WANITA ISTIMEWA

WANITA ISTIMEWA
Prolog


__ADS_3

"kriiingggg…" jam weker berbunyi di atas meja dekat tempat tidur milik seorang gadis yang memiliki nama Haruko Izumi. Seorang gadis berusia lima belas tahun yang sebentar lagi menginjak usia enam belas tahun. Gadis itu masih tertidur lelap dalam buaian mimpinya yang begitu indah.


"Tok…tok…tok…" Tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk dengan lembut oleh seorang wanita berusia tujuh puluhan. Wanita itu mengenakan sebuah seragam asisten rumah tangga.


"Nona!" Perlahan wanita itu memanggil gadis yang sedang tertidur lelap di dalam kamarnya di atas ranjang tidurnya.


"Nona haruko! Bangun non, hari ini adalah hari pertama nona masuk sekolah!" Wanita itu terus mencoba membangunkan haruko dengan cara memanggilnya. Tetapi haruko tak kunjung bangun dari tidurnya.


"Nona! Bangun! Ini adalah hari pertama nona masuk sekolah! Ini sudah hampir jam tujuh non!" Wanita itu berteriak semakin kencang memanggil namanya, tetapi masih tak ada jawaban di balik pintu kamar itu. Wanita itu pun berjalan pergi menuju dapur hendak menyiapkan meja makan untuk sarapan.


"Kriiingggg…" jam weker itu masih berbunyi di atas meja dekat tempat tidur nya haruko.


"Arrrrgghhh!!! Berisik!" Ucap haruko sambil bangkit dari tempat tidur nya dan meraih jam tersebut, kemudian mematikan suaranya. Perlahan ia mengucek matanya sambil mengumpulkan kesadarannya hingga sepenuhnya sadar. Perlahan haruko membuka matanya sambil melihat jam yang ada di tangannya. Jam itu telah menunjukkan pukul setengah tujuh.


"Kyaaaa… gawwat!!! Aku terlambat!!" Seketika haruko bergegas berlari pontang-panting kesana-kemari bersiap untuk pergi ke sekolah barunya. "Drap…drap…drap…" haruko berlari dengan cepat menuju dapur hendak sarapan.


"Pagi bi!" Sapa haruko pada asisten rumah tangganya yang sedang menyiapkan meja makan.


"Pagi non! Silahkan sarapan!"


"Maaf bi! Sepertinya aku tak bisa duduk dan sarapan pagi ini, buatkan roti isi saja bi! Biar aku makan di jalan!"


"Baiklah! Sebentar ya!"


"Iya, kalau begitu ku tunggu di ruang tamu ya bi!"


"Ya!"


Haruko adalah seorang gadis yang baru saja lulus SMP dan siap melanjutkan sekolahnya ke bangku SMA, hari ini adalah hari pertama nya masuk sekolah. Haruko adalah seorang pewaris tunggal dari keluarga Izumi. Papa dan mamanya telah meninggal sejak ia masih bayi karena kecelakaan. Semenjak kematian papa dan mamanya ia pun di rawat oleh bi Alice, seorang asisten rumah tangga yang sangat baik dan sangat menyayangi haruko dengan sepenuh hati. Haruko sudah menganggap bi Alice seperti ibu kandungnya sendiri. Sekarang haruko tinggal bersama bi Alice asisten rumah tangganya dan pak Alan seorang supir pribadinya.


"Ini non roti nya!" Ucap bi alice sambil menyodorkan sebuah kotak bekal yang berisikan roti isi.


"Terima kasih bi! Kalau begitu aku berangkat dulu!"


"Ya! Hati-hati di jalan ya!"


"Iya bi!"


"Drap…drap…drap…" bergegas ia berlari keluar dari rumah bak istana miliknya dan segera masuk ke mobil yang sudah terparkir rapi di depan halaman rumahnya.


"Pak! Ayo berangkat!"


"Baiklah non!"


Mobil itu melaju perlahan keluar dari area rumahnya dengan pak Alan dan haruko di dalamnya meninggalkan bi alice seorang diri di rumah itu.


"Pak tolong lebih cepat lagi ya, saya hampir terlambat!"


"Baiklah non!"


Mobil itu pun melaju lebih cepat dari sebelumnya. Rumah haruko dengan jaraknya ke sekolah cukup jauh maka dari itu ia harus bergegas dan bangun lebih pagi agar tidak terlambat masuk ke sekolah namun sayang baginya hari ini ia terlambat bangun membuatnya harus bergegas agar tak terlambat dan kemudian di hukum apalagi ini adalah hari pertamanya masuk SMA. Mobil itu terus melaju dengan cepat menuju arah sekolahnya haruko. Namun tiba-tiba mobilnya berhenti melaju tepat di tengah jalan.


