
#
Beberapa minggu kemudian Haruko tak berani untuk bertemu dan bertatap muka langsung dengan kedua kakak kelasnya yaitu kenta dan saburo.
Jika pun mereka bertemu, Haruko hanya menghindar dari pertanyaan mereka.
Semakin hari ia semakin bingung apa yang harus ia katakan.
Semakin hari ia mengulur waktu, semakin penasaran saja kedua kakak kelasnya akan jawaban apa yang di berikan oleh Haruko .
Antara yes or no ?
Mereka tak tau,
Kenta dan saburo pun tak tau kalau mereka menyukai wanita yang sama. Dan sama-sama sedang menunggu jawaban dari pertanyaannya.
'Bagaimana ini? Aku bingung harus jawab apa pada mereka?'
Ucap haruko dalam hati setiap pagi ketika berangkat sekolah dan sepulang sekolah.
Seakan kata-katanya itu sudah menjadi obat yang harus di minum secara teratur.
Suatu hari...
Haruko bangun dan beranjak dari tempat tidurnya, meraih handuknya dan segera berjalan ke kamar mandi lalu mandi dan berpakaian.
Setelah itu ia turun dan sarapan, Kemudian berangkat sekolah.
Sesampainya di sekolah jantungnya berdegup kencang takut ia bertemu dengan kenta dan saburo.
Dan ternya benar dugaannya kalau ia akan bertemu dengan kenta dan saburo.
Haruko berjalan masuk dan berdiri di tengah potongan dua koridor yang terhubung satu sama lain.
__ADS_1
Di lorong sebelah sudah terlihat bahwa kenta dan saburo berjalan menghampiri nya. Sedangkan di sisi lain terlihat bahwa hiroshi sedang berjalang dengan arah yang berlawanan dengan mereka dan saat mereka bertemu di titik yang sama yaitu di depan Haruko, Tiba-tiba saja kenta dan saburo bertanya tentang jawab annya
"Haruko jadi apa jawaban kamu?"
"Kamu terima atau tidak"
Haruko merasa terdesak hingga akhirnya terlintas di benaknya sebuah ide.
"Maaf kak! Aku sudah berpacaran dengan hiroshi!"
Ucap haruko sambil memegang tangannya hiroshi lalu Tiba-tiba saja Haruko mencium bibir hiroshi.
Sontak semua terkejut. Waktu seakan berhenti melihat adegan yang terjadi, hiroshi yang kaget tak bisa berkata apa-apa dan ia hanya diam dengan jantungnya yang berdegup kencang tak beraturan.
"A...apa?"
Semua melongo kaget dengan apa yang ia bicarakan
"Iya!"
"Maaf!"
"Apa yang kau lakukan!"
"Maaf! Aku terpaksa melakukan nya!"
"Apa? Untuk apa? Untuk apa kau lakukan hal bodoh semacam itu?"
"Aku... Waktu itu di tembak oleh kenta dan saburo"
"Apa? Jadi... Kau lakukan itu hanya untuk membuat mereka berhenti mengejar-ngejar kamu! Gitu?"
"Iya... Soalnya aku sudah lelah terus saja di tanyai apa aku mau jadi pacar mereka! Ya jujur saja aku menyukai mereka tapi..."
__ADS_1
"Tapi apa?"
"Hatiku tak memilih mereka!"
"Apa maksudmu?"
"Aku cinta pada orang lain!"
"Apa?"
"iya aku benar!"
"Kau sedang tidak bohong kan?"
"Tidak! Hiroshi kamu mau gak pura-pura jadi pacarku? Hany demi menghindari kenta dan saburo!"
"Apa? Aku jadi pelarianmu begitu? Tidak aku tidak mau!"
"Apa kenapa? Tapi... Aku sangat-sangat membutuhkan bantuanmu!"
"Tidak!"
"Aku mohon!"
Tiba-tiba hiroshi berjalan mendekat
"He..hei! Mau apa kau?"
Semakin dekat... Semakin dekat... Hingga akhirnya, Haruko terpojok di dinding dan tak biaa ber buat apa-apa.
Hiroshi mendekat kan wajahnya ke wajahnya haruko,Kemudian membisikkan sesuatu
"Kalau itu yang kau inginkan baiklah ! Aku akan membantu mu!"
__ADS_1
"Te...terima kasih"