VELT DUNGEON'S STORY - Nephilim's Corruption

VELT DUNGEON'S STORY - Nephilim's Corruption
Chapter 5 - Vezda & Aliansi Aliviah #1


__ADS_3

Malam sudah datang dan seluruh anggota ekspedisi Aliviah sudah sampai kembali di lantai 36. Tenda sudah disiapkan dan semuanya sudah beristirahat, kecuali Aleratha. Aleratha sudah menyuruh Syllia untuk beristirahat dan saat ini Aleratha yang mengawasi semua petualang yang terluka dan terkena racun termasuk dengan Vezda yang merupakan korban yang paling parah kondisinya.


Oh tidak. Aku terlalu banyak menggunakan sihir penyembuhan. Aku tidak membawa ramuan pemulih dan sepertinya aku akan pingsan karena mana deficiency. Aleatha Berusaha menahan tubuhnya sebelum pingsan ke arah pinggir di tenda dimana Vezda dirawat, namun tubuh Aleratha sudah tidak kuat dan akhirnya terjatuh pingsan menghadap Vezda.


Aku masih hidup. Vezda membuka matanya dan perlahan bangun ke posisi duduk. Tubuhnya masih sangat berat dan rasa sakit masih sangat terasa di tubuhnya.


Eh? Dia pingsan? Vezda terkejut melihat ada seorang High Elf yang tertidur di sampingnya. Vezda masih belum tahu kalau High Elf tersebut adalah Aleratha karena Vezda hanya melihat sekilas kalau dia adalah High Elf dari rambutnya.


Untung hanya mana deficiency. Maafkan aku, Elf. Vezda memeriksa nafas yang keluar dari mulut dan hidung Aleratha dan dengan sangat hati-hati Vezda mengangkat tubuh Aleratha ke alas tidurnya dan membaringkannya dengan sangat hati-hati lalu memberinya selimut. Vezda memang agak kesulitan karena lengan kirinya sudah  tidak ada dan harus mengandalkan 1 lengan saja.


Setelah itu Vezda langsung mengambil tas miliknya yang ternyata dibawa juga bersama dirinya di dalam tenda itu. Lalu Vezda memeriksa beberapa barang milik nya sudah banyak yang digunakan dan untuknya kedua bukunya masih utuh dan langsung mengambil salah satu bukunya untuk ditulis dengan semua yang baru saja terjadi dan semua hal yang berhubungan dengan monster tanaman dan ulat tersebut.


Carlos ternyata sudah mati di sini. Pantas dia tidak mengirim surat apapun kepada kami. Namun, aku merasakan pertemuan dengan Carlos saat ini adalah sebuah mimpi buruk yang paling tidak aku prediksi. Vezda menulis semua informasi yang dia miliki tentang siapa Carlos, monster tanaman dan ulat berwarna biru dan setiap kristalnya yang berwarna beda. Saat terakhir sekali Vezda menebas Carlos, dia juga melihat kalau Carlos memiliki kristal yang sama dengan monster-monster tersebut.


Saat Vezda selesai menulis dia melihat wajah High Elf tersebut. Ciri khas High Elf adalah rambut dan matanya yang berwarna hijau bagaikan daun. Tentunya Vezda sedikit memerah pipinya saat melihat sosok wanita yang sangat cantik di depannya. Ya Vezda masih seorang laki-laki dan dia sedang berhadapan dengan wanita dan bukan dalam keadaan bertarung. Saat itu juga dia mengingat kalau sihir milik High Elf yang dia gunakan terdapat nama penggunanya, Aleratha.


Kalau tidak salah dia adalah Aleratha yang memiliki sihir Leegi Torn dan dia seorang High Elf, tapi entah kenapa perawakannya serupa dengan Ailas. Apapun itu, bukan hal aneh kalau sihirnya sangat kuat. Aku juga terkejut kalau aku masih bisa berdiri setelah menggunakan sihir itu. Bahkan aku saja tidak bisa menggunakan Extinction Ray jika aku tidak dalam keadaan Overkill. Vezda berpikir sejenak lalu kembali membaca catatannya yang baru selesai dia tulis dan bersandar di tiang tenda. Vezda melihat sebentar keluar dan kondisi sudah sunyi senyap dan ada beberapa penjaga yang berlalu lalang. Vezda berpikir ada baiknya untuk tetap diam di tenda dan beristirahat.


