WANITA ISTIMEWA

WANITA ISTIMEWA
Episode 6 - Terjebak dalam gudang


__ADS_3

Haruko tersipu malu mendengar ucapan Satoshi tadi.


'sial! Lagi-lagi aku keceplosan!' ucap Satoshi dalam hatinya


"Kau juga masih terlihat tampan walau wajahmu kotor!" Ucap haruko tanpa sadar.


'aduh! Apa yang aku bicarakan!' ucap haruko dalam hatinya.


"Benarkah?"


'aduh! Kenapa dia harus menyadari nya!' ucap haruko dalam hati dengan malu.


"Ah! A… aku mau ke toilet dulu, mau membersihkan wajahku!" Ucap haruko sambil berjalan pergi dari gudang meninggal kan Satoshi seorang diri di sana. Tak selang beberapa menit Satoshi juga keluar dan pergi ke toilet untuk membersihkan wajahnya juga. Setelah membersihkan wajah mereka masing-masing, mereka pun kembali ke gudang untuk melanjutkan pekerjaan mereka, yaitu membersihkan gudang.


Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa pekerjaan mereka sudah hampir selesai.


"Hah!" Haruko menghela nafas.


"Akhirnya tugas kita tinggal sedikit lagi!" Ucap haruko.


"Iya! Tak terasa ya!"


"Aku lelah! Aku ingin istirahat dulu!" Ucap haruko sambil duduk bersandar di tembok di bawah lantai.


"Aku juga lelah!" Ucap Satoshi yang kemudian duduk di samping nya.


"Ahh!! Rasanya aku butuh sesuatu untuk melemaskan otak tegangku ini!"


"Bagaimana jika kita mendengar kan musik?"


"Hah? Musik darimana?"


"Aku selalu menaruh ponsel ku di dalam jas ku!"


"Wah begitu ya!"


"Iya! Dan kebetulan tadi pagi aku mendengar kan musik dengan earphone, bagaimana kalau kita mendengar kan musik bersama?"


"Boleh!"


Mereka pun memasang earphone di telinga mereka sebelah, kemudian mereka pun mendengarkan musik bersama.


"Ahh! Lagunya membuatku tenang dan merasa sangat damai! Oh iya, kau suka mendengarkan musik seperti ini?"


"Ya!"


"Ku kira kau adalah tipe orang yang menyukai musik bergenre rock!"


"Tidak! Aku lebih menyukai musik seperti ini, lagu-lagu slow yang sedih dan bermakna sangat dalam!"


"Sepertinya kau adalah tipe-tipe pria sadboy! Yang terlihat tegar dan ceria di luar sedang di dalam hatimu kau sangat lembut dan baik hati"


"Hah? Tidak!" Ucap Satoshi mengelak.


"Tidak apa-apa lagi! Akui saja! Karena aku suka tipe-tipe pria seperti itu, apalagi jika dia mau jujur pada perasaan nya"


Satoshi terkejut mendengar ucapan haruko.


"Ahh!! Aku lelah!" Ucap haruko sambil mendengarkan musik. Satoshi hanya terdiam sambil melamun.


'apakah itu kode darinya? Bahwa dia memiliki perasaan yang sama denganku?' pikir Satoshi.


"Uh! Haruko!"


"Hmm" ucap haruko.

__ADS_1


"Aku ingin berbicara sesuatu!"


"Apa?" Tanya haruko.


"Bagaimana ya mengatakannya! Sulit di katakan!" Ucap Satoshi.


"Katakan saja! Apa yang ingin kau katakan!"


"Sebenernya… semenjak aku pertama kali bertemu denganmu saat di gerbang sekolah, dan saat pertama kali aku menatap wajahmu aku… merasakan sesuatu yang aneh! Sebuah perasaan yang belum pernah ku rasakan sebelumnya! Jantungku selalu berdetak kencang tak karuan saat berada dekat denganmu! Dan seperti nya aku baru menyadari bahwa aku menyukaimu! Tapi… apa kau merasakan apa yang ku rasakan?" Ucap Satoshi dengan wajah yang memerah. Haruko tak berkata apa-apa. Namun kemudian kepala haruko bersandar pada bahu Satoshi membuat, Satoshi terkejut.


"Haruko? Apa itu artinya ya, atau tidak?" Tanya Satoshi pada haruko.


Haruko masih terdiam dan tak berbicara sepatah katapun.


