VELT DUNGEON'S STORY - Nephilim's Corruption

VELT DUNGEON'S STORY - Nephilim's Corruption
Chapter 20 - Ragnulf & Aliviah Vs Monster Tanaman


__ADS_3

Saat Aleratha, Bromner, dan Aliviah membeli perlengkapan, Vezda menghampiri Ragnulf karena dia mendengar dari beberapa anggota yang masih di level 2 atau 3 kalau Ragnulf dan Aliviah melawan monster tanaman di bawah kota saat dirinya sedang berlatih khusus dengan Alfred dan Catherine. Tidak ada yang tahu laporan pastinya dan Aliviah sedang keluar, jadi Vezda memilih untuk menghampiri Ragnulf di ruang tempat berkumpul anggota elit Aliansi Aliviah.


“Eh? Hanya kamu yang ada di sini. Kemana yang lain?” Vezda bertanya pada Ragnulf yang sedang membaca secarik kertas yang merupakan berita pengumuman.


“Mereka bilang mau keluar untuk mencari barang.” Jawab Ragnulf.


“Ah iya, aku mendengar dari anggota junior kalau kamu dan Aliviah sempat melawan monser tanaman bukan?” Vezda bertanya kepada Ragnulf.


“Iya. Itu saat kalian sedang tidak berada di markas.” Jawab Ragnulf singkat.


“Apakah ada sesuatu yang perlu aku tahu?” Saat pertanyaan itu dilontarkan, Ragnulf menaruh kertas yang sebelumnya dia baca.


“Aku tidak tahu detilnya tapi sepertinya ada Aliansi yang terlibat.” Jawab Ragnulf.


“Bisakah kamu menceritakannya? Kita mungkin bisa menemukan sesuatu.” Vezda melanjutkan pertanyaannya.


“Kau memang menyusahkan. Kau tahu tempat saat kamu menyelamatkan Aliviah dan anak yang dia bawa? Aliviah menyeretku untuk mencari tempat dari mana tanaman itu berasal.” Ragnulf memulai laporannya.


****


Hari itu masih pagi, tapi karena Ragnulf tidak menuju dungeon bersama yang lain dia memilih untuk bermalas-malasan di ruang tempat biasa mereka berkumpul. Ragnulf hanya berbaring di sofa dan bersantai tanpa melakukan apapun.


“Eh?” Aliviah masuk ke dalam ruangan itu dan melihat Ragnulf yang sedang tidur di sofa.


“Ragnulf, aku kira kamu pergi bersama yang lain.” Aliviah berkata kepada Ragnulf dan Ragnulf terbangun.


“Tidak. Aku kebetulan hanya ingin di sini.” Jawab Ragnulf sedikit iritasi.


“Nah, bagaimana kalau kamu menemaniku. Ada yang ingin aku cari.” Aliviah berkata kepada Ragnulf.


“Kemana?” Ragnulf bertanya.


Aliviah bersama dengan Ragnulf menuju ke tempat dimana Vezda menyelamatkannya saat Festival Tamer Contest. Di tembok itu terlihat bekas serangan dari tanaman yang sekarang sedang dibangun ulang. Ragnulf melihat sebentar bagian dalam dari bekas serangan itu dan mengarah ke saluran pembuangan di bawah kota.


“Ragnulf, kalau kau mencium bau dari monster itu sampai ke sini, mungkinkah ada seseorang yang memang sengaja melepaskan monster di sini?” Aliviah bertanya pada Ragnilf sambil berjalan menyusuri saluran pembuangan.


“Kemungkinan besar, tapi kalau memang mereka membawa monster itu dari dungeon seharusnya Archon Daimon tahu soal monster yang dikeluarkan.” Ragnulf berkata kepada Aliviah.


“Tapi Daimon juga baru tahu kalau ada monster seperti itu. Semua monster milik Daimon juga sudah diperiksa oleh Vezda dan mereka memang tidak memiliki monster tanaman seperti itu.” Jelas Aliviah.


“Baunya berhenti di sini. Kemungkinan ada sesuatu dibalik pintu besi ini.” Ragnulf dan Aliviah berhenti di depan pintu besi yang tidak terkunci.


