WANITA ISTIMEWA

WANITA ISTIMEWA
Episode 3 - Ciuman pertama


__ADS_3

Saburo pun berjalan pergi meninggalkan ruang UKS untuk mencari beberapa petugas ruang UKS yang tadi ingin ia hukum. Waktu berjalan dengan sangat cepat hingga tanpa di sadari waktu telah menunjukkan pukul setengah tiga.


"Teng…teng…teng…" bel tanda waktunya pulang tiba telah berbunyi, semua siswa bergegas bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing.


"Sudah waktunya pulang ya? Kalau begitu aku duluan ya, ada seseorang yang ingin ku temui sepulang sekolah ini!" Ucap moriko pada Yoriko.


"Apa? Jadi kau tidak bisa pulang denganku?"


"Ya! Tak apa kan?"


"Iya, tak apa!"


"Baiklah sampai jumpa besok!"


"Aku juga ingin bersiap pulang dulu!" Ucap Yoriko.


Mendengar sudah waktunya untuk pulang haruko pun bangkit dari tempat tidur nya dan menyiapkan diri untuk pulang. Tiba-tiba saburo datang. Melihat haruko yang sedang bersiap membuat saburo khawatir.


"Kah mau pulang?" Tanya saburo.


"Iya kak!"


"Kalau begitu biar ku antar ya?"


"Tak usah kak! Biar ku telpon supir ku untuk menjemput ku di parkiran!"


"Begitu ya! Tapi apa kau sudah merasa baikkan?"


"Ya, sudah kak! Aku sudah merasa baik kan. Kepala ku juga sudah tak merasakan pusing lagi"


"Sukurlah kalau begitu! Oh ya, bagaimana jika ku antar kau ke parkiran?"


"Tak usah! Aku bisa sendiri kak!"


"Tapi kau kan baru pulih!"


"Sudahlah saburo jangan paksa dia!" Ucap Yoriko secara tiba-tiba.


"Oh iya! Tadi ku dengar Kenta mencari mu, dia menunggu mu dan Hiroshi di parkiran! Katanya kalian ada janji ya? Untuk menjenguk Asuka di rumah sakit?"


"Ah! Ya aku lupa! Kalau begitu aku duluan ya!"


"Ya sudah pergi sana!" Ucap Yoriko yang kemudian saburo berjalan pergi meninggalkan mereka berdua di dalam ruang UKS.


"Kau mau pulang?" Tanya Yoriko pada haruko.


"Ya kak! Sudah sore! Aku harus pulang!"


"Kalau begitu biar ku bantu kau ya?"


"Tidak usah kak! Aku bisa pulang sendiri! Lagi pula sebentar lagi supirku datang!"


"Tak apa! Biar ku antar kau hingga ke parkiran saja! Bagaimana? Lagi pula aku juga pulang sendiri! Moriko tak bisa pulang bersamaku karena dia memiliki janji dengan pacarnya! Jadi aku harus pulang sendiri lagi! Aduh! Nasib kaum jomblo!" Ucap Yoriko murung. Mendengar ucapan yoriko tersebut membuat haruko tak tega untuk membuatnya pulang seorang diri.


"Baiklah kalau begitu! Aku mau di antar kak menuju tempat parkir!"


"Benarkah? Kau yakin?"


"Ya!"


"Oke! Ayo!!!" Seketika raut wajahnya gembira dan sangat bersemangat.


"Oh iya! Ngomong-ngomong aku belum tahu siapa namamu!" Ucap Yoriko.


"Ah ya! Namaku Haruko Izumi kak! Salam kenal!"


"Wah nama yang bagus!"


"Terima kasih! Lalu nama kakak siapa?"


"Namaku yoriko Kaori!"


"Wah nama kakak juga bagus!"


"Baiklah ayo kita pulang!"


"Ayo kak!"


Haruko pun berjalan berdampingan bersama dengan yoriko menuju tempat parkir.


"Ah! Sebentar kak! Aku harus menelpon supirku dulu!"

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu!"


Haruko pun menelpon pak alan supirnya. Untuk menjemput nya di sekolah. Sedangkan sementara Yoriko menunggu haruko menelpon ia memainkan ponselnya. Setelah menelpon, haruko pun segera mengabari Yoriko bahwa supir nya sedang di perjalanan menuju sekolah nya.


"Ayo kak! Supirku sedang di perjalanan!" Ucap haruko.


"Sebentar!" Ucap Yoriko sambil memainkan ponselnya dan kemudian ia berteriak, kegirangan.


"Kakak kenapa?"


"Aah! Uh! Aku harus pergi duluan haruko! Maaf ya aku tak bisa mengantarkan mu hingga ke parkiran. Aku baru saja mendapatkan kabar bahwa ibuku baru saja keluar dari rumah sakit jadi aku harus bergegas untuk menjemput nya di rumah sakit!"


"Begitu ya! Baiklah tak apa! Aku bisa pergi sendiri!"