Vezda perlahan terlelap sambil memeluk catatannya. Karena masih cukup lelah, Vezda langsung tertidur cukup pulas dan tidak mendengarkan sekitar lagi dan merasa sudah aman. Diam-diam, Laris mengintip ke dalam tendanya dan melihat kalau wakilnya sedang tertidur. Laris sudah paham kalau Aleratha pasti akan terkena mana deficiency. Laris hanya tersenyum melihat posisi tidur Vezda yang sudah berubah. Tidak berkata apapun, Laris langsung meninggalkan tenda tersebut dan melanjutkan patrolinya.


****


“AAAHHH!” Aleratha tiba-tiba berteriak dan langsung bangun ke posisi duduk lalu melihat ke arah kanan kalau Vezda sudah melihatnya dengan tatapan terkejut.


“Apa anda baik-baik saja?” Vezda Bertanya dengan sangat sopan kepada Aleratha karena dia tahu Aleratha  seorang High Elf.


“Tunggu sebentar kenapa aku bisa terlelap di tempat tidurmu?” Aleratha bertanya kepada Vezda.


“Anda tadi malam pingsan karena mana deficiency. Jadi, saya mengangkat anda ke tempat tidur saya dan saya tidur sambil bersandar di sini.” Vezda berkata dan duduk dengan posisi berlutut agar terlihat sopan dan setelah Vezda memberitahu hal itu, Aleratah menjadi malu dan wajah memerah.


“Terima kasih banyak. Aku sangat berhutang padamu, Vezda.” Aleratha berkata kepada Vezda setelah menghela nafas.


“Saya yang seharusnya bicara hal tersebut pada tim anda.” Vezda berkata sambil tertunduk.


“Kamu tidak perlu terlalu formal seperti ini, Vezda. Aku memang High Elf, tapi aku tidak merasa lebih tinggi dari orang maupun ras lain.” Aleratha berkata kepada Vezda untuk tidak terlalu formal kepadanya.


“Kalian sudah bangun?” Samir tiba-tiba masuk untuk melihat ke dalam tenda.


“Iya. Aku sudah jauh lebih baik, Samir. Aku dan Vezda akan menuju tempat Laris untuk memberikan laporan sebentar lagi.” Aleratha menjawab Samir.


“Baiklah kalau begitu.” Samir berkata dan pergi tanpa ada ekspresi apapun.


Vezda sedikit terdiam karena melihat sosok Samir seperti boneka,  meskipun dia tahu kalau Samir manusia. Entah kenapa Vezda tidak merasakan adanya ekspresi lain dan hanya merasakan sebuah keinginan yang sangat dalam.


“Kamu sudah bisa berdiri?” Aleratha berkata dan berdiri sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Vezda.


“Ah, iya. Aku sudah bisa berdiri.” Vezda memegang tangan Aleratha dan berdiri.


“Ayo kita menemui Laris. Dia memberikan perintah agar  kamu melapor padanya bersamaku.” Aleratha mengajak Vezda keluar tenda dan Vezda melihat semua anggota Ekspedisi Aliviah.

__ADS_1


Vezda tidak tahu kalau itu adalah ekspedisi Aliviah karena Vezda sebenarnya baru saja sampai di Kota Femi  dan tidak mempelajari atau mengetahui aliansi-aliansi yang ada di sana. Sebenarnya orang-orang yang berada di Aliansi Aliviah cukup terkenal di kalangan publik Kota Femi, namun karena sekali lagi Vezda baru sampai di Kota Femi itu adalah hal yang tidak Vezda ketahui.


Vezda juga memperhatikan setiap petualang yang ada di sana. Beberapa dari mereka ada yang masih terluka dan beberapa yang lain sibuk menyiapkan makanan dan senjata untuk kegiatan pagi hari dan perjalanan menuju permukaan. Tanpa sadar, dia sedikit tersenyum melihat kegiatan-kegiatan petualang itu yang mengingatkan dirinya pada aliansinya yang dulu saat melakukan ekspedisi.


“Ayo, mari kita masuk.” Aleratha mengajak Vezda masuk ke tanda yang paling besar terletak di dataran yang lebih tinggi dari yang lain.


