
Dara mendorong tubuh Kairo menjauh dari tubuh Dara sendiri. Dara tidak ingin ia juga ikut terhanyut denagn suasana yang mendukung seperti saat ini. Sunyi, sepi dan mereka benar -benar hanya berdua di kamar itu.
Dara juga tidak mau menodai persahabatn mereka. Ciuman yang baru saja terjadi saja sudah membuatnya merasa berdosa. Apalagi kalau ia bertindak lebih jauh dari sekedar berciuman. Bukan hanya kedua orang tua Kairo yang kecewa tapi Rika sebagai kekasih Kairo juga akan sakit hati melihat Kairo dan Dara melakukan hal seperti ini. Walaupun menurut pengakuan Kairo, Rika sudah mengkhianatinya. Lalu, Kairo menagih janji pada Dara jika suatu hari ia benar -benar sudah tak bersama lagi dengan Rika. Karena kebersamaannya bersama Rika atas permintaan Dara.
Kairo menatap wajah Dara sendu. Kairo terlihat kecewa saat Dara melepaskan ciuman itu dan mendorong tubuhnya hingga mundur selangkah ke belakang.
Baru malam ini, Kairo begitu berhasrat menginginkan Dara, sahabatnya itu. Entah karena ia terlalu terobsebsi ingin memiliki Dara seutuhnya atau memang karena rasa cintanya yang begitu dalam pada Dara atau bisa juga karena ia takut kehilangan Dara atau mungkin memang ini normal terjadi lada setiap laki -laki yang melihat wanita kemudian timbul hasrat dan gairah.
Dara berjalan ke arah ranjangnya. Ia bingung dan gugup lalu duduk di tepi ranjang sambil memegang bibirnya dengan jari -jarinya. Ia tak meyangka telah berciuman dengan Kairo, sahabatnya sendiri.
__ADS_1
"Kenapa Ra? Kenapa? Apa aku tidak pantas buat kamu? Mau sampai kapan? Kita hanua menjadi sahabat? Padahal aku selalu berharap bisa menjaga kamu dan Shifa di sisa umur hidupku," ucap Kairo lirih.
Kairo juga mendekati Dara.
"Stop Kai!! Jangan dekat dan jangam mendekat!! Aku tidak mau sesuatu terjadi pada kita!! Kalau kamu memang mau menikahi aku, silahkan. Bawa akubpada kedua orang tuamu. Aku mau memibta restu lada mereka, tapi kalau mereka tidak mengijinkan. Alangkah baiknya kita juga harus menerima jawaban itu dengan lapang dada," pinta Dara dengan suara lembut.
Dara tahu persis titik kelemahan Kairo. Kairo paling suka dengan wanita yang lembut dan selalu memberikan motivasi padanya. Karena wanita idaman Kairo adalah wanita yang mirip dengan Bunda Risa.
Mungkin kalau Dara tidak hamil dengan Joshua, tentu ia sudah menikah dengan Kairo karena di jodohkan. Tapi ... nyatanya takdir mereka berkata lain. Mereka hanya tetap berhubungan baik sebatas sahabat dan tidak lebih dari itu saat ini.
__ADS_1
Kejadian itu membuat Dara belajar. Seseorang yang telah salah melangkah dan ternyata terperosok ke dalan lubang maka akan selamanya di anggap sebelah mata dan tidak akan mungkin bisa bangkit dari keterpurukannya.
Itu yang Dara rasakan saat Kairo meembela Dara dan ingin menikahi Dara demi nama baik Dara dan keluarga Dara. Tapi, penolakan secara terang -terangan dari Ayah dan Bunda Kairo membuat hubungan dua keluarga yang tadinya baik menjadu renggang termasuk dengan persahabatan Dara dan Kairo yang ikut terputus saat itu.
Mungkin memang karena mereka masih terlalu muda dan takut untuk mengambil keputusan besar dengan berani dan sangat beresiko.
"Aku ingin menikahi kamu dengan caraku sendiri!! Tak peduli kamu suka atau tidak!!" ucap Kairo dengan nada meninggi.
Kairo semakin mendekati Dara dan tak peduli ucapan Dara yang terus mengingatkan Kairo untuk tidak berbuat macam -macam.
__ADS_1
Kairo sudah tak pedui ucapan itu. Kedua matanya sudah di butakan, telinganya pun sudah di tutup rapat seolah tak bisa mendengar apapun kecuali melakukan apa yang ingin di lakukannya saat ini.