WANITA ISTIMEWA

WANITA ISTIMEWA
20


__ADS_3

Dara sudah di pindahkan ke ruang rawat inap kelas VIP. Kairo selalu mengusahakan yang terbaik untuk Dara, wanita istimewanya itu.


Kairo paling tahu perjuangan Dara, sahabatnya itu. Dara yang baik dan lugu. Ia selalu ceria dan jujur apa adanya. Mencintai lelaki yang salah dan menyia nyiakan sahabatnya yang telah mencintainya sejak lama.


Dara membuka kedua matanya perlahan. Orang pertama yag di lihatnya adalah Kairo. Kairo duduk di samping ranjang rawat inapnya dan menatap Dara sambil memegang tangan kanan Dara erat yang di letakkan di bibirnya. Kairo tidak mau kehilangan moment melihat Dara siuman dan membuka matanya dan melihat dirinya..


"Kai ... Aku di mana?" tanya Dara memutar kedua matanya dan menatap ke arah atap kamar itu dan seluruh ruangan yang berwarna putih.


"Dara ... Kamu di rumah sakit sekarang," jawab Kairo pelan.


"Aku kenapa?" tanya Dara lirih.


Tubuhnya terasa masih kebas dan kaku sekali di bagian pinggang ke bawah. Rasanya berat dan sulit di ajak bergerak.


"Kamu baru sadar. Kamu habis melahirkan bayi yang cantik sekali," ucap Kairo memberitahu.


Dara menatap lekat ke arah Kairo untyk memastikan ucapan Kairo. Tangan Dara langsung menyentuh perutnya yang memang sudah rata dan tidak ada lagi perut buncit di sana.


"Bayiku? Mana dia?" tanya Dara penasaran.

__ADS_1


"Sabar. Sebentar lagi akan di bawa ke sini. Sudah waktunya kamu menyusui bayi kamu," titah Kairo pelan.


"Ekhemm ... bagaimana cara menyusui. Dara gak paham. Cara menggendong bayi juga tidak paham," ucap Dara sedih.


Dara terlalu banyak bekerja dan mencari uang. Sampai -sampai ia belum mempersiapkan apapun untuk bayinya.


"Nanti akan di beri edukasi oleh perawat. Kamu tanya -tanya aja biar jelas," titah Kairo pada Dara.


"Kai ...."


"Ya ... Ra,"


Ia pikir melahirkan itu seperti apa dalam bayangannya waktu itu. Tapi ini rasanya perih dan sakit di bagian perut, apalagi buat batuk rasanya nyes sekali. Belum lagi kakinya seperti di beri batu besar sehingga sulit di angkat dan kebal jika tersentuh.


"Itu karena obat bius, Ra. Kamu tadi di operasi caesar. Semuanya lancar," ucap Kairo bangga.


"Syukurlah kalau begitu," ucap Dara pelan.


Tak berselang lama, bayi perempuan Dara datang dengan kereta box yang di antar langsung oleh dua perawat yang sengaja mendatangi Dara untuk memberikan sedikit edukasi karena Dara tergolong masih sangat belia.

__ADS_1


Dara menatap bayi perempuannya yang saat ini di gendong oleh Kairo. Kairo begitu terlihat meyayangi bayi itu sambil sesekali di cium pipinya membuat Dara tak sanggup melihatnya.


Kedua perawat itu mengajari Dara dan menstimulasi dadanya agar bisa nenyusui dengan baik dan ASI pun lancar.


Dara betul -betul menyimak semua pelajaeran dan pengalaman singkat ini hingga ia harus menggendong bayi mungilnya di dalam rengkuahn kedua tangannya.


"Arghh ... seperti ini rasanya memiliki bayi yang terlahir dari rahimnya sendiri. Bayi yang di kandung selama berbulan -bulan dan akhirnya saat ini sudah terlahir sempurna, sehat dan cantik sekal." batin Dara di dalam hatinya sambil menatap ke arah bayi perempuannya yang sedang menyusu padanya.


Kairo menatap bayi yang terlihat pintar dan kehausan.


"Pintar sekali menyusunya atau memang kehausan," ucap Kairo sambil mencolek pipi bayi itu.


Dara menatap Kairo.


"Kai ...."


"Ya ...."


"Makasih udah nolong Dara," ucap Dara lirih.

__ADS_1


"Kasih di terima untuk wanita istimewaku," jawab Kairo terselubung.


__ADS_2