WANITA ISTIMEWA

WANITA ISTIMEWA
23


__ADS_3

Rika sudah berada di kamar kostnya sendiri. Ia kesal melihat Dara dan Kairo yang ternyata begitu dekat sekali.


Kepalan tangan Rika meninju kasurnya sendiri.


"Ternyata kalian itu sudah kenal? Pakai rangkulan segala? Sengaja? Biar aku lihat dan membuat aku cemburu? Bukankah kamu tahu Dara!! Aku suka pria itu!! Kenapa malah kamu yang memdekati duluan. Dasar perempuan gatal!!" teriak Rika dengan kesal.


Ternyata persahabatan Rika dan Dara juga bisa rusak hanya karena urusan lelaki. Ini yang sejak awal di khawatirkan oleh Dara. Dara mewanti -wanti Kairo untuk tidak memgabaikan Rika dan perasaan Rika terhadap Kairo.


Dara sebagai sahabat Kairo juga sudah memperingatkan agar tetap bisa menjaga hubungan pertemanan mereka dengan baik.


Skip ...


Dara duduk bersantai di sofa ruang tengah sambil menggendong Shifa dan menyusui bayi perempuan itu sampai kenyang dan bisa berserdawa dengan keras sebagai bukti memang bayi itu sudah kenyang.


Hari ini Kairo sedang ujian praktek di sebuah rumah sakit dan akan pulang malam. Kairo memang selalu memberi kabar pada Dara. Sesekali Kairo akan menginap di apartemen Dara intuk menemani Dara dan membantu Dara mengurus Shifa.


Keduanya begitu sangat serasu dan kompak.

__ADS_1


Dara juga sudah lama tidak membuka kiosnya. Rencananya ia akan mulai buka lagi kiosnya. Tapi ... Dara mendapat kabar dari Kairo, bahwa kiosmya di pakai oleh orang lain dengan menu yang sama tapi rasa berbeda.


Dara sempat kaget, tapi Dara tidak mau berpikiran buruk pada Rika. Seharusnya kios itu masih milik Dara. Seaa temlat itu selama dua tahun lamanya. Sedangkan Dara baru enam bulan jualan di sana. Itu tandanya masih ada delapan belas bulan lagi ia bisa berjualan di kios itu.


Sejak Dara di rumah sakit sampai Dara berada di apartemen tidak ada satu hari pun Rika yang datang untuk menjenguk Dara atau bayi Dara.


"Shifa sayang ... Nanti malam kita jalan -jalan yuk? Mama mau cari tempat baru untuk berjualan," ucap Dara dengan bayinya.


Itulah seorang Ibu. Daya khayalnya begitu sempurna berjalan di otaknya. Bayi akan selalu di ajak bicara agar bisa mengenal suara Ibunya dan mendengar ucapan baik dan nasihat baik dari bibir Ibunya. Tak hanya itu, setiap kata yang terucap dari bibir Sang Ibu adalah doa tulus yang selalu di berikan untuk anaknya.


Tok ... tok ... tok ...


"Rika? Ayo masuk," ucap Dara mengakak Rika masuk.


"Apa kabar Dara? Maaf aku baru sempat main. Sudah lama juga tidak ke kios. Kemarin ke sana kenapa sudah di tempati orang lain?" tanya Rika basa basi.


"Entahlah. Mungkin belum rejekinya. Rejeki aku ada di Shifa sekarang. Aku betah di rumah hanya untuk mengurus Shifa," ucap Dara pelan.

__ADS_1


"Wah ... Shifa? Cantik sekali namanya seperyi wajahnya mirip sekali dengan Mamanya," ucap Rika memuji sambil mengusap pelan pipi Shifa.


Sesekali kepala Rika celingukan seperti melihat sesuatu.


"Pasti nyari Kairo?" tebak Dara kepada Rika.


"Ekhemm ... Gak kok," jawab Rika malu dan gugup.


Ternyata misinya sudah tercium oleh Dara.


"Kamu suka kan sama Kairo? Aku dan Kaoro hanya sahabatn saja. Kita bersahabat sejak kelas satu SMA. Jadi sudah kayak kakak adik. Kamu gak coba ajak Kairo jalan berdua dan kamu ungkapkan perasaan kamu? Atau kamu buat sibuk snegan kamu, Rika? Biar seolah -olah kamu iru begitu membutuhkan sosok Kairo," ucap Dara pelan.


"Kamu yakin Ra? Gak tertarik sama Kairo? Dia tamlan, gagah, pintar dan baik," ucap Rika pelan.


"Yakin. Hati aku sama Kairo yang bisa berteman dan bersahabat. Gak lebih dari itu," ucap Dara tegas.


Dara harus bisa bersikap wajar. Dara hanya perempuan yang sudah ternoda dan bahkan sudah memiliki permata hati yang harus di jaga hingga dewsa nanti.

__ADS_1


"Terima kasih Dara. Maafkan aku. Aku sudah salah menilai kamu," ucap Rika pelan tanpa sadar membuka aibnya sendiri yang telah berburuk sangka pada Dara.


Dara memeluk Rika dan tersenyim kecut. Ia tahu, Rika punya rencana jahat setelah ini.


__ADS_2