VELT DUNGEON'S STORY - Nephilim's Corruption

VELT DUNGEON'S STORY - Nephilim's Corruption
Chapter 31 - Hari Yang Tenang Sebelum Badai Berikutnya


__ADS_3

Syllia adalah penyihir dari Aliansi Aliviah yang mendapatkan sebuah sihir yang sangat langka dan menjadi perhatian banyak petualang di Femi. Sihir itu adalah Elven Magic yang merupakan sebuah sihir tahap awal sebelum Syllia bisa menggunakan sihir milik siapapun yang termasuk ke dalam ras Elf secara umum. Karena sihir itulah dia mendapat julukan Copy Magician dimana seorang penyihir yang bisa meniru segala macam sihir. Vezda juga memiliki kemampuan yang serupa, namun jauh lebih kuat karena Vezda hanya perlu mengaktifkan Overkill miliknya sebelum menggunakan sihir orang lain dan karena Vezda memiliki kemampuan Overkill, dia bisa langsung mengetahui komposisi sihir dan rapalan sihir siapapun itu hanya dengan melihat sihir yang digunakan, smentara Syllia harus mengetahu rapalan sihir dari sihir yang mau dia gunakan dari Elf yang lain.


“Apakah kalian tidak kesal dengan Aliansi Aliviah? Mereka memiliki postur yang sangat bagus.” Naria berkata dan bersiap melawan musuh di hadapannya.


“Yah, dibandingkan denganmu…”


“Kalau dilanjutkan itu akan menjadi perkataan yang sangat tidak sopan, Blomer.” Blorie berkata sebelum Blomer menyelesaikan perkataannya.


“Ho, sepertinya ini akan menjadi hari yang bagus karena harus melindungi seorang gadis yang cantik.” Stoner berkata sambil tersenyum.


“Mungkin itu hanya sebuah kesombongan yang kosong.” Tiana berkata menambahkan.


“Kalian masih bisa bicara begitu di saat seperti ini? Kalian memang teman-teman yang bisa diandalkan.” Adrian berkata.


“Aku tidak peduli walaupun itu adalah kesombongan. Tiga menit. Jangan sampai ada monster yang menembus formasi kita!” Racita memberikan perintah dan semuanya langsung bersiap menghadapi kedatangan monster tanaman.


“Moonlight in the forest, I call upon my wish.” Syllia memulai perapalan sihir tingkat pertamanya sebelum menggunakan sihir tingkat kedua.


“Mereka datang!! Bersiaplah!” Adrian berteriak dan setiap petualang yang melingkari Syllia mulai melawan semua monster tanaman.


Setiap dari mereka tidak peduli membunuh monster tanaman itu, tapi yang pasti setiap dari mereka berusaha untuk menahan monster tanaman itu agar tidak ada dapat menembus mereka. Beberapa yang menggunakan senjata tumpul membuat arah serangan monster tanaman itu berbelok dan mereka yang menggunakan senjata tajam dan sihir bisa dengan mudah membunuh monster tersebut.


“Ancestor of the proud Elf, connecting the bond between us.” Rapalan Syllia terus berlanjut.


“Nyllia, jangan sampai terbawa musuh!” Racita berteriak kepada Nyllia yang hampir maju untuk menyerang tanaman tersebut.


Kita berada di posisi yang sangat menguntungkan. Racita melihat sekeliling sambil terus membunuh monster tanaman yang ada di sana.


Posisi bertahan mereka dikelilingi oleh batu-batu yang mengitari mereka dan itu memberikan mereka keuntungan dengan memperjauh jarak dari serangan monster tanaman. Serangan mereka juga dapat memperlambat monster tanaman dengan sangat signifikan.


“Let all Elven dance upon the battlefield. Come upon us, ring of Elven.” Syllia menyelesaikan sihir tingkat pertama dan ini 2 menit 20 detik sebelum selesai rapalan akhirnya.