"Haruko!" Ucap Satoshi sambil meraba wajah haruko.


"Huh! Ternyata dari tadi dia diam karena tertidur! Kukira karena dia menolaku! Sudah capek-capek aku jelasin panjang lebar isi hatiku dia malah tertidur pulas! Menyebalkan! Tapi… setidaknya diriku lega bisa mengatakannya di hadapan haruko! Walau ia tak sadar! Sepertinya ia sangat kelelahan!"


Satoshi kemudian melepaskan jas yang ia kenakan dan kemudian menggunakan jas itu sebagai selimut, dan menyelimuti dirinya dengan haruko.


"Walaupun kau menyebalkan, tetapi kau cantik, baik dan berani! Mungkin itu yang membuatku menyukaimu!" Ucap Satoshi sambil mengelus rambut haruko.


"Tak apa kau tak mendengar ucapan ku, tetapi aku senang bisa mengucapkannya dengan lega! Jadi aku tak perlu khawatir lagi tentang perasaan ku padamu! Aku harap, aku bisa seperti ini terus denganmu! Berdekatan dan bersama denganmu sepanjang hari!" Ucap Satoshi yang kemudian tertidur bersandar pada kepala haruko sambil mendengarkan musik.


Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, tak terasa waktu telah menunjukkan pukul tiga sore, dan sudah waktunya untuk pulang. Haruko dan Satoshi masih tertidur pulas di dalam gudang.


"Tap…tap…tap…" dua orang siswi berjalan melewati gudang.


"Lho! Kenapa gudang nya terbuka?" Ucap salah satu siswi. Yang kemudian berjalan masuk ke dalam gudang.


"Ooh! Gudangnya baru di bersihkan? Tapi kenapa orang yang membersihkan nya tak bertanggung jawab? Mereka tak mengunci nya setelah membersihkan nya!" Ucap gadis itu.


"Kalau begitu biar ku ambil kunci nya dan kita kunci!"


"ya sudah ayo!"


Seluruh siswa yang ada di sekolah itu telah pergi ke rumah masing-masing, pak Alan supir haruko telah tiba di tempat parkir dan menunggu haruko keluar dari dalam sekola nya. Tetapi ia sudah menunggu hampir satu jam di dalam mobil dan haruko tak keluar juga, setelah semua siswa keluar dan garbang hampir di tutup haruko tak kunjung keluar. Karena cemas pak Alan pun mencoba menghubungi ponsel haruko.


"Kemana si nona? Kenapa belum keluar juga? Ini sudah hampir malam dan semua orang sudah keluar hanya dia yang belum keluar!" Ucap pak Alan sambil terus mencoba menelpon ponsel haruko namun tak ada jawaban sama sekali, kemudian pak Alan melihat seorang supir keluar dari sebuah mobil mewah yang tak kalah mewah dari mobil yang ia kendarai, pria itu kemudian keluar dari dalam mobil setelah menunggu cukup lama di dalam mobil. Kemudian. Ia berjalan menghampiri penjaga yang ada di gerbang sekolah yang sedang berjaga di sana.


Karena tak kunjung datang, pak Alan pun keluar dan mencoba memastikan bahwa haruko baik-baik saja.


"Tapi pak! Tuan muda belum keluar dari dalam sekolah sejak dari tadi! Jika saya pulang tanpa tuan muda maka tuan besar akan memarahi saja dan memecat saya!" Ucap pria yang tadi keluar dari dalam mobil lebih dulu.


"Tapi pak! Sekolah sudah kosong! Tak ada siapa-siapa di dalam!" Ucap penjaga tersebut.


"Maaf pak ! Saya sedang mencari majikan saya, namanya nona haruko Izumi. Sudah dari jam tiga saya menunggunya di sini tetapi ia tak kunjung keluar! Saya telpon pada ponsel nya tetapi tak ada jawaban! Apakah dia masih ada di dalam?"


"Maaf pak! Tapi bapak ini juga sedang mencari majikannya tetapi sudah saya katakan bahwa di dalam sudah sangat sepi dan tak ada siapa-siapa!"


"Tapi nona haruko adalah siswa baru, maka sara rasa sungguh tak mungkin jika ia pergi keluyuran dengan teman barunya!"


"Tuan muda juga adalah OSIS yang bertugas memberi materi pembelajaran pada siswa baru disini jadi tak mungkin jika ia pergi keluyuran dengan temannya karena ia sangat sibuk!"


