
Kali ini Vezda sama sekali tidak menahan kekuatannya. Vezda mengerahkan semua kemampuannya bertarung untuk menghabisi kelompok misterius tersebut. Vezda menghemat penggunaan peledaknya dengan menggunakan peledak yang terdapat pada setiap tubuh orang-orang dari kelompok misterius tersebut. Ledakan demi ledakan disaksikan oleh kelompok dari Aliansi Cathur dan Vezda sangat efisien dalam menggunakan peledaknya sehingga selain membunuh orang-orang dari kelompok tersebut, dia juga membunuh banyak monster tanaman.
“Aku tidak tahu siapa dia dan mengapa dia bisa memiliki kemampuan berpedang seperti itu, tapi yang pasti dia merupakan petualang tingkat tinggi.” Adrian berkata kepada yang lain sambil tetap fokus melindungi penyihir di garis belakang.
“Aku pernah mendengar kalau dia level 5. Namanya Vezda Fenias dan anggota baru dari Aliansi Aliviah.” Lilina menjelaskan sambil ikut bertarung.
“HEMPASKAN SEMUA SIHIR KALIAN KE DEPAN!!!” Vezda berteriak sambil melompat jauh kembali ke garis tengah sambil menghabisi monster tanaman yang berada di sekitarnya dan garis depan membuka formasinya agar sihir dari garis belakang bisa dihempaskan.
Semua sihir yang sudah dikumpulkan oleh garis belakang tidak berefek banyak karena semua orang dari kelompok misterius yang selamat dari serangan Vezda ternyata dilindungi juga oleh beberapa monster tanaman yang kuat.
“Sialan!” Nyllia berkata kepada yang lain.
“Mira berikan ramuan pemulih mana!” Lilina berkata kepada Mira.
Aku tidak memiliki kristal dari monster tanaman tersebut. Aku membutuhkannya untuk menggunakan sihir. Vezda merogoh kantongnya, namun tidak ada kristal tersisa untuk memperkuat sihir miliknya.
Vezda sebenarnya tidak sengaja menemukan kalau kristal yang berwarna biru kehijauan yang berasal dari monster tanaman dan spesies yang serupa dapat digunakan untuk menjadi katalis sihir. Sepertinya yang bisa menggunakannya juga hanya Vezda seorang karena tidak ada yang berpikiran iseng untuk mencobanya selain Vezda. Lalu tentunya Vezda mencoba menggunakan kristal yang bisa dijatuhkan monster yang berwarna umumnya ungu dan semakin kuat, kristalnya akan semakin besar. Namun, tidak ada respon atau efek apapun pada sihir yang digunakan. Dengan itu, dia bisa memperkuat hasil sihir yang dia keluarkan saat menggunakan Overkill seperti saat dia menggunakan sihir Thousand Lights bersama dengan Syllia.
“Garis belakang, fokus pada penyembuhan yang terluka. Sisanya fokus pada pertarungan melawan monster tanaman. Aku yang akan melindungi kalian dari serangan bom bunuh diri!” Vezda berkata.
***
Ragnulf langsung maju untuk berhadapan dengan Tamer tersebut tanpa adanya rasa takut, namun tentunya Tamer itu mengirimkan banyak Monster tanaman kepada Ragnulf. Sayangnya karena Ragnulf sudah hafal betul mengenai monster itu, semua monster yang dikirimkan Tamer tersebut tidak ada gunanya.
“Cih, sebanyak apapun kau kirim monster itu, tidak akan mengubah apapun!” Ragnulf dengan mudah mencapai Tamer tersebut dan langsung berusaha menebasnya, namun Tamer tersebut sama cepatnya dengan Ragnulf.
“Matilah!” Tamer tersebut menghindar ke sisi kiri Ragnulf untuk menyerang Ragnulf, tapi Ragnulf juga langsung menendang dengan cepat ke sisi kiri dilanjutkan menebas bagian kepala Tamer tersebut.
Ketahanan yang tidak masuk akal. Tebasan Ragnulf tidak berpengaruh banyak meskipun mengenai tangan Tamer tersebut.
Dia sangat cepat. Tamer itu juga cukup kewalahan menangani serangan Ragnulf yang sangat cepat.
“Ghost of Aliviah. Sepertinya kau ke sini mengikuti War Dancer.” Tamer itu berkata kepada Ragnulf.
“Apa yang kau lakukan pada Samir?”
“Partnerku sedang berurusan dengan War Dancer. Mungkin 1 tangan atau kaki War Dancer sudah dipotong–”
Sebelum Tamer itu sempat membalas perkataan Ragnulf, Ragnulf sudah menyerang Tamer itu dengan sangat cepat, namun Tamer itu tetap bisa menahan serangan Ragnulf.