Saat mereka masuk, ruangan yang sangat besar itu sudah dipenuhi air dan beberapa bagian tembok sudah rusak karena dihancurkan oleh sesuatu yang sangat kuat. Ragnulf dan Aliviah berjalan dengan pelan dan memperhatikan setiap bagian. Dalam keadaan seperti itu, Ragnulf masih santai, namun tetap dalam kondisi yang waspada.


“Ketemu.” Ragnulf berhenti dan melihat ada sekitar 9 tanaman yang ada di sana.


“Sepertinya aku akan diam di sini saja.” Aliviah berkata dan Ragnulf bersiap untuk melawan.


“Bagus. Jangan sampai aku melihatmu hancur di sini.” Ragnulf berkata dan langsung melesat menendang monster-monster tanaman tersebut dengan sangat cepat.


Ragnulf atau ‘Ghost’ merupakan salah satu petualang tercepat di Femi. Jumlah 9 monster yang besar seperti itu bukan tandingan untuk Ragnulf yang bisa mengajar semuanya dengan sangat cepat. Bahkan Aliviah juga kesulitan melihat posisi sebenarnya dia ada di mana. Meskipun daya hancur Ragnulf cukup kuat, tapi tanaman-tanaman itu lebih kuat lagi dengan tendangan dan pukulan Ragnulf.


Aku cukup yakin kalau Daimon tidak tahu apapun mengenai ini, kemungkinan besar ada pihak lain yang terlibat. Freya dan Daimon tidak tahu soal monster ini dan itu sudah lebih dari cukup. Aliviah berpikir sambil melihat Ragnulf bertarung.


Clak clak!


Ini sama sekali bukan situasi yang ideal. Kepala Aliviah terkena tetesan air, tapi dia tahu persis yang meneteskan air itu adalah monster tanaman yang ada di belakangnya.


Sial, ternyata masih ada 1 monster di belakang sana. Ragnulf melihat Aliviah dikejar oleh monster tanaman tersebut.


“Gawat, monster itu cepat. Bagaimana kalau aku membuang ini?” Aliviah membuang kantung kecil dari tasnya dan monster yang mengejar Aliviah beralih mengejar kantung tersebut yang berisi kristal dari monster.

__ADS_1


Dengan cepat Ragnulf mundur untuk melindungi Aliviah dengan menendang monster tanaman yang teralihkan fokusnya ke arah monster tanaman yang lain.


“Kenapa mereka belum mati juga?” Ragnulf mundur ke dekat Aliviah dan monster-monster tanaman itu kembali bangkit.


“Sepertinya monster tanaman ini sangat tahan terhadap serangan tumpul. Angin dan pedang Samir serta sihir Syllia bekerja sangat baik melawan monster itu.” Alviah berkata kepada Ragnulf.


“Harusnya kau bilang sejak awal.” Ragnulf berkata kepada Aliviah dan mengeluarkan pisau berwarna merah terang.


“Whoaaa. Pedang sihir.” Aliviah terkejut melihat senjata yang Ragnulf keluarkan.


“Aku tidak ingin memakainya di sini, tapi tidak ada pilihan lain.” Ragulf menggunakan sihir dari pedang itu untuk dimasukan kembali ke sarung tangan dan sepatu miliknya.


Pedang sihir masuk ke dalam kategori perlengkapan sihir. Bentuknya seperti senjata tajam apapun kelasnya. Pedang sihir bisa digunakan sebagai pedang biasa, namun pedang sihir yang kualitasnya terbaik benar-benar bisa digunakan sebagai senjata tajam pada umumnya. Kelemahan dari pedang sihir adalah daya tahan yang sangat tipis dibanding senjata tajam konvensional lainnya. Baik menggunakan pedang sihir untuk mengeluarkan sihir dari pedang itu ataupun menggunakannya sebagai senjata konvensional, pedang sihir pasti hancur dengan cepat.


“Berapa harga pedang sihir itu?” Aliviah bertanya kepada Ragnulf yang sudah siap menghancurkan monster-monster di depannya.


“2 juta platine.” Jawab Ragnulf dengan santai dan mulai membabi buta semua monster yang ada dan menghancurkannya.