"Ya sudah aku duluan ya!" Ucap Yoriko berjalan berbalik dan kemudian pergi. Ia kembali ke tempat sebelumnya adalah untuk mengabari saudari nya bahwa ibunya telah keluar dari rumah sakit. Sementara itu haruko berjalan seorang diri menuju tempat parkir, sekolah sudah mulai sepi tak ada seorang pun orang yang lalu lalang.


Tiba-tiba saat di tangga, haruko secara tak sengaja menabrak seorang pria yang sedang memainkan ponselnya, hingga haruko hampir jatuh. Tetapi untungnya pria itu sigap menangkap tubuh haruko yang hampir terjatuh ke tanah. Ponsel pria itu melayang di udara, menyadari ponselnya hampir jatuh ke tanah pria itu mencoba menangkap ponselnya dengan keadaan seperti itu namun secara tak di sadari pria itu malah mencium bibir haruko. Spontan saja haruko terkejut, jantung nya seketika berdetak sangat kencang.


'a…apa ini?' ucap haruko dalam hatinya.


Waktu seakan berhenti berputar, semuanya seakan berjalan dengan sangat lambat. Kemudian secara tiba-tiba semua kembali normal. Ponsel pria itu jatuh ke tanah. Tiba-tiba mereka tersadar, wajah mereka seketika berubah memerah. Haruko segera berdiri dengan tegak dan kemudian pria itu melepaskan pelukannya dari haruko.


Haruko berbalik badan, dengan wajahnya yang merah ia menunduk. Jantungnya masih berdetak tak karuan.


"Te…terima kasih!" Ucap haruko pada pria tersebut.


Pria itu hanya terdiam dengan wajah cool nya yang memerah.


"Tap…tap…tap…" haruko berjalan pergi .


Pria itu menutupi wajahnya yang memerah dengan tangannya. Namun kemudian haruko berjalan berbalik kembali ke arahnya. Jantung pria itu berdetak seketika saat melihat haruko berjalan berbalik menghampiri nya. Haruko pun jongkok dan meraih ponsel pria itu yang jatuh ke tanah.


"Maaf! Ini!" Ucap haruko pada pria itu sambil menyodorkan ponsel pria itu pada pemiliknya. Pria itu mengambil nya. Kemudian haruko berbalik dan pergi meninggalkan pria itu sendiri yang sedang berdiri terpaku di tempatnya saat ini.


'ya tuhan! Apa itu tadi??? Apa dia benar-benar mencium bibir ku? Ahhh!! Tadi itu ciuman pertamaku!' ucap haruko dalam hatinya.


'tetapi saat di lihat-lihat pria itu sangat tampan! Dia adalah pria paling tampan di bandingkan pria tampan yang ku temui hari ini!' ucap haruko dalam hati dengan wajah nya yang masih memerah ia terus berjalan menuju tempat parkir.


Sesampainya di tempat parkir ia berdiri di tempat teduh sambil menunggu supirnya, pak Alan tiba di sana. Sambil menunggu pak Alan tiba ia terus saja kepikiran kejadian tadi.


'wajahnya yang tampan, raut wajahnya yang cool dan cuek, aroma tubuhnya yang khas, tubuh nya yang tinggi, kulitnya yang putih bersih dan Sangat mulus, arrrrghh!!! Tuhan mengapa ciptaan mu begitu indah?' haruko terus melamun sampai-sampai ia tak sadar bahwa ada seorang pria berada di samping nya. Pria itu heran ketika melihat haruko yang senyum-senyum sendiri.


"Hey!!" Ucap pria itu dengan keras. Seketika lamunannya hancur, haruko tersadar dari lamunannya dan kemudian ia melihat wajah pria itu sedang memperhatikan wajah haruko dari jarang yang sangat dekat.


"Aww!!! Aarrrggh!! Sakit!" Pria itu berteriak kesakitan.


"Ah! Uh! Maa… maaf!" Ucap haruko tersadar.


"Kau ini kenapa ! Tiba-tiba menamparku dengan sangat kencang!"


"Aku tidak sengaja!"


"Tadi kau senyum-senyum sendiri! Setelah itu kau tiba-tiba menamparku dengan sangat keras! Kau ini kenapa hah?" Ucap pria itu, marah.


"Kan sudah ku bilang aku tak sengaja!" Ucap haruko kesal


"Tunggu! Aku rasa aku pernah melihatmu sebelumnya, tapi dimana ya?" Pria itu kemudian Terdiam dan berpikir.


"Tunggu! Bukannya kau pria yang tadi pagi kan!"


"Ahh! Ya aku baru ingat kau adalah gadis menyebalkan yang tadi pagi kan! Yang menabrak ku sampai jatuh, kemudian menarik tasku sampai aku jatuh lagi! Ya kan!"


"Iya memangnya kenapa?"


"Mimpi apa aku semalam sampai bisa-bisa nya aku hari ini sangat sial"


"Apa kau bilang! Seharusnya aku yang bilang begitu! Kau itu pria pembawa sial!"


"Heh! Seharusnya aku yang bilang seperti itu padamu! Kau itu gadis menyebabkan pembawa sial! Sampai-sampai hari ini aku sial terus dari pagi hingga sekarang!"