Dia semakin cepat? Tamer tersebut merasakan Ragnulf semakin kuat dan semakin cepat.
“Akan kupastikan kau juga mati di tempat ini.” Ragnulf kali ini sangat marah dan tidak berniat menahan dirinya lagi.
Serangan Ragnulf dan Tamer itu kali ini sangat cepat hingga sangat sulit bagi Syllia untuk bisa membantu atau sekedar mengarahkan sihirnya.
“Kak Ragnulf!” Syllia hendak membantu Ragnulf.
“Tunggu, Syllia. Kalau begini kita tidak akan bisa terlalu banyak membantu.” Celaena menghentikan Syllia.
“Aku tahu, tapi ada benar juga. Aku akan sangat kesulitan kalau harus mengarahkan sihirku dengan musuh yang bergerak sangat cepat seperti itu.” Syllia berkata kepada Celaena sambil melihat Ragnulf dan Tamer itu bertarung.
“Jadi, ini kekuatan petualang tingkat tinggi.” Celaena akhirnya melihat bagaimana petualang tingkat tinggi bertarung dan menyaksikan langsung kekuatan yang jauh di luar nalar itu.
Salah satu Aliansi Terkuat di Femi, Aliansi Aliviah memiliki seseorang yang sangat cepat yaitu Ragnulf. Dalam hal kecepatan, tidak ada petualang yang bisa menandingi Ragnulf. Namun, Tamer tersebut yang Ragnulf lawan dapat menyamai kekuatan dan kecepatan Ragnulf.
Ketahanan yang tidak normal itu seperti Tamer berambut putih yang Kak Samir lawan di lantai 18. Syllia mengingat persis tentang apa yang terjadi di lantai 18 beberapa minggu yang lalu.
“NAEA!” Tamer itu memanggil monster tanaman di tengah pertarungannya melawan Ragnulf dan membuat jarak dengan Ragnulf.
“Sialan!” Monster tanaman langsung menyerang Ragnulf dengan cepat dan jumlah yang banyak.
Aku harus mengalihkan perhatian monster tanaman itu. Syllia menyiapkan posisi untuk merapal mantra dan mencoba fokus di tempat.
“Celaena, aku minta tolong untuk melindungiku sebentar.” Syllia berkata kepada Celaena.
“Baik.” Celaena langsung bersiap di depan Syllia.
“Moonlight gives me power,” Syllia memulai rapalan awal mantranya dan mengumpulkan lebih banyak fokus untuk sihirnya.
Sesuai perkiraan, monster yang menyerang Ragnulf mengalihkan perhatiannya kepada Syllia dan Celaena. Celaena juga siap untuk membunuh monster itu.
“Naea, lupakan penyihir itu. Fokus dalam membunuh Werewolf sialan ini!” Tamer tersebut memberi perintah pada monster tanaman tersebut dan langsung berputar kembali untuk menyerang Ragnulf.
“Cih.” Celaena langsung maju setelah melihat monster tanaman itu mengarah ke Ragnulf.
“O, Holy Lighting. Become a sword that destroys your enemies. Lighting Wave.” Celaena menggunakan sihirnya sambil terus maju.
__ADS_1
Celaena menggunakan sihirnya untk membunuh beberapa monster tanaman dan sekalian menyerang Tamer tersebut.
“Lemah!” Tamer tersebut menahan sihir Celaena dengan mudahnya dan menghantam pedang Celaena yang akan menahan serangan Tamer tersebut.
“AHHH!!” Celaena terlempar dan pedangnya hancur menahan serangan Tamer itu.
“Elf sialan.” Ragnulf melihat Celaena akan diserang Tamer tersebut, tapi dalam keadaan melawan beberapa monster tanaman sekaligus.
“Matilah!” Tamer itu melompat untuk membunuh Celaena yang terlempar.
DUGHH!!!!
Ragnulf menendang Celaena agar terhindar dari serangan Tamer tersebut dengan sangat cepat.
Bagus sekali, aku tidak bisa menghindar sekarang. Posisi Ragnulf sekarang berada dalam posisi yang tidak bisa bergerak dengan cepat untuk menghindar setelah menendang Celaena dan terlihat Tamer itu tersenyum dengan kemenangan.
CRAT!!!
Sebuah bilah yang tidak terlihat menyayat leher Tamer itu, namun tidak bisa memotongnya. Ragnulf mundur sedikit untuk membuat jarak.
Bagaimana– Tamer itu menyadari ada hawa seseorang di dekatnya.
