
#
Pada hari berikutnya haruko dan hiroshi pun mulai berpura-pura sebagai sepasang kekasih di depan umum.
Mereka juga sering membuat skema pacaran pura-pura yang membuat orang yakin, mereka juga sering berpura-pura melakukan hal yang romantis di depan umun hingga membuat kenta dan saburo sangat-sangat cemburu.
Akting itu berlanjut hingga hampir berbulan-bulan.
Hingga....
Pada suatu hari saburo dan kenta sudah sangat muak dengan apa yang mereka lakukan
"Sorry! Seperti nya persahabatan kita harus berakhir di sini!"
Ucap kenta memutuskan persahabatan
"Iya aku juga sudah muak melihat kemesraan kalian yang terlalu di buat-buat!"
Ucap saburo menambahkan
Lalu mereka pun berjalan meninggal kan hiroshi sendiri.
Saat jam istirahat....
Haruko keluar dari kelas hendak menemui hanako namun saat di depan pintu, Tiba-tiba saja dia di seret menuju ruang kosong oleh hiroshi
"Rencana kau membuat ku harus kehilangan kedua sahabat terbaikku!"
"A ..apa maksudmu?"
"Gara-gara rencanamu itu kenta dan saburo tak mau lagi bersahabat denganku!"
"Apa?"
"Iya benar! Aku tidak sedang berbicara omong kosong!"
"Ma..maaf tapi aku tak kau kalau sandiwara kita akan berakhir seperti ini!"
"Aku kan sudah bilang bahwa aku sudah tak setuju dari awal!"
"Ta..tapi kau..."
"Sudahlah! Aku sudah tak mau lagi membantumu!"
"Tapi... Hiroshi!"
"Apalagi?"
"Ma...maafkan aku! Aku sungguh tak bermaksud untuk membuat mu bertengkar dengan kesua sahabatmu!"
"Sudahlah!"
Hiroshi pun berjalan pergi meninggalkan haruko sendirian.
Kemudian haruko pun menangis karena merasa bersalah akan apa yang ia perbuat
#
Beberapa minggu Kemudian....
Haruko bangun seperti biasa, beranjak dan meraih handuknya serta mandi lalu berangkat ke sekolah.
Saat di sekolah kini tak ada lagi yang harus ia temui.
Tak ada lagi kakak kelas yang harus ia sapa atau kakak kelas yang menyapanya
Ia hanya bertemu dengan hanako
Dia seakan hidup sendiri...
Tak seperti sebelumnya, Haruko juga tak terlalu berkonsentrasi Untuk belajar.
Ia lebih sering melamun dan mencari jalan agar hubungannya dengan ketiga kakak kelasnya menjadi baik seperti semula.
Jam pertama, dan kedua telah selesai bel berbunyi tanda jam istirahat telah tiba.
Haruko keluar dan berdiri di depan pintu serta memikirkan sesuatu tetapi ia juga tak tau apa yang ia pikirkan.
Pikirannya kosong waktu itu
Hingga...
Hanako berlari mengagetkan haruko membawa sebuah berita yang cukup mengejutkan
"Haruko!!!"
"Hanako?"
__ADS_1
'Hosh...hosh...hosh...'
Hanako terengah-engah karena kecapean
"Gawwwat!"
"Apa? Apa yang gawat?"
"Apa kamu sudah tau soal berita ini?"
"Berita apa?"
"Soal kak hiroshi!"
"Hah? Apa? Dia kenapa? Ada apa?"
"Dia..."
"Dia kenapa?"
"Dia...akan pergi..."
"Hah? Pergi? Maksudnya?"
"Pergi pindah..."
"Apa? Aku gak ngerti!"
"Amerika..."
Tiba-tiba saja ia mengerti apa yang hanako ucapkan.
'Hanako berusaha memberi tahu ku bahwa hiroshi akan pindah ke amerika'
"Apa?"
"Ngerti?"
"Kapan?"
"Hari ini! Bandara"
"Apa? Kalau begitu ayo antarkan aku ke bandara sekarang!!!"
"Tapi..."
