
"ceklek" tiba-tiba saja pintu ruang kelas di buka, membuat semua orang terkejut dan menoleh ke arah pintu masuk. Terlihat tiga orang pria berjalan masuk ke dalam kelas. Mereka adalah Kenta, Hiroshi, dan Saburo.
"Ada apa ini?" Ucap hiroshi dengan mimik wajah kesal. Satoshi dan haruko terdiam, Satoshi terkejut karena tiba-tiba saja Hiroshi, Kenta dan Saburo tiba-tiba datang. Sedangkan haruko terkejut karena melihat pria yang kemarin secara tak sengaja menciumnya berdiri di hadapannya.
"Kenapa kalian ribut?"
"Ah, uh, tidak! Tidak ada apa-apa!" Ucap Satoshi gugup
"Jangan bohong! Kami bisa mendengar keributan kalian dari kelas sebelah!" Ucap kenta
'gawat! Aku lupa kalau Hiroshi, Kenta dan Saburo ada di kelas sebelah' ucap Satoshi dalam hati.
"Ah! Soal itu, gadis ini mencari masalah dengan ku!" Ucap Satoshi sambil menunjuk haruko.
"Ah! Tidak! Dia yang mencari malah duluan denganku!" Mereka kembali pun berdebat.
"Hentikan!" Ucap Hiroshi. Haruko dan Satoshi pun terdiam.
"Aku tahu siapa yang bersalah disini! Aku tahu betul bagaimana sikapmu Satoshi! Kau yang selalu mencari malsalah duluan!" Sambungnya.
"Tapi, kali ini bukan aku yang mulai!"
"Sudah jangan mengelak! Lagi pula kami tau bagaimana sikap haruko!" Ucap saburo
"Dia gadis yang baik!" Ucap kenta secara tiba-tiba. Haruko tersipu malu mendengar ucapan Kenta dan Saburo.
"Sudah! Jangan membela siapapun! Karena kalian berdua membuat kebisingan kalian harus di hukum!" Ucap hisroshi.
"Apa?" Haruko dan Satoshi sontak terkejut
"Ta…tapi…"
"Cepat ikut aku!" Ucap Hiroshi sambil berjalan keluar dari dalam kelas, dengan di ikuti oleh Satoshi dan haruko.
"Ini semua salahmu! Gara-gara kau, aku sial terus!" Ucap haruko kesal.
"Ini salahmu!"
"Jangan bertengkar! Cepat!" Ucap Hiroshi. Mereka pun berjalan menuju suatu tempat. Saat di perjalanan, Hiroshi mengeluarkan ponselnya dan kemudian menelpon seseorang.
"Halo! Untuk tugas hari ini apakah sudah ada yang mengerjakan? Apa? Belum? Baiklah tunggu aku di sana, aku membawa beberapa orang untuk mengerjakannya! Iya oke"
"Pip" telpon pun di akhiri. Mereka pun terus berjalan, hingga akhirnya mereka pun sampai di depan gudang.
"Mengapa kita ke gudang?" Tanya Satoshi.
"Jangan banyak bicara!" Ucap kenta.
"Hiroshi! Akhirnya kau datang!" Ucap seorang gadis yang sedang berdiri di depan gudang yang kemudian secara tiba-tiba berjalan dan memeluk Hiroshi dengan erat.
'cih! Gadis ini genit sekali, memang dia cantik tapi dia sangat genit! Membuat ku geli!' ucap haruko dalam hati jijik melihat gadis genit seperti nya.
"Lepaskan! Sudah ku bilang aku tak suka kau memelukku dengan erat seperti ini!"
"Tapi, aku sangat merindukan pelukan hangat dari tubuhmu!"
"Hentikan!" Ucap Hiroshi dengan tegas, gadis itu kemudian melepaskan pelukannya dan kemudian berdiri di depan Hiroshi. Gadis itu menoleh ke arah haruko, dan kemudian berjalan menghampiri nya.
"Wah! Siapa gadis manis dan cantik ini?" Ucap gadis itu.
"Na…namaku Haruko kak! Salam kenal!" Ucap haruko dengan gugup.
'selain genit gadis ini ternyata suka cari muka dan sok imut ya!' ucap haruko dalam hatinya kesal.
"Wah, nama yang bagus! Oh iya, kenal kan namaku Ai! Ai Amaterasu! Tapi kau bisa memanggilku Ai!"
"Ba…baik kak Ai!"