“Aku tahu kau di situ!” Tamer itu menyerang seseorang yang tidak terlihat dengan sangat keras dan terlihat itu adalah Racita yang menggunakan barang sihir untuk membuat dirinya tidak terlihat, namun barang sihir itu langsung hancur.
Mastercraft? Pelindung tangan untuk membuatnya tidak terlihat. Aku kira dia sudah sekarat barusan. Tamer itu terkejut melihat Racita kembali bangkit dan menyerangnya.
“Ramuan itu sampai kepadaku, James.” Racita menggunakan ramauan yang dilempar James sebelum dia meninggal.
“Lihat siapa lawanmu!!!” Ragnulf langsung menyerang Tamer itu secara beruntun dan tidak membiarkan Tamer itu dapat melawan.
Serangan beruntun Ragnulf sangat cepat hingga Tamer itu kesulitan untuk melawan balik. Namun, karena kekuatan yang dimiliki Tamer tersebut, serangan Ragnulf tetap tidak terlalu banyak memberikan perubahan.
“Jangan sombong dulu kau!!!” Tamer itu mendapat kesempatan untuk menyerang Ragnulf dan langusng memukulnya.
CRACK!!!!!
Kekuatan yang mengejutkan Ragnulf karena kedua pedang pendek yang diberikan Vezda hancur dengan mudah hanya dengan 1 pukulan Tamer itu meskipun pedang tersebut terbuat dari Titanium. Lalu Ragnulf melawan Tamer tersebut dengan tangan kosong.
“Let your shine penetrate everything. Reach and repeat.” Syllia menyelesaikan rapalannya dan masih menahan fokus serta mana miliknya.
“JANGAN RAGU! SELESAIKAN DAN TEMBAK!” Ragnulf berteriak kepada Syllia dan menatap Syllia dengan cepat sebagai tanda untuk Syllia dan Syllia paham apa yang dimaksudkan Ragnulf.
“LIGHT RAY!” Syllia menembakkan sihirnya ke arah Tamer tersebut dan Ragnulf melompat.
“Kau masih belum belajar juga!” Saat Tamer itu akan menangkis sihir Syllia, Sihir Light Ray milik Syllia berbelok ke atas tepat ke arah Ragnulf.
Sihir Light Ray milik Syllia adalah sihir yang sangat akurat dan tidak pernah meleset dari target yang sudah ditentukan.
“!!!” Tamer itu terkejut dan melihat Ragnulf menyerap semua sihir Syllia di pelindung kaki kanannya dan siap untuk dihentakkan keluar dengan kekuatan yang jauh lebih kuat.
“Tepat sasaran.” Ragnulf memuji Syllia.
“Sekarang matilah!” Ragnulf menendang Tamer tersebut ditambah dengan sihir yang dihentakkan keluar.
Tamer tersebut terpental dan topeng miliknya hancur. Bagian bawah kakinya juga hancur tanpa sisa. Debu dan reruntuhan mulai menutupi Tamer tersebut.
“Kalian semua mundur dan rawat Racita. Aku akan menyelesaikan mereka semua.” Vezda membEri perintah kepada semua kelompok Racita utnuk menghampiri Racita.
Vezda membunuh dengan cepat semua orang-orang dari kelompok misterius itu. Lalu salah satu mayatnya dia melihat detil yang perlu dia konfirmasi. Tato di leher. Tato di leher mayat yang dia lihat memberinya informasi yang cukup dan dipastikan kalau mereka adalah Pecahan Demons atau The Demons Fragment. Kelompok besar yang pernah dia bantai di Araga.
“Cepat menuju Racita!” Mira memberi arahan untuk menuju Racita sambil membawa tas miliknya dan milik vezda utnuk menggunakan ramuannya yang penting.
“Lukanya akan terbuka lagi!” Nyllia menghampiri Racita dengan cepat bersama yang lain.
Nyllia membantu Racita berbaring dengan benar, lalu Mira menggunakan Injector yang dibuat oleh Vezda untuk pemulihan fisik dan mana. Lalu memberikan ramuan tingkat tinggi untuk penyembuhan total.
“Apakah kita berhasil?” Celaena bertanya sambil memegang tangan kanannya yang sakit karena tendangan Ragnulf barusan.
“Aku menyerangnya dengan intensi membunuh.” Jelas Ragnulf.
“Tidak mungkin Tamer itu akan baik-baik saja setelah serangan yang diberikan Kak Ragnulf dan sihir yang dikombinasikan seperti itu.” Jelas Syllia sambil terus waspada.
“Dia seperti monster.” Racita berkata dan mulai bangkit lagi.