Kalau begini, kita bisa dengan mudah bertahan hingga 3 menit. Saat Racita berpikir seperti itu, Stoner tertangkap oleh monster tanaman tersebut.


“STONER!!” Racita berteriak dan berusaha mengejar Stoner.


CRAT!!!!


Suara rantai, senjata dan juga diikuti suara monster tanaman itu yang terpotong dengan mudah dan langsung menyelamatkan Stoner. Stoner juga langsung menggunakan ramuan yang tersisa miliknya dan kembali ke posisi.


“Vezda.” Lilina melihat Vezda yang datang dengan kondisi yang mengenaskan dan berhasil menolong Stoner.


“Vezda!” Celaena berteriak dan melemparkan Injector terakhir miliknya kepada Vezda.


Kondisi Vezda sudah hampir sekarat, tapi dia terus berdiri untuk melindungi yang lain. Kepala yang sudah berlumuran darah, lengan prostetik yang sudah hancur, dan luka-luka yang sangat jelas di tubuh bagian kirinya. Meskipun begitu, jubahnya dapat melindungi Vezda dari luka yang lebih fatal untuk tubuhnya.


“Terima kasih, Celaena.” Vezda menjatuhkan dulu kedua parangnya dan menggunakan injector yang diberikan Celaena.


“Aku belum mati, kembali ke posisi dan jangan biarkan ada monster yang berhasil menembus formasi ini!” Vezda berakta dan itu membuat Racita tersadar kalau dia juga harus kembali ke posisi.


Vezda langsung memutarkan kedua parangnya dengan 1 tangan dan bersiap untuk menyerang. Vezda tidak akan bertahan di formasi bersama aliansi Cathur dan Cleana, tapi Vezda akan terus berputar dan memperlambat monster tanaman dari depan. Pola serangan Vezda sangat mengejutkan siapapun yang melihatnya karena mereka tidak menyangka kalau Vezda dapat menggunakan 2 senjata hanya dengan 1 tangan.


***


“Vezda, apakah kamu pernah mendapatkan masalah yang sangat berat saat di aliansimu dulu dan mungkin itu akan membuatmu kesulitan bahkan tidak bisa menyelesaikan masalah itu?” Aleratha bertanya kepada kepada Vezda sambil menikmati cemilan dan kopinya.


“Tentu saja pernah.” Jawab Vezda dengan santai.


“Apakah kamu panik atau takut?”


“Aku tidak panik dan pastinya aku tidak boleh takut.”


“Apa alasanmu untuk tetap berdiri saat itu?” Pertanyaan Aleratha saat berbincang berdua dengan Vezda di kafe dekat markas aliansi mereka itu bergeming di benak Vezda.


***


Orang-orang yang memerlukanku ada di belakang dan aku berdiri lebih depan dari semua orang. Kalaupun aku harus mati melindungi mereka, maka akan kulakukan. Tekad Vezda saat itu adalah jawaban pertanyaan Aleratha yang selalu bergeming di kepalanya.


Di sisi lain Samir berusaha bertarung dengan tangan kosong melawan Mine, tapi serangan Samir terus menerus ditangkis dengan mudah tidak seperti saat menggunakan pedang.


“Sepertinya kau tidak bisa melawan jika tidak menggunakan pedang.” Mine berkata dan menyerang Samir, tapi Samir bertahan dan bisa menghindari serangan Mine.


“Fire, the guide in the dark. The strength for those who desire. Soon, will come for destruction.” Rapalan Syllia bahkan terdengar sampi ke tempat Samir bertarung dengan Mine.


Syllia? Itu sihir milik Aleratha? Samir sedikit melirik ke arah tempat Syllia mulai merapal sihir ke 2.


“Kau sepertinya masih meremehkanku!” Mine berkata dan menyerang dengan kekuatan penuh.


TAAAANG!!


Tendangan Ragnulf menghentikan serangan Mine dan menghempaskannya kedepan.


