VELT DUNGEON'S STORY - Nephilim's Corruption

VELT DUNGEON'S STORY - Nephilim's Corruption
Chapter 13 - Vezda & Aliviah vs Monster Tanaman


__ADS_3

Siapa itu? Vezda melihat sosok perempuan mengenakan jubah yang menutupi seluruh tubuhnya dan juga kepalanya. Karena bayangan juga, Vezda tidak bisa melihat mukanya dengan jelas.


Vezda berhenti dan memperhatikan sejenak sosok perempuan itu. Perempuan itu hanya berdiam melihat kejadian dan monster yang berkeliaran. Di beberapa tempat, anggota Aliansi Aliviah sudah mulai bergerak, namun para monster masih belum dihentikan dan sosok perempuan itu sepertinya hanya berpaku pada seorang Archon lain yang sedang dikejar monster. Vezda langsung melakukan konfrontasi pada perempuan itu.


“Aku hanya memberimu waktu 5 detik untuk menjawab. Siapa kau dan apakah kau yang melakukan ini semua?” Vezda langsung bertanya setelah mendarat tepat di belakang perempuan itu dan menodongkan parangnya kepada sosok perempuan itu.


“Kukukuku. Memang aku yang melepas monster tersebut, tapi ada baiknya kamu tidak melakukan apapun kepadaku.” Suara itu perempuan itu seakan tidak memiliki perasaan bersalah dan Vezda merasakan aura yang sangat kuat, Archon.


“Archon.” Vezda mengetahui kalau Archon tersebut ada yang melindungi, jadi Vezda bersiap menyerang Archon itu untuk memancing keluar beberapa anggotanya agar bisa mengekspos mereka ke publik.


“Betul aku adalah–.” Belum sempat Archon itu menyelesaikan kalimatnya, parang milik Vezda sudah berada di dekat lehernya.


TRAKKK!!!


Sebuah tombak yang sangat cepat mendarat tepat di sebelah Archon itu dan menghentikan serangan Vezda sesuai dengan yang Vezda perkirakan. Lalu dengan cepat ada 5 petualang level tinggi mengitari Vezda dan juga Archon tersebut.


“Kau berani menyerang Archon kami, maka kau akan menerima hukumannya.” Seorang pria yang merupakan Manusia Kucing berkata dan muncul di depan Archon tersebut sambil memegang tombak yang ternyata adalah miliknya.


“Sebenarnya aku juga penasaran apa kutukan kedua yang akan kudapat setelah membunuh Archon untuk kedua kalinya. Ditambah Archonmu sudah melakukan hal seperti ini, sudah sepantasnya dia menerima hukuman.” Jelas Vezda tanpa ada perasaan takut.


“Kalau begitu maafkan aku. Aku yakin Aliviah akan menjelaskan seluruhnya kepadamu. Jika kamu masih ragu, datanglah bersama dengan Aliviah nanti malam untuk mendengarkan penjelasanku.” Archon itu berkata kepada Vezda.


“Ternyata kalian adalah aliansi terkuat di Kota Femi. Na’ava. Aku harap kamu memiliki alasan dengan tindakanmu. Kalau dalam kejadian ini ada 1 orang saja yang mati, aku sendiri yang akan berurusan denganmu.” Vezda berkata dengan suara yang cukup marah.


“Tenang saja karena semua teman-temanmu sudah turun untuk membantu warga bersama Aliansi Daimon dan Serikat. Kamu tidak perlu khawatir.” Na’ava berkata hal tersebut, namun sepertinya manusia kucing itu tidak mau melepaskan Vezda begitu saja.


Vezda menurunkan parangnya, namun semua anggota elit Na’ava masih bersiaga kalau semisal Vezda akan menyerang lagi Archon mereka. Vezda mengatur nafasnya agar memberikan aura yang lebih tenang.


“Aku ingin mendengar penjelasan Anda nanti, Archon Na’ava. Jadi, aku berharap Anda bisa bersikap kooperatif.” Vezda berkata dengan tenang.


Tidak ada Vajra diantara mereka. Seharusnya Vajra anggota elit juga. Vezda memandang sekitar sambil menganalisis setiap anggota elit Na’ava yang ada di sekitarnya.


“Tentu saja aku akan bersikap kooperatif. Aku juga ingin melanjutkan perbincanganku dengan Aliviah nanti.” Jelas Na’ava dan Vezda menaruh senjatanya kepunggunggunya dan hendak beranjak pergi.


“Kau pikir, kau mau kemana?” Manusia Kucing itu berusaha menyerang Vezda, namun Na’ava berusaha menahannya.


“Glace, turunkan tombakmu. Tidak boleh ada pertarungan apapun antara kita dan Aliansi Aliviah. Ini perintah dari-Ku.” Na’ava memberi perintah pada manusia kucing itu dan dia menurutinya dengan menurunkan tombaknya.


