
Overkill
Overkill adalah kemampuan unik yang dimiliki oleh Vezda Fenias seorang. Vezda mendapatkan kemampuan ini sejak awal dia menerima Berkat, yaitu level 1. Vezda mendapatkan kemampuan ini karena dirinya sudah melatih tubuhnya sebelum menerima Berkat dari Archon. Kemampuan dia dalam bertarung tanpa berkat setara dengan petualangan yang berada di level 4 atau lebih, namun memiliki banyak keterbatasan karena tidak memiliki Berkat dari Archon.
Di dunia ini ada sebuah hal yang disebut batasan. Meskipun seseorang bisa menerima Berkat dari Archon, bukan berarti mereka tidak memiliki batasan untuk kekuatan tersebut, namun Overkill adalah suatu kemampuan yang berasal langsung dari Surga yang merupakan salah 1 kemampuan yang dapat membuat status kemampuan dasar melebihi batas dari berkat yang diterima. Kemampuan dasar yang lain akan menjadi sangat kuat dan bisa melewati batas hingga angka 1600 atau lebih. Tidak ada percepatan atau apapun dan untuk menaikan statusnya harus melakukan hal yang sama dengan petualang.
Namun, saat kondisi tertentu kemampuan Overkill bisa ‘aktif’ dan saat itulah percepatan pertumbuhan terjadi, namun dalam waktu yang sangat singkat. Di samping itu, Overkill memberikan Vezda mana dan fokus yang sangat luar biasa, sehingga dapat meniru setiap sihir yang ada, namun karena Vezda bukan penyihir itu membuat dirinya akan langsung kelelahan jika menggunakan sihir terkuat dirinya atau orang lain.
Kondisi tertentu itu adalah keinginan untuk membunuh seseorang entah itu monster, orang, atau bahkan Archon serta semuanya secara spesifik. Lalu Vezda bisa menerima kemampuan tersebut juga karena kekuatan yang sudah dia pelajari sebelumnya, yaitu kemampuan dimana dia dapat mengatur emosinya dengan sangat baik. Keinginan untuk membunuh itu nyata, namun dia memiliki 1 tujuan, yaitu untuk melindungi orang lain. Hanya 1 kali Vezda menggunakannya untuk balas dendam dan saat itu dendamlah yang hanya ada dalam keinginannya serta itu menjadikan Vezda orang yang lebih baik dalam mengatur emosinya.
Ada satu kemampuan lagi yang dapat membuat kemampuan dasar melewati batasnya. Archon Yvette dan Vezda sudah membuat janji untuk tidak akan memberitahu kepada siapapun itu. Mungkin akan ada lebih dari 1 orang yang menerimanya, namun hanya orang terpilih saja. Kondisinya jauh lebih sederhana dari Overkill yang membuat itu sangat berbahaya jika diketahui publik.
***
“Jadi begitu ya? Kekuatan yang diluar akal sehat. Aku yakin jika ini didengar oleh Samir, itu akan membuatnya menjadi sedih atau mungkin marah.” Aleratha memikirkan setiap hal yang Vezda jelaskan mengenai Overkill yang dimilikinya.
“Kenapa?” Vezda bertanya dengan singkat.
“Dia sangat ingin menjadi kuat.” Aleratha pun menjawabnya dengan singkat karena alasannya adalah sesuatu yang sangat rahasia.
“Aku yakin ada alasan di balik itu. Tapi pastinya baik Overkill kemampuan yang 1 nya tidak akan cocok untuknya karena mental, emosi, dan keinginannya bukan untuk hal yang baik.” Vezda menjelaskan.
“Aku sangat paham hal tersebut. Mungkin ada baiknya kita merahasiakan pembicaraan ini bukan?” Aleratha menyarankan kepada Vezda.
Mereka berjalan melewati banyak anggota Aliansi yang masih menyelesaikan beberapa barang dan sudah banyak berkumpul di tengah untuk sarapan dan membicarakan soal rencana menuju permukaan. Vezda dan Aleratha mengambil makanan bagian emreka dan duduk bersebelahan bersama dengan Bromner. Vezda mulai memperhatikan setiap petualang di Aliansi tersebut dengan seksama sambil menunggu Laris memberikan arahan yang baru.
“Semuanya, mohon perhatian.” Laris memulai diskusi karena dia sudah selesai mkan terlebih dahulu.