“Samir, berikan anginmu dan cari pedangmu!” Ragnulef langsung menyerang ke arah Mine.


“Zephyr!” Samir langsung memberikan sihir anginnya kepada Ragnulf untuk iserap di sepatunya dan Samir langsung mundur untuk mencari pedang miliknya.

__ADS_1


“Werewolf rendahan sepertimu bisa menggunakan sihir angin Zephyrus?!” Mine terkejut dengan bagaimana Ragnulf bertarung melawannya dengan angin yang seharusnya hanya bisa digunakan oleh Samir.


"Diam dan biarkan aku membunuhmu, monster sialan!" Ragnulf menyerang Mine dengan segala hal yang dia miliki, meskipun begitu Mine terus melawan.


"The end of all war, the end of suffering, the light in the dark." Rapalan Syllia terus berlanjut di tengah pertarungan Ragnulf dan juga Aliansi Cathur.


"Monster tanaman muncul dari formasi belakang!" Naria memberikan informasi dan Vezda langsung memutar ke arah belakang.


"Blomer!" Blorie berteriak kepada Blomer karena Blomer mencoba maju bersama dengan Naria.


Monster yang muncul dari formasi belakang memiliki jumlah yang terlalu banyak untuk Blomer, Blorie, Naria, Sheryl, dan O'Niel.


BOOOMM!!!!!


Sesaat sebelum monster menghancurkan Blomer dan Naria, Vezda melindungi Blomer dan Naria dengan menggunakan peledak miliknya sendiri. O'Niel melindungi Sheryl dengan batu yang besar di depannya.


"Folkr, Dwarf, kalian bertiga mundur dan ambil waktu istirahat!" Vezda berhasil menutup serangan monster dark belakang dengan meledakkan bebatuan dan membunuh banyak monster tanaman.


"The resonance of scorching flame." Rapalan Syllia terus berlanjut.


Kak Vezda, maafkan aku. Aku tidak bisa berguna banyak dan sampai saat ini, hanya ini yang bisa kulakukan. Syllia dapat mengetahui siapa yang terus melindunginya selama melalukan rapalan meskipun dalam keadaan menutup mata dan fokus mengumpulkan mana.


"Formasi belakang aman! Semuanya, fokus ke depan! Kita akan lakukan segala cara untuk bertahan!" Racita berteriak dan semuanya mulai fokus pada monster tanaman yang akan muncul dari formasi depan.


Saat itu monster tanaman pemakan daging, Naea melakukan sesuatu yang tidak akan mungkin bisa dilawan oleh mereka semua. Seluruh Naea berkumpul menjadi 1 dan membuat monster raksasa seperti Naea dalam ukuran yang sangat besar.


“Monster seperti itu, tidak mungkin bisa kita lawan.” Lilina berkata dengan sangat cemas setelah melihat ukuran monster yang sangat besar dan tidak masuk akal.


Sial! Kekuatan sihirku tidak akan kuat untuk melindungi yang lain kalau dikeluarkan. Mungkin dengan sihir Celaena yang tidak memkan banyak mana, cukup untuk menahannya 40 detik. Dalam waktu yang sangat singkat, Vezda mengambil keputusan.


“Celaena! Kita gunakan sihir Absolute Lighting bersama! Cepat ke tengah!” Vezda langsung berlari setelah membantu formasi belakang.


Celaena tanpa berpikir panjang langsung menuju bagian tengah dan bagian sisi kanan yang dijaganya diganti oleh Nyllia. Vezda langsung menaruh kedua parangnya di sebelah kakinya dan mengambil kristal monster tanaman yang ada di dekatnya untuk langsung digenggam.


“Burn every enemy. Ash and dust will be thy reward.” Rapalan Syllia mendekati akhir dan 35 detik sebelum selesai.


“O, Holy Lighting. Become a shield that protects everyone. Absolute Lighting.” Vezda dan Celaena menggunakan sihir yang sama bersamaan dan menggabungkan kekuatan perisai listrik itu menjadi 1 persai listrik yang sangat besar cukup untuk menahan semua Naea yang menjadi 1 monster raksasa.


