WANITA ISTIMEWA

WANITA ISTIMEWA
Chapter 2 - Perasaan Aneh Yang Muncul Seketika


__ADS_3

#


Sesampainya di rumah, haruko langsung berjalan menuju kamarnya dan melepaskan semua seragam yang di kenakannya kemudian di ganti dengan memakai baju untuk bersantai.


Setelah berganti baju, haruko makan malam dan kemudian kembali ke kamar dan bersiap untuk tidur.


Tetapi, entah kenapa Haruko terus saja terbayang akan wajah ketiga kakak kelasnya. Apalagi kakak kelas nya yang menjadi ketua osis yang memiliki penampilan super menarik serta wajah yang sangat tampan, di tambah lagi tubungnya yang tinggi dan bau parfum yang khas membuatnya selalu terbayang akan sosoknya.


Tak beberapa lama Kemudian haruko tertidur sambil membayangakan kakak kelasnya hiroshi yang tadi ia bayangkan hadir di sisinya.


Sampai-sampai lamunannya tadi terbawa mimpi, mimpi yang indah yang selalu membuatnya senyum-senyum sendiri ketika mengingatnya.


Keesokan harinya, Haruko bangun dan bergegas mandi, berpakaian dan sarapan berharap bisa cepat sampai di sekolah dan bertemu dengan ketiga kakak kelasnya tersebut.


Entah Haruko sadar atau tidak bahwa dia berharap dan memiliki perasaan lebih pada kakak kelasnya hiroshi.


Sesampainya di sekolah,


"Mang! Nanti mamang jemput saya ya seperti kemarin!"


"Siip non! Non tungguin saja di sini ya!"


"Iya Mang!"


Kemudian haruko pun berjalan masuk menuju sekolah tiba-tiba saja dia mendengar bel masuk telah berbunyi, karena kaget haruko segera berlari menuju ruang kelasnya dan ia tak menyadari bahwa ada orang lain yang berlari juga di depannya, kemudian tak sengaja haruko dan orang tersebut bertabrakan dan mental ke arah yang berlawanan.


Orang tadi jatuh ke lantai sedangkan haruko untungnya berhasil di tangkap oleh hiroshi kakak kelasnya dan Haruko jatuh ke pelukkannya.


Mereka bertatapan langsung, membuat wajah haruko memerah karena malu.


Sedangkan hiroshi memandang tajam mata Haruko


'Wajahnya cantik, matanya coklat, kulitnya putih, rambutnya coklat, perempuan ini...bukannya yang kemarin kan ya!'


Ucap hiroshi dalam hati.


'Ya ampun! Adegan apa ini? Kenapa harus terjadi adegan seperti ini padaku seperti di film-film! Adegan ini bisa membuatku tersipu malu di hadapan teman-teman'


Ucap Haruko dalam hati.


"Ehm..."


Saburo mendeham mengagetkan mereka berdua.


Karena di kagetkan oleh saburo refleks hiroshi menjatuhkan Haruko ke lantai.


Gubrakk...


'Aduuhh...aku kira aku takkan merasakan rasa sakit ini di tubuhku!!! Tapi ternyata salah'


Ucap haruko dalam hati


"Aduh sakit! Hei, kakak ini kenapa sih? Sakit tau!"


"Aku refleks!"


"Alasan! Aduuh...pantatku sampai sakit!"

__ADS_1


Ucap haruko sambil mengusap-usap pantatnya yang kesakitan


"Udah di tolongin juga! Bukannya terima kasih malah ngoceh! Dasar tidak tau berterima kasih! Apa kamu tidak di ajarkan untuk mengucapkan terima kasih kalau di tolong orang sama orang tua kamu!"


Tiba-tiba haruko berdiri, menunduk dan meneteskan air mata.


"Maaf! Aku memang tidak di ajari oleh orang tuaku, karena orang tuaku sudah meninggal sejak aku kecil!"


Ucap haruko sambil terus menangis.


Hiroshi kaget medengar perkataan Haruko yang mengaku bahwa orang tuanya telah tiada.


"Ma...maaf aku tidak tau!"


"Mungkin luka dan rasa sakit di pantatku akan hilang! Tapi perkataan kakak sudah sangat menyakiti hatiku dan takkan bisa untukku lupakan secepat itu!"