“Aku akan memperkenalkan sosok yang sudah menyelamatkan kami di garis depan. Vezda Fenias.” Laris menyebutkan Vezda dan Vezda berdiri untuk menunjukkan sosoknya.
“Dialah sosok yang sudah menyelamatkan Aleratha dan semua yang berada di garis depan lantai 50. Sosok yang berani mengorbankan dirinya untuk orang lain. Kali ini kita semua termasuk Vezda akan menuju permukaan bersama-sama.” Laris menunjuk Vezda.
“Kapten Laris, aku meminta izin untuk ikut bertarung. Aku akan bertarung di garis belakang.” Vezda tiba-tiba berkata dan semuanya terkejut mendengarkan Vezda.
“Apakah kamu masih bisa bertarung dengan 1 lengan saja?” Laris bertanya kepada Vezda.
“Aku yakin Kapten sudah melihatku bertarung hanya dengan 1 lengan. Pinjamkan aku senjata dan aku akan bertarung bersama garis belakang.” Vezda berkata hal tersebut dan Laris tersenyum.
“Tidak perlu khawatir soal senjata, Vezda. Sekarang duduklah dan aku akan memberitahu srategi hari ini. Secara singkat, kita tidak akan berhenti lebih dari 6 jam di lantai 18.” Laris akan mulai memberikan strategi, posisi, dan lainnya untuk sampai ke permukaan.
****
Dalam perjalanan menuju permukaan, Laris membagi semua anggota dalam 3 kelompok. Baris depan berisikan Ragnulf, Celia & Calia, dan Bromner. Baris tengah diisi oleh Samir, Laris, dan Syllia. Baris belakang diisi oleh Aleratha, Vezda, Alferd, para pendukung, dan anggota aliansi yang berada di level 4 atau dibawahnya. Formasi ini adalah formasi yang paling ideal untuk jumlah anggota ekspedisi sebanyak ini dengan semua garis depan anggota aliansi dengan level 5 dan 6 serta bagian tengah berisikan komando unit, 1 penyihir, dan anggota yang tercepat untuk membantu garis belakang atau garis depan jika dibutuhkan. Di garis belakang di dilindungi oleh petualang level 6 sudah lebih dari cukup.
“Kau tidak terlihat kebingungan atau semacamnya meskipun Kapten menjelaskan rencana dengan sangat cepat. Sepertinya kamu sudah sering sekali melakukan ekspedisi.” Aleratha memuji Vezda yang sedang menyelesaikan modifikasi senjatanya.
“Aku sudah sering melakukan ekspedisi bersama rekanku di Aliansi yang lama. Jadi, hal seperti ini adalah hal yang biasa untukku. Hanya biasanya aku berada di garis tengah. Kali ini aku tidak perlu melakukan itu karena ada kalian yang lebih kuat dariku.” Vezda berkata dengan sangat tenang dan Aleratha entah kenapa bisa mengerti ekspresi wajah Vezda yang terlihat senang.
“Oi, Vezda. Apakah yang kau–?” Calia datang untuk melihat modifikasi apa yang dilakukan pada senjatanya yang dipinjamkan ke Vezda dan mukanya terkejut.
“Sedikit modifikasi. Rantai ini terbuat dari adamantine, jadi mungkin kamu harus membawanya ke pandai besi saat di permukaan untuk memisahkan kedua kukri milikmu.” Vezda dengan santainya menjelaskan kepada Calia yang tidak percaya kalau Vezda dapat melakukan modifikasi senjata hanya dengan 1 tangan dan cepat.
“Bukan itu. Aku tidak mempermasalahkan apa yang kau lakukan pada senjataku, tapi kau sangat cepat menyelesaikan modifikasi meskipun lenganmu hanya 1.” Calia mengekspresikan apa yang dia rasakan.
Vezda melakukan modifikasi dengan menyatukan kedua parang kukri milik Calia sehingga serupa dengan parang yang dimiliki oleh Vezda sebelumnya. Vezada melakukan modifikasi karena Calia meminta izin untuk bertukar senjata dengannya karena ingin merasakan bagaimana menggunakan parang yang terbuat dari mithril. Vezda tidak keberatan, hanya saja Vezda meminta izin dulu sebelumnya untuk memodifikasi parang milik Calia.