"Jangan panggil kakak! Jika kau memanggilku kakak aku malah terkesan sangat tua! Panggil saja aku Ai!"
"Ba…baik ai"
"Kau ini berlebihan sekali Ai! Di panggil kakak bukan berarti kerkesan tua sekali!" Ucap Satoshi.
"Diam kau Satoshi! Aku tidak sedang berbicara denganmu!"
"Ai! Dimana maria?" Tanya Kenta.
"Dia ada di dalam, sedang menunggu kalian dari tadi.
"Baiklah ayo masuk!" Ucap Hiroshi.
Semua orang yang ada di sana pun berjalan masuk ke dalam gudang tua yang cukup besar dan sangat berdebu.
"Hiroshi! Akhirnya kau datang juga! Aku sudah lama menunggumu di sini sampai hampir jamuran!"
"Kau berlebihan sekali Maria! Jangan mencoba menggoda Hiroshi ku!" Ucap Ai sambil memeluk pinggang Hiroshi.
"Gadis ini! Lepaskan! Sudah ku bilang kan jika aku tak suka di peluk!"
"Tapi Hiroshi.."
"Lepaskan!"
"Ba…baiklah! Aku lepaskan daripada kau marah dan membenci ku, aku tak kuat hidup tanpamu!" Ucap Ai dengan manja.
"Ya, seperti nya sudah jelas. Yang berlebihan itu bukan aku!" Ucap Maria gadis berkacamata yang tadi duduk di atas meja sambil membaca buku, ia berdiri sambil membenahi kacamata nya.
__ADS_1
"Maksudmu! Aku yang berlebihan?"
"Ya, aku tidak bilang seperti itu ya! Kau saja kan yang mengakuinya!"
"Apa kau bilang!!" Ai kesal dengan ucapan Maria.
"Hentikan! Jangan berdebat disini!" Ucap Hiroshi.
"Ma…maafkan aku Hiroshi! Bukan aku yang salah, tapi Maria yang menilainya duluan!" Ucap Ai sok manis di hadapan Hiroshi.
"Hah!" Maria menghela nafas panjang.
"Mahluk ini seperti parasit ya!" Ucap Maria
"Pa…parasit kau bilang? Kau bilang aku yang cantik dan seksi ini parasit? Keterlaluan! Tidak bisa di maafkan!" Ai kesal dan mencoba menghajar Maria, tetapi Kenta dan Saburo memegangi kedua tangan dan tubuhnya.
"Lepaskan aku! Akan ku robek mulut pedas milik gadis ini!"
"Coba saja jika kau berani!" Ucap Maria dengan santai sambil lagi-lagi membenahi kacamatanya.
"Kau menantang ku hah? Kesini kau! Akan ku buat kau bertekuk lutut dan memohon meminta maaf padaku!"
"Itu takkan pernah mungkin terjadi, dan aku takkan pernah mungkin melakukan hal rendahan seperti itu!"
"Sudah hentikan perdebatan kalian!" Ucap hiroshi dengan tegas. Ai kemudian terdiam.
"Baik langsung saja! Apa yang harus di bereskan disini?" Ucap hiroshi
"Tap…tap…tap…" Maria berjalan berbaik dari mereka dan kemudian duduk lagi di atas meja sebelumnya, kemudian membuka buku yang ia pegang.
"Kau bisa melihatnya kan? Gudang ini sangat kotor dan berdebu! Aku ingin meminta beberapa siswa untuk membersihkan nya karena gudang ini akan ku pakai untuk klub kesenian!"
"Tapi mengapa tidak memakai ruangan lain?" Tanya Saburo.
"Pertanyaan yang bagus! Aku rasa, ruangan kosong yang lain kecil dan kurang cocok untuk klub kesenian ku! Sebenarnya ada ruangan yang jauh lebih besar dari gudang ini tetapi sayangnya ruangan itu telah di pakai oleh klub olahraga! Jadi aku tak memiliki pilihan lain selain merenovasi gudang ini untuk klub kesenian!"
"Baiklah! Akan ku bantu kau!"
"Tunggu! Kau sendiri yang akan turun tangan?" Tanya Maria
"Tentu saja tidak!"
"Lalu?"
"Itu alasan mengapa aku menyuruh kalian kemari!" Ucap Hiroshi sambil menoleh ke arah haruko dan Satoshi.
"Ka…kami?" Tanya haruko terkejut.
"Kalian akan ku tugaskan untuk membersihkan dan membereskan gudang ini! Jika belum beres dan bersih kalian tidak boleh pulang!"
