
#
Beberapa bulan Kemudian...
Haruko masih saja memikirkan tentang perasaan nya terhadap ketiga kakak kelasnya.
"Haruko!"
Teriak hanako sambil melambaikan tangan.
"Hanako!"
Ucap haruko membalas teriakan hanako.
"Kemari hanako!"
"Baik! Aku ke sana!"
Tiba-tiba saja mulut Hanako di bekap dan matanya di tutup oleh seseorang lalu ia di bawa ke suatu tempat.
Di tempat tersebut, Haruko pun di lepaskan dai bekapan mulutnya dan penutup matanya.
"A. .aku dimana?"
"Kamu ada di taman sekolah!"
Haruko menoleh ke arah suara
"Kak kenta! Jadi kakak yang nyulik aku ke sini! Kebangetan banget sih! Aku tuh di tungguin sma hanako! Kenapa malah main petak umpet kayak gini! Gak lucu tau!"
Ucap haruko ngomel sambil berjalan pergi meninggalkan kenta namun Tiba-tiba saja kenta memeluk Haruko dengan erat.
"Aku suka sama kamu!"
Ucap kenta berbisik,
Haruko kaget mendengar apa yang ia katakan, Tiba-tiba saja jantungnya berdegup kencang tak karuan. Wajahnya memerah tanda bahwa dia malu dan bingung harus menjawab apa.
"Kak! Kak kenta becanda ya?"
"Tidak! Aku sungguh-sungguh! Saku sangat-sangat mencintai kamu! Dari awal saat kita bertemu waktu itu!"
"A...apa?"
"Iya! Aku bicara jujur!"
"Lepaskan kak! Lepaskan!"
Ucap haruko mencoba melepaskan diri dari pelukan kenta.
"Maaf kak! Aku... Tidak bisa bicara apa-apa ! Tolong berikan aku waktu untuk berfikir"
"Baik aku berikan kamu waktu! Kalau kamu sudah siap datang saja ya!"
Kemudian haruko pun berjalan meninggalkan kenta sendirian.
Saat hendak kembali ke tempat dimana hanako berada Tiba-tiba saja haruko jatuh karena menginjak lantai yang basah.
Haruko jatuh ke lantai membuat semua pakaiannya jadi basah, yang kemudian Haruko pun di bawa oleh saburo yang kebetulan ada di sana.
"Haruko! Kamu gpp?"
"Nggk kak! Cuma baju ku basah kuyup!"
__ADS_1
"Kalau begitu ayo ikut aku! Aku tau dimana kita bisa dapat baju seragam yang bersih!"
"Dimana kak?"
"Di ruang loker!"
"Ruang loker?"
Haruko pun berjalan berpegangan tangan dengan kenta, saat sepanjang jalan ia menjadi pusat perhatian. Semua siswa melihat dan membicarakan dia yang berjalan dan berpegangan tangan dengan saburo.
"Kita sampai! Ini pake handukku!"
"Iya kak! Terima kasih!"
"Bentar kalau gak salah lokerku ini adalah loker bekas cewek dan baju-bajunya masih ada! Tuh kan benar! Ini baju untukmu!"
"Terima kasih kak! Kalau begitu aku ganti baju dulu ya!"
"Oke! Biar aku tungguin kamu di sini! Aku juga ingin ngomong sesuatu sama kamu!"
"Ngomong apa kak?"
"Nanti aja!"
"Baiklah! Kalau begitu!"
Haruko pun berganti baju dan kembali ke ruangan tersebut.
"Bagaimana bajunya?"
"Cocok dan pas sekali kak!"
"Oh! Bagus deh kalau pas sama kamu!"
"Gimana ya ngomong nya?"
Ucap saburo sambil senyum-senyum
"Ngomong aja kak! Gak ada orang juga di sini!"
"Hm... Jadi gini sebenarnya aku suka dan cinta sama kamu!"
"A..apa?"
Haruko terkejut akan apa yang di katakan saburo dan dia bingung harus pilih yang mana, antara kenta dan saburo.
"Hm.. Anu kak! Berikan aku waktu intuk memikirkan nya!"
"Baik aku tunggu jawabannya!"
"Iya! Ini kak!"
Ucap haruko sambil menjulurkan kanduk yang tadi di berikan saburo.
Kemudian haruko pun pergi meninggalkan nya sendiri dan hendak menemui hanako tetapi Tiba-tiba saja dia menabrak hiroshi.
"Maaf hiroshi!"
"Iya gpp! Makannya kalau jalan luat-luat jangan sambil bengong!"
"Iya! Maafkan aku"
Ucap haruko sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Kemudian pergi.
Sesampainya di tempat tujuan,
"Hanako maaf! Tadi aku ada urusan mendadak!"
"Iya gpp!"
"Kamu sudah lama disini?"
"Iya"
"Oh iya aku mau ngomong nih!"
"Ngomong apa? Ngomong aja!"
"Jangan di sini dong!"
"Dimana kalau begitu?"
"Ayo ikut aku!"
Kemudian haruko pun berjalan sambil membawa hanako ke sebuah ruangan yang kosong.
Di sana ia menceritakan tentang kejadian yang terjadi padanya tadi.
"Jadi begini, tadi aku bertemu sama kak kenta dan kak saburo dan kedua-duanya nembak aku!"
"Apa?"
Hanako kaget
"Beneran?"
"Iya!"
"Trus-trus kamu bilang apa?"
"Aku bilang berikan aku waktu untuk memikirkan nya! Gitu"
"Aduhhh kamu ini bodoh banget kenapa gak kamu langsung terima aja?"
"Sebenarnya aku emang suka sama mereka tapi... Aku cintanya sama orang lain!"
"Hah? Maksudnya? Kamu cinta sama tiga orang sekaligus?"
"Iya begitulah!"
"Trus siapa orangnya?"
"Hm... Itu masih aku rahasia in soalnya aku suka sama dia tapi entah bagaimana perasaannya padaku!"
"Jangan patah semangat gitu! Aku tau dia pasti akan suka sama kamu dan dia juga akan menerima kamu apa adanya!"
"Tidak mungkin!"
"Kenapa?"
"Soalnya dia terlalu tampan dan sudah menjadi incaran dan idaman banyak wanita"
"Apa?"
"Iya!"
__ADS_1
Tiba-tiba saja bel berbunyi memotong pembicaraan mereka lalu mereka pun memutuskan untuk kembali ke kelas masing-masing. Dan melanjutkan pelajaran.