WANITA ISTIMEWA

WANITA ISTIMEWA
Chapter 7 - Jadi Siswi Populer


__ADS_3

#


Jam pelajaran pertama sudah selesai kini waktunya untuk jam istirahat. Haruko lapar dan hendak pergi ke kantin. Namun, saat hendak pergi ke kantin ia bertemu dengan seorang siswi yang sedang di bully oleh siswi lain. Haruko segera menghampiri mereka.


"Ah!!! Tunggu! Berhenti!"


Tiba-tiba semua terdiam dan hening tanpa ada satu patah kata pun yang terlontar dari bibir para pembully


"Ada apa ini!!? Kenapa dia di bully?"


"Heh! Kau jangan ikut campur ya! Ini urusan kita ! Dia udah jadi maling di kelas kita! Makannya kita kasih dia pelajaran!"


"Diam!!! Apa kalian ada bukti ! Kalau dia benar-benar mencuri?"


"Ada! Buktinya dia mencoba mengambil uang dalam tasku!"


Ucap salah satu siswi yang membully siswi yang tadi


"Mana buktinya?"


"Ini!"


Ucap salah satu siswi yang lain. Sambil menunjukkan foto di handphone nya.


"Hah?"


Haruko tertawa terbahak-bahak


"Hahaha... Foto ? Foto kayak gini bisa banget di edit! Apa kalian bodoh?"


Mereka semua terdiam dan mencerna perkataan dari Haruko yang masuk akal.


"Hei! Siapa nama kamu?"


"Namaku hanako gina!"


"Hanako! Apa kamu benar mencuri?"


"Tidak! Aku di fitnah!"


"Hah? Jadi kamu gak mencuri?"


"Nggk!"


"Jujur!"


"Iya! Aku jujur!"


"Dengar!!! Ia berkata jujur!"


"Aah bohong! Mana mungkin ada pencuri yang mengaku kalau dia mencuri kalau ada penjara pasti penuh!"


Ucap orang yang membully.


"Aku benar-benar tidak mencuri!"


Ucap hanako.


Tiba-tiba saja kenta, saburo, dan hiroshi datang memecah keributan itu.


"Ada apa ini! Kenapa ada kegaduhan! Apa yang kalian ributkan!"


Teriak kenta.


"Haruko! Kamu di sini juga? Ada apa ini?"


"Ini kak saburo ! Hanako di tuduh mencuri oleh dia!"


"Memfitnah! Sungguh rendah sekali tingkahmu!"


Ucap hiroshi dengan santai.


"Sudah begini saja! Kamu, kamu, dan kamu ikut kita ke ruang sidang osis!"


"Iya betul tuh! Kak kenta aku setuju, kita dengarkan dulu penjelasan dari ke dua belah pihak baru kita putuskan siapa yang salah dan benar!"


Mereka pun datang ke ruang sidang osis dan memulai sidang tertutup.


Saat sidang...


"Jadi siapa nama kalian?"


Tanya saburo


"Saya hanako gina dari kelas sepuluh A"


"Aku  miyoko nana dari kelas sepuluh A"

__ADS_1


"Aku  umeko yoko dari kelas sepuluh A"


"Jadi kalian semua satu kelas!"


"Iya!"


Ucap mereka serentak.


"Jadi bagaimana kronologi nya?"


Ucap haruko bertanya


"Begini ! Saya itu di suruh untuk membawa sebuah buku catatan milik miyoko di dalam taknya ! Sebenarnya saya sudah menolak namun umeko terus saja memaksa saya! Ya dengan terpaksa saya turuti perkataan umeko!"


"Bohong! Dia bohong! Dia mencoba untuk memutar balikkan fakta!"


Ucap umeko


Tap...tap...tap...


Hiroshi berjalan mendekat dan memegang dagu umeko lalu mengangkatnya ke depan wajahnya hiroshi.


"Dengar! Di sini kami tidak menerima siswa yang berperilaku rendahan!"


Umeko merasa takut akan apa yang di katakan oleh hiroshi.


Jantungnya umeko berdebar karena takut jika dia ketahuan berbohong dan ketahuan kalau dia memfitnah hanako


"Oke! Kalau begitu, siapa yang memberi tahu kalau uang milikmu hilang dalam tas?"


Tanya hiroshi


"Soal itu aku tau dari umeko kak!"


