
"baiklah! Bilang pada dia agar menungguku sebentar !"
"Baiklah!" Ucap moriko sambil berjalan kembali menghampiri pintu dan berbicara pada Daisuke agar menunggunya sebentar.
"Baiklah dengarkan semuanya! Aku ada urusan sebentar dan untuk kalian semua tolong lakukan tugas kalian masing-masing dengan penuh rasa tanggung jawab. Dan bagi kalian berdua jangan pergi kemana-mana! Setelah aku kembali aku akan menghukum kalian berdua!"
"Ba…baiklah!"
Saburo kemudian berjalan meninggalkan ruang petugas UKS dan pergi bersama dengan Daisuke.
"Ada apa Daisuke?"
"Aku ingin bertanya apa benar gadis yang tadi berdiri di lapangan pingsan?"
"Ya, memang nya kenapa?"
"Aduuh! Gawat! Aku bisa di marahi oleh Hiroshi!"
"Kau kenapa kau tampak gelisah?"
"Aku… tidak apa-apa!"
"Jangan bilang kau yang menghukum gadis itu sampai dia pingsan? Iya?"
"I…iya!"
"Ini tidak benar! Seharusnya kau sebagai OSIS menghukum nya dengan sesuatu yang lebih ringan! Bukannya malah menghukum gadis itu dengan sangat berat sampai dia jatuh pingsan!"
"Tapi dia sudah datang terlambat! Sangat terlambat!"
"Tapi tidak begitu juga cara untuk menghukumnya. Masih ada cara lain!"
"Tapi, saat itu aku tidak bisa berfikir jernih!" Ucap Daisuke.
"Dia tak bisa berfikir jernih karena dia emosi!" Ucap Kenta secara tiba-tiba yang datang entah darimana.
"Kenta" saburo terkejut
"Aku sudah mencegahnya untuk menghukum gadis itu dengan hukuman itu tetapi dia tak mendengarkan ku dan malah mengusirku!"
"Ini sudah sangat keterlaluan! Aku harus melaporkan kau pada Hiroshi!"
"Tu…tunggu! Jangan! Aku tak ingin sampai aku di keluarkan dari OSIS!" Ucap Daisuke ketakutan
"Itu semua salahmu! Kau bertingkah sok berkuasa di sekolah ini!" Ucap Kenta.
"Kenta! Ayo pergi dan laporkan dia ke Hiroshi!"
"Ayo!" Saburo dan Kenta pun berjalan meninggalkan Daisuke seorang di diri di tempat tadi. Saat hendak berjalan menuju ruang OSIS mereka melewati ruang UKS yang sedang di penuhi oleh para petugas UKS yang sedang berkumpul. Saburo menoleh dan kemudian berhenti di depan ruang UKS lalu masuk ke dalam ruang UKS.
"Saburo! Kau mau kemana?"
"Kau duluan saja! Nanti aku menyusul!"
"Baiklah!"
Kenta pun terus berjalan menuju ruang OSIS yang dimana di sana ada Hiroshi. Sementara itu saburo masuk ke dalam ruang UKS.
"Ada apa ini?" Tanya saburo pada semua petugas yang ada. Sambil melihat ke arah ranjang haruko. Saburo melihat haruko yang sudah tersadar dari pingsannya.
"Kau sudah sadar!" Tanya saburo. Haruko hanya terdiam dengan heran.
"Bisa kah semua tinggalkan ruangan ini sebentar? Biar aku yang merawatnya!"
"Baiklah! Ayo keluar teman-teman!" Ucap Yoriko sambil berjalan menggiring semua teman-teman nya yang ada di sana keluar dari ruang UKS.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya saburo. Haruko masih terdiam heran.
"Aku…ada dimana?" Tanya haruko
"Kau ada di ruang UKS!"
"Ka…kakak siapa?"
"Kenalkan namaku saburo ryuu! Aku adalah ketua petugas UKS disini!"
"Tu…tunggu! Bukan kah kakak yang tadi berlari di koridor saat aku sedang di hukum?"
