VELT DUNGEON'S STORY - Nephilim's Corruption

VELT DUNGEON'S STORY - Nephilim's Corruption
Chapter 23 - Aliansi Cathur & Misi Investigasi


__ADS_3

Samir akhirnya sampai di lantai 18 dan menuju bar yang diarahkan untuknya. Samir sendiri baru tahu kalau tempat itu adalah bar karena tulisannya tidak terlalu terlihat di sana. Saat masuk, Samir melihat sekitar 14 orang yang sedang duduk sambil menikmati makanan dan minuman yang ada di bar tersebut.


Seseorang di sini akan menjadi kelompokku. Samir berjalan sambil melihat sekitar dan melihat Lilina dari Aliansi Cathur.


“Ah, Samir. Tumben sekali kamu ke sini? Untuk ucapan terima kasih, aku akan membelikanmu minum.” Lilina berkata kepada Samir.


Kursi kedua dari kiri. Samir belum menjawab Lilina dan duduk di kursi yang sudah diberitahu.


“Eh itu kan?” Lilina mengetahui sesuatu.


“Apa ada yang bisa kubantu?” Bartender itu bertanya kepada Samir.


“Aku ingin kentang rebus lada hitam dengan garam.” Samir berkata itu dan paham kalau tidak ada menu itu di daftar dan itu adalah kode.


“HEEEEE?!!!” Lilina terkejut saat Samir berkata hal itu dan Samir melihat ekspresi Lilina.


Tunggu sebentar, berarti semua yang ada di bar ini akan menjadi kelompokku sementara. Samir berkata dan melihat sosok yang cukup terkenal, Racita Al Ferzana atau terkenal dengan sebutan ‘Mastercraft’.


“Lilina, kamu yakin ini bala bantuannya?” Racita bertanya pada Lilina.


“Iya aku yakin karena kodenya disebutkan dengan benar.” Jawab Lilina.


“Jadi kalian juga mengambil misi yang sama?” Samir bertanya.


“Sebenarnya aku didatangi sosok dengan zirah hitam itu dan memberikanku misi ini, tapi karena aku lelah jadi aku tidak ingin mengambilnya.” Lilina belum selesai bercerita.


“Tapi, karena sosok itu mengancam akan memberitahu level aslimu, kau jadi takut dan gemetar lalu terpaksa menerima permintaan itu dan menyeret kami dalam situasi ini.” Racita melanjutkan penjelasan yang sebelumnya tertinggal.


“Maafkan aku.” Lilina meminta maaf kepada Racita.


“Kau seharusnya tetap bersikap dingin dan kita tidak akan berda dalam situasi seperti ini.” Racita kembali menceramahi Lilina.


Apakah Aliansi Cathur ini akan baik-baik saja? Samir sempat berpikir negatif tentang Aliansi Cathur.


“Selebihnya, Perkenalkan ini adalah sebagian dari anggota Aliansi Cathur.” Racita memperkenalkan anggota Aliansi yang akan ikut dalam misi ini.


Garis depan:


Adrian, manusia, senjata: pedang & perisai.


“Salam kenal. Aku yang memimpin di garis depan.” Adrian memperkenalkan dirinya.


Stoner, manusia, senjata: heavy gauntlets.


Blomer, Folkr, Senjata: mace & perisai, dan pedang pendek


“Heh? Kau ‘War Dancer’? Terlihat seperti wanita malam.” Blomer bertanya kepada Samir.


Blorie, Folkr, Senjata: mace & perisai.


“Blomer, jangan seperti itu. Itu tidak sopan.” Kembaran Blomer, Blorie menegurnya.


Naria, dwarf, senjata: dual shield


Garis tengah:


Lilina, Manusia Anjing, senjata: Dagger


Nyllia, Elf, Senjata: Dual Long Sword


Chaleed, Elf, Senjata: Short bow & broad arrow


James, Manusia, Senjata: Long sword


“He, kita bersama dengan ‘War Dancer’? Tetap saja, Racita selalu diam di hatiku.” James berkata sambil memuji Racita.


“Aku harap kamu tidak mati karena itu.” Jawab Lilina


Tiana, Manusia Kucing, senjata: Cambuk


“Wah, cantik sekali.” Tiana berkata kepada Samir.


