang dari pandangannya dan mencoba melihat sekitar, namun tidak ada.
Tiba-tiba Vezda mendarat dari langit-langit tepat di atasnya,namun Carlos sempat menagkis serangannya dan hanya ulat yang dia tunggangi yang hancur menjadi abu. Carlos berhasil selamat dari serangan Vezda.
“Monsternya? Kau mengirim monstermu ke lantai atas?” Vezda bertanya pada Carlos setelah menyadari kalau banyak monster yang meghilang.
“Tentu saja. Aku merasakan adanya makanan di sana. Dan kau…” Carlos menyerang dengan sangat cepat ke arah Vezda dan Vezda sempat menahan serangan Carlos. “Tidak boleh kemana-mana.”
Makanan? Petualang maksudnya? Sial. Aku tidak tahu apakah mereka bisa bertahan melawan monster-monster aneh ini atau tidak. Vezda menahan serangan dari Carlos dan berpikir untuk membuat keputusan.
“Tenang saja. Ini hanya antara kita. Dua teman lama yang saling membunuh.” Carlos berkata dengan semangat sambil menyerang Vezda.
Vezda langsung menendang Carlos untuk membuat jarak antara dia dan Carlos. Meskipun begitu, Carlos dapat menyerang 1 kali dengan bilahnya pada bahu kiri Vezda. Kali ini Vezda harus terus menahan serangan Carlos karena Carlos juga mungkin akan membunuh setiap petualang lain yang datang di lantai 50.
DEG!!!....
Tunggu sebentar. Ini? Racun? Ketahanan racunku sudah E dan racunnya masih berefek. Vezda sejenak terdiam dan langsung terlihat kelelahan karena racunnya sudah mulai menjalar secara perlahan. Injector milik Vezda dapat melambatkan sedikit Racun. 11 injector, berarti aku bisa menahan racun setidaknya 2 hari penuh. Vezda melakukan kalkulasi dengan cepat sambil menggunakan 1 injectornya. Meskipun Vezda bisa bertahan 2 hari dari racun itu, setelah 2 hari racun itu akan membunuhnya secara langsung.
“HAHAHAHAHA.” Carlos tertawa saat melihat Vezda menggunakan injector dan darah keluar dari bahu kirinya.
“Apa yang kau tertawakan?” Vezda berkata sambil membuang bekas injectornya.
“Racunnya sangat ampuh meskipun kamu memiliki ketahanan racun.” Carlos terlihat sangat bahagia.
Vezda langsung menyerang Carlos tanpa banyak berbasa-basi ataupun menanggapi Carlos. Vezda menyerang dengan sangat agresif hingga Carlos hanya bisa bertahan, lalu dengan cepat Vezda melemparkan peledaknya. Tepat sebelum Carlos berlindung menggunakan monster tanamannya, Vezda mengirimkan keempat peledakanya tepat ke sela-sela lantai dan ledakan itu membuat Carlos tidak bisa bergerak untuk sementara. Di balik asap itu, Vezda langsung berlari menuju Lantai 50.
Semoga sempat. Jarak Vezda dengan jalan naik ke lantai 51 tidak jauh, namun dia terkejut melihat monster-monster itu merusak tembok dungeon dan membuat jalan pintas menuju ke arah naik ke lantai 50. Tunggu sebentar. Kalau begini mereka bisa dalam bahaya. Setiap monster fokus untuk menyerang lantai 50 dan tidak ada yang fokus pada Vezda. Karena itu Vezda mulai bergerak di atas monster-monster ulat tersebut.
Saat akan menuju lantai 50, Vezda merasakan sesuatu yang sangat panas dan itu adalah sihir yang sangat kuat. Sihir itu sudah menghabisi setengah dari lantai 50 yang sudah diserang oleh monster tanaman dan ulat itu. Vezda tidak masuk tangga menuju lantai 50 dan menunggu untuk api-api itu mereda.
Apa ini? Kenapa perasaanku tidak enak? Vezda sangat terlambat saat merasakan itu. Lalu tanaman muncul dari belakangnya dan mengeluarkan Carlos dari mulut tanaman tersebut.
“Kau pikir bisa kabur, hah!?” Carlos dengan mudah memotong pergelangan tangan Vezda yang tidak siap dengan serangan itu.
ARRRGGGGHHH!!!
__ADS_1
Teriakan itu tidak mungkin terdengar oleh petualang di lantai 50 yang berdiam jauh dari pintu masuk lantai 51. Lalu Carlos memerintahkan tanaman itu melemparkannya dengan sangat kuat ke lantai 50 hingga sampai ke garis terdepan para petualang itu bertahan.
****