
#
Siang itu Haruko tak bisa istirahat karena terus saja terbayang akan sosok Kenta yang tampan, putih, dan tinggi.
Bayangan kenta selalu saja terlintas di benaknya, apalagi senyuman dan perhatian yang kenta berikan pada Haruko membuatnya sulit untuk fokus beristrirahat siang itu.
Sambil di kompers karena demam bibi bertanya sesuatu pada haruko.
"Non! Sebenarnya siapa yang mengungkit masalah papa dan mama nya non?"
"Loh! Kenapa bibi tau?"
"Ya bibi tau lah! Kan bibi yang rawat non dari bayi hingga segede ini! Jadi bibi tau betul apa yang bisa buat non sampai deman tinggi seperti ini!"
"Ya... Jadi gini! Tadi itu aku lari karena bel masuk sudah berbunyi eh tiba-tiba aku di tabrak sama orang yang lari juga dari arah yang berlawana ya! Spontan dong kami mental ke arah yang berlawanan juga, tapi saat aku jatuh aku di selatkan sama kakak kelasku yang kebetulan sahabat dari kak kenta yang barusan ke sini! Tus kakak kelasku yang ini nangkap aku dong! Nah pas gitu tiba-tiba saja ada suara orang mendeham yang membuat kita kaget dan membuat kakak kelaskua yang nangkapku refleks melepaskanku sampai aku jatuh! Trus aku marah sama kakak kelasku yang jatuhin aku trus dia marah juga lalu dia bilang apa kamu gak di ajarkan berterima kasih sama orang tua kamu! Itu bi yang bikin aku sakit hati!"
"Ooh pantesan! Itu yang bikin non demam tinggi!"
Kemudian percakapan mereka berhenti seketika sedangkan bibi terus saja mengompres haruko.
"Hm.. Bi!"
"Ya non?"
"Menurut bibi, kak kenta orangnya kayak gimana?"
"Hah? Yang tadi non?"
"Iya!"
"Menurut bibi den kenta itu orangnya baik, pintar, perhatian, suka menolong, banyak yang suka, dan masih banyak lagi lag yang gak bisa di ucapin dengan kata-kata"
"Ooh! Menurut bibi kalau jadi pacar aku gimana?"
"Ooh!bibi tau nih kemana arah pembicaraan ini! Non pasti suka ya sama den kenta?"
"Ih nggak kok bi!"
"Boong! Ngaku aja non ! Iya kan"
Wajah Haruko memerah karena malu
"Tuh kan memerah berarti bener!"
"Ah! Bibi ini bisa aja!!!"
Tiba-tiba bibi berdiri dan hendak beranjak dari tempat nya
"Eeh! Bi mau kemana?"
"Mau ganti air kompres ini!"
"Jawab dulu bi!"
"Jawab gak ya?..."
Ucap bibi sambil senyum-senyum.
"Ah! Non pikirin saja dulu, apa yang non miliki yang membuat non pantas untuk den kenta!"
Setelh itu pintu di tutup dan kini Haruko sendirian di kamar sembari melamun.
'Apa yang pantas? Hm... Apa maksudnya ya? Aku tak mengerti, mungkin rasa ini takkan pernah terbalaskan lebih baik ku pendam perasaan ini! Dan ku lupakan semua yang pernah terjadi padaku hingga membuatku suka padanya!'
Ucap haruko dalam hati.
Malam itu Haruko dilema berat, dan sangat sulit untuknya melupakan soal semua, semua hal tentang kenta kakak kelasnya.
Keesokan harinya, haruko masih tak bisa berangkat sekolah karena demamnya makin tinggi hingga membuat haruko harus meninggalkan rumah dan menginap di rumah sakit untuk beberapa hari.
__ADS_1
Karena haruko tak masuk sekolah, itu membuat kenta khawatir akan keadaannya dan kenta takut kalau demam haruko makin tinggi.
Kemudian kenta segera bergegas meninggalkan kelas dan hendak pergi ke rumah Haruko namun saat keluar dari kelas kenta hampir saja menabrak kedua sahabatnya yaitu hiroshi dan saburo.
"Mau kemana?"
"Iya buru-buru amat!"
"Mau ke rumah Haruko takutnya demamnya makin tinggi!"
"Apa? Haruko demam? Biar aku ikut!"
"Kau mau ikut saburo? Oke ayo, kau bisa memeriksa Haruko"
"Aku juga ikut!"
"Ngapain?"
"Ya aku kan yang buat dia sampai demam!"
"Hah? Jadi kau yang membuat haruko demam!"
