
Emosi Kairo tersulut seketika mendengar ucapan Dara yang begitu membuat sakit hati.
Dengan tatapan yang begitu tajam. Kairo terus menatap dua bola mata indah Dara yang sama sekali tak terlihat tertantang atau merasa terancam dan terintimidasi. Dara terlalu santai menanggapinya.
"Kenapa? Kamu mau marah Kai? Apa salah dengan ucapan aku?" tanya Dara begitu santai sekali berucap. Seperti orang yang tak punya beban sama sekali.
Kairo menarik tangan Dara dan di bawa masuk ke dalam kamarnya agar tak terdrngar orang lain.
"Kamu kenapa Dara?! Bisa -bisanya kamu melakukan ini semua di saat aku sudah menyelesaikan semua misiku sesuai harapan kamu!! Aku belajar tak mengenal waktu!! Hanya ingin cepat bisa menikahi kamu dengan gelar dokter!! Tapi apa? Saat ini kamu malah kembali mencati masalah!! Tiba -tiba saja Joshua datang dan ingin merebut kamu dari aku!! Dan bodohnya lagi, kamu mau!! Drama macam apa ini!! Kita sudah dewasa Dara!! Kamu seharusnya bisa memilih mana yang baik buat kamu!! Lelaki yang ada di depan iru brengsek!! Dia sudah menghamili kamu dan mencampakkan kamu begitu saja!! Kamu masih mau memaafkan dan kembali padanya karena apa? Karena cinta?!! Bodoh kamu!!" teriak Kairo kasar dan keras.
Kairo merasa tak terima dan merasa ia sedang di permainkan oleh Dara.
__ADS_1
"Aku memang bodoh. Aku di bodohi oleh cinta. Sama seperti kamu, Kai. Kamu di bodohi oleh rasa cinta kamu yang berlebihan kepada ku. Jadi saat aku ingi lergi, kamu merasa tidak terima," ucap Dara dengan santainya.
"Aku nunggu kamu sudah lama Dara!! Semua permintaan kamu, mau kamu, selalu aku turuti. Sekarang? Giliran aku sudah menggapainya, kamu malah berbalik arah!! Lama -lama aku gila," ucap Kairo yang terus berteriak keras.
"Apa peduli ku? Kita kembali menjadi seorang sahabat!! Bukan siapa -siapa lagi. Lupakan semua impian kamu untuk menjadu suami aku dan menjadi ayah untuk Shifa," jawab Dara tegas dan pergi dari kamar itu.
Rasanya Dara ingi menangis. Tak sanggup meluhat wajah Kairo yang kecewa berat. Mungkin Dara sudah mulai menyayanginya dan cintanya untuk Kairo sudah mulai tumbuh bermekaran. Tapi ...
Dara berjalan menuju ke ruang tamu untuk menemui Joshua.
"Aku minta kamu pergi sekarang. Aku gak mau lihat kamu lagi dengan alasan apapun
__ADS_1
Aku sudah bahagia bersama Shifa. Jadi kamu gak usah khawatir tentang hidup aku dan Shifa. Aku masih sanggup mengurusnya sendiri hingga Shifa tercukupi semuanya. Pergi sekarang sebelum Kairo kembali ke sini," ucap Dara menyentak.
Ia sudah tak peduli lagi dengan apapun. Jika ada hal yang tak sesuai dengan hatinya maka Dara akan berontak. Ia merasa kuat dan memiliki power. Kemandirian mengajarkan Dara untuk teguh pada pendiriannya dan kokoh terhadap ujian yang terus menerus menerpanya.
Dara dan Shifa sudah cukup bahagia tanpa siapa pun. Dara yang makin gila berusaha akan terus bekerja keras demi kebahagiaan Shifa, putri kecilnya.
Soal Kairo? Dara harus belajar melupakan. Sama seperti ia melupakan Joshua saat itu. Tentu akan berat tapi ini harus di lakukan.
Joshua sudah pergi. Ia datang memang ingin bertemu Shifa tapi sama sekali tak di ijinkan oleh Dara. Dara tak ingin mengenalkan Joshua pada Shifa. Apalagi mengenalkan hubungan yang sesungguhnya antara Joshua dan Shifa.
Dara terduduk di sofa ruang tamu. Kedua matanya basah. Berulang ki ia menarik napas panjang dan di hembuskan pelan melalui hidung dan mulutnya.
__ADS_1