“Aku tetap akan memberikan laporan kepada Archon Daimon. Tapi, aku tidak akan menyebutkan nama Anda. Asalkan aku bisa mendapatkan penjelasan tentang salah satu anggotamu yang tidak ada di sini.” Vezda berkata kepada Na’ava.


“Baiklah kalau begitu.” Na’ava berkata lalu Vezda menundukkan kepalanya untuk menghormati Archon Na’ava dan langsung beranjak pergi untuk membantu anggota aliansi yang lainnya.


Vezda langsung pergi dari tempat tersebut dan melihat semua tempat di sekitar sana untuk menghitung semua monster yang lepas. Jumlahnya ada 15 monster dan semuanya monster biasa yang ditangkap oleh Aliansi Daimon lalu tidak ada monster jenis baru atau monster abnormal. Vezda sudah menghafal setiap tempat pertarungan dan mengamati sudah 14 monster yang dibunuh oleh Celia, Calia, dan Samir.


BOOOM!


Terdengar ledakan, namun lebih tepatnya suara monster yang menghancurkan gedung di sekitar timur dari stadium utama. Vezda sebelumnya sudah melihat kalau Celia menuju area itu. Jadi, Vezda langsung menuju tempat itu dengan cepat. Saat akan menuju ke sana dia melihat Aliviah dan Samir yang juga menuju sumber suara. Vezda terkejut karena monster yang muncul adalah monster tanaman.


Tanaman? Kenapa? Jumlah kandang yang rusak 15 dan hanya 1 yang tersisa, namun tidak mungkin kalau Aliansi Daimon sudah mengetahui hal ini. Vezda berpikir sejenak dan melihat anak kecil akan diserang.


Samir langsung mengalihkan perhatian 1 dari 3 kepala tanaman itu agar tidak mengejar anak kecil tersebut dan Aliviah berlari untuk mengejar anak itu. Vezda langsung mengikuti Aliviah untuk melindunginya.


“Celia, Calia, Syllia, Samir! Kalian fokus di sini! Aku yang akan melindungi Aliviah!” Vezda berteriak dan mereka semua langsung masuk posisi bertarung serta Vezda langsung berlari ke arah Aliviah dan anak kecil tersebut.

__ADS_1


“Dance of Scorching Flame - Scorching Dragon Dance.” Vezda menggunakan teknik untuk menyerang banyak musuh bersamaan, meskipun 4 tanaman muncul untuk menghancurkan Aliviah, serangan Vezda sangat kuat dan semua tanaman yag ada langsung berubah menjadi abu dalam satu kali serangan.


“Vezda, tepat waktu.” Aliviah berkata kepada Vezda setelah mereka aman dari serangan monster tanaman.


“Aliviah, ada yang harus kamu ceritakan padaku nanti. Sekarang masih terlalu sulit untuk berbincang. Kita harus membawa anak itu dulu keluar dari sini.” Vezda memberi arahan kepada Aliviah.


“Baik.” Aliviah menyetujui apa yang Vezda katakan dan mereka bertiga berjalan bersama untuk keluar dari bagian sempit tempat itu.


Vezda menjaga Aliviah dan anak yang dia selamatkan kembali ke tempat Samir, Celia, Calia, dan Syllia. Disana Vezda melihat banyak pecahan es dan sudah menduga kalau Syllia menggunakan sihir es milik Aleratha karena hanya dia penyihir yang ada di tempat.


“Kerja bagus teman-teman!” Vezda memanggil mereka berempat dan melihat Syllia dalam keadaan terluka.


“Kalian juga tidak apa-apa?” Samir bertanya kepada Vezda dan Aliviah.


“Kami tidak apa-apa. Celia, tolong temani anak ini dan cari orangtuanya.” Aliviah meminta tolong kepada Celia untuk menemani anak yang sudah diselamatkan.


“Calia, tolong bawa Syillia untuk melakukan pengobatan.” Vezda meminta tolong kepada Calia.


“Baik!” Mereka berdua langsung melakukan pekerjaan yang diberikan kepada mereka.


“Masih ada 1 monster lagi, tapi aku tidak tahu posisinya ada dimana.” Vezda berkata kepada Samir.


“Dari yang warga sipil bilang, monster terakhir berada di Grotto.” Salah seorang pengawal dari Serikat berkata keapdan Vezda, Samir, dan Aliviah.


“Kenapa harus tempat yang  menyulitkan itu.” Aliviah mulai mengeluh.


“Kalau begitu Samir dan Aliviah bisa menuju ke Grotto untuk mencari monster terakhir. Kalian dari Serikat, langsung kembali membantu Aliansi Daimon untuk membuat semua situasi kondusif.” Vezda memberikan arahan untuk pengawas Serikat, Samir, dan juga Aliviah.