"Ya! Dan secara tak sengaja aku melihatmu lemas dan hampir terjatuh, tetapi untungnya aku berhasil menangkap tubuhmu!"
"Ja…jadi orang yang ku lihat sebelum pingsan itu kakak?"
"Ya!"
"Terima kasih ya kak!"
"Sama-sama! Oh iya, namamu siapa?"
"Namaku haruko Izumi!"
"Oh! Nama yang bagus!"
"Te…terima kasih!"
"Oh iya, kau sudah sarapan?"
__ADS_1
"Sudah, tadi pagi aku sarapan dengan roti di perjalanan menuju sekolah karena aku tak sempat makan di rumah. Aku terlambat bangun makannya aku terburu-buru hingga aku hanya makan roti di perjalanan"
" Begitu ya!"
"Ya, dan saat di tengah perjalanan mobil yang ku tumpangi mogok dan aku terjebak hampir satu jam di tengah perjalanan karena aku tak kunjung dapat taksi!"
"Jadi itu alasan mengapa kau sampai datang terlambat dan di hukum?"
"I…iya kak!"
"Oh iya, tunggu sebentar ya!"
"I…iya!" Saburo berjalan meninggalkan haruko sendiri di ruang UKS dan ia pergi menuju dapur sekolah. Hendak menyuruh beberapa petugas di sana untuk membuatkan haruko makanan. Kemudian tak beberapa lama kemudian saburo kembali ke ruang UKS dengan membawa sebuah nampan berisi nampan dan segelas air.
"Karena semenjak kau sadar kau belum makan apa-apa sekarang kau harus makan!"
"Ah! Ti…tidak usah kak!"
"Tidak apa-apa! Ayo makan!"
"Aku tidak lapar kak!"
"Kau harus makan! Kau butuh banyak tenaga untuk mencerna materi pembelajaran!"
"Tapi kak!"
"Cepat makan! Ini sudah jam istirahat dan kau masih belum makan!"
"Aku bisa makan di kantin kak!"
"Jangan, aku sudah membawakan ini untukmu! Kau harus memakannya!"
"Ba…baiklah jika kakak memaksa!" Ucap haruko sambil mencoba mengambil piring yang ada di tangan saburo.
"Tidak usah! Kau diam saja, biar akh suapi!"
"Ti.…tidak usah kak!"
"Jangan sungkan!"
"Aku bisa sendiri kak!" Ucap haruko sambil menarik piring dan sendok nya. Namun kemudian sendok itu terjatuh saat haruko hendak memegang nya.
"Lihat! Kau masih lemah!" Ucap saburo sambil tersenyum. Haruko balas tersenyum karena malu ke keras kepalaan nya yang bersikeras untuk makan sendiri.
"Baiklah! Biar ku suapi oke! Dan ku ambilkan sendok baru!"
"Ba…baiklah!" Saburo pun berjalan menuju dapur sekolah untuk mengambil sendok yang baru. Kemudian kembali ke ruang uks dan mulai menyuapi haruko
"Ayo buka mulutmu!" Ucap saburo sambil menyodorkan tangan yang sedang memegang sendok berisi makanan ke mulut haruko. Haruko pun membuka mulutnya sambil menatap wajah saburo.
'dia… baik hati, tampan, dan sangat perhatia" ucap haruko dalam hatinya. Haruko kemudian menatap mata saburo.
"Kau kenapa?" Tanya saburo secara tiba-tiba sambil tersenyum. Haruko terkejut menyadari bahwa dirinya tersenyum sendiri saat melihat saburo. Seketika wajahnya memerah.
"Ah! Ti…tidak aku tidak apa-apa!" Ucap haruko dengan gugup karena malu.
"Kau yakin tidak apa-apa? Kenapa wajahmu memerah?" Tanya saburo sambil tersenyum.
"I…iya aku yakin!"
"Kenapa bicaramu gugup?"
"Ah. Ti…tidak!" Ucap haruko salah tingkah.
