
#
Sesampainya di rumah Haruko.
"Bi!"
Ucap haruko sambil perlahan membuka mata
"Ah, non! Jangan banyak bergerak non kan lagi sakit!"
"Bi!kenapa aku ada di rumah?"
"Iya non! Soalnya tadi dokter ryuu serta teman-teman nya non datang ke rumah sakit dan suruh non di rawat di rumah serta di lengkapi perlengkapan."
"Apa? Pasti... Biaya nya mahal banget dong bi!"
"Tenang non soal biaya sudah di tanggung dokter ryuu!"
"Dokter ryuu? Dia siapa bi?"
"Dokter ryuu itu kepala rumah sakit!"
"Apa?"
"Iya! Menurut cerita yang bibi dengar kalau dokter ryuu itu papa dari temannya non kalau gak salah papa nya den saburo!"
"Hah?"
"Iya non!"
Tiba-tiba saburo, hiroshi, kenta dan dokter ryuu datang dengan beberapa perawat yang membawa beberapa perlengkapan yang cukup lengkap dan membawanya ke kamar haruko.
"Haruko! Bagaimana keadaan kamu?"
"Baik dok!"
"Oh iya! Haruko nama kamu itu haruko izumi kan?"
"Iya dok! Tau dari mana dokter?"
"Kebetulan mama kamu izumi itu sahabat om waktu SMA dan dia juga yang mendesain rumah sakit !"
"Apa? Mama?"
"Iya! Dia orang yang baik, cantik, dan pintar dalam bidang desain! Ditambah lagi dia memiliki harta kekayaan melebihi kekayaan om!"
__ADS_1
"Apa?"
"Iya!"
"Trus... Kenapa om harus bayarin rumah sakit padahal kan aku juga punya uang peninggalan mama sama papa!"
"Ya! Itung-itung bayar utang budi om sama mama kamu!"
"O... Terima kasih ya om!"
"Iya! Sama-sama"
"Papa! Jadi papa pernah kenal sama mama nya Haruko!"
"Iya saburo! Dulu papa, mamanya haruko, papanya kenta, dan papanya hiroshi itu satu angkat"
"Apa?"
Serentak mereka kaget
"Iya!"
"Jadi papa kita sahabatan dan mamanya haruko juga?"
"Iya betul kenta! Ya sudah berhubung Haruko harus banyak beristirahat kita tinggalkan haruko buat tidur dan beristirahat ya!"
Ucap kenta mengajak saburo dan hiroshi pergi.
Mereka semua pergi keluar meninggalkan haruko sendiri an namun hiroshi terdiam sejenak dan hendak berbicara pada Haruko
"Umph... Haruko!"
Ucap hiroshi membuka percakapan
Haruko terdiam sambil tidak menoleh sedikit pun pada hiroshi tanda bahwa Haruko masih marah.
"Haruko!! Lihat aku! Aku mau bicara sama kamu"
"Apa? Mau bicara apa! Ya kalau mau bicara, bicara saja!"
"Kamu masih marah ya!"
"Nggak!"
"Bohong! Buktinya kamu gak mau menatap mataku!"
__ADS_1
"Ya aku males aja!"
"Bohong!"
"Ya terserah kalau kakak gak percaya juga gpp!"
"Ya-ya kakak percaya!"
"Jadi! Kakak mau ngomong apa?"
"Kakak cuma mau minta maaf sama kamu! Karena gara-gara kakak kamu jadi seperti ini"
"Iya sudah aku maafkan dari dulu juga!"
"Kalau begitu tatap dong mata kakak!"
"Buat apa?"
"Buat mastiin"
Kemudian haruko berbalik dan menatap mata hiroshi dengan tajam.
"Oh iya... Ngomong-ngomong jangan panggil kakak dong! Panggil aja hiroshi!"
"Iya!"
"Kalau begitu aku udah percaya ! Makasih ya udah mau maafin aku"
"Iya"
Tiba-tiba hiroshi mendekatkan kepala nya ke kepala nya haruko.
Dan Kemudian yang terjadi selanjutkan adalah hiroshi tiba-tiba mencium kening Haruko dengan penuh kemesraan
Sontak saja apa yang di lakukan oleh hiroshi membuat haruko terkejut dan kemudian membuat jantungnya berdegup kencang.
Hiroshi tak sadar dengan apa yang ia lakukan. Ketika ia sadar ia hanya menghentikannya Kemudian pergi begitu saja.
Haruko tak percaya dengan yang terjadi baru saja.
'Perasaan itu... Kembali muncul...'
Ucap haruko dalam hati.
Setelah apa yang terjadi padanya Haruko tak bisa fokus untuk beristirahat seperti apa yang di suruh oleh dokter ryuu.
__ADS_1
Ia terus saja memikirkan kejadian tadi danĀ bayangan hiroshi yang tampan tak bisa hilang dari benaknya.