"Iya, mungkin"
Kemudian mereka segera bergegas pergi ke rumah Haruko namun saat sampai di rumahnya, ternyata rumahnya kosong dan tak ada siapa-siapa di rumahnya.
Tiba-tiba saja ada seorang ibu-ibu yang tidak lain adalah tetangganya, menghampiri mereka bertiga.
"Maaf! Cari siapa ya?"
"Oh. Ini bu kita mencari pemilik rumah ini! Dimana ya?"
"Oh non Haruko! Dia sedang di rawat di rumah sakit!"
"Hah?"
"Oh iya aku tau! Papaku juga sedang bekerja di sana!"
Ucap saburo
"Ayo! Biar aku tunjukkan tempatnya!"
Kemudian mereka pun pergi menuju rumah sakit tersebut.
Sesampainya di rumah sakit, saburo segera menghampiri bagian pusat informasi.
"Maaf ! Saya mau tanya kalau dokter Ryuu apa ada di ruangannya?"
"Maaf tapi ini dengan siapa ya? Dan ada keperluan apa pada dokter ryuu?"
"Saya saburo ryuu anak dari dokter ryuu!"
"Oh... Ma..maaf kalau begitu biar saya antar ke ruangannya!"
Kemudian mereka bertiga berjalan mengikuti perawat yang tadi di tanyai.
Ruangan dokter ryuu!
"Permisi dok ! Ini ada orang yang mengaku sebagai anak dokter!"
"Mana?"
"Papa!"
"Loh! Saburo! Ngapain kamu kemari? Ada yang ingin di periksa nak?"
"Nggk pa!"
"Ini memang anak saya sus! Silahkan suster kembali ke pos saja!"
__ADS_1
"Oh baik kalau begitu saya permisi dok!"
Kemudian suster tersebut keluar dari ruangan dokter ryuu.
"Gini pa! Aku lagi cari temen aku yang kebetulan di rawat di rumah sakit ini!"
"Siapa namanya? Biar papa cari ruangan nya"
"Namanya haruko izumi!"
Kemudian dokter ryuu yang kebetulan adalah papa dari saburo segera mengangkat gagang telpon dan memanggil perawat yang bertugas di bagian pendaftaran untuk mencarikan nama pasien dan ruangan Haruko
Setelah ketemu segera mereka menuju ke ruangan tersebut.
Saat hendak sampai mereka sudah melihat sopir dan asisten rumah tangga nya haruko.
"Aduh gimana ni pak? Non haruko harus sampai di rawat!"
"Biar bapak yang jaga di sini! Kamu pulang dan ambil segala kebutuhannya!"
"Oke pak!"
Tiba-tiba saat bibi hendak pulang hiroshi, kenta, dan saburo serta papa nya saburo dokter ryuu datang menghampiri mereka.
"Pak, mereka siapa?"
Ucap bibi pada suami nya
"Tidak tau, bu"
Mereka datang menghampiri asisten rumah tangga dan sopirnya haruko
"Maaf bi! Ini saya kenta sahabatnya haruko!"
"Eh! Den kenta iya ada apa ya? Mau ketemu sama non haruko ya?"
"Iya! Oh iya bi ini kenalkan ini sahabatku ini hiroshi, saburo dan ini dokter ryuu kepala rumah sakit di sini!"
"Iya! Hallo dok"
"Bagaimana dengan keadaan haruko sekarang bi?"
"Non haruko sudah agak mendingan, tetali dia masih harus istirahat total di rumah sakit!"
"Boleh kita masuk bi?"
"Boleh-boleh silahkan!"
Mereka pun masuk dan melihat keadaan haruko yang sedang terbaring lemah di atas tempat tidur rumah sakit.
"Biar saya bangunin ya!"
"Tidak usah bi! Biarkan saja haruko tertidur, lagipula kalau keadaannya lemah trus di paksain buat bangun nanti malah makin drop!"
"Oh begitu ya dok! Baik kalau begitu, saya permisi pulang dulu, saya mau ngambil beberapa pakaian nya non Haruko!"
"Tidak udah bi! Biarkan Haruko pulang dan di rawat di rumah biar saya bawa beberapa perawat dan beberapa perlengkapan supaya bibi gak capek bulak balik ke rumah sakit!"
"Tidak, apa dok! Lagi pula nanti pasti biaya nya mahal apalagi non haruko tingga sendirian karena mama sama papanya telah tiada saat dia masih kecil"
"Oh! Soal biaya biar saya yang tanggung bi!"
"Bener nih dok? Makasih banyak ya!"
"Iya-iya"
Setelah itu,
Haruko pun di siapkan untuk di bawa pulang dengan di temani oleh beberapa suster dan dirawat serta di tangani langsung oleh dokter ryuu.
__ADS_1