Ghost of Aliviah adalah istilah yang dikenal banyak petualang lain untuk Ragnulf. Gerakan Ragnulf sangat cepat dan terkadang karena kecepatannya itu petualang lain bisa melihat afterimage Ragnulf. Salah satu petualang tercepat di Kota Femi dan juga anggota tercepat di Aliansi Aliviah, Ragnulf Oswald The Ghost of Aliviah.


“Pada akhirnya tidak ada petunjuk apapun mengenai siapa yang masuk ke dalam sini ataupun seseorang yang terlibat dalam kasus ini.” Aliviah berkata sambil memgang kristal yang dikeluarkan dari monster tanaman itu.


“Meskipun begitu, aku bisa mencium aroma seseorang, tapi sangat samar dan air sudah mencuci aroma itu hampir sepenuhnya.” Ragnulf berkata kepada Aliviah.


Karena hal tersebut, mereka kembali ke permukaan dan memutuskan untuk pulang. Saat di perjalanan, mereka berdua berpapasan dengan seorang Archon dan 1 anggota aliansi-Nya. Archon Nero dan Celaena Glynfir. Mereka berdua cukup terkenal di Kota Femi karena Archon Nero dan aliansi-Nya sangat baik kepada warga-warga di sekitar markas utama mereka.


“Yo, Nero.” Aliviah menyapa Nero dan anggota-Nya.


“Aliviah? Tumben sekali kamu berjalan jauh sampai ke distrik ini.” Nero berkata dan Aliviah hendak mendekati Nero.


“Tunggu dulu, Aliviah.” Ragnulf memegang bahu Aliviah dan menahan Aliviah untuk maju mendekati Nero dan Celaena.


“Kenapa Ragnulf?” Aliviah bertanya sambil melihat ekspresi wajah Ragnulf yang sangat waspada.


“Aliviah, aku bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa kami harus ke saluran pembuangan tersebut.” Nero mulai memberikan pembelaannya.


Akhirnya mereka berempat menuju kafe yang jaraknya tidak jauh dari mereka untuk membicarakan hal ini. Ragnulf sangat waspada terhadap Nero dan Celaena. Aliviah terlihat biasa saja meskipun sebenarnya Aliviah juga curiga dengan Nero.


“Ragnulf, kamu tunggu diluar saja.” Aliviah berkata dan Ragnulf hanya menggangguk.


“Celaena, kamu tunggu di sini. Ini pembicaraan antara 2 Archon.” Nero menyuruh Celaena untuk menunggu diluar.


“Baik.” Jawab Celaena dengan singkat.


Sementara Ragnulf dan Celaena menunggu di luar kafe, Aliviah dan Nero sudah duduk untuk berdiskusi masalah apa yang baru mereka hadapi saat ini. Ragnulf saat ini hanya menunggu di luar dan terlihat hanya bersantai, tapi Ragnulf sangat waspada terhadap Celaena.


“Nero, berikan aku pembelaanmu sekarang.” Aliviah berkata kepada Nero.


“Pertama, aku ingin meluruskan kesalahpahaman ini. Aku memang dari saluran pembuangan tersebut, tapi aku ke sana untuk melakukan investigasi mengenai monster tanaman tersebut.” Jelas Nero.


“Tapi, kalau begitu kau mengetahui sebenarnya ada monster tanaman ini?” Aliviah bertanya.


“Iya. Aku tahu keberadaan monster ini sejak 1 bulan yang lalu saat anggotaku terbunuh dengan leher yang dihancurkan oleh seseorang dengan level tinggi.” Penjelasan Nero mengejutkan Aliviah karena ada pembunuhan dan anggota Nero menjadi korban.


“Lanjutkan.” Aliviah berkata singkat saat Nero berhenti sejenak.


“Secara langsung, aku melakukan investigasi dan aku menemukan sebuah kristal yang sudah retak dari monster, namun warnanya berbeda. Itu adalah tanda bahwa anggotaku yang terbunuh melihat sesuatu yang tidak seharusnya mereka lihat. Setelah itu, kamu mengambil kristal dari monster yang ternyata adalah monster tanaman setelah dibunuh oleh anggota aliansimu saat festival.” Nero berkata dan mengeluarkan batu kristal yang serupa dengan yang ALiviah miliki.