__ADS_1
“Aku hanya beradaptasi dengan keadaan dengan cepat dan ini satu-satunya jalan menggunakan kedua senjata yang ada saat ini.” Vezda berkata sambil memainkan kedua parang tersebut seperti sudah terbiasa dengan senjata tersebut dan memasukkannya ke tempatnya yang ditaruh di punggung sebelah kanan.
Saat Vezda melakukan trik dengan kedua parangnya itu, hampir semua anggota Aliansi dapat melihatnya dengan jelas, mereka melihat seorang petualang yang dapat menggunakan 2 senjata hanya dengan 1 lengan dan sangat mahir dalam menggunakannya tanpa terlihat kesulitan sedikitpun.
“Luar biasa.” Calia berkata dan Aleratha hanya tersenyum.
“Calia, ku ingatkan sekali lagi. Hati-hati dalam menggunakan kukri milikku. Jangan sampai ada yang terluka karena senjata itu.” Vezda mengingatkan Calia.
“Baik. Aku mengerti.” Calia mengiyakan peringatan dari Vezda dan semuanya sudah bersiap.
“Kalau begitu mari kita pergi.” Aleratha mengajak Vezda dan Cali menuju formasi bersama seluruh Aliansi Aliviah.
“Ayooo. Aku sudah bisa mendengar platine yang deras akan hujan dari segala drop item yang kita dapat.” Calia terlihat sangat senang dan mereka bertiga masuk ke dalam formasi yang sudah ditentukan.
Perjalanan kali ini sangat membuat Vezda senang di dalam hatinya karena ini seperti kelompok ekspedisinya dulu saat di Kota Araga. Garis belakang tidak terlalu banyak melawan musuh dan hanya perlu melawan musuh yang tersisa atau yang memang baru muncul di Garis belakang. Vezda ditolong oleh beberapa petualang lain di garis belakang. Meskipun sebenarnya Vezda sendiri cukup untuk melawan semuanya, tapi Vezda paham bagaimana bekerja di dalam kelompok.
“Alfred, jangan tegang. Kamu bisa memperlambat gerakanmu sendiri.” Vezda memberitahu Alfred saat sudah sampai ke lantai 26 dan tidak ada monster.
“Ah, iya maafkan aku.” Alfred berkata dengan sedikit gugup di depan Vezda dan Aleratha.
Alfred adalah petualang level 4 sama seperti Vezda. Dia juga seorang manusia yang lebih mengandalkan fisik daripada sihir dan itu sangat jelas terlihat dari setelan armor seperti prajurit dan senjata pedang dua tangan yang digunakan. Semuanya sangat baik dan mungkin cukup untuk menghadapi banyak lantai sendirian, namun kelemahan Alfred adalah kurang percaya diri. Ketegangan dan kegugupan bisa menjadi sesuatu yang menghancurkan jika terjadi di saat yang tidak tepat.
“Entah kenapa, meskipun kita sama-sama di level 4, kamu sepertinya jauh lebih kuat dari kami semua.” Catherine seorang perempuan dengan ras Manusia Kucing, berkata kepada Vezda.
“Ah iya mungkin saja. Tapi, aku juga hanya level 4 seperti kalian.” Vezda berkata dan memang kepribadiannya yang rendah hati membuatnya cukup terlihat cocok menjadi panutan.
“ALFRED DAN YANG LAIN SIAPKAN PERISAI! DARI KIRI KITA MUNCUL FALCON!” Laris berteriak dan semuanya langsung berkumpul dan mereka yang membawa perisai besar langsung maju untuk menahan serangan bunuh diri monster burung kecil bernama Falcon.
Falcon. Vezda ingat kalau Falcon merupakan monster paling cepat di lantai dalam. Sebelumnya dia juga melawan Falcon saat menuju lantai 50, namun Vezda hanya berlari dan tidak benar-benar melawan. Saat dia melihat beberapa perisai milik pendukung, Vezda tidak yakin dapat menahan serangan beruntun Falcon.
“Cath, bolehkah aku meminjam pedangmu?” Vezda bertanya kepada Catherine sambil berlutut dibelakang perisai.
“Untuk melawan Falcon. Menggunakan 1 pedang jauh lebih mudah dan efisien.” Vezda berkata dan langsung melompat kedepan mereka semua dan mengejutkan mereka yang ada di sana.
“Tunggu!” Catherine terlambat memanggil Vezda dan saat akan berdiri, dia ditahan oleh Aleratha.