Dari balik asap dan debu akhirnya terlihat siluet seorang laki-laki dengan tubuh yang lengkap.
“Kalian hampir membunuhku. Namun, tubuh yang dicintai-Nya ini tidak mungkin hancur dengan mudah begitu saja dengan serangan seperti itu.” Tamer tersebut berjalan kembali menghampiri mereka dengan penampilan tubuhnya yang berbeda.
__ADS_1
Tubuhnya beregenerasi tanpa menggunakan ramuan ataupun sihir. Kakinya juga beregenerasi, namun bukan sepertinya kaki manusia. Ragnulf mengamati dengan seksama semuanya meskipun masih tertutup asap dan debu.
“Tidak mungkin. Astaroth Filman.” Racita melihat sosok laki-laki dengan rambut hitam legam yang panjang dan lurus.
“Astaroth? Filman?” Syllia sedikit mengingat apa yang dikatakan oleh petualang di lantai 18 mengenai Filman.
Filman memiliki julukan Astaroth, dia adalah anggota Aliansi yang masuk ke dalam Pecahan Demons. Filman diburu banyak Aliansi dan menjadi dalang dari Peristiwa Lantai 27 beberapa tahun yang lalu. Dia tewas dan laporan terakhir adalah tubuh bagian bawahnya sudah hancur.
“Apa yang dilakukan orang yang sudah mati di sini?” Racita bertanya kepada Filman.
Kondisi ini sama seperti di lantai 50. Ragnulf dan Syllia mengerti betul apa yang terjadi dan tidak terkejut dengan apa yang akan dilihat berikutnya.
“Tentu saja aku sudah mati, tapi aku diberikan kesempatan untuk hidup oleh-Nya.” Tubuh Fiman terlihat dan bagian bawah tubuhnya adalah regenerasi monster tanaman, namun tetap berbentuk seperti kaki manusia dan di dadanya terlihat kristal yang sangat jelas.
Semua yang ada di sana terkejut karena melihat sosok Filman yang berubah menjadi monster tanaman. Setiap dari mereka semuanya bingung kenapa hal tersebut bisa terjadi bahkan Syllia dan Ragnulf masih kebingungan meskipun pernah melawan Carlos yang berakhir sama seperti itu.
“Shin, kau benar-benar serupa dengan Carlos.” Vezda datang ke hadapan Filman dengan menyebutkan nama aslinya.
“Oh, Vezda. Aku bingung kenapa ada petualang yang berani membunuh banyak petualang lain tanpa ampun.” Filman berkata kepada Vezda.
“Mereka merupakan Demons, Pecahan Demons. Memangnya aku akan tinggal diam saja melihat mereka berkeliaran seperti itu?” Vezda berkada dan membersihkan kedua parangnya dari darah musuhnya yang sudah dia bunuh.
“Sesuai perkataan Carlos. Kau hanya manusia bodoh dan kau beruntung sekali bisa membunuh Carlos dan Vina.” Filman berkata dengan mengejek Vezda.
“Lalu kau apa? Monster yang menjijikkan?” Vezda hanya berkata dan tersenyum.
“Hahahaha. Aku adalah percampuran manusia dan monster tentunya. Aku memiliki kekuatan sama seperti dulu ditambah kekuatan monster yang luar biasa ini.” Filman berkata dengan bangga.
“Yang benar saja! Sekarang Demons juga sudah berpihak pada monster?! Kau pikir sudah berapa banyak petualang yang mati karenamu? Bahkan James!” Lilina langsung berkata kepada Filman.
“Jangan samakan aku dengan sampah-sampah yang hanya berakhir dengan dipermainkan oleh Archon.” Filman berkata sambil mengambil mayat dari monster tanaman.
“Aku dan Naea berasal dari tempat yang sama. Aku bukan Tamer, tapi semua Naea akan menuruti perintahku dan melihatku sebagai pengantara mereka dengan-Nya. Lalu Cuscuta adalah parasit yang akan terus melahirkan Naea. Dengan lahirnya Naea dalam jumlah banyak di sini, perlahan akan dengan mudah dikirim ke permukaan.” Filman mengangkat mayat monster tanaman itu dan monster tanaman baru mulai lahir dari tembok-tembok yang ada di sektor tersebut.
Dalam hukum di Velt, monster yang lahir dari monster akan memiliki kualitas kristal yang sangat berbeda dan jauh lebih rendah dari induknya. Itu adalah hal yang sudah dipastikan sejak dahulu kala. Namun, Naea atau monster tanaman ini lahir dari Cuscuta yang merupakan monster tanaman lain dengan kristal yang berbeda dan terpisah bahkan tidak mengurangi kualitas dari kristal tersebut. Ini adalah sesuatu yang melawan hukum di Velt.