Saat Vezda masuk, terlihat 2 orang yang lain sudah menunggu. Ada seorang Dwarf dan Folkr. Vezda berpikir sementara dalam benaknya kalau mereka bertiga sepertinya adalah petualang yang paling elit di Aliansi tersebut mengingat kemampuan mereka bertarung di lantai 50 bukan hal yang dapat dilakukan oleh petualang biasa di level 4.


“Selamat datang kembali Aeratha. Apakah tidurmu nyenyak?” Bromner bertanya pada Aleratha sambil tertawa dan Laris hanya tersenyum melihatnya.


“Berisik, Bromner. Aku terkena mana deficiency.” Aleratha berkata kepada Bromner sambil dengan muka yang kesal.


Vezda merasakan  kalau mereka bertiga memang sudah bekerja sama sangat lama dan juga saling membantu satu sama lain. Mereka bertiga terlihat sangat akrab dalam candaan mereka satu dengan yang lain. Namun, ini adalah pertama kalinya Vezda Melihat Ras Folkr secara lansgung karena di Kota Araga tidak pernah ada ras Folkr yang datang kesana.


Folkr ada ras seperti manusia, namun mereka memiliki fisik yang pendek seperti akan manusia yang memiliki tinggi maksimal 150-160 cm saja. Jika dalam tingkat ras, Folkr lebih lemah dari Dwarf dan Elf namun lebih kuat dari manusia. Manusia sendiri diklasifikasikan sebagai ras terlemah, namun bukan berarti mereka tidak bisa melampaui ras yang lain.


“Mohon maaf kalau aku sudah merepotkan kelompok ekspedisi kalian. Perkenalkan, aku Vezda Fenias.” Vezda memperkenalkan dirinya kepada Laris, Bromner, dan Alertaha  secara resmi.


“Sebuah perbuatan menyelamatkan Wakil Kapten adalah sesuatu yang kami semua belum bisa bayar kepadamu, Vezda.” Laris berkata kepada Vezda.


“Anak muda, kamu baru menyelamatkan penyihir terkuat yang kami miliki. Tidak mungkin kami bisa meninggalkanmu di sana dalam keadaan yang mengenaskan. Jadi, kami yang berhutang banyak padamu.” Bromner menjelaskan kepada Vezda.


“Setidaknya kau memperkenalkan dirimu dulu, Bromner.” Aleratha berkata kepada Bromner karena langsung berbicara tanpa memperkenalkan dirinya.


“Ayolah, tidak mungkin dia  tidak mengenal kita. Semua orang di Kota Femi mengenal persis kita bertiga.Hahahaha.” Bromner berkata dan tertawa.


“Ah, sejujurnya aku baru sampai di Kota Femi dan aku juga tidak tahu siapa kalian, tapi aku paham kalian bertiga berada di level 6. Lalu aku tidak tahu berapa lama aku pingsan, namun aku ingat betul saat aku masuk lantai 52, aku sudah melalui perjalanan sepanjang 36 jam atau 1 setengah hari.”  Vezda menjelaskan dan mereka bertiga terkejut.


“Kalau begitu salam kenal, Vezda. Aku akan melanjutkan mengenai hal sebelumnya. Kamu tertidur selama 4 hari dan waktu tersebut adalah waktu yang diperlukan untuk menuju lantai 36 dari lantai 50 dan begitu juga sebaliknya. Lalu memerlukan 3 hari tambahan untuk menuju lantai 18.” Laris menjelaskan kepada Vezda dan Vezda kembali dengan gestur berpikirnya.


“Berarti aku baru berada di Kota  Femi ini sekitar 5 hari hampir 6 hari.” Vezda menjelaskan kepada Laris.


Bagaimana dia bisa mencapai lantai  50 dalam waktu kurang dari 1 hari dan seorang diri dan  itu dilakukan sesaat dia baru menginjakkan kaki di Kota Femi? Aliansi seperti kita pun membutuhkan waktu 1 minggu untuk sampai ke lantai 50. Laris berpikir sebentar karena dia mengingat sesuatu tentang mitos jalan rahasia di dalam dungeon yang dapat mempercepat  petualang menuju lantai yang dalam.


“Apa kamu menggunakan sebuah jalan yang sempat menjadi sebuah pembicaraan? Rute mitos yang membawa petualang ke lantai yang dalam.” Laris bertanya kepada Vezda.