"Kenapa kau salah tingkah?" Tanya saburo sambil tersenyum melihat tingkah haruko. Haruko menoleh ke arah saburo dan melihat senyumannya membuat wajahnya semakin memerah karena malu.
Haruko pun melanjutkan makannya dengan di suapi oleh saburo Hingga makanan yang ada di piring itu pun habis.
"Baiklah! Kalau begitu aku pergi ke dapur sekolah dulu ya, untuk menyimpan ini! Kau istirahat saja dulu dan jangan kemana-mana!"
"Ba…baiklah!" Saburo pun berjalan pergi dengan nampan berisi piring dan gelas kotor di tangannya. Saat hendak pulang kembali ke ruang UKS saburo bertemu dengan seorang gadis yang memberi tahu saburo bahwa ada seseorang yang sedang mencarinya
"Eh! Saburo! Ada yang mencarimu dari tadi!"
"Siapa Hana?"
"Kenta! Dia mencarimu dari tadi! Katanya ada yang ingin di bicarakan denganmu tapi entah apa!"
"Begitu ya, baiklah kalau begitu akan ku cari dia. Terima kasih telah menyampaikan nya padaku ya!"
"Iya sama-sama! Kalau begitu aku pergi dulu ya!"
"Iya!"
Saburo kemudian berjalan menuju arah ruang UKS hendak memastikan haruko naik-naik saja.
"Haruko! Aku ada urusan sebentar, jadi tidak apa-apa jika kau ku tinggalkan sendiri di sini?"
"Tentu saja! Aku tidak apa-apa!"
"Sebagai gantinya akan ku suruh beberapa petugas UKS untuk menjagamu disini!"
"Ti…tidak usah! Aku tidak enak! Apalagi ini kan jam istirahat aku tidak enak mengganggu jam istirahat mereka!"
"Tidak apa-apa lagi pula sudah menjad tugas para petugas UKS di sekolah ini!" Ucap saburo.
__ADS_1
"Tidak usah kak!"
Tak beberapa lama kemudian Yoriko datang bersama dengan moriko.
"Saburo! Dari tadi Kenta dan Hiroshi mencarimu!"
"Apa? Diamana mereka sekarang?"
"Mereka sedang berada di kantin sekolah di lantai dua!"
"Apa? Baiklah kalau begitu aku pergi dulu ya haruko! Oh iya yoriko! Moriko! Tolong jaga haruko sementara aku pergi ya!"
"Baiklah! Serahkan saja gadis ini pada kami! Kami pasti akan mengawasinya agar dia tetap duduk di atas ranjangnya!"
"Baiklah sampai jumpa!"
Saburo pun berjalan pergi meninggalkan haruko dengan Yoriko dan moriko untuk menemui hisroshi dan kenta di kantin. Sesampainya di kantin lantai dua sekolah ia segera mencari meja tempat dimana Kenta dan Hiroshi berada.
"Saburo!" Tiba-tiba seseorang memanggil namanya. Ia menoleh dan mencari ke segala arah kemudian ia temukan asal suara itu.
"Kemari!" Panggil kenta, saburo pun berjalan pergi menghampiri meja mereka dan kemudian duduk di kursi kosong yang berada di sana.
"Ku dengar kalian mencariku? Apa benar?" Tanya saburo pada Kenta dan Hiroshi.
"Ya! Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan pada kalian berdua!" Ucap Hiroshi dengan cool.
"Apa?" Saburo penasaran
"Aku ingin bicara tetapi tidak disini!"
"Baiklah! Bagaimana jika kita pergi ke ruang tempat bisa?" Usul kenta
"Baiklah! Ayo!" Ucap saburo sambil berdiri. Kenta dan saburo pun ikut berdiri dan kemudian mereka berjalan meninggalkan kantin dan pergi ke ruang tempat biasa mereka kumpul bersama. Sesampainya di ruangan tersebut mereka segera berbicara.
"Oke! Jadi katakan apa yang ingin kau bicarakan!" Ucap saburo dengan penasaran
"Aku dengar, Daisuke membuat ulah hingga membuat salah satu siswa baru pingsan! Apa benar?" Ucap Hiroshi
"Ya!" Ucap Kenta dan saburo serentak.