“Racita, tentakel tanaman ada yang menuju tanah. Lindungi Syllia!” Vezda bisa merasakan kalau tentakel Naea menembus bawah tanah untuk menyerang Syllia.


Benar saja, tentakel tanaman langsung muncul di hadapan Syllia yang sudah membuka matanya.


Aku sudah mengumpulkan mana sangat banyak. Tidak mungkin aku bergerak. Syllia takut, tapi dia tetap fokus dengan mana dan sihir miliknya.


Sebelum Racita sampai, Naria sudah melindungi Syllia dengan tubuhnya dan semua tentakel itu tidak bisa menembus tubuh Naria. Syllia pun terkejut melihatnya dan air mata mulai menetes.


“Aku membenci tubuhku sendiri, tapi setidaknya dengan ini aku bisa melindungimu. Sekarang giliranmu melindungi yang lain. Selesaikanlah, Magician.” Naria berkata sebelum akhirnya di kehilangan kesadaran.


“NARIA!!” Racita berteriak dan saat itu sudah 3 detik sebelum Syllia selesai merapal.


“SYLLIA!! HANCURKAN MEREKA!!!” Vezda mengetahui apa yang terjadi di belakangnya dan berteriak agar Syllia menyelesaikan mantranya.


“My name is Aleratha. LEEGI TORN!!” Syllia menyelesaikan mantranya dan juga seluruh sektor dipenuhi lingkaran sihir miliknya lalu semuanya terbakar habis dengan pilar api yang keluar. Hanya meraka yang berada di tengah bersama Syllia, Mine, Ragnulf, dan Samir yang selamat dalam ledakan itu.


Di sisi lain, Ragnulf masih terus melawan Mine. Sayangnya meskipun Ragnulf menggunakan sihir milik Samir, Ragnulf masih kesulitan melawan Mine yang lebih kuat.


“Para petualang lemah itu sedang berjuang hingga mempertaruhkan nyawa mereka di sana..” Ragnulf berkata dan menahan pedang Mine dengan tendangannya yang masih memiliki sihir miliki Samir.


“Bagaimana aku bisa menunjukkan wajahku, jika aku tidak bisa menghentikanmu!!” Ragnulf menggunakan kekuatan terakhirnya dan menghempas sihir Samir lalu pedang mina terhempas dengan bayaran tulang kering Ragnulf patah dan pelindung kakinya hancur.


“Sialan!” Mine terkejut dan terpukul mundur.


“Lakukan dengan baik, Samir!” Ragnulf berkata dai dibelakangnya Samir sudah datang dengan sangat cepat menggunakan sihir Zephrus.


Serangan Samir hendak ditahan oleh Mine, tapi serangan Samir dengan sihirnya sangat kuat hingga menghancurkan pedang milik Mine dengan sangat mudah. Dengan itu, Mine sudah kalah dan mereka semua yang bersama Samir menang dalam pertempuran di Feeding Zone. Mine sudah tidak memiliki monster tanaman apapun di sana.


***


“Kau hampir mengenai kristal milikku.” Mine kembali berdiri setelah hampir mati di tangan Samir.


“Dance of Scorching Flame - Scorching Dragon Dance.” Vezda dengan cepat memotong tangan kiri Mine yang menyentuh kristal raksasa yang menjadi inti Feeding Zone. Karena sudah mencapai batasnya, Vezda hanya bisa memotong tangan kiri Mine dengan katana yang hanya Vezda pegang dengan tangan kanannya.


“Cih, bahkan dengan kekuatanku, tidak bisa mengalahkan kalian berdua.” Mine masih berkata dengan santai.


Kondisi Vezda sudah mencapai batas. Meskipun begitu, Tamer ini sudah tidak memiliki bantuan apapun. Samir sudah paham kondisinya dan dia terus fokus kalau harus menghabisi Mine.