Garis belakang:


Mira, manusia, senjata: dual dagger, magic sword


“Perkenalkan. Aku Mira, pemimpin garis belakang. Sheryl, ayo perkenalkan dirimu.” Mira mengajak seorang Gadis Folkr yang terlihat lebih muda dari Blorie dan malu-malu untuk memperkenalkan dirinya.


Sheryl, Folker, senjata: Amplified Magic Staff

__ADS_1


“H-Hai. Salam kenal.” Sheryl berkata dengan malu-malu.


Mac O'Neil, Manusia, Senjata: - (carrier)


“Semuanya sudah memperkenalkan diri. Tentunya aku akan memperkenalkan diri secara resmi. Aku Racita Al Farzana. Aku adalah Manusia dengan profesi Alchemist. Senjataku Dagger dan beberapa barang yang bisa membantu kita dalam perjalanan. Aku yang akan memimpin kelompok ini dan memberi komando dari garis tengah.” Racita memperkenalkan dirinya kepada Samir.


“Aku Samir Onofledis. Aku Manusia dengan profesi swordsman. Senjataku Rapier.” Samir juga memperkenalkan dirinya.


“Aku akan menempatkanmu di garis tengah sebagai perbantuan untuk garis depan dan belakng. Apa kamu tidak keberatan?” Racita bertanya kepada Samir.


“Aku tidak keberatan.” Jawab Samir.


“Kalau begitu kita akan menjadi kelompok selama penjelajahan menuju lantai 24. Mohon kerjasamanya.” Racita dan Samir bersalaman.


“Oh iya, yang terakhir. Tolong untuk tidak mengatakan apapun mengenai rahasia kami.” Racita melanjutkan kata-katanya dengan berbisik ke telinga Samir.


Aku harap kelompok ini akan baik-baik saja. Samir mulai berpikiran hal yang buruk yang mungkin akan menimpa kelompok ini.


Setelah mempersiapkan formasi, mereka semua juga mempersiapkan banyak perlengkapan untuk mulai penjelajahan. Barang dan perlengkapan yang mereka beli cukup banyak terutama perangkap dan minyak yang digunakan untuk membakar. Hal ini digunakan karena rute menuju lantai 24 banyak sekali hutan dan jauh lebih mudah untuk membakar monster hutan daripada menghadapinya secara langsung.


Dalam perjalanan, Samir melihat kalau kelompok Aliansi Cathur ini sangat hidup dan mereka sangat menikmati setiap hal di perjalanan. Meskipun awalnya Samir ragu karena kelompok ini tidak terlihat serius sama sekali, tapi justru formasi mereka tidak ada yang berubah. Mereka juga tidak ada kewalahan sama sekali dalam melakukan pengintaian dan melawan monster dalam skala yang kecil.


“Nah, siapa yang mau bertaruh? Jamur di sana adalah jamur sungguhan. Kalau aku benar maka Racita akan–”


“Bakar semuanya.” Racita memberi perintah pada Chaleed sebelum James selesai berbicara.


“Baik.” Chaleed sendiri langsung membakar semua jamur yang ada di depannya dan semuanya adalah monster yang menyamar menjadi tanaman.


“Seperti biasa. James akan selalu kalah dalam taruhan dan akan selalu ditolak oleh Racita.” Lilina mengejek James.


“Dasar anjing sialan.” James berkata sambil dengan tatapan wajahnya yang sedih, namun justru itulah yang menjadikannya hiburan untuk semuanya.


“Teman-teman, bersiap. Ada monster yang berdatangan dengan cepat. Kali ini bersama monster yang terbang dari lubang di atas kita.” Tiana berkata setelah mendengar suara kehadiran monster dari jauh.


“Semuanya bentuk formasi. Lakukan seperti biasa untuk garis depan. Tiana, James, Nyllia, Lilina bersiap memancing musuh yang berterbangan agar menjadi 1. Chaleed dan Sheryl bersiap untuk membuat ‘makanan’.” Racita memberikan arahan untuk setiap bagian dengan cepat.


Mungkin aku bisa lebih mengamati kekuatan mereka sekarang. Kebetulan serangan monster ini lumayan banyak. Ini bisa menentukan sampai dimana kekuatan Aliansi Cathur. Samir berpikir untuk lebih mengamati dan tidak ikut campur dalam menyerang.