"Ta…tapi kak!" Ucap haruko
"Dengar! Karena kau sudah di cap gadis baik dan manis oleh kedua sahabatku, itu artinya kau harus mengikuti perkataan ku! Karena tak ada anak manis dan baik yang membantah!" Ucap hiroshi.
'siatusi macam apa ini? Mengapa wajahnya begitu dekat denganku!' ucap haruko dalam hatinya. Seketika ia teringat kejadian kemarin, kejadian dimana ia hampir terjatuh dan di selamatkan oleh Hiroshi namun sialnya secara tak sengaja hiroshi mencium bibir haruko. Seketika wajah haruko memerah.
"Ba…baiklah!"
"Oke kalau begitu ayo kita pergi dan biarkan mereka bekerja! Serta jangan ganggu mereka!" Ucap hiroshi sambil berjalan menggiring Maria, Ai, Kenta dan Saburo untuk keluar dari dalam gudang. Haruko menoleh ke arah Kenta dan Saburo berharap mereka mau membujuk Hiroshi untuk mencabut hukuman nya. Kenta menoleh ke arah haruko, haruko tersenyum.
"Semangat!" Ucap kenta. Haruko kecewa dengan apa yang di ucapkan Kenta. Haruko hanya mengangguk. Mereka semua pun keluar dari dalam gudang meninggal kan Satoshi dan haruko berdua di dalam gudang.
"Baiklah karena mereka sudah pergi mari lakukan tugas kita!"
"Ini semua salahmu! Gara-gara kau aku jadi kut di hukum!"
"Sudahlah! Jangan terus-terusan menyalahkan ku lagi pula kau juga salah !"
"Baiklah! Baiklah aku minta maaf!"
"Ya sudah ayo kita mulai!"
"Oke! Kita mulai darimana?"
"Dari sini saja!" Ucap Satoshi sambil menunjuk ke arah sudut kanan gudang. Mereka pun memulai pekerjaan Meraka dari sana,
"Tapi ku pikir, jika kita mengerjakannya berdua begini akan makan waktu lebih lama! Bagaimana jika aku mengerjakan yang sebelah sini dan kau mengerjakan yang di sebelah sana! Biar lebih cepat!"
"Tidak! Kau saja yang sebelah sana! Aku tidak mau!"
"Kau ini keras kepala sekali! Ya sudah kalau begitu aku disana dan kau disini!"
"Nah begitu! Sesekali kau harus mengalah pada wanita!"
"Huh!" Satoshi kemudian berjalan menuju sudut lain dari ruangan itu kemudian mulai membersihkan yang di sebelah sana. Karena ke keasikan membereskan barang-barang di sudut kanan haruko sampai tak sadar bahwa dirinya tak sendiri di ruang tersebut.
Karena tingkahnya yang usil, Satoshi pun mengotori tangannya dengan debu di sana.
"Haruko!" Ucap Satoshi memanggil haruko, haruko kemudian menoleh ke arah Satoshi
"Ada apa?" Tanya haruko sambil menoleh, spontan saja Satoshi mengoleskan debu yang ada di tangan nya itu pada hidung haruko.
"Nah kalau begini baru cantik! Hahahaha" ucap Satoshi tertawa renyah.
"Kau! Iihh!! Jahil sekali!" Ucap haruko kesal.
"Memangnya aku tak bisa melakukan itu pada mu juga!" Ucap haruko sambil kemudian mengotori tangannya dan kemudian mengoleskan debu itu pada pipi Satoshi.
__ADS_1
"Eh!" Ucap Satoshi terkejut.
"Nah sekarang baru kau tampan!" Ucap haruko sambil tertawa.
"Kau curang! Aku kan hanya mengoleskan nya sedikit di hidungmu!" Ucap Satoshi sambil kemudian mengoleskan debu yang ada di tangannya ke seluruh wajah haruko.
"Ihhh! Kau! Sini kau, akan ku lumuri semua tubuhmu dengan debu!" Ucap haruko, Satoshi pun berlari.
"Coba kejar saja jika kau bisa!"
Tanpa mereka sadari, mereka mulai akrab satu sama lain. Hari itu mereka bercanda bersama seakan tak memiliki beban. Tiba-tiba saat bercanda kaki haruko tersandung dan hampir jatuh, tetapi untungnya di depannya ada Satoshi yang berjalan mundur dan posisinya menghadap ke arah haruko. Mereka terjatuh, haruko jatuh tepat di atas tubuh Satoshi. Mereka sangat dekat satu sama lain.