“Siapa sebenarnya pimpinanmu, Mine? Aku tidak melihat Shin sejak aku kembali, aku asumsikan kau yang membunuh Shin karena kekuatanmu jauh lebih kuat dari sebelumnya.” Vezda bertanya kepada Mine.


“Untuk apa aku mengatakan siapa yang menggunakanku? Yang pasti menghancurkan permukaan adalah keinginan-Nya.” Mine berkata sama seperti Filman atau lebih dikenal dengan Shin oleh Vezda juga Carlos dan Vina dalam buku catatan mereka.


“Cih.” Vezda tidak bisa melawan lebih jauh karena sudah mencapai batasnya. Kalau dia melawan, akan sangat sulit untuk membantu yang lain kembali ke permukaan.


Kenapa tetap terlihat percaya diri meskipun tangan kirinya sudah dipotong oleh Vezda? Samir terus memperhatikan gerakan Mine.


“Jika kalian memiliki pertanyaan, mungkin ada baiknya Zephyrus datang sendiri ke lantai 59. Ada sesuatu yang menarik dan di sana juga kau akan menemukan jawaban untuk pertanyaan laki-laki terkutuk ini.” Mine berkata kepada Samir dan menunjuk Vezda.

__ADS_1


“Apa maksudmu?” Samir bertanya.


“Kau akan mengerti nanti. Yang pasti permukaan berusaha menggunakan kita sebagai alat mereka. Namun, mungkin kita juga bisa menggunakan mereka sebagai alat untuk kita menjadi lebih kuat.” Mine berkata dan tangan kanannya sekarang yang menyentuh Kristal raksasa itu.


“Apa kalian tahu apa yang akan terjadi kalau Kristal raksasa ini hancur?” Mine melanjutkan perkataannya.


“Jangan!” Samir berusaha menghentikan Mine, tapi Mine lebih dulu menghancurkan kristal tersebut.


“Aku sarankan kalian semua lari sebelum kalian semua terkubur.” Mine berkata dan Vezda langsung berlari untuk menyelamatkan yang lain.


“Semuanya, tinggalkan barang-barang kalian. Prioritas kita adalah selamat ke permukaan. Bantu semua yang terluka!” Racita memberi perintah, lalu Lilina yang posisinya dekat dengan Ragnulf langsung membantu Ragnulf berdiri, Celaena langsung membantu Syllia untuk keluar, dan Vezda membawa tubuh Naria yang masih belum sadarkan diri bersama dengan Racita.


“Aku bukan anjing yang menyedihkan. Lepaskan aku!” Ragnulf berusaha menyuruh Lilina melepaskannya.


“Ah sudah ikuti saja kata Racita. Kau juga tidak bisa berjalan dengan cepat.” Lilina juga berkata kepada Ragnulf.


“Samir! Ayo kita harus keluar dari sini!” Lilina dan Ragnulf memanggil Samir.


“Kita akan bertemu lagi, Zephyrus.” Mine berkata dan Samir langsung menyusul Ragnulf dan Lilina.


****


Vezda, Racita, Celaena, Samir, dan beberapa yang masih bisa bertarung melindungi semuanya yang sudah tidak bisa bertarung dan tidak memiliki perlengkapan cadangan. Untuk sementara Vezda menggunakan kedua parangnya. Katana miliknya digunakan oleh Celaena sebagai senjata jarak dekatnya. Mereka semua berhasil menuju lantai 18 dalam waktu kurang dari 3 jam menggunakan rute yang biasanya dilalui.


“Racita, mungkin ini sedikit terlambat untuk memperkenalkan diri. Aku Vezda Fenias, anggota baru Aliansi Aliviah. Terima kasih banyak kamu dan aliansimu sudah banyak membantu. Lalu aku meminta maaf karena keterlambatan kelompokku, ada nyawa yang tidak bisa diselamatkan.” Vezda berkata dan membungkukkan badan untuk meminta maaf kepada Racita.