“Lalu, saat aku dan Celaena masuk ke saluran air dimana Ragnulf mencium aroma kita, kita melihat monster itu, namun karena monster itu semuanya lebih kuat kita memilih untuk mundur dan tidak melanjutkan investigasi kita.” Lanjut Nero.


“Berarti kau mengambil kristal tersebut sebelum Serikat mengambilnya, bukan?” Tanya Aliviah kepada Nero.

__ADS_1


“Tentu saja.” Jawab Nero dengan yakin.


“Baiklah. Untuk sementara aku percaya dengan apa yang kau katakan. Sampai aliansiku menemukan sesuatu, aku akan memberimu konfirmasi.” Aliviah menjawab Nero.


“Baiklah. Lalu aku sangat percaya bahwa ada Archon yang menyebabkan kerusuhan saat festival tempo hari. Jadi, aku mau meminta tolong kepadamu untuk melakukan investigasi ini juga.” Nero berkata kepada Aliviah.


Archon sialan ini ternyata memang ingin kita turut campur dalam investigasi ini. Aku cukup yakin dan sudah melakukan konfirmasi bersama Vezda kalau Na’ava yang melepaskan monster saat itu. Na’ava sendiri kebingungan saat aku menceritakan monster tanaman itu. Berarti memang ada Archon lain yang terlibat. Aliviah berpikir sejenak.


“Lalu untuk membunuh petualang level 2 dengan cepat dari anggotamu, mereka pasti petualang level 4 atau lebih.” Aliviah berkata kepada Nero.


“Betul, tapi masalahnya ada beberapa Archon yang tidak melaporkan level sebenarnya dari anggota mereka. Selama ini Archon Cathur sering menyembunyikan level anggota-Nya dari Serikat dan melaporkan level yang palsu untuk menghindari pajak.” Jelas Nero.


“Oh, jadi hal itu bisa dilakukan.” Aliviah baru tahu kalau level itu bisa disembunyikan dari Serikat.


“Karena hal itulah semua Archon yang ada di Kota Femi bisa kemungkinan menjadi tersangka.” Nero mengatakan itu dengan jelas kepada ALiviah.


“Apakah kau mencurigaiku dan juga anggotaku?” Aliviah bertanya kepada Nero.


“Tidak. Dari setiap catatan mengenai aliansimu tidak ada yang membuktikan kalau kalian ikut dan kalian tidak bersalah.” Nero berkata hal itu.


“Jika kau mau aku melakukan investigasi mengenai hal ini, jumlah Archon di Kota Femi sangat banyak dan tidak mungkin aku bisa mengeceknya 1 per 1. Ditambah Aliansi Daimon tidak ada sangkut pautnya dengan monster tersebut.” Jelas Aliviah.


“Meskipun Daimon tidak ada sangkut pautnya, tapi yang jadi pertanyaan, apakah Archon Adinatha tidak terlibat? Karena perencanaan Festival Tamer ini adalah ide dari Serikat dn juga disiapkan oleh Serikat dengan bantuan dari Daimon.” Pertanyaan Nero itu mengejutkan Aliviah Karena Archon Adinatha merupakan Archon yang memegang kendari Serikat dan juga menjaga keamanan Seluruh kota Femi.


“Tunggu sebentar, itu sangat tidak mungkin. Dia menjadi penjaga Kota Femi dan mana mungkin dia menggunakan Serikat untuk hal konyol seperti itu.” Aliviah berkata kepada Nero.


“Karena itulah aku ingin memintamu untuk menyelidiki Adinatha dan Serikat. Karen Kalau Serikat ternyata memiliki pasukan, tidak mungkin aku bisa melawannya. Lagipula kamu kan adalah Archon yang memiliki salah satu Aliansi Terkuat di Kota Femi.” Nero berkata hal itu dengan sangat ringan dan Aliviah terkejut setengah mati.


“Apa??! Siapa yang mau melakukan hal bodoh seperti itu?” Aliviah berkata dengan ekspresi yang terkejut.