"Lho! Kenapa berhenti pak?"


"Aduh, sepertinya mobilnya mogok non! Sebentar ya biar saya cek dulu mesinnya!"


"Baiklah!'


Supir nya pun keluar untuk mengecek mesin mobil yang berhenti tersebut. Karena lama akhirnya haruko pun memutuskan untuk keluar dan bertanya langsung pada pak Alan.


"Bagaimana pak?"

__ADS_1


"Mobilnya mogok non! Dan akan makan waktu yang cukup lama untuk di perbaiki nya!"


"Apa? Aduuh! Bagaimana ini? Aku harus bergegas takutnya aku terlambat terus di hukum! Mana hari ini adalah hari pertama lagi!"


"Ah! Begini saja non! Nona naik taksi saja bagaimana? Biar bapak yang coba Carikan taksi untuk nona!"


"Baiklah kalau begitu pak!"


"Kalau begitu nona tunggu dulu di dalam mobil agar nona tidak kepanasan. Takutnya jika nona kepanasan nanti nona pingsan!"


"Baiklah pak! Tolong Carikan dengan cepat ya!"


"Ya non akan saya usahakan!"


Haruko pun berjalan masuk ke dalam mobilnya tersebut. Sambil dudukdan memakan sarapannya. Sementara itu pak Alan supirnya sibuk mencarikan taksi kosong untuk haruko. Sudah tiga taksi di hentikan tetapi belum ada satupun taksi yang kosong. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh lebih. Karena tak tenang akhirnya. Haruko pun memutuskan untuk keluar dan bertanya pada pak Alan.


"Bagaimana pak?"


"Belum ada yang kosong non!"


"Aduuh! Bagaimana ya?"


"Tunggu sebentar non biar bapak telpon montir untuk kemari dan memperbaiki mobilnya!"


"Baiklah pak! Semoga cepat ya! Aku sudah sangat terlambat ini!"


"Sementara menunggu montirnya biar coba bapak Carikan taksi lagi ya non!"


"Baiklah pak!"


Tak beberapa lama kemudian sebuah taksi melaju, pak alan pun memberhentikan taksi tersebut untuk mengecek nya.


"Taksinya kosong non! Silahkan masuk!"


"Iya sama-sama non!"


"Kalau begitu saya berangkat dulu ya!"


"Ya! Hati-hati di jalan ya non!"


"Ya pak!"


Mobil itu pun beranjak dari tempatnya berhenti saat itu dan kemudian melaju menuju arah sekolah.


"Pak tolong lebih cepat lagi ya, saya sudah sangat terlambat!"


"Baiklah!"


Mobil itu pun melaju dengan kencang. Hingga akhirnya haruko pun berhasil sampai dengan selamat di sekolah.


"Ini pak uangnya! Terima kasih ya pak!"


"Ya non! Eehh! Tunggu non"


"Kenapa pak? Saya buru-buru nih!"


"Uangnya kelebihan non!"


"Tidak apa-apa bapak ambil saja kembaliannya untuk anak dan istri bapak! Itu sebagai tanda terima kasih saya karena bapak telah datang di waktu yang sangat tepat!"


"Baiklah terima kasih non!"

__ADS_1


"Sama-sama pak! Kalau begitu saya masuk dulu ya pak!"


Haruko berlari dengan sekuat tenaga meninggalkan tempat parkir sekolah yang sangat luas menuju arah gerbang sekolah yang cukup jauh dari pemberhentian taksi nya tadi. Gerbangnya masih terbuka dengan sangat lebar.


' gerbangnya masih terbuka berarti aku masih bisa masuk!' ucap haruko dalam hati sambil terus berlari menuju gerbang. Saat sedikit lagi ia hendak sampai Tiba-tiba ia melihat siswa lain berlari dari arah yang berlawanan dengannya. Haruko terus berlari dan kemudian berbelok masuk ke arah gerbang namun kemudian secara tak mereka sadari mereka berada dalam jarak yang begitu dekat hingga membuat mereka bertabrakan.


"Aduh!" Haruko terhuyung jatuh ke tanah begitu pula dengan siswa tadi, ia juga terjatuh.


"Aww!!!" Ucap siswa itu kesakitan. Siswa itu kemudian berdiri dari posisinya saat ini. Dan kemudian menatap haruko dengan tajam.


"Hey!" Ucap pria itu pada haruko, haruko menoleh ke arah pria itu dan menatapnya.