Hidung mereka hampir bersentuhan. Mata mereka bertatapan satu sama lain. Tiba-tiba haruko bisa mendengar jantungnya berdetak sangat kencang. Waktu seakan berhenti berputar. Tiba-tiba tangan usil Satoshi mengelus hidung haruko dengan debu di tangannya.
"Iihh!! Kau lagi-lagi melakukan itu!" Ucap haruko kesal.
"Hahahaha… soalnya aku suka saat melihatmu marah! Ekspresi nya sangat imut jika kau marah!" Ucap Satoshi.
"Apa?" Haruko terkejut.
'ah! Sial, aku keceplosan!' ucap Satoshi dalam hatinya.
"Kau bilang apa tadi?"
"Tidak! Aku tidak apa-apa!"
"Jangan bohong! Aku dengar kau bilang aku imut saat aku marah!"
"Si…siapa bilang! Tidak!" Ucap Satoshi gugup.
"Jangan berbohong! Telingaku masih normal!"
"Kau salah dengar! Tadi aku bilang cepat berdiri! Tubuhmu berat!"
"Ahh!! Jangan berbohong! Aku mendengar nya dengan sangat jelas! Kau bilang aku imut saat aku marah! Benar kan?"
"Ti…tidak!"
"Lalu kenapa kau gugup?"
"Aku tidak gugup!"
"Tunggu!" Ucap haruko yang kemudian mendekatkan telinganya pada dada Satoshi.
"Kenapa kau deg-degan?"
"Aah! Uh! Mungkin karena aku terjatuh, makannya jantungku berdetak dengan kencang!"
"Tuh! Jantungmu berdetak semakin kencang!" Ucap haruko.
"Hentikan itu, bangunlah! Kau berat!"
"Ba…baiklah! Baiklah!" Ucap haruko sambil berdiri dari tubuh Satoshi.
"Pakaian ku kotor sekali!" Ucap haruko sambil membersihkan seragamnya. Satoshi bangun dan membersihkan seragamnya juga, kemudian menoleh ke arah haruko dan tertawa.
"Hahahaha…kau ini!"
"Kenapa?" Tanya haruko kebingungan.
"Ada sesuatu di rambutmu!"
"Apa? Mana?" Tanya haruko sambil merapikan dan mengecek rambutnya.
"Sini! Biar ku bantu!" Ucap Satoshi sambil merapikan rambut haruko dan membersihkan debu yang ada di rambutnya. Sedangkan haruko menatap wajah Satoshi.
'walaupun menyebalkan tetapi dia tampan juga!' ucap haruko sambil menatap wajah Satoshi.
"Sudah beres! Sudah tak ada debu lagi di rambutmu!" Ucap Satoshi. Haruko tak berbicara sepatah kata pun, ia hanya terus menatap wajah tampan Satoshi. Menyadari dirinya sedang di pandangi haruko Satoshi pun balik memandang haruko.
'yaampun! Kenapa dia memandangku?' ucap haruko dalam hatinya.
"Kenapa kau memandang ku? Aku tampan kan?"
"Ih! Siapa juga yang memandang mu! Aku hanya melihat ada debu di rambutmu!" Ucap haruko.
"Mana ada!"
"Jika kau tak percaya sini biar ku bersihkan!" Ucap haruko sambil berjingkat untuk membersihkan debu yang ada di rambut Satoshi.
"Kau terlalu tinggi! Bisa tidak kau sedikit membungkuk!" Ucap haruko.
"Kau saja yang terlalu pendek!"
"Kau ini! Mau aku bersihkan tidak!"
"Baiklah!" Ucap Satoshi sambil sedikit membungkuk.
"Rambut mu kotor, banyak sekali debu! Mungkin karena kita terjatuh tadi!" Ucap haruko sambil membersihkan rambut Satoshi.
'gadis ini selain menyebalkan tetapi baik juga ya, selain itu walaupun wajahnya di penuhi debu dia tetap cantik!' ucap Satoshi sambil memandang wajah haruko.
"Nah! Sudah!" Ucap haruko.
"Te…terima kasih!"
" Sama-sama! Terima kasih juga telah membersihkan rambutku!" Ucap haruko.
__ADS_1
"Ah, aku lupa, wajahku masih kotor!" Ucap haruko sambil meraba-raba wajahnya yang kotor.
"Walaupun wajahmu kotor kau tetap cantik!" Ucap Satoshi.