“Aku yakin jika kamu yang melakukannya akan lebih baik daripada aku.” Jelas Nero.


“Kau!! Dari awal memang ingin menyeretku ke dalam masalah ini bukan?” Aliviah sedikit berteriak kepada Nero.


“Ah, tidak. Ini hanya kebetulan saja dan memang kamu adalah Archon dengan Aliansi yang kuat pastinya. Tentunya, aku juga akan melakukan investigasi dengan caraku sendiri. Jadi, tolong pertimbangkan hal ini.” Nero berkata dan keluar dari kafe bersama dengan Celana.


“Aliviah, apakah semuanya sudah selesai?” Ragnulf berkata setelah sesaat Nero dan Celaena pergi dari kafe.


“Ragnulf, maafkan aku. Sepertinya kamu harus menemaniku lebih lama lagi.” Aliviah berkata kepada Ragnulf dan mereka berdua beranjak pergi menuju kantor Serikat.


Serikat adalah pusat pemerintahan di Kota Femi. Semuanya yang berkaitan dengan petualang, mereka mencatatnya dari awal hingga akhir dan semua catatan mengenai dungeon terbuka untuk siapapun yang datang. Serikat juga menukar batu kristal dari monster menjadi platine dan juga mereka yang mengatur suplai dengan kualitas standar untuk petualang yang akan masuk ke dalam dungeon. Setiap pegawai yang ada di Serikat tidak boleh menerima Berkat dari Archon, tidak diperbolehkan memiliki aliansi, dan tidak diperbolehkan memiliki pasukan tersendiri diluar aliansi.


“Ragnulf. Ini sepertinya akan sulit. Tapi, kalau aku tidak kembali dalam 1 jam, kamu bebas bertindak seakan terjadi sesuatu kepadaku.” Aliviah berkata kepada Ragnulf.


“Baiklah.” Ragnulf hanya mengiyakan Aliviah meskipun banyak pertanyaan di benaknya untuk Aliviah.


Kita lihat apa yang bisa aku dapatkan dari Serikat dan juga Adinatha. Aliviah menatap gedung Serikat yang sangat besar dan menyiapkan mentalnya untuk masuk dan melakukan konfrontasi kepada Archon Adinatha.


****


“Lalu setelah itu Aliviah kembali tanpa mengatakan apapun.” Ragnulf menyelesaikan laporannya kepada Vezda.


“Baiklah. Aku paham apa yang sekarang terjadi. Tapi, kamu tidak bertanya apapun tentang apa yang Aliviah dapat dari konfrontasinya kepada Archon Adinatha?” Vezda kembali bertanya kepada Ragnulf.


“Tidak. Dari ekspresi Aliviah juga dia tidak terlihat terbeban dan aku cukup yakin juga kalau Serikat tidak ada sangkut pautnya dengan hal ini.” Jawab Ragnulf.


“Aku juga sangat yakin kalau Serikat dan Aliansi Daimon tidak ada sangkut pautnya dengan hal ini mengingat salah satu anggota dari Aliansi Daimon juga terbunuh dengan cara yang lebih sadis oleh sosok yang bisa mengendalikan spesies baru itu.” Jelas VEzda.


Vezda kembali dipusingkan dengan apa yang baru terjadi, tapi setidaknya itu menutupi beberapa lubang yang masih kosong mengenai hal tersebut. Terlepas dari itu Vezda juga tidak bisa menyalahkan siapapun atau mencurigai siapapun. Adinatha dan Daimon sudah pasti tidak memiliki hubungan apapun dengan monster spesies baru. Lalu, Archon Nero menjadi korban dalam kejadian ini. Di sisi yang lain, Vezda harus mengurungkan dulu niatnya untuk membahas hal tersebut karena sebentar lagi Aliansi Aliviah kemungkinan besar akan melakukan ekspedisi kembali ke lantai yang jauh lebih dalam.


“Ada baiknya kita tidak memikirkan hal ini dulu. Kemungkinan dalam waktu dekat kita juga harus melakukan ekspedisi lagi.” Jelas Vezda kepada Ragnulf.

__ADS_1


****


__ADS_2