“Aku tidak tahu apa itu, tapi sebelum aku ke Kota Femi ini, aku sudah mengetahui sebuah rute dimana ada lubang-lubang yang tersembunyi dan hanya bisa dilalui oleh 1 petualang saja. Meskipun aku baru di Kota Femi dan menjelajah dungeon ini, tapi di tempat dungeon sebelumnya juga memiliki struktur yang serupa. Jadi, aku hanya mengikuti instingku saja.” Penjelasan Vezda mengejutkan mereka bertiga.


“Lalu bagaimana kamu dapat  melawan semua monster lantai yang dalam sendirian padahal statusmu masih level 4?” Aleratha bertanya karena beberapa lantai di bawah lantai 30 terdapat bagian dungeon yang memiliki monster sangat banyak.


“Tentu saja aku tidak banyak melawan. Aku hanya terus berlari dan menghindar sambil memperhatikan dan menghafal gerakan musuh.” Vezda menjelaskan bagaimana dia melewati musuh dan tidak banyak melakukan pertarungan.


“Kalau kamu sudah bisa melakukan itu, berarti kamu memiliki kemampuan ‘run’ bukan?” Tanya Aleratha kembali.


“Iya betul. Kemampuan ‘run’ milikku sudah di tingkat A. Terkadang di Dungeon lamaku, aku sering ke lantai dalam sendirian untuk menyelesaikan tugas dari serikat yang hanya membawa barang-barang spesifik.” Vezda menjelaskan kenapa dia lebih sering kabur dibanding melawan.


Tetap tidak masuk akal. Meskipun memiliki kemampuan ‘run’ hingga tingkat A, seharusnya dia tidak bisa mencapai lantai 50 dengan cepat. Namun, hal pasti adalah Vezda sudah bisa berlari dan seakan sangat paham dungeon yang ada di Kota Femi meskipun baru masuk ke Kota. Kemungkinan besar dia berasal dari Kota Araga. Laris berpikir sejenak setelah mendengarkan penjelasan dari Vezda.


“Vezda, siapakah Archon-mu?” Laris bertanya kepada Vezda karena dia cukup yakin bahwa dirinya, Aleratha, dan Bromner tidak mengetahui dari Aliansi mana Vezda berasal.

__ADS_1


“Untuk pertanyaan itu, aku belum bisa menjawabnya. Sejujurnya akan aku jawab saat aku sudah menceritakan seluruh hal tersebut kepada Archon Aliviah. Aku sebenarnya lupa kalau aku harus menyampaikan hal ini padanya dan malah masuk ke dalam dungeon.” Jawaban Vezda mengejutkan mereka bertiga.


“Nak, kami adalah Aliansi Aliviah.” Bromner berkata kepada Vezda.


Saat itu Vezda terkejut karena selama ini dia bersama Aliansi Aliviah dimana Archonnya adalah tujuan utama dari perjalanannya ke Kota Femi. Vezda sangat senang dan menghela nafas karena dia setidaknya mendapatkan harapan untuk bertemu dengan Archon Aliviah.


“Kalau begitu, apakah aku boleh bertemu dengan Archon Aliviah? Ini akan jadi hal yang bagus karena aku tidak perlu bercerita 2 kali tentang diriku.” Vezda memohon kepada Laris.


“Sejak awal, aku memang akan membawamu menghadap Aliviah dan setidaknya kamu diberikan sesuatu yang setimpal setelah menyelamatkan sebagian besar dari kami.” Laris berkata kepada Vezda.


Sepertinya aku tidak perlu memaksa anak ini mengatakan semuanya. Aku sangat berharap informasi darinya, namun lebih baik nanti saja. Kita fokus untuk ke permukaan terlebih dahulu. Laris hanya tersenyum di hadapan Vezda dan tampaknya Laris juga mempercayai Vezda.


“Kalau begitu kita akan ke permukaan bersama. Kamu tidak perlu memaksakan diri untuk ikut bertarung bersama kita dan kamu bisa berdiam di barisan belakang. Aleratha akan bersamamu juga untuk mengontrol kondisi fisikmu.” Laris menjelaskan kepada Vezda.


“Aku mengerti. Sampai permukaan nanti, aku akan mengikuti perintahmu.” Vezda berkata kepada Laris.