Dia sampai membungkukkan badan meskipun berasal dari salah 1 aliansi terkuat. Setidaknya itu adalah yang dipikirkan beberapa anggota dari kelompok Racita.


“Kami juga berterima kasih karena kamu sudah menyelamatkan nyawa kelompokku. Berkat pengobatan milikmu juga, Naria bisa diselamatkan.” Racita berkata kepada Vezda.


“Lalu, ini adalah surat yang terjatuh dari mayat anggota kelompokmu, James. Aku yakin surat ini untukmu karena ada namamu tertulis di amplopnya.” Vezda menyerahkan surat tersebut dan Racita berusaha menahan air matanya.


“Aku tidak–”


“Dia pastinya tahu kalau dungeon adalah tempat yang berbahaya. Yang aku tidak tahu adalah kenapa dia mau tetap ikut bersama kalian ke tempat yang dimana kalian bisa mati kapan saja. Satu hal yang pasti, dia memiliki surat khusus hanya untukmu. Aku yakin dia sangat ingin kamu membaca surat ini.” Vezda berkata perlahan dan berusaha menenangkan Racita.


“Baiklah. Terima kasih banyak, Vezda.” Racita menerima surat terakhir dari James tersebut.


“Kalau begitu kami akan berangkat terlebih dulu. Kirimlah surat kepada kami. Kami akan dengan senang hati mengunjungi makam James nanti.” Vezda berkata kepada Racita.


“Baiklah. Kami akan mengirim surat kepada kalian. Sampai kita bertemu lagi, Vezda, Aliviah.” Racita berkata dan Vezda menggangguk kepada Racita lalu Vezda beranjak pergi bersama kelompoknya dan juga Celaena.


Syllia menggunakan beberapa ramuan pemulih yang masih mereka miliki agar dia cukup kuat membantu Ragnulf berjalan. Sementara itu, Vezda, Celaena, dan Samir bertugas mengawal satu sama lain sampai ke permukaan.


***


Setelah di permukaan, mereka  langsung menuju ke markas Aliansi Kyana untuk melakukan pengobatan intensif. Ragnulf terpaksa dirawat di sana selama beberapa hari, sementara Vezda hanya memeriksa ulang kerusakan di tangan kirinya dan segera dibuatkan lengan prostetik yang baru lalu Vezda juga beristirahat di Aliansi Kyana selama 1 hari sekalian merawat luka-luka yang dia alami. Celaena, Samir, dan Syllia kembali ke markas besar Aliansi Aliviah. Syllia langsung beristirahat di tempat tidur untuk memulihkan sihirnya dari mana deficiency dan Samir menjalani hukuman dari Aliviah dengan menjadi pelayan pribadinya tentunya Samir tetap mengancam jika Aliviah melakukan hal yang tidak senonoh padanya.


Aleratha melihat kondisi Vezda yang kembali ke markas keesokan harinya hanya dengan lengan kanannya dan dengan setelan pakaiannya yang baru untuk berpetualang. Hal itu langsung membuat Aleratha berlari menghampiri Vezda dan memeluknya. Itu terjadi di hadapan Bromner, Laris, dan Samir yang masih menggunakan baju pelayan. Setelah itu, Samir dan Vezda melaporkan setiap kejadian yang terjadi di Lantai 24 dan semuanya prediksi yang akan terjadi.


“Laporan terakhir mungkin sudah kalian dengar. Shin atau Filman adalah mantan murid di negeri Timur. Shin iri terhadap Carlos dan memilih pergi. Sebelum pergi, dia membantai seluruh keluarganya. Tanpa adanya laporan berarti, ternyata Shin masuk ke dalam Demons.” Jelas Vezda kepada Laris.


“Apakah Ailas mengetahui siapa Shin?” Aleratha bertanya kepada Vezda.


“Tidak. Shin kabur sebelum Ailas bergabung bersama aku dan Carlos.” Jawab Vezda.