“Aku akan melaporkan kepada Archon Daimon kalau semuanya sudah selesai dan sedikit klarifikasi agar tidak ada kesalahpahaman.” Jawab Vezda kepada Aliviah.


“Baiklah kalau begitu. Kita semua berangkat.” Samir berkata kepada semuanya dan semuanya bergegas menuju tujuannya masing-masing.


Vezda dengan cepat melaporkan apa yang sudah terjadi kepada Archon Daimon, namun tidak memberitahukan siapa yang menjadi dalang dari lepasnya monster yang ada. Saat ini keterlibatan Archon Na’ava masih Vezda rahasiakan sampai pada waktunya bertemu dengan Na’ava sendiri bersama dengan Aliviah untuk mendapatkan penjelasan yang lebih baik dan supaya Vezda mengerti apa yang menjadi tujuan utama seorang Na’ava.


****


The Tower Lantai 30


Vezda bersama dengan Aliviah sampai di sebuah gedung yang merupakan restoran yang paling mahal di Kota Femi. Vezda tentunya menceritakan semuanya yang sudah terjadi dan mengenai alasan kenapa ada monster yang lepas saat festival tadi siang. Saat ini ini tujuan mereka berdua adalah Archon Na’ava. Sebenarnya Aliviah juga tahu kalau hal ini akan terjadi, namun mengetahui hal itu disebabkan oleh Na’ava, Aliviah sangat ingin mengetahui kenapa dia sampai melakukan hal sejauh ini dan hampir membunuh banyak warga sipil di tempat.


“Aku tidak menyangka kalau kamu akan datang bersama dengan anakmu yang manis ini.” Na’ava berkata seakan dirinya penuh dengan tipu muslihat, dan juga sebuah nafsu yang besar.


“Tentunya karena dia yang melaporkan semuanya padaku. Kau sangat beruntung membawa namaku saat itu, kalau tidak, mungkin kau sudah dikirim ke surga oleh Vezda.” Jelas Aliviah.


“Ho, aku juga cukup yakin pastinya anakmu ini dapat mengetahui charm yang aku gunakan hanya dapat dilakukan oleh Archon.” Archon Na’ava berkata hal tersebut seakan tidak memiliki perasaan bersalah.


“Betul sekali. Maka dari itu aku juga memanggilmu karena beberapa hal mengenai hal tersebut dan alasan kau melakukan itu.” Aliviah berkata kepada Na’ava dengan senyumannya yang jahat.


“Aliviah, apa kamu lupa dengan Heavenly item yang kamu pinjam dariku?” Perkataan Na’ava tersebut mengejutkan Aliviah.


“Eh? Kau membahas itu saat ini?” Aliviah terkejut karena barang tersebut pernah dia pinjam dari Na’ava.


“Kalau kamu menutup mata terhadap setiap apapun yang akan aku lakukan kedepannya, Aku akan memberikan barang itu kepadamu dan kamu tidak perlu mengembalikannya lagi.”

__ADS_1


Sial!! Aku lupa kalau aku masih berhutang barang itu darinya. Ini benar-benar diluar dugaanku. Aku harap Vezda tidak akan kecewa kepadaku. Aliviah memulai pikirannya yang aneh terhadap Vezda karena ini pertama kalinya Vezda mendengar hal tersebut.


Archon ini memang sangat lihai dan licik, tapi diplomasi antara mereka sangat kuat dan Serikat juga sangat melindungi Aliansi Na’ava karena mereka adalah aliansi yang dipercaya melindungi Kota Femi dari serangan apapun yang sangat berbahaya. Saat ini Vezda juga tidak bisa melakukan apapun untuk melawannya.


“Jumlah monster yang anda keluarkan berjumlah 15, bukan?” Tanya Vezda setelah sejenak melihat Aliviah yang bimbang dan kebingungan.


“Betul.” Jawab Na’ava dengan singkat.


“Kalau begitu siapa yang mengeluarkan monster tanaman itu dan monster tersebut melukai salah satu anakku.” Aliviah bertanya mengenai monster tanaman yang melukai Syllia saat penyerangan di kota.


“Aku  tidak mengetahui soal monster tersebut. Aku hanya melepas monster yang sudah dimiliki oleh Aliansi Daimon.” Na’ava menjelaskan kepada Aliviah.


“Aliviah?” Vezda beratanya kepada Aliviah sebagai tanda apakan Na’ava berbohong atau tidak.


“Dia tidak berbohong. Benar kalau 15 monster dia yang melepaskannya dan juga monster tanaman itu tidak ada hubungannya dengan Na’ava.'' Jelas Aliviah kepada Vezda.


Vezda sepertinya masih mengaktifakan Overkillnya, sepertinya dendamnya cukup kuat untuk Archon Na’ava. Aliviah dapat merasakan hawa dari Vezda yang tidak seperti biasanya.