“Aku yakin kamu ingin melihat bagaimana kemampuan kami dalam menangani monster yang banyak ini. Jadi, tunggulah di situ dan biarkan kami yang bergerak.” Racita memberikan perintah kepada Samir untuk diam dan mengamati.


Samir melihat kalau koordinasi dan serangan mereka sangat baik. Bagian dari garis depan menghadang monster dan tengah mengumpulkan monster yang berterbangan. Saat waktunya tiba, garis depan membawa monster yang berada di depan segaris dengan monster yang dipancing oleh garis tengah. Setelah itu Racita menyiram semua monster dengan minyak. Lalu Blomer dan Blorie menggunakan serangan mereka untuk memukul monster yang di bagian depan agar tidak memiliki kesempatan kabur. Saat semuanya sudah selesai, Sherly juga selesai merapal sihirnya. Elemen api seperti laser yang sangat kuat itu membakar semuanya yang ada di hadapannya. Dengan bantuan dari minyak yang sudah dilempar oleh Racita, semua monster terbakar habis dan itu terjadi dengan sangat cepat.


“Apakah kamu sedang menilai kami, Samir? Kami semua berada di level 4, hanya Blomer dan Blorie yang masih di level 2.” Lilina berkata kepada Samir yang melihat semuanya.


“Ah iya kalau itu aku sudah paham dari setiap gerakan kalian. Untuk Racita sendiri meskipun masih level 4, menurutku dia sangat kuat.” Samir berkata kepada Lilina.


“Aku berterima kasih dengan pujian itu. Lalu itu adalah demonstrasi kelompok kami. Apapun penilaianmu itu adalah hasil dari yang kamu amati.” Racita berkata kepada Samir.


“Lalu bagaimana denganku? Aku ingin sekali dipuji oleh Racita.” James langsung berkata sambil mendekatkan tubuhnya pada Racita.


“Kalian berperan dengan baik dalam kelompok. Pertahankan itu. Termasuk kamu, James. Kerjamu bagus sekali.” Racita berkata kepada James meskipun dengan wajah yang sangat serius. Untuk James sendiri dia sangat senang hingga Samir bisa melihat pola hati di mata James.


“Tentu saja kami juga tidak mau menjadi penghambat untukmu, War Dancer.” Chaleed berkata kepada Samir sambil mengambil kristal dari tubuh monster yang sudah mati.


Hal itu sebenarnya membuat Samir lega karena sebenarnya Samir sangat mengkhawatirkan mereka karena terlihat biasa saja dan membuat terlalu banyak kegaduhan di tempat yang bisa dibilang sangat rawan Monster Party. Tentunya sebagai petualang tingkat tinggi, Samir memiliki tanggung jawab melindungi petualang yang memiliki level yang lebih rendah darinya.


“Semuanya, kita akan beristirahat dulu di tepi jalan menuju lantai 24. Tetaplah bersiaga.” Racita memberikan perintah kepada semua anggota kelompok.


Semuanya beristirahat dengan menempati sebuah bagian di dalam dungeon yang memang bisa memunculkan binatang. Mereka terlahir dari tembok dungeon sendiri dan memiliki interval yang berbeda dalam melahirkan dungeon. Jika merusak bagian dungeon dengan tepat dan sesedikit mungkin, itu bisa menghentikan waktu untuk melahirkan kembali monster yang baru.


“Kalau kita bisa menghancurkan tembok dungeon sambil melakukan perjalanan, mungkin akan lebih mudah karena tidak akan ada monster yang muncul.” Stoner berkata kepada Blorie dan Adrian.


“Eh? Itu bisa jadi ide yang bagus.” Blorie sepertinya baru terpikirkan juga hal tersebut.


“Tidak. Itu justru ide yang buruk. Pernah ada yang melakukan itu di lantai 7 dan hanya dalam beberapa jam mereka kelelahan dan kehabisan perlengkapan karena terus menerus menggunakan senjata mereka untuk menghancurkan tembok dungeon.” Jelas Adrian.


Samir memperhatikan juga banyak percakapan yang lain sambil menikmati makanannya. Samir melihat kalau memang betul Aliansi Cathur terasa sangat hidup dan mereka juga sangat siaga dalam melakukan pekerjaan mereka.