“Vezda!” Laris memanggil Vezda, namun Vezda tidak bergeming.
Di depan Vezda sudah ada lebih dari 300 Falcon yang akan menyerang dan sangat cepat. Bahkan Alfred, Catherine dan level 4 yang lainnya tidak bisa melihat posisi burung itu secata jelas karena kecepatannya.
“Dance of Scorching Flame.” Suara Vezda sedikit terdengar oleh beberapa yang memiliki pendengaran sangat tajam.
“Rainbow of Fire - Calm.” Vezda hanya diam di tempat dan semua dari mereka bisa merasakan sebuah hawa yang hangat dan menenangkan.
Perasaan apa ini? Laris merasakan sesuatu yang sangat menangkan dan seakan suara nafas Vezda sangat tenang dan, namun dia melihat itu seperti sesuatu yang aneh karena Flacon akan menghantamnya bertubi-tubi, namun Vezda hanya diam di sana.
Falcon semakin dekat dan semua orang terkejut melihat apa yang terjadi. Vezda seakan hanya mengangkat pedangnya di depan dan tidak bergerak, namun semua Falcon yang menyerang mati tepat di jarak maksimal pedang milik Catherine. Tidak ada yang melewati Vezda sama sekali dan semuanya berubah menjadi abu tepat saat masuk ke jangkauan pedang Catherine.
Selama 1 menit Vezda bertahan dalam posisi itu. Pedang milik Catherine seharusnya sudah hancur dalam waktu 1 menit diserang beruntun oleh Falcon, tapi karena Vezda menggunakan dengan sangat efisien, pedang milik Catherine tidak terlihat ada perubahan sama sekali.
“Ragnulf, Kamu bisa melihatnya kan?” Laris bertanya kepada Ragnulf saat Falcon membombardir Vezda.
“Ya. Dia menggerakkan pedang tersebut dengan sangat cepat. Itu bukan sihir, namun bagian dari pengaturan pernafasan miliknya.” Ragnulf menjelaskan.
“Ragnulf, apakah kau merasakan sensasi aneh saat Vezda melompat kedepan? Aku yakin dia mengatakan hal yang sama seperti sebuah rapalan. Dance of Scorching Flame.” Laris kembali bertanya kepada Ragnulf.
__ADS_1
“Iya. Aku juga merasakannya.” Jawab Ragnulf singkat.
Dia bukan petualang biasa. Kemampuan fisiknya sendiri melebihi petualang level 4. Mungkin menyemai level 5 atau 6. Laris memiliki spekulasi tentang sosok Vezda yang dapat melakukan hal tersebut karena itu adalah hal yang hampir mustahil untuk dilakukan. Apalagi melawan Falcon yang meskipun hanya burung kecil, tapi petualang level 4 bisa habis tercabik oleh serangan bunuh diri Falcon.
“Vezda, siapa kau sebenarnya.” Laris bertanya kepada Vezda setelah situasi terkendali dan Vezda mengembalikan pedang milik Catherine.
“Sesuai yang kubilang, Kapten. Aku akan memberitahumu segalanya saat kita berbicara dengan Archon Aliviah.” Vezda berkata dengan tenang kepada Laris yang sangat penasaran dengan sosok Vezda.
Kenapa harus pada Aliviah? Apakah mereka sebenarnya memiliki hubungan? Laris berusaha memikirkan apa yang menjadi kemungkinan mengapa Vezda bersikeras untuk bertemu Archon Aliviah terlebih dahulu.
“Kapten, maafkan aku kalau aku mengabaikan perintahmu. Perisai yang ada pada kita sudah mulai rusak dan jumlah Falcon terlalu banyak serta Aleratha terlambat memulai rapalan sihirnya. Aku mengambil inisiatif untuk melindungi kelompok ekspedisi.” Vezda memecahkan suasana tegang dari Laris dan Laris sangat paham kalau Vezda juga menuruti perintahnya seperti selayaknya teman dalam 1 anggota aliansi.
Untuk sementara dia berada di bawah komandoku. Dia bahkan meminta maaf setelah mengabaikan perintah. Sosoknya seperti seseorang yang sangat paham sebuah Aliansi dan ekspedisi. Laris menjadi sedikit tenang dan mendapat kembali fokus yang diperlukan.
