
Haruko berjalan menunduk dengan wajahnya yang memerah karena masih teringat akan kejadiannya tadi, sambil terus berjalan secara tak ia sadari ia menabrak seorang pria. Hingga dirinya hampir jatuh tetapi untungnya pira tersebut spontan menangkap tubuhnya sebelum menyentuh lantai.
Wajah haruko menunjukkan raut wajah terkejut. Ia terkejut melihat wajah seorang pria yang untuk kedua kalinya berada tepat di hadapannya. Mata mereka saling bertatapan satu sama lain. Tanpa haruko sadari wajahnya semakin memerah dan jantungnya semakin berdetak dengan sangat cepat.
"Kau tak apa?" Ucap pria tersebut pada haruko dengan kalem
"Ah… ti… tidak!" Ucap haruko gugup. Pria itu kemudian membantu haruko berdiri.
"Te…terima kasih" ucap haruko malu-malu.
"Kau benar tidak apa-apa kan? Wajahmu tampak pucat!" Pria itu spontan memegang kening haruko dan menatap wajah haruko.
' oh tuhan!! Keadaan macam apa ini? Kenapa dia lagi-lagi berada tepat di depan wajahku? Matanya, kenapa begitu indah? Kulitnya mengapa begitu halus dan lembut? Wajahnya, mengapa begitu tampan? Membuat lemas' ucap haruko dalam hati
"Kau tidak apa-apa?"
"Ah… ti…tidak aku baik-baik saja!"
"Ah!! Sukurlah!" Pria itu menghembuskan nafas lega
"Iya!"
"Oh iya, kenapa kau berjalan tanpa memperhatikan jalan tadi?"
"Ah… aku sedang bingung!"
"Biar ku tebak, kau pasti siswa baru kan?"
"I…iya!"
"Kau sedang mencari kelasmu?"
"I…iya!"
"Tapi, kenapa kau datang terlambat? Ini sudah sangat siang dan kau baru datang? Keterlaluan sekali!"
"Ah… tadi saat di jalan ada beberapa kendala yang membuatku terlambat!"
"Begitu ya, baiklah kalau begitu ikut aku! Akan ku antar kau menuju kelasmu!"
"Eh? Benarkah?"
"Ya! Ayo ikut aku, biar ku cek kelasmu berdasarkan namamu!" Pria itu kemudian berjalan menuju arah Mading dengan di temani haruko di belakangnya.
"Siapa namamu?" Tanya pria itu.
"Ha…haruko! Haruko Izumi!"
"Izumi… sebentar biar ku cari!" Pria itu kemudian melihat daftar siswa yang ada dan kelas mereka.
'ya ampun selain tampan pria ini juga baik hati. Dia bahkan mau membantuku mencari ruang kelasku' ucap haruko dalam hati
"Ah! Ketemu, kau ada di kelas B"
"Be…begitu ya, terima kasih telah membantuku!"
"Sama-sama, sekarang ayo ku antar kau ke kelas!"
"Ah tak usah! Biar ku cari sendiri saja"
"Tak apa, lagi pula aku juga akan pergi ke sana"
"Ah, baiklah!"
"Ayo"
Haruko pun berjalan berdampingan bersama dengan pria tadi. Saat di perjalanan mereka tak berkata sepatah kata apapun. Hanya sebuah keheningan yang ada, membuat haruko merasa canggung.
"Mmm… oh iya, ngomong-ngomong aku belum tahu siapa namamu!" Ucap haruko memberanikan diri untuk membuka percakapan dan memecah keheningan.
"Ah ya, namaku Kenta! Kenta keichirou!"
"Sa…salam kenal!"
"Salam kenal!"
__ADS_1
"Oh iya, kau ini… kakak kelasku atau… sama-sama siswa baru seperti ku?"
"Aku, aku ini kakak kelasmu! Memangnya kenapa kau bertanya?"
"Ah ti… tidak!" Haruko terkejut ketika mendengar bahwa dari tadi ia berjalan dan bertatapan dengan kakak kelasnya sendiri, seketika wajahnya memerah karena malu. Dan kemudian perjalanan mereka pun di lanjutkan dengan keheningan.
"Nah, akhirnya kita sampai!" Ucap Kenta pada haruko.
"Ah! I…iya kak!"
"Ayo masuk!"
"A…aku tidak mau!"
"Lho kenapa?"
"Aku malu karena datang terlambat, jika aku masuk takutnya aku jadi bahan ejekkan semua orang!"
"Jangan khawatir, serahkan semuanya padaku. Akan ku pastikan kau tak menjadi bahan ejekkan semua orang!"
"Ba…baiklah! Tapi… aku masih ragu!"
"Tak usah ragu, ayo masuk!" Ucap Kenta sambil menggandeng tangan haruko.