“Ngomong-ngomong, Lilina dan Aliansi Cathur sudah mencapai lantai berapa untuk rekor terdalam? Secara resmi kalian sudah mencapai lantai 19, bukan?” Samir bertanya kepada Lilina.


“Kami sebenarnya sudah mencapai lantai 40 sebenarnya.” Jawab Lilina dengan santainya.


“Kalian ternyata sudah menyembunyikannya lebih jauh dari yang aku kira. Tapi, dengan jumlah petualang sebanyak ini bukannya terlihat sangat mencurigakan?” Tanya Samir.


“Itulah Archon kami. Archon Cathur membantu kami dengan membuatkan peralatan yang membuat kita tidak terlihat dan–”


“Lilina.” Hanya keluar 1 kata saja dari mulut Racita dan Lilina langsung terdiam.


“Maafkan aku.” Jawab Lilina.

__ADS_1


“War Dancer, bagaimana menurutmu tentang misi yang kita terima ini?” Racita bertanya kepada Samir.


“Apa maksudnya?” Samir tidak begitu mengerti dengan maksud pertanyaan Racita.


“Lilina sudah memberikan detil dari misi yang kita terima memiliki hubungan dengan penyerangan di Underground City dan juga fetus aneh yang terdapat pada sebuah kubus kaca dan ini kemungkinan memiliki hubungan dengan penyerangan tersebut. Apakah kita sebenarnya sudah masuk dalam lingkup misi yang sangat berbahaya?” Pertanyaan Racita itu memngubah ekspresi Samir menjadi lebih serius.


“Iya.” Samir menjawabnya dengan singkat.


“Sepertinya kita semua sudah ikut campur dengan urusan yang sangat menyusahkan.” Racita berkata hal tersebut dan Lilina terlihat merasa bersalah karena menerima misi ini.


“Ini menjadi masalah kita semua sekarang. Lilina, kamu tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri. Dalam kelompok, kita semua berbagai kesulitan, kemudahan, kemenangan, dan kegagalan.” Jelas Racita dan beranjak untuk kembali mengawasi area luar dari tempat mereka beristirahat.


Setelah semuanya beristirahat, Kelompok Racita melanjutkan perjalanan menuju lantai 24. Mereka dengan mudah mengalahkan banyak monster di perjalanan dan sampai menuju tempat yang dituju. Sekitar 3 kilometer dari tempat yang dituju, yaitu sebuah ruangan yang memiliki inti kristal yang memberikan makanan untuk para monster agar dapat bertahan hidup kalau mereka tidak dapat membunuh dan mengkonsumsi manusia. Sayangnya tidak semudah itu.


“Serius? Ini lebih terlihat seperti koloni semut dibanding monster.” Chaleed berkata kepada yang lain sambil melihat banyak sekali monster yang jumlahnya seperti koloni semut.


“Aku tidak mau berurusan dengan monster sebanyak ini. Bagaimana Racita?” Lilina bertanya kepada Racita.


“Tentu saja kita harus menghabisi mereka. Sherly siapkan–”


“Biar aku yang mengurusnya.” Samir berkata kepada mereka sebelum Racita menyelesaikan perintahnya.


“Tunggu. Kita harus menolongnya.” Lilina hendang lompat, taetapi ditahan oleh Racita.


“Kita lihat bagaimana kekuatannya. Bagaimana perbedaan kekuatan dari seorang level 6 seorang petualang tingkat tinggi.” Racita berkata kepada Lilina.


Tentu saja saat Samir turun, semua perhatian monster tertuju padanya. Untuk Samir sendiri melawan monster sebanyak ini bukan masalah mengingat dia sendirian membantai monster di bagian khusus lantai 37 sendirian. Namun, kali ini tekadnya tidak akan menggunakan kekuatan Zephyr miliknya dan hanya menggunakan kemampuan pedangnya saja.


Semua monster yang mengalihkan perhatiannya kepadaku ada 90. Monster yang menyerang di bagian depanku ada 7 dan itu akan memberi kemudahan untukku melawan mereka semua saat aku sudah mengalahkannya. Menghindar tidak perlu dilakukan. Indera Samir jauh lebih tajam saat berada di level 6 dan pemikirannya menjadi sangat cepat. Hanya sepersekian detik dan dia sudah paham apa yang harus dilakukan.