“Vezda, untuk berikutnya kamu tidak perlu berurusan lagi dengan Archon Na’ava. Jika kamu  menemukan ada hal aneh yang dilakukan oleh dia dan aliansinya, laporkan saja padaku dan jangan bertindak gegabah. Ini perintah dariku.” Aliviah memberikan perintah kepada Vezda nda Vezda juga tidak mau melawan Aliviah.


“Dimengerti.” Vezda berkata hal tersebut dan Aliviah bisa merasakan kalau Vezda jauh lebih tenang sekarang.


“Lihat, kamu tidak perlu takut lagi dengan Vezda dan bersyukurlah Vezda dapat mengamati seluruh kejadian dengan baik dan kau tidak akan disalahkan karena monster misterius muncul di permukaan.” Aliviah juga kembali berkata kepada Na’ava, tapi Na’ava terlihat seperti wanita polos yang sangat lugu.


“Archon Na’ava, aku ingin bertanya. Kenapa saat aku menyerangmu, semua anggota elit ada di sana selain Vajra?” Vezda bertanya kepada Na’ava dan itu sedikit mengejutkan Aliviah.


Salah seorang anggota elitnya tidak mengawal Na’ava apakah betul dia yang melepaskan monster tanaman itu? Aliviah langsung berpikiran hal tersebut.


“Vajra tidak bertugas saat itu dan saat itu juga aku yakin dia sedang melawan monster yang aku lepaskan. Ditambah dia adalah anakku yang istimewa dan aku memberinya beberapa kelonggaran yang tidak diterima oleh anak-anakku.” Penjelasan Na’ava itu sesuai dengan apa yang sudah Vezda lihat dan jebakan Vezda untuk mengetahui monster tanaman itu dilewati oleh Archon Na’ava dengan mudah.


“Sudah kuduga anda tidak memberitahukan rencana itu kepada Vajra karena Vajra sejatinya berbeda dengan anggota elit yang lain.” Vezda berkata hal tersebut dan Na’aava terlihat bangga melihat Vezda.


“Apa maksudmu Vezda?” Aliviah kebingungan saat Vezda berkata hal tersebut.


“Vajra adalah Shirokame Yui. Singkatnya dia adalah kakak angkatku dan dialah yang mengajarkanku arti pentingnya sebuah kehidupan. Tidak heran Archon Na’ava memberinya hak khusus untuk melakukan kontak dengan banyak petualang lain dari berbeda aliansi untuk menjadi teman ataupun jembatan untuk menghubungi Na’ava.” Penjelasan Vezda itu mengejutkan Aliviah dan Na’ava.


“Apa bukti kalau kamu mengetahui identitas asli Vajra?” Na’ava bertanya kepada Vezda dengan wajahnya yang sangat kagum.


“Dance of Roaring Thunder - Extreme Flash Step. Itu adalah teknik yang Vajra– Yui gunakan kemarin saat menyelamatkan anak kecil. Sejauh yang aku tahu, itu adalah teknik yang hanya dikuasai oleh 1 orang, yaitu Shirokame Yui.” Jelas Vezda kepada Na’ava.


Vezda bukan petualang biasa. Dia memiliki  koneksi dan juga dia memiliki sebuah kekuatan yang mungkin hanya warga di Timur yang banyak menggunakannya. Ditambah pola pikir dan instingnya yang sangat tajam membuat Vezda hampir setara dengan Laris. Saat itulah Aliviah mengetahui potensi, kekuatan, dan bakat yang dimiliki oleh seorang Vezda.


“Betul sekali. Itu adalah Shirokame Yui. Tidak ada yang mengetahui siapa Shirokame Yui hingga saat ini dan dia memang bilang kalau dirinya memiliki seorang adik, namun sudah sangat lama dia tidak bertemu adiknya atau mungkin tidak akan pernah bertemu dengan adiknya lagi.” Jelas Na’ava.


“Kalau begitu, sampaikan salamku pada Yui. Terima kasih banyak dan maaf sudah mengganggu waktumu, Archon Na’ava.” Vezda meminta kepada Na’va dan Na’ava hanya tersenyum.


“Kembali ke topik utama. Lalu kenapa monster tanaman itu bisa ada di sana?” Aliviah bertanya dan kembali serius.


“Aku tidak tahu. Bahkan aku tidak tahu monster apa yang kamu bicarakan dan jelaskan kepadaku.” Na’ava benar-benar tidak tahu mengenai monster tanaman yang misterius tersebut.


Malam itu tidak ada jawaban yang didapat oleh Aliviah dan Aliviah juga paham akhirnya kalau Na’ava tidak ada sangkut pautnya dengan monster tanaman yang misterius tersebut.


****

__ADS_1


__ADS_2