'a…apa ini? Mengapa dia menggandeng tanganku? Oh tidak, jantungku… mengapa berdetak begitu cepat? Arrgghhh! Apa maksudnya semua ini?' ucap haruko dalam hati. Wajahnya memerah, apalagi setelah ia masuk ke dalam kelas. Wajahnya semakin memerah karena malu, ia menjadi pusat perhatian semua orang. Ia hanya bisa menunduk dengan wajahnya yang masih memerah
'rasanya tubuhku panas dingin' ucapnya dalam hati. Sambil terus berjalan dan kemudian berhenti tepat di tengah di depan kelas.
"Kenta siapa ini?" Ucap salah satu pengurus OSIS yang ada di dalam sana.
"Oh, ini adalah siswi baru yang terlambat karena ada beberapa masalah saat di perjalanan dan saat sampai di sekolah gadis ini malah tersesat dan menabrak ku jadi aku membantunya untuk menemukan ruang kelasnya"
"Begitu ya, hey! Siapa namamu?"
"Na…namaku haruko izumi kak!" Ucap haruko sambil menunduk.
"Baiklah! Sekarang ikut aku!" Ucap pengurus OSIS itu sambil menarik haruko keluar dari dalam kelas.
"Ki…kita mau kemana kak?"
"Sekarang kau berdiri dan menghormat ke ke bendera hingga jam istirahat tiba, dan sebelum jam istirahat tiba kau jangan pergi kemana-mana. Seharusnya kau datang lebih awal ke sekolah agar kau tak terlambat dan di hukum seperti ini!"
"I…iya maaf kak! Saya salah!"
"Tidak apa-apa sekarang berdiri dan menghormat!"
Tiba-tiba saat mereka sedang berbicara Kenta datang.
"Daisuke!!!" Panggil Kenta pada pengurus OSIS yang sedang mengobrol dengan haruko tersebut.
"Apa?"
"Kau jangan keterlaluan menghukum nya seperti ini !"
"Aku hanya menjalankan tugas dan mengikuti peraturan yang tertulis dan berlaku disini"
"Tapi dia ini masih siswi baru, kalau terjadi sesuatu sama dia bagaimana?"
"Hanya sampai jam istirahat! Tak terlalu lama juga. Ini hanya hukuman untuk menebus kesalahannya karena telah datang terlambat ke sekolah!"
"Ya, tapi…"
"Sudahlah kau diam saja di kelas dan bantu OSIS lain untuk memberikan materi pembelajaran! Cepat pergi!" Karena tak memiliki pilihan lain Kenta pun meninggalkan haruko dengan Daisuke berdua di lapangan.
'kak Kenta itu baik ya, selain itu dia juga perhatian, dan ramah. Membuah sebuah kesan menyenangkan saat seseorang kenal pertama kali dengannya. Beda dengan dua orang yang ku temui hari ini. Yaitu kak Daisuke dan juga pria yang ku tabrak tadi pagi!' ucap harruko dalam hati
"Baiklah kau berdiri dan menghormat bendera hingga jam istirahat, jangan sampai kau istirahat atau kabur dari hukuman ini! Nanti akan ada beberapa petugas UKS yang akan mengawasi mu!"
"Ba…baik kak!"
"Kalau begitu aku pergi dulu!"
"I…iya kak!" Daisuke pun berjalan pergi meninggalkan haruko seorang diri di tengah lapangan sambil menghormat ke bendera, sedangkan Daisuke berjalan menuju arah ruang UKS untuk menyuruh beberapa orang yang bertugas di sana untuk mengawasi nya.
Hari sangat terik membuat hukuman haruko menjadi semakin berat, perlahan haruko merasa bahwa dirinya merasa lemas, kepalanya pusing, dan pandangannya kabur.
__ADS_1
'sebentar lagi! Tahan haruko!!' ucap haruko menyemangati dirinya sendiri. Sementara itu secara tiba-tiba ia mendengar suara seseorang berlari di koridor.
"Drap…drap…drap…" haruko menoleh ke arah koridor dan melihat seorang pria sedang berlari menuju arah ruang UKS, tanpa haruko sadari pria itu menoleh ke arahnya. Haruko terus menoleh ke arahnya dan tanpa haruko sadari pandangan matanya kabur dan tubuh nya lemas seketika ia terjatuh. Namun anehnya ia tak merasakan sakit sama sekali.
"Kau tidak apa-apa?" Tiba-tiba seseorang bertanya padanya. Ternyata orang itu adalah pria yang tadi berlari di koridor. Pria itu yang menangkap tubuh haruko saat jatuh agar tidak jatuh ke tanah. Petugas UKS yang seharusnya mengawasi haruko malah tak ada di tempatnya, dengan bergegas pria itu membawa haruko menuju arah ruang UKS.
"Tap…tap…tap…" proay itu berjalan masuk ke dalam ruang UKS yang pintunya terbuka.
"Ah! Ada apa ini?" Tanya seorang gadis di sana secara tiba-tiba. Pria itu tak menjawab dan ia kemudian segera. Membawa haruko ke ranjang tidur yang ada di sana dan menidurkannya di sana.
"Saburo ada apa ini? Kenapa dia?"