Ucap miyoko


"Benar dugaanku! Umeko lah yang telah memfitnah hanako dan memberikan bukti palsu!"


Teriak Haruko


"Diam! Kau jangan ikut campur haruko!"


Ucap umeko


Tiba-tiba ketiga kakak kelasnya mendekat pada umeko.


"Dengar! Sekali lagi kau bicara kasar, memfitnah, dan melakukan hal rendahan di sekolah ini! Kau akan terancam di keluarkan!"


Umeko Kemudian menunduk dan mulai menangis.


"Drama!"


Ucap kenta


"Air mata paslu!"


Ucap saburo


"Tak ada gunanya menangis!"


Ucap hiroshi


"Air matamu takkan membuat kami iba! Apalagi atas apa yang kamu lakukan pada hanako! Sangat rendahan"


Ucap haruko.


"Okay! Aku mengaku! Itu semua benar aku yang membuat skema untuk menjebak hanako agar dia di bully dan mendapat masalah"


Ucap umeko mengaku


"Untuk apa kau lakukan hal rendahn seperti itu!"


Tanya haruko


"Aku sangat tidak suka sama hanako! Karena sejak dia masuk dia sudah menjadi orang yang mencuri banyak perhatian akan kepintaran, kepolosan, keluguan, dan sifatnya yang pendiam membuat banyak orang ingin ber teman dengannya namun mereka bahkan tidak mau mengenalku dan mereka seakan tak menganggapku ada!"


"Alasan apapun tidak akan merubah dan menutupi tingkahmu yang sangat rendahan!"


Ucap hiroshi


"Maafkan aku!"


Ucap umeko


"Kami maafkan!"


Umeko mengangkat kepalanya dan tersenyum

__ADS_1


"Terima kasih kak!"


"Akan segera aku urus surat skors buat kamu!"


"A... Apa kak? A... Aku di skors?"


"Ya! Pelanggaran peraturan sekolah yang sangat-sangat fatal!"


"Ta...tapi kak!"


"Diam! Keputusan ketua osis mutlak!"


Ucap kenta.


"Sekarang kemasi barang-barang kamu!"


Ucap saburo.


"Sidang di tutup! Silahkan kembali ke kelas masing-masing!"


Miyoko dan umeko pun berjalan pergi kembali ke kelas.


Umeko berjalan dengan wajah malu.


Sedangkan hanako, Haruko, kenta, saburo, dan hiroshi masih ada dalam satu ruangan.


"Terima kasih ya kak kenta, kak hiroshi, kak saburo, dan terima kasih juga ya Haruko! Kalian sangat membantu!"


"Iya sama-sama! Lagi pula aku juga pernah merasakan apa yang kamu rasakan!"


Ucap haruko


"Kalau begitu aku pergi dulu!"


"Iya!"


Ucap mereka berempat serentak.


Hanako pun berjalan pergi kembali ke kelas dan melanjutkan pelajaran.


Keesokan harinya, saat Haruko sampai di sekolah ada berita yang membuatnya terkejut.


"Haruko! Lihat!"


Ucap kenta


"Apa kak?"


"Ini!"


Sambil menjulurkan koran sekolah


"A..apa? Ini aku?"


"Iya ! Berita soal kamu sudah masuk koran sekolah dan kamu telah menjadi topik pembicaraan di berbagai kalangan !"


"Apa? Berarti... Satu sekolah ini mengetahui dan kenal aku?"


"Iya!"


"Wah... Sulit di percaya! Tapi... Siapa yang buat koran ini?"


Tiba-tiba hanako datang.


"Aku!"


Ucap hanako


"Hanako?"


"Iya! Itu sebagai tanda balas budiku untuk mu!"


"Balas budi? Aku kan gak ngelakuin apa-apa! Aku cuma bantu kamu sebagai teman satu angkatan!"


"Ah... Terima kasih banyak ya! Aku beruntung bisa kenal kamu!"


Ucap hanako sambil memeluk Haruko


"Haruko!"


"Ya?"


"Boleh kita berteman?"


"Boleh!"


Ucap haruko sambil tersenyum.

__ADS_1


Dan sejak saat itu...


Haruko dan hanako menjadi sahabat yang tak terpisahkan oleh ruang dan waktu


__ADS_2