“Aku sudah mendengar cerita mengenai itu dari Aleratha. Kalau begitu kasus Shin sudah tidak perlu dibahas karena dia mati dalam pertempuran. Sebagai akhir kita bisa menyimpulkan Mine atau Tamer berambut putih dikonfirmasi sebagai monster. Namun, sepertinya untuk beberapa waktu kedepan dia tidak akan menunjukkan diri karena kerusakan yang dia terima dari Samir dan Vezda.” Laris menyampaikan kesimpulannya mengenai laporan yang diberikan oleh Vezda dan Samir.


Setelah melaporkan semuanya, Samir dan Vezda meninggalkan ruangan kerja Laris, Bromner, dan Alerath. Lalu mereka berpisah karena Vezda mendapatkan surat dari Kerajaan Elf dan Samir akan mengunjungi Lilina untuk membicarakan soal hadiah dari misi yang sudah mereka lalui.


Vezda hanya duduk di atas kasurnya dan melihat ada 3 pucuk surat. Surat yang pertama adalah balasan surat sebelumnya, surat kedua adalah surat yang sebenarnya ditujukan kepada Aleratha, dan Surat ketiga adalah sesuatu yang mengejutkan Vezda.


Surat ke 3:


Vezda,


Surat ini sangat rahasia dan mungkin hanya beberapa Archon yang mengetahui ancaman ini. Sesuatu terjadi di Kerajaan Obrirus dan Archon Rex mengancam akan menyerang Femi. Mereka mempunyai dungeon kecil dan Guardian Beast sudah mencapai level 5. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi Kota Araga, Kota Femi, dan beberapa kota lainnya kedatangan banyak pengungsi dari Kerajaan Obrirus. Untuk Kota Femi, hal itu tidak menjadi masalah apapun. Yang menjadi masalah adalah mengapa Rex mengancam serangan tapi banyak mengirimkan pengungsi? Aku berpikir mereka adalah penyusup yang akan menghancurkan kerajaan-kerajaan lain, tapi salah 1 Guardian Beast meminta tolong kepadaku.


Guardian Beast, Dark Elf, Assahi Shiro. Ada di antara pengungsi di sana dan sedang mencarimu. Seharusnya dia sudah berpetualang sendirian ke dalam dungeon untuk mencari uang. Lakukan kontak dengan Assahi dan dia kan memberikan semua laporan serta informasi yang kamu butuhkan. Lakukan dengan rahasia karena Aleratha mungkin akan melaporkan itu pada Aliviah.


Kemungkinan besar dan ini menurut prediksiku, kita harus menghadap Rex. Jika memang itu terjadi, kirim surat padaku sebelum keluar Kota Femi. Kita akan bertemu di persimpangan Region Elf.


Hanya itu yang bisa kusampaikan. Ingat, ini masih rahasia dan jangan sampai warga kota mengetahui hal ini.


-Alf


“Assahi. Salah satu assassin terkuat di Obrirus. Semoga saja dia tidak melakukan sesuatu yang aneh.” Vezda berkata dan membawa belati miliknya serta mengenakan pelindung tubuh yang ringan miliknya.


Vezda bangkit dan beranjak menuju ruangan Aliviah. Saat ini Aliviah sedang sendiri dan masih bermalas-malasan. Vezda memperhatikan setiap bagian ruangan itu dan sekitar ruangan agar tidak ada yang mengganggu pembicaraan mereka.


“Aliviah. Ada yang harus aku bicarakan padamu. Ini hal rahasia dan tidak ada orang yang boleh mengetahui hal ini, selain dirimu sendiri.” Vezda berkata kepada Aliviah.


“Hoo? Sepertinya ini akan sangat menarik. Apa yang ingin kamu bicarakan, Vezda?” Aliviah tersenyum seakan mengetahui apa yang akan Vezda bicarakan.


****

__ADS_1


__ADS_2