Kemudian haruko berlari meninggal kan hiroshi dan saburo berdua di sana.


Haruko berlari ke kelasnya dan menangis di mejanya.


Karena terkejut melihat Haruko yang menangis, salah satu temannya mendekatinya.


"Haruko! Kamu kenapa?"


"Haruko?"


Ucap mereka berempati


"Siapa yang bikin kamu nangis?"


"Iya siapa? Biar kita labrak orangnya, karena telah membuat teman baru kita menangis"


Kemudian kenta menghampiri nya


"Haruko! Kamu kenapa?"


Haruko kemudian mengangkat kepala nya dan menatap wajah kenta.


"Nggk kak! Aku gpp!"


"Bohong! Trus kalau gak ada apa-apa kenapa kamu menangis?"


"Maaf kak! Aku seperti nya tidak ikut MPLS dulu ya untuk hari ini! Aku tidak enak badan!"


"Hah? Kamu sakit? Ayo biar aku antar ke uks!"


"Tidak usah kak! Aku ingin pulang saja!"


"Baik ayo biar aku antar!"


Kemudan kenta pun mengantarkan haruko pulang ke rumahnya dengan mobilnya.


Tadinya haruko akan menelpon sopirnya untuk menjemput tapi karena kenta terus memaksa agar dia saja yang mengantar jadi terpaksa dia menurut.


Sesampainya di rumahnya. Kenta keget melihat rumahnya yang lebih besar dari pada rumahnya kenta.


"Haruko! Kamu tinggal di rumah ini?"

__ADS_1


"Iya!"


"Wah! Rumah kamu besar sekali! Pasti orang tua kamu lebih kaya dari pada orang tua ku!"


"Iya! Mungkin"


"Orang tua mu bekerja apa ?"


"Orang tuaku adalah arsitek, dulunya !"


"Ooh! Hah? Dulunya? Emangnya sekarang udah nggk ya?"


"Iya! Karena mereka sudah tenang di syurga!"


"Ah...ma..maaf aku tidak tau!"


"Iya gpp!"


Ucap haruko sambil tersenyum, yang kemudian Haruko pun berjalan masuk ke rumahnya dengan di gandeng oleh kenta.


"Sudah kak! Di sini saja! Biar aku masuk sendiri!"


Ucap Haruko menolak


"Tidak usah sungkan biar aku yang bawa kamu masuk sampai kamu benar-benar istirahat!"


Karna tak mau terus berbicara di luar, haruko pun tak menolak untuk di gandeng olehnya masuk ke kamarnya dan di suruh untuk tidur, Kemudian bibi datang dan kaget melihat haruko pulang bersama seorang pria.


"Non! Non sudah pulang?"


"Iya bi! Saya sedang tidak enak badan jadi saya putuskan untuk pulang!"


"Ya! Ampun non! Non demam tinggi! Biar bibi kompres ya!"


"I..iya bi!"


"Oh iya aden ini siapa ya? Pacarnya non Haruko?"


Kenta terkejut dan mukanya memerah mendengar perkataan asisten rumah tangga nya haruko tersebut.


"Bu..bukan! Saya kakak kelasnya Haruko!"


"Ooh! Maaf bibi kira pacarnya non Haruko! Kalau begitu sebentar ya biar bibi ambilkan air minum dan camilan untuk aden!"


"Tidak usah bi! Saya juga mau langsung kembali ke sekolah karena saya sedang sangat sibuk dan banyak urusan di sekolah yang harus saya tangani!"


"Ooh baik, kalau begitu!"


"Haruko kan sudah sampai dengan aman dan selamat di rumah, kalau begitu aku pulang dulu ya!"


"I..iya kak! Terima kasih ya!"


"Baik kalau begitu biar bibi antar ke depan!"


Kemudian bibi pun pergi meninggalkan Haruko sendirian untuk mengantar kenta ke depan.


Kenta pun kembali ke sekolah, sedangkan entah apa yang di rasakan oleh haruko.

__ADS_1


Haruko merasakan sebuah perasaan yang aneh terhadap kenta dan dia juga merasakan bahwa kenta memiliki perhatian lebih padanya.


Haruko tak sadar bahwa dirinya menyayangi dan mencintai kenta kakak kelasnya sendiri.


__ADS_2