“Baik. Kalau begitu semua sudah selesai. Kita semua akan berangkat setelah sarapan. Jadi, bereskan seluruh perlengkapan. Bromner, beritahu yang lain untuk sarapan dan menyelesaikan semua perlengkapan. Aleratha, setelah selesai menyelesaikan tempatmu bergabunglah bersama Vezda.” Laris memberi perintah kepada Bromner dan Aleratha.


“Ah, sebelum itu. Aku ingin memberikan buku ini.” Vezda memberikan sebuah buku yang berisikan catatan tentang monster yang mereka hadapi di lantai 51.


“Buku apa ini?” Laris menerima bukunya dan membaca buku tersebut bersama Aleratha dan Bromner.


Buku ini? Informasi yang dia dapatkan dari melawan berbagai monster dari lantai 45 sampai 52 termasuk dengan spesies monster yang baru dan juga informasi mengenai Carlos dan orang-orang semacamnya. Laris terkejut melihat informasi itu semua.


“Itu adalah informasi mengenai setiap monster yang aku temui dalam perjalanan menuju lantai 50. Aku hanya akan memberikan buku tersebut karena aku sudah mencatat setiap detil dari monster yang baru. Aku baru menulisnya tadi saat menemani Aleratha.” Vezda mengatakan hal tersebut.


Melebihi ekspektasi. Karena sudah menerima informasi, ada baiknya kita kembali ke permukaan dulu dan membahas hal ini bersama. Laris berpikir untuk lebih tenang.


“Laris, kita bahas itu nanti saja. Sekarang ayo kita menyelesaikan perkemahan ini dan kembali ke permukaan.” Aleratha mengajak Laris yang sedang berpikir.


“Memang seperti itulah rencananya. Kalau begitu, mari kita bergegas.” Laris berkata dan mereka berempat keluar dari tenda utama lalu menyelesaikan sebagian perlengkapan mereka.


Bromner memberitahu kalau semuanya untuk sarapan dahulu, Laris menyelesaikan beberapa barang dan menyiapkan persenjataannya sebelum sarapan, lalu Aleratha menemani Vezda untuk menyiapkan perlengkapan Vezda. Vezda saat ini hanya memiliki beberapa barang saja dan banyak barang yang rusak dalam pertarungannya melawan Carlos. Seluruh ramuan yang terpisah sudah hancur dan ramuan yang dia buat sendiri hanya tersisa 2 lagi karena ternyata Aleratha banyak menggunakannya untuk pemulihan diriku.


“Ummm. Aleratha.” Vezda memanggil Aleratha yang baru saja beres berbincang dengan anggota ekspedisinya.


“Apa apa, Vezda?” Aleratha bertanya kepada Vezda sambil mengenakan jubah High Elfnya dan memegang tongkat sihir miliknya yang ujungnya terbuat dari Mithril dan cukup besar dan kuat.


“Aku belum sempat berterima kasih kepadamu. Jadi, aku sungguh berterima kasih padamu sudah menyelamatkan nyawaku.” Vezda membungkukkan badannya tanda menghormati dan berterima kasih kepada Aleratha.


“Kamu menyelamatkanku di saat ujung dari sabit itu hampir menembus mataku dan kamu masih bilang berhutang sangat banyak pada kami.” Aleratha hanya tersenyum kepada Vezda.


“Seharusnya kamu tidak harus menghadapi itu. Aku harus menghentikan jantungku dengan paksa untuk dapat bertahan dan bertarung lebih lama. Aku bisa saja tetap berdiri untuk melindungimu sejak awal.” Penjelasan Vezda mengingatkan kembali Aleratha dengan kondisi Vezda yang sempat dinyatakan meninggal di tempat.


“Jadi, kamu menghentikan jantungmu untuk menghambat proses penyebaran racun?”  Aleratha sedikit terkejut karena ini adalah pertama kalinya dia melihat orang yang dapat menghentikan jantungnya sendiri bahkan dari semua ras yang pernah dia temui.


“Iya dan juga untuk mempercepat pengaktifan kemampuan ‘Overkill’ milikku.” Vezda mengatakan hal itu dan Aleratha terseadar kalau dia belum bertanya mengenai kenapa Vezda dapat menggunakan sihirnya dan mungkin itu ada hubungannya dengan kemampuan Vezda tersebut.


Overkill. Aku sangat yakin dia juga mengatakan itu saat akan menyerang Carlos di lantai 50. Aleratha sangat ingin tahu apa itu?

__ADS_1


***


__ADS_2