"Dia pingsan! Cepat ambil stetoskop ku di dalam tas ku!"
"Ah pakai saja punya ku!" Ucap gadis tadi. Semua orang yang ada di dalam ruang UKS itu terkejut melihat seorang siswi baru jatuh pingsan di lapangan.
"Bagaimana?" Tanya gadis itu.
"Detak jantung nya masih stabil! Dia hanya pingsan karena kelelahan!"
"Ah!! Sukurlah!" Ucap gadis itu. Dan semua pengurus UKS yang ada di sana merasa lega mendengarnya.
"Aku ingin berbicara serius pada kalian semua!" Ucap saburo yang tadi membawa haruko ke dalam ruang UKS dengan wajah yang sangat kesal.
"Ada apa?" Tanya gadis tadi
"Jangan banyak bertanya Yoriko! Sekarang cepat kalian semua pergi ke ruang istirahat petugas! Aku akan menyusul!!"
"Ba…baiklah!" Semua petugas UKS yang ada di sana bergegas berjalan menuju ruang istirahat petugas. Mereka merasa tak tenang karena melihat wajah saburo yang begitu marah dan sangat kesal pada mereka.
"Tap…tap…tap…" saburo berjalan masuk ke dalam ruang istirahat petugas. Dan kemudian menutup pintu nya agar orang-orang yang ada di ruang UKS tidak dapat mendengarkan pembicaraan mereka. Karena kebetulan ruang UKS dengan ruang istirahat petugas berada bersebelahan dengan ruang UKS nya itu sendiri.
"Apa yang ingin kau bicarakan saburo? Tampaknya sangat serius" ucap Yoriko gadis yang dari tadi terus bertanya. Saburo hanya diam dan kemudian ia berjalan menghampiri meja yang ada di hadapan mereka semua.
"Brak!" Meja di gebrak dengan sangat kencang sehingga membuat semua petugas UKS yang ada di sana terkejut dan ketakutan.
"Kalian ini kenapa bisa sangat teledor ! Meninggalkan seseorang yang sedang di hukum tengah lapangan kalian malah tak memperdulikan nya! Seharusnya kalian berjaga-jaga jangan sampai terjadi sesuatu yang tak di inginkan seperti yang terjadi pada gadis tadi! Dia sampai pingsan!"
"Ma…maaf! Itu, salah kami!" Ucap dua orang pria yang tadi di suruh untuk menjaga dan mengawasi haruko saat sedang di hukum.
"Kami yang di tugaskan untuk mengawasi gadis tadi"
"Lalu kenapa kalian lepas tanggung jawab seperti itu! Otak kalian dimana hah?" Saburo tampak sangat marah. Semua orang yang ada di sana sangat ketakutan.
"Kalian seharusnya malu terjadi sesuatu yang seperti ini! Ingat kalian menjadi petugas UKS adalah untuk mempersiapkan diri kalian untuk menjadi dokter suatu hari nanti! Dan salah satu persiapannya kalian harus siap siaga dimana seseorang membutuhkan kita di waktu-waktu yang tak tentu!"
"Ma…maaf!"
"Brak!" Sekali lagi meja di gebrak dengan sangat keras membuat semua orang yang ada di sana lagi-lagi terkejut dan semakin ketakutan.
"Aku malu memiliki rekan seperti kalian yang lepas tanggung jawab begitu saja!" Saburo tampak sangat amat marah pada semua petugas UKS yang ada di sana, keadaan hening seketika. tak ada sepatah kata apapun yang terlontar dari bibir semua orang yang ada di sana begitu juga saburo, yang hanya diam dengan wajah yang sangat kesal dan kecewa dengan tingkah para anggota nya.
Tak beberapa lama kemudian seseorang mengetuk pintu ruang istirahat petugas.
"Tok…tok…tok…" pintu itu di ketuk dengan perlahan,
"Buka!" Ucap saburo dengan wajah yang sangat kesal. Semua petugas yang ada di sana hanya diam dan saling menatap satu sama lain.
"Brak!" Lagi-lagi meja itu menjadi bahan pelampiasan kemarahan dari saburo
"Kalian tidak mendengar ucapan ku apa? Buka!" Ucap saburo dengan kesal. dengan takut seorang gadis yang duduk. Paling ujung berjalan untuk membuka pintu itu.
"Daisuke!" Ucap gadis itu
"Moriko, saburo nya ada di dalam?"
"Ada! Hanya saja keadaan sedang tidak cukup baik. Lebih baik kau kembali saja setelah semuanya membaik!"
"Tidak bisa! Aku harus berbicara dengannya sekarang!"
"Baiklah! Tunggu sebentar!" Moriko gadis yang tadi membukakan pintu itu kemudian menghampiri saburo.
"Saburo! Daisuke ingin berbicara sesuatu denganmu!"
"Bilang saja padanya aku tak bisa di temui untuk saat ini!"
__ADS_1
"Tapi dia bilang sangat penting!"