"Lalu? Apa yang akan kau lakukan Hiroshi?" Tanya saburo.
"Aku akan menghukumnya! Atas perbuatannya yang keterlaluan!"
"Hukuman seperti apa?" tanya kenta
"Hukuman apa yang pantas untuk menghukumnya?" Tanya saburo
"Kalian lihat saja nanti apa yang akan ku lakukan padanya!" Ucap Hiroshi sambil berjalan meninggalkan mereka berdua di ruangan tersebut.
Saburo dan Kenta berdiri terpaku sambil bertanya-tanya hukuman macam apa yang setimpal dengan perbuatan Daisuke.
"Teng.…teng…teng…" bel masuk pun berbunyi. Kenta dan saburo bergegas berjalan meninggalkan ruangan tersebut untuk pergi melakukan tugas masing-masing. Kenta kembali ke kelas untuk melanjutkan memberikan materi pembelajaran pengenalan bagi para siswa baru. Sedangkan saburo kembali ke ruang UKS. Sesampainya di ruang UKS saburo melihat haruko sedang tertidur dengan sangat pulas, begitu pula dengan kedua temannya yang ia minta untuk menjaga haruko. Mereka berdua tertidur juga.
"Tap…tap…tap…" saburo berjalan menghampiri meja dekat ranjang haruko untuk menaruh suatu barangnya di meja tersebut.
"Eh?" Saburo menoleh ke arah haruko dan menatap haruko dengan sangat erat. Sambil tersenyum ia berkata dalam hatinya.
'gadis ini, cantik juga ya jika sedang tidur! Mengapa aku sampai tidak menyadarinya!'
Kemudian tanpa sadar saburo mendekatkan wajahnya hendak mencium bibir haruko, namun kemudian haruko terbangun. Haruko terkejut melihat wajah saburo berada begitu dekat dengan wajahnya. Begitu juga saburo yang menyadari bahwa tiba-tiba haruko terbangun. Mata mereka saling bertatapan satu sama lain. Seketika jantung haruko berdetak dengan sangat kencang. Wajah haruko dan saburo sama-sama memerah.
"Aahhh!!! Jam berapa ini?" Ucap yoriko secara tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Mendengar yoriko terbangun saburo segera berdiri tegak, meraih barang yang ia taruh di meja tadi dan kemudian berjalan pergi keluar dari ruang UKS.
"Eh! Saburo!" Ucap Yoriko membuat saburo terkejut.
"Ya?" Ucap saburo terkejut. Jantungnya berdetak, wajahnya masih memerah dan tubuhnya berkeringat.
"Kau sudah mau pergi lagi?" Tanya Yoriko.
"Ah! Iya aku kemari hanya ingin mengambil barangku yang tertinggal!"
"Begitu ya! Oh iya jam berapa ini? Apa jam istirahat sudah selesai?"
"Ya! Makannya jangan tidur terus!"
"Ahh!! Aku hanya tidur sebentar, lagi pula aku sangat lelah setelah di marahimu tadi! Oh iya sekarang kau mau kemana?" Ucap Yoriko sambil meregangkan tubuhnya.
"Aku ingin mencari petugas UKS yang tadi akan ku hukum!"
"Baiklah! Sampai jumpa! Aku mau lanjut tidur lagi. Aku lelah!'
"Kau ini! Bukannya melakukan kewajiban mu malah tidur! Cepat bangun dan cuci wajahmu!!"
"Tapi…" saburo berjalan menghampiri Yoriko dan menariknya agar bangun dari tempatnya saat ini.
"Tak usah di tarik! Aku bisa bangun sendiri! Kau pergi saja, aku ingin membangunkan moriko dulu!"
"Tidak! Aku akan mengawasi kalian dulu! Takutnya kalian malah tidur dan tidak melakukan kewajiban kalian!"
"Tidak! Aku janji, aku akan bangunkan Moriko dan setelah itu menjalankan tugas"
"Janji?"
"Ya!"
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu!"
"Ya!"