WANITA ISTIMEWA

WANITA ISTIMEWA
19


__ADS_3

Kairo membawa Dara ke rumah sakit secepatnya. Di dalam hatinya terus berdoa untuk keselamatan Dara dan bayinya.


Wajah Dara sudah pucat dan memutuj kering di baguan bibirnya. Kairo tak sanggup melihat Dara yang seperti ini.


Kairo tidak tenang dan gugup dengan keadaan Dara.


"Pak ... Anda di panggil dokter Irfan," panggil seorang perawat memanggil Kairo.


Hanya Kairo yang mengenal Dara karena Dara sudah tak memiliki siapa pun di negara itu. Kedua orang tuanya juga tak di ketahui keberadaannya.


"Anda anggota keluarganya?" tanya dokter Irfan pelan.


"Saya Kairo, calon suaminya," jawab Kairo lantang. Semua akan di pertaruhkan Kairo demi Dara.


"Calon suaminya? Suaminya kemana?" tanya dokter itu butuh informasi yang jelas.


"Suaminya sudah lama meninggal. Keluarganya juga tidak ada di sini," jawab Kairo dengan jelas.


"Oke baiklah. Ibu Dara harus mendapatkan tindakan secepatnya sekarang juga. Dia harus menjalani operasi caesar. Saya khawatir dengan pendarahannya nanti ada efek samping pada kandungannya. Lagi pula usia kandungannya sudah cukup umur untuk menjalani operasi caesar. Walaupun bayinya akan terlahir prematur," ucap dokter itu menjelaskan.

__ADS_1


"Apapun lakukan yang terpenting semua demi keselamatan Dara dan bayinya. Saya berharap yang terbaik dan tindakan maksimal untuk Dara," ucap Kairo lantang.


"Baik. Kita siapkan meja operasi sekarang juga," ucap dokter itu tegas.


Dadanya sesak dan bergemuruh sejak tadi. Sudah satu jam lamanya Dara berad di dalam ruang operasi. Lampu deoan lamar operasi masih berwarna merah.


"Semoga tidak ada kendala," lirih Kairo berucap. Ia takut sekali bila sesuatu hal terjadi pada Dara.


Kairo meninggalkan kelasnya demi Dara.


Tak lama lampu di depan ruang operasi ity berubah menjadi hijau.


Seorang perawat keluar membawa bayi yang terbungkus kain.


"Ya? Anda suaminya?"


"Ya. Saya ayah bayi ini. Boleh saya ikut untuk melihat dan mendoakan bayi tersebut,"


"Silahkan tuan,"

__ADS_1


Perasaan Kairo lega saat melihat bayi mungil itu sudah terlahir sempurna tanpa kekurangan satu apapun. Bayi itu diam dalam dekapan perawat.


"Bayinya lelaki atau perempuan?" tanya Kairo pada perawat itu.


"Bayinya perempua. Sama cantiknya sepeeti ibunya," ucap perawat itu meletakkan bayi itu di meja perawatan bayi.


Kairo mendekati dan mendoakan bayi tersebut lalu mencium sambil berbisik, "Aku, Ayahmu Nak. Aku akan menjaga ibu kamu dan kamu selamanya."


Kairo begitu tulus dan ikhlas menyayangi bayi perempuan mungil yang jelas bukan anaknya.


"Sus ... Saya mau kembali ke ruangan tadi. Mau memastikan kondisi ibunya. Paling tidak saya sudah tahu keadaan bayinya yang cantik dan sehat," ucap Kairo bangga.


"Silahkan Tuan,"


Kairo bergegas kembali ke ruangan operasi. Dara selamat, ia segera di pindahkan ke ruang rawat setelah setengah jam tidak ada masalah setelah melahirkan secara operasi itu.


"Selamat tuan. Ibu Dara dan bayinya selamat dan sehat," ucap dokter Irfan tersenyum.


"Terima kasih dokter. Kira -kira berapa lama lagi, Dara akan siuman?" tanya Kairo pelan.

__ADS_1


"Dia sudah siuman hanya belum fokus saja. Efek anestasi memang begitu. Akan bermacam -macam efek pada setiap orang. Pasti berbeda. Ada yang cuma tidur, terlihat sakau dan menggigil. Itu lumrah dan wajar. Pendarahannya bisa di hentikan. Dara wanita hebat," ucap dokter Iefan bangga pada Dara, pasien yang masih belia itu.


"Dara wanita istimewa untuk saya," ucap Kairo kagum dan tersenuim ke arah Dara yang masih terbaring di ranjang dengan kedua mata terpejam.


__ADS_2