“Kenapa? Kenapa kau melakukan semua ini?” Racita bertanya kepada Filman.
“Untuk menghancurkan Femi, menguasai semua dungeon yang ada di Velt, melakukan invasi di permukaan, membunuh semua Archon, dan menghidupkan kembali perang antara monster dan manusia.” Jawab Vezda dengan tenang, namun semua orang yang ada di sana terkejut bukan main dengan apa yang dikatakan Vezda.
“Aku penasaran, bagaimana kamu bisa mengetahui hal tersebut?” Filman bertanya kepada Vezda.
“Carlos dan Vina tidak pernah mau menjalankan hal seperti ini. Mereka dipaksa dan tidak sepertimu, Shin. Setiap yang menjadi tujuan kau juga sudah kupahami dengan baik, namun sepertinya dia juga tidak tahu banyak soal masalah ini.” Jelas Vezda.
“Ternyata mereka hanya serangga tidak berguna untuk-Nya. Tidak heran mereka pantas mendapatkan kematian karena mengkhianati Dia.” Filman berkata dengan sangat bangga,
“Sejak dulu kau tidak pernah menyukai Carlos karena dia bisa menguasai Dance of Flowing Water sampai dia bisa membuat teknik baru. Bukannya itu adalah alasanmu sejak dulu? Bahkan kau meninggalkan kami lebih dulu lalu membunuh keluargamu sendiri sebelum pergi hanya karena kau tidak bisa mendapatkan kemampuan seperti Carlos?” Perkataan Vezda sangat serius.
“Ho? Ternyata kau cukup mengamati semuanya dengan baik. Tapi, aku memang sangat ingin membunuh mereka semua.” Filman berkata dan tertawa dengan bangga, smentara itu amarah dari Vezda terus memuncak sedikit demi sedikit.
“Sudah selesai? Omong kosongmu hanya untuk mengulur waktu sampai kakimu bisa sembuh seperti semula bukan?” Ragnulf bertanya kepada Filman sambil memperhatikan semua garakannya.
“Kau ternyata memperhatikan dengan baik. Lagipula aku tidak sendiri. Kalian lupa dengan Cuscuta?” Filman berkata den monster parasit yang baru muncul dari dalam tanah dan sangat besar ketika mendekat.
“Kau pasti bercanda!?” Lilina berkata saat melihat monster yang sangat besar tersebut.
Cuscuta, monster tanaman parasit yang melahirkan Naea. Sangat besar hingga puluhan meter dan terlihat sangat mengerikan dari sudut manapun. Kali ini semua petualang yang ada di lantai 24 di Feeding Zone barat harus melawan monster raksasa tersebut.
“CUSCUTA!!! HANCURKAN MEREKA!” Filman memberikan perintah dan monster tanaman raksasa itu siap menimpah mereka semua sampai mati.
“BERPENCAR!!!” Ragnulf berteriak agar semuanya bisa mendengar dan semuanya langsung berpencar agar tidak tertimpah Cuscuta.
“Blomer, Blorie!” Lilina memanggil Folkr bersaudara yang diselamatkan oleh Vezda.
“Kami baik-baik saja.” Blorie menjawab Lilina, tapi Blomer masih terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.
“Kalian berdua tetap bersama garis depan dan jangan sampai terpisah.” Vezda berkata dan meninggalkan mereka menuju ke tempat Ragnulf.
Ragnulf menendang dengan sangat kuat Cuscuta menggunakan sihir yang diserap dari ke sepatunya. Sayangnya ukuran yang sangat besar itu tidak memberikan efek yang banyak.
“Ragnulf!” Vezda memanggil Ragnulf dan menebas Cuscuta dengan kedua parang terkutuknya agar luka pada monster itu tidak bisa disembuhkan, tapi karena ukurannya yang sangat besar, serangan itu tetap tidak memberikan efek sama sekali.
“Terlalu besar! Aku tidak bisa memberikan efek yang berarti!” Jawab Ragnulf.
Pertarungan ini akan sangat sulit. Cuscuta memiliki tinggi puluhan meter bahkan lebih besar dari monster Boss Floor yang ada di dungeon. Ini tidak akan berarti apapun selain mencari kristal yang menjadi inti dari monster tersebut, mencarinya adalah permasalahan yang lain. Dengan besar monster seperti itu Vezda juga kewalahan meskipun sudah menggunakan teknik-teknik yang dia miliki.
****
__ADS_1