"Baiklah! Begini saja jika bapak tidak percaya, kita coba cari ke dalam!"


"Baiklah!"


Pak Alan dan supir Satoshi pun masuk ke dalam sekolah dan mencari keberadaan haruko dan Satoshi. Sudah berjam-jam mereka mencari dan mengelilingi seisi sekolah tetapi haruko dan Satoshi tak di temukan, mereka sudah mencari di lantai satu, dua, tiga, empat, dan lima. Namun haruko dan Satoshi tak di temukan. hari sudah sangat larut. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam tetapi haruko dan Satoshi belum juga di temukan.


"Seluruh isi sekolah sudah kita sisir tetapi nona haruko belum di temukan! Sebenarnya kemana dia?" Ucap pak Alan


"Ya! Tuan muda juga belum di temukan!".


"Bagaimana? Bapak sudah percaya pada saya bahwa semua siswa yang ada di sini sudah pulang?"

__ADS_1


"Tunggu! Biarkan kami mencari nya lagi!" Ucap pak Alan.


"Ya! Kami yakin bahwa majikan kami masih ada di sini!"


"Aduh! Pak ini sudah malam! Dan saya harus pulang, istri saya menunggu saya di rumah sendirian! Mana anak saya sedang sakit lagi!"


"Tunggu pak! Biarkan. Kami kami mencarinya satu kali lagi saja!"


"Baiklah!"


"Tapi kita mulai dari ruang kelas majikan saya!"


"Oke dimana?"


"Sebentar biar saya tanya istri saya dulu! Karena dia yang paling hafal segalanya tentang nona haruko!" Ucap pak Alan yang kemudian mengeluarkan ponselnya dan mulai menelpon bibi alice asisten rumah tangga haruko yang tak lain merupakan istrinya.


"Kata istri saya, nona haruko berada di kelas B!"


"Kelas B ya?"


"Ya!"


"Baiklah! Ikut saya!" Ucap penjaga tersebut kemudian pak Alan dan supir Satoshi berjalan mengikuti nya dari belakang.


"Ini ruangannya!" Ucap penjaga tersebut.


"Tak ada siapa-siapa disini" ucap supir Satoshi.


"Tunggu! Ini tas milik nona haruko!" Ucap pak Alan sambil berjalan menghampiri meja belajar yang ada tas haruko.


"Pantas saja nona haruko tidak menjawab telpon saya, orang ponsel nya tertinggal di tasnya!" Ucap pak Alan.


"Jika tasnya ada di sini maka dimana mereka?" Ucap supir Satoshi sambil berfikir.


"Ah! Bagaimana jika kita coba cari majikanmu di ruang OSIS?" Usul pak Alan. Mereka pun berjalan pergi menuju ruang osis.


"Ini ruangannya pak!" Ucap penjaga itu,


"Lihat! Tas milik tuan muda! Ada di sini! Berarti mereka memang masih ada di sekolah ini! Tetapi Dimana ya?"


"Coba bapak ingat-ingat di sekolah ini ruangan mana yang belum kita cek!" Ucap pak Alan pada penjaga


"Hm… sebentar! Jika tidak salah ada satu ruangan yang belum kita cek!"


"Dimana?"


"Di sebelah sana ada gudang tua yang sangat kotor dan berdebu! Tetapi jarang sekali ada orang yang ke sana, paling-paling mereka hanya berjalan melintas saja!"


"Hm… tetapi tak ada salahnya juga jika kita coba cek gudang itu!" Ucap supir Satoshi.


"Ya sudah ayo!" Ucap pak Alan dengan semangat. Kemudian mereka pun berjalan menuju arah gudang tempat dimana haruko dan Satoshi berada.


"Gudangnya terkunci dengan rapi pak!" Ucap pak penjaga.


"Tetapi kenapa gudangnya begitu rapi dan bersih? Bukannya bapak bilang gudangnya kotor dan berdebu?" Ucap pak Alan melihat ke dalam gudang lewat kaca, dengan di sinari renter di ponsel nya


"Mana?" Ucap petugas tersebut.


"Itu lihat!"


"Benar! Sangat bersih!"


"Kalau begitu bagaimana jika kita coba cek ke dalam? Siapa tau Meraka ada di dalam!"


"Baiklah sebentar kalau begitu biar saya ambil kuncinya dulu di ruang OSIS!"

__ADS_1


"Baiklah! Cepat ya pak!"


"Iya!"


__ADS_2