'wah... Dia, bagaikan malaikat yang turun dari surga yang datang untukku. Wajahnya tampan, dia tinggi, berkulit putih bersih. Apakah dia benar-benar malaikat?' ucap haruko dalam hati yang secara tak dia sadari ia terpesona akan ketampanan pria tersebut.


"Hey!! Kalau lari tuh lihat-lihat!!!" Ucap pria tersebut dengan kesal. Seketika haruko terkejut mendengar pria itu tiba-tiba marah padanya.


"Hey! Harusnya kau yang lihat-lihat, aku yang berlari lebih dulu dan seharusnya kau membantuku berdiri dan meminta maaf bukan malah marah-marah! Dasar pria aneh!" Spontan saja haruko kesal pada pria yang di tabraknya tadi


"Apa kau bilang!!!"


"Apa hah? Kau akan marah? Dasar pria pengecut beraninya pada wanita!"


"Dasar betina!" Ucap pria itu sambil berjalan pergi meninggalkan haruko dengan posisinya yang masih duduk di tanah.


"Heeehhh!!! Kau bilang apa?"


"Sudahlah! Aku mau masuk saja!"


"Hey!! Tunggu! Jangan cuekin aku!! Hey!!!" Spontan haruko bangun dari posisinya saat ini. Kemudian ia berjalan menghampiri pria tadi,lalu menarik tas pria tersebut hingga pria tersebut jatuh ke tanah.


"Aww!!" Pria itu kesakitan.


"Kau ini! Apa maksudmu menarik tasku hingga aku jatuh! Hah? Kau ingin balas dendam?"


"Eh? Maaf ya aku tak memiliki maksud untuk balas dendam!"


"Maaf saja tidak cukup! Kau harus membantuku untuk berdiri!"


"Ah? Baiklah!" Ucap haruko sambil berbaik dan berjalan menghampiri pria tadi.


"Eh?" Pria itu heran.


'kenapa gadis ini ingin membantuku berdiri? Padahal tadi aku membuatnya jatuh saja tidak menolongnya berdiri!' ucap pria itu dalam hati. Haruko pun mengulurkan tangannya, dan pria itu balas mengulurkan tangannya


'gadis ini selain cantik ternyata baik hati juga ya!' ucap pria itu dalam hati terkagum pada haruko. Tiba-tiba…


"Plak" haruko hanya menepuk tangannya dengan keras membuat pria itu merasa kesakitan.


"Aww!! Hey! Apa maksudmu! Bukan kah kau ingin menolongku tadi!"


"Apa? Menolongmu? Setelah kau membuatku terjatuh dan tidak menolongku sekarang kau ingin aku menolongmu? Maaf tapi aku tak punya waktu aku harus mencari kelasku!" Ucap haruko sambil berbaik dan berjalan meninggalkan pria tadi. Pria itu kemudian bangkit dan berjalan menghampiri haruko, kemudian melakukan hal yang sama pada haruko yaitu menarik tasnya agar ia juga terjatuh. Namun rencananya itu gagal, saat haruko hampir terjatuh haruko menarik jaket yang di kenakan pria itu.


Spontan saja pria itu mencoba menahan dirinya agar tidak terjatuh tetapi tanpa ia sadari ia menahan tubuh haruko juga agar tak terjatuh dan membuat haruko terjatuh pada pelukan pria tersebut.


Mata mereka saling bertatapan, jantung mereka berdebar sangat kencang lebih kencang dari pada biasanya. Tanpa haruko sadari wajahnya memerah. Melihat wajah haruko yang memerah pria itu spontan melepaskan pelukannya pada haruko. Dengan refleks haruko menahan agar dirinya tak terjatuh.


"Te…terima kasih!" Ucap haruko dengan wajah memerah dan jantung yang masih berdebar sangat kencang. Wajah pria itu juga terlihat memerah.


'adegan macam apa tadi!' ucap haruko dalam hatinya.


"Sa…sama-sama!" Jawab pria tadi sambil terlihat salah tingkah di hadapannya. Keadaan yang tadinya ramai akan kegaduhan seketika hening dan membuat mereka berdua menjadi canggung satu sama lain.

__ADS_1


"Ka…kalau begitu aku duluan! Aku harus mencari kelasku!" Ucap haruko sambil berjalan masuk ke dalam area sekolah.


"Ba…baiklah! Aku juga harus masuk!" Ucap pria tadi sambil berjalan masuk mengikuti haruko dari belakang. Saat di koridor mereka berdua berpisah. Haruko yang masih masih kepikiran akan adegan yang terjadi padanya tadi membuatnya sulit untuk berkonsentrasi mencari arah menuju ruang kelasnya.


__ADS_2