Ucap haruko sambil menarik tangan hanako mengajaknya masuk ke mobil lalu menyuruhnya untuk mengantarkan haruko ke bandara.
"Ayo! Cepat! Tancap gas!!!"
"Baik!"
Dengan kecepatan penuh mereka berjalan menuju ke bandara.
Sesampainya di bandara...
Haruko segera berlari melihat ke jadwal penerbangan dan melihat bahwa penerbangan ke amerika telah berangkat satu jam yang lalu.
Haruko kecewa dan menangis sambil memeluk hanako.
"Hanako!!! Dia sudah berangkat!"
"Ya sudahlah toh dia juga cuma kakak kelas kita yang pindah ke luar negri bukan siapa-siapa kamu juga kan! Kamu juga pacaran sama dia cuma pura-pura"
"Kamu tidak mengerti sebenernya aku tuh sangat-sangat mencintainya! Sebenarnya dialah orang yang aku cintai yang aku maksud!"
"Apa?"
"Iya!"
"Kamu gak bohong kan?"
"Nggak!"
Tiba-tiba saja suara tegas terdengar dari belakangnya Haruko.
"Hai! Kangen ya!"
Ucap hiroshi
Haruko terdiam karena kaget.
Haruko pun menoleh dan melihat ke belakang nya.
"Hi...hiroshi!!!!"
"Haruko!"
__ADS_1
Haruko berlari lalu memeluk hiroshi dengan erat
"Aku tak mau kehilangan kamu! Aku mencintaimu!"
"Aku juga Haruko!"
"Apa?"
"Betul! Aku jujur!"
Kemudian mereka terus berpelukan hingga tak sadar teman yang lain hadir di sana.
"Wah... Tuan hiroshi dan nona Haruko ternyata sedang bermesraan!"
Ucap kenta
Haruko menoleh ke arah mereka lalu melihat bahwa ternyata di sana ada kenta, saburo, miyoko, dan hanako
Haruko baru sadar bahwa itu semua adalah rencana dari sahabat-sahabatnya.
Haruko mengerutkan dahi isyarat bahwa dia tau apa yang terjadi sebenarnya adalah sandiwara dari mereka semua
"Ya! Dugaanmu benar! Kami yang merencanakan"
Ucap hanako
"Selamat ya! Inilah cinta sejatimu"
Ucap saburo
"Tapi kakak?"
"Aku sudah dengan miyoko"
Ucap saburo
"Dan aku sudah dengan sahabatmu hanako"
Ucap kenta.
"Dan tinggal kau!"
Ucap hiroshi
"Dengan mu !"
Sambil memeluk erat hiroshi.
"Dan... Kini ku temukan... Ending adari hidupku yang awalnya hampa tanpa orang tua menjadi berwarna karena ada dia hiroshi kekasihku!"
#
"Dan... Kini setiap aku bangun, aku memiliki tujuan agar tetap semangat menjalani hidup!"
Ucap haruko pada hiroshi
"Apa itu?"
"Yaitu adalah melihat senyumanmu di pagi hari yang membuatku selalu fresh"
"Hahaha... Kamu ini kalau bicara ada saja ya!"
Hiroshi tertawa akan kata-katanya haruko.
Minggu pagi...
Hiroshi dan haruko duduk di sebuah taman beralaskan rumput dan berpayungkan pohon yang di tambah oleh angin sepoi-sepoi yang menambahkan rasa sejuk.
"Hiroshi!"
"Ya?"
"Tau gak! Cinta kita ini bersemi di langit biru!"
"Maksudnya? Kok bersemi di langit biru?"
"Ya karena kita menyatakan cinta di bandara, dan bandara identik dengan pesawat lalu pesawat identik dengan langit! Lagit yang biru"
"Kau benar!"
"Kau mungkin tak tau betapa aku sangat mencintaimu lebih dari luasnya langit dan besarnya bumi!"
"Aku tau! Tapi kamu yang tak tau betapa aku mencintaimu lebih besar di bandingkan alam semesta!"
Dan...
Pada akhirnya cinta Haruko bersemi di langit biru yang begitu cerah dan ceria serta di penuhi oleh warna warni dari masalah yang hadir menghampiri mereka.
__ADS_1