Samir dengan cepat membunuh 7 monster di awal dan membuka celah untuk membunuh 15 monster berikutnya. Karena sangat cepat, gerakan Samir hampir tidak terlihat. Lalu Samir melihat 2 mayat petualang yang tidak sempat melarikan diri dan harus tewas.


BUUUUGH!!!


Serangan monster yang menggunakan senjata alami menghantam Samir dari belakang, namun Samir tidak merasakan berat sama sekali dari menahan serangan tersebut.


“Kekuatan fisik dikonfirmasi sudah bertambah.” Samir berkata dan langsung membunuh 8 monster yang mengitari dirinya sambil membawa mayat petualang itu ke pinggir tebing.


“Jumlah monster sekitar 400. Kalau begitu, sekarang aku akan melakukan tes ketahanan.” Samir berkata dan langsung melesat membantai semua monster.


Tidak sampai 15 menit seluruh monster yang ada di area itu sudah habis dan hanya tersisa banyak batu kristalnya dan beberapa Item Drop dari monster-monster yang sudah dibunuh. Tanpa adanya kesulitan yang berarti, tanpa adanya serangan yang dia terima, tanpa menggunakan kekuatan Zephyr, dan tanpa adanya rasa takut Samir sudah membantai dan membersihkan area itu dengan sempurna.


“Tunggu sebentar. Dia membantai semua monster dengan mudah.” Nyllia berkata sambil terkejut melihat perbedaan kekuatan mereka.


“Kalau dilihat seperti lelucon pasti semua monster itu memang akan dengan mudah dihabisi.” James juga mengatakan pendapatnya.


“Sepertinya kita tidak dibutuhkan.” Tiana berkata.


“Bagaimana kalau hal ini dilimpahkan saja kepadanya dan kita pulang?” Blomer berkata kepada Racita.


“Tidak. Kita harus menyelesaikan misi ini bersamanya.” Jawab Racita.


Jadi inilah kekuatan dari level 6, Petualang Tingkat Tinggi. Racita pertama kalinya melihat kekuatan Samir dengan mata kepalanya sendiri.


“Meninggalkan banyak kristal seperti ini tidak akan menghasilkan apapun yang baik. Ambil semua Kristal dari monster dan tetap waspada.” Racita memberikan perintah dena semua anggota mengambil dan mengumpulkan kristal yang terjatuh dari monster-monster tersebut.


“Hebat sekali. Samir, apakah kamu membutuhkan ramuan pemulih?” Lilina bertanya sambil menghampiri Samir.


“Tidak. Aku baik-baik saja dan aku tidak merasa kelelahan sama sekali.” Samir berkata kepada Lilina.


“War Dancer, itu adalah pertarungan yang menakjubkan.” Racita memuji Samir.


“Terima kasih banyak.” Samir menerima pujian tersebut.


“Kalau begitu kami akan memberikanmu sebanyak mungkin ramuan pemulih untukmu.” Racita berkata kepada Samir.


“Kalau begitu aku akan menerimanya dengan senang hati.” Samir berkata kepada Racita.


Saat mereka berbincang sambil menjaga kelompok mengumpulkan kristal dari monster, Lilina memeriksa peta untuk mencari tahu keanehan dari monster yang terlihat seperti menuju 1 tempat secara bersamaan seperti binatang yang bermigrasi.


“Racita. Kalau kita mengikuti peta, monster ini justru menjauh dari tujuan kita.” Lilina menghampiri Racita dan Samir sambil memperlihatkan peta lantai 24.


“Kalau begitu tujuan kita memiliki alasan yang lebih jelas. Kita akan melakukan investigasi secara penuh tentang apa yang sedang terjadi di Feeding Zone tersebut.” Racita berkata sambil melihat ke arah sektor yang akan menjadi tujuan mereka.


“Apakah ini hanya akan menjadi investigasi saja dan mungkin hanya sebuah kejadian abnormal biasa?” Lilina bertanya kepada Racita.


“Tidak mungkin sesederhana itu.” Jawab Samir.


Tamer itu pasti menjadi dalang kejadian ini. Tapi, aku tidak yakin apa yang sebenarnya dia lakukan sekarang. Pastinya mulai dari sekarang, aku harus lebih waspada bersama dengan kelompok ini. Samir mulai memikirkan kemungkinan yang akan terjadi berikutnya.

__ADS_1


***


__ADS_2