"Apa kau bilang?"


"Apa? Mau apa kau? "


"Kau ingin ku tampar lagi hah?"


"Coba saja kau tampar!".


"Kemari! Akan ku tampar kau karena telah menjelek-jelekkan namaku!"


"Coba saja kau tampar jika kau sampai!"

__ADS_1


"Arrgghhh!! Jika saja kau wanita dan lebih pendek akan ku tampar dan ku pukul kau dengan sangat kencang!"


"Coba saja!"


Karena keasyikan berkelahi, haruko sampai tak sadar bahwa pak Alan supirnya sudah sampai di tempat parkir tepat di depan mereka berkelahi.


"Ada apa itu? Kenapa nona haruko bertengkar dengan pria itu? Wah pria itu pasti mengganggu nona haruko! Tidak boleh di biarkan ini!" Ucap pak Alan sambil berjalan keluar dari dalam mobil dan menghampiri haruko yang sedang berkelahi dengan pria itu.


"Heh! Siapa kau berani-beraninya kau mengganggu nona haruko!"


"Eeehhh! Pak Alan!" Ucap haruko terkejut.


"Tenang non! Biar saya lawan orang inj dan saya kasih pelajaran agar dia tidak berani gangguan nona haruko lagi!"


"Ahh!! Sudahlah pak! Lebih baik kita pulang saja dan jangan hiraukan pria ini! Lagi pula aku tidak apa-apa!"


"Nona yakin tidak apa-apa?"


"Ya! Aku aku yakin!"


"Baiklah kalau begitu, mari non kita pulang!"


"Iya ayo!"


Haruko pun kemudian berjalan meninggalkan pria tadi seorang diri di tempat parkir. Haruko pun masuk ke dalam mobilnya dan kemudian mobilnya beranjak dari tempatnya saat ini lalu pergi meninggalkan parkiran sekolah menuju rumahnya haruko.


Sementara itu, tak beberapa lama kemudian seorang pria dewasa menghampiri pria yang tadi berdebat dengan haruko.


"Tuan! Mari kita pulang, mobilnya sudah saya parkir kan di sebelah sana!"


"Kau ini kemana saja! Aku menunggumu sangat lama di sini! Aku sampai lelah dan kakiku hampir kesemutan!"


"Maaf tuan!"


"Baiklah sekarang tunjukkan arah dimana kau memarkirkan mobilnya!"


"Baik sebelah sini tuan! Ikuti saya!" Ucap pria dewasa itu yang tak lain merupakan pelayan pribadi sekaligus supir pria itu. Mereka pun berjalan menuju mobilnya. Ia pun masuk dan mobil itu perlahan beranjak dari tempatnya menuju tempat tujuan mereka.


Sesampainya di rumah, haruko segera turun dari mobil.


"Oh iya pak! Mobil yang tadi pagi bagaimana? Apa sudah di bawa ke bengkel?"


"Sudah nona! Makannya saya pakai mobil yang satu ini untuk menjemput nona!"


"Baiklah kalau begitu nanti beritahu aku berapa jumlah yang harus kubayar untuk memperbaikki mobil itu!"


"Baiklah!"


"Kalau begitu aku masuk dulu ya pak, aku lelah. Ingin istirahat!"


"Baiklah nona!"


Haruko pun berjalan masuk ke dalam rumahnya.


"Eh! Nona sudah pulang!"


"Iya bi! Aku lelah! Aku ingin istirahat dulu!"


"Wah berat sekali ya materi pembelajaran hari ini?"


"Tidak bi! Dari tadi pagi aku tidak mengikuti materi pembelajaran pertamaku karena aku masuk terlambat dan kemudian aku di hukum dan setelah itu aku pingsan dan tak sadarkan diri!"


"Apa? Nona pingsan?"


"Iya!"


"Kenapa bisa?"


"Aku di hukum menghormat ke bendera hingga jam istirahat tiba, tapi saat sebentar lagi istirahat tiba, tiba-tiba aku jatuh pingsan dan kemudian aku di bawa ke ruang UKS dan di suruh untuk istirahat di sana hingga tadi jam pulang tiba!"


"Wah begitu ya! Kalau begitu nona harus istirahat! Ayo biar bibi bantu nona untuk ke kamar!"


"Tak usah bi! Aku bisa ke kamar sendiri!"


"Tapi bagaimana jika nona sampai jatuh pingsan lagi, atau jatuh dari tangga terus pingsan atau pendarahan. Nona nanti masuk rumah sakit, terus jika nona masuk rumah sakit nona tidak bisa sekolah!"


"Aduh bi! Mikirnya jangan kejauhan!"


"Ya sudah kalau begitu biar bibi antar nona ke kamar ya!"


"Ya sudah kalau bibi memaksa!"

__ADS_1


Haruko pun berjalan menuju kamarnya dengan di papah oleh asisten rumah tangganya. Sesampainya di kamar haruko segera ganti baju dan beristirahat. Sedangkan asisten rumah tangganya kembali ke lantai bawah untuk masak di dapur dan menyiapkan meja untuk makan malam nanti.


__ADS_2