“Baiklah. Kalau begitu kita lanjutkan perjalanan. Vezda, tetap di garis belakang karena lukamu masih belum sembuh sepenuhnya.” Laris memberi perintah pada kelompok dan semuanya kembali berjalan untuk ke permukaan.
****
Udara yang segar akhirnya bisa Vezda hirup. Lalu mengambil injector terakhir miliknya dan menggunakannya karena hari itu juga Vezda tahu kalau dia masih belum bisa beristirahat. Terutama dia sudah mengetahui kalau dia akan berhadapan dengan Archon Aliviah.
“Vezda, dimana kamu tinggal saat ini?” Laris berkata kepada Vezda setelah Vezda menggunakan injector-nya.
“Aku menyewa penginapan untuk 2 minggu seharusnya besok adalah hari terakhir.” Jawab Vezda dengan singkat.
“Kalau begitu, bawa sedikit Platine ini untuk memperpanjang waktu penginapan.” Larsi memberikan sedikit Platine untuk memperpanjang waktu penginapan Vezda.
“Eh..?” Vezda kebingungan setelah menerima Platine dari Laris.
“Beristirahatlah dan besok datang ke kediaman kami di Timur Kota Femi. Itu adalah kediaman kami. Setelah dari kediaman kami besok, kami akan membawamu ke Aliansi Kyana untuk membuatkanmu lengan prostetik.” Laris berkata dan Vezda terkejut mendengar itu karena harga prostetik bukanlah harga yang murah.
Penjualan tandukku saja tidak akan cukup untuk menutupi biaya pembuatan dan pemasangan lengan itu. Belum biaya modifikasi karena aku lebih banyak memiliki afinitas api. Vezda menunjukkan wajah yang penuh dengan siksaan karena dia tahu persis prostetik bukanlah sesuatu yang murah.
“Lagipula kamu sudah berkontribusi besar pada kelompok kami. Jadi, terimalah sedikit apa yang bisa kami berikan.” Laris berkata dengan senyumannya.
“Baiklah kalau begitu. Jika itu yang kapten mau. Sepertinya aku juga tidak bisa menolak.” Vezda terpaksa menerima apa yang akan Laris berikan karena sudah pasti dia tidak bisa menolaknya.
Setelah itu Vezda memberikan kembali senjata milik Calia. Untungnya tidak ada kerusakan apapun pada senjata itu karena Vezda tahu kalau parang milik Calia terbuat dari adamantin dan harganya cukup mahal.
“Terima kasih, Calia. Aku kembalikan senjata ini padamu.” Vezda memberikan senjatanya Calia kembali.
“Sama-sama. Lalu ini senjatamu.” Calia hendak memberikan kembali senjata miliki Vezda.
“Simpan itu untuk siapapun yang membutuhkan di Aliansi kalian. Aku akan memulai kembali dari awal. Setidaknya aku juga ingin membalas kebaikan kalian.” Vezda menolak senjatanya sendiri dan memberikan senjata itu untuk Aliansi Aliviah.
“Tapi–” Calia belum selesai bicara.
“Ambilah. Akan ada seseorang yang membutuhkan itu meskipun mungkin bukan kamu yang membutuhkannya.” Vezda tersenyum kepada Calia.
“Baiklah. Terima kasih banyak.” Calia berkata kepada Vezda.
Aleratha datang untuk menghampiri Vezda. Kali ini Vezda benar-benar tersipu melihat sosok Aleratha yang berada di bawah sinar matahari. Sangat cantik dan berwibawa selayaknya seorang High Elf.
“Terima kasih banyak sudah membantu kami Vezda. Pembicaraan ini sepertinya tidak akan pernah ada habisnya, tapi yang pasti aku sangat berterima kasih karena kamu sudah menyelamatkan nyawaku.” Aleratha tersenyum kepada Vezda.
“Aku juga berterimakasih untuk hal yang sama. Kalau begitu aku pamit dulu. Sampai jumpa besok,” Vezda berkata kepada Aleratha.
__ADS_1
Vezda berpamitan dengan seluruh anggota Aliansi Aliviah dan langsung menuju tempat penginapannya. Untungnya barang-barangnya masih ada di kamar dan pastinya Vezda memperpanjang masa menginapnya dengan platine yang diberikan oleh Laris meskipun sebenarnya waktu menginapnya di penginapan tersebut masih cukup panjang..
***