WANITA ISTIMEWA

WANITA ISTIMEWA
Chapter 6 - Antara Aku, Kenta, Hiroshi, Dan Saburo


__ADS_3

#


Jika Haruko sedang memikirkan tentang perasaannya sedangkan hiroshi sedang mencoba mempertahankan Haruko untuk tetap menjadi siswa di sekolah yang tak lain sekolah tersebut merupakan sekolah milik papa nya hiroshi.


"Pa! Aku mau bicara sama papa! Sebentar saja pa!"


"Bicara apa?"


"Ini soal Haruko!"


"Haruko? Siapa dia?"


"Dia adalah salah satu siswi yang baru masuk di sekolah kita tapi saat ikutan MPLS dia tak bisa ikut untuk beberapa hari kebelakang soalnya dia sakit!"


"Jadi apa yang ingin kamu bicara kan?"


"Aku ingin papa tetap terima dia sebagai siswi di sana!"


"Loh itu kan gak adil namanya ! Kalau dia gak ikutan MPLS ya berarti dia gak keterima di sekolah kita! Itu kan sudah menjadi peraturan  sekolah kita dari dulu!"


"Iya pa! Aku tau tapi.. Apa papa tau dia itu sakit gara-gara aku pa!"


"Hah? Gara-gara kamu?"


"Iya pa! Gara-gara aku ngebahas soal orang tuanya yang udah meninggal!"


"Orang tuanya?"


"Iya pa! Dan menurut om ryuu, papanya saburo bilang kalau papa sama mama nya haruko bersahabat sejak dulu!"


"Hah? Emang siapa mama nya?"


"Mamanya haruko itu tante izumi! Yang udah meninggal saat Haruko masih kecil!"


"Apa? Izumi? Jadi Haruko itu anaknya Izumi?"


"Iya pa!"


"Oke! Kalau begitu papa akan tetap jadikan dia siswi di sana!"


"Beneran pa?"


"Iya! Beneran"


"Makasih ya pa!"


"Iya sama-sama"


Hiroshi senang mendengar bahwa Haruko akan tetap di terima sebagai siswi di sekolah papa nya.


Keesokan harinya, hiroshi datang seorang diri ke rumahnya Haruko dan tak lupa membawa buah tangan untuk haruko.


Sesampainya di sana, hiroshi segera di persilahkan masuk untuk menjenguk haruko.


"Masuk den!"


"Iya Bi makasih!"


Hiroshi naik dan segera menemui Haruko.


'Haruko itu manis ya kalau sedang tidur'


Ucap hiroshi yang Tiba-tiba saja refleks mencium keningnya haruko dan kejadian itu dilihat oleh saburo yang kebetulan datang untuk memeriksa keadaan Haruko.


Sontak kejadian itu membuat saburo terkejut dan membuat nya cemburu.

__ADS_1


"Hiroshi!"


Ucap saburo dengan keras hingga membuat haruko bangun dari tidur lelapnya


Mendengar suara saburo yang keras membuat hiroshi kaget dan segera menghentikan apa yang ia lakukan tadi.


"Ngapain kamu disini?"


"Ya aku mau jenguk Haruko! Kamu sendiri ngapain?"


"Ya aku kan dokter pribadi nya haruko!"


"Ada apa ini? Kenapa ribut?"


Tanya haruko sambil membuka mata nya.


"Ah! Maaf membuatmu terbangun! Aku tak bermaksud membangunkan kamu!"


"Tak masalah kak saburo!"


"Gimana keadaan kamu sekarang?"


"Baik kok hiroshi!"


"Oh iya ini! Aku bawa makanan buat kamu!"


"Terima kasih hiroshi ! Kau baik sekali!"


"Oh iya! Aku bawa kaber gembira buat kamu!"


"Apa? Kabar apa?"


Tanya haruko sambil bangun dan duduk di atas kasur nya.


"Kamu! Tetap di terima di sekolah!"


Ucap haruko sambil tiba-tiba saja memeluk hiroshi. Membuat hiroshi dan saburo terkejut.


Wajah saburo kesal karena cemburu melihat perlakuan Haruko pada hiroshi sedangkan perasaan hiroshi tidak karuan. Jantungnya berdegup kencang serta mukanya memerah.


Tiba-tiba saja Haruko tersadar dengan apa yang ia lakukan. Dan sedera ia melepaskan pelukkannya


"Ah...maaf! Aku refleks!"


"Iya gpp! Lebih lama juga boleh!"


"Ih!!! Nagerep!"


Hiroshi dan Haruko pun tertawa terbahak-bahak menertawakan apa yang mereka lakukan tadi.


"Oh iya! Haruko kamu masih harus terus beristirahat! Agar cepat sembuh!"


"Iya kak!"


"Kalau begitu biar aku periksa ya!"


"Baik kak!"


Kemudian, Haruko pun di periksa oleh saburo


Tak beberapa lama Kemudian...


"Jadi bagaimana?"


Tanya hiroshi

__ADS_1


"Kamu sudah sembuh! Tinggal menunggu pemulihan badan kamu biar fit!"


"Yang bener kak?"


"Iya!"


"Syukurlah kamu sudah sembuh Haruko!"


"Iya ! Hiroshi! Aku juga senang mendengar nya!"


Hiroshi dan saburo pun pulang.


Keesokan harinya...


"Pagi bi!"


"Pagi non! Loh non sudah sembuh?"


"Sudah bi! Jadi sekarang saya mau berangkat sekolah!"


"Kenapa sekolah non? Non kan baru sembuh!"


"Ya aku juga bosan bi! Berbaring terus!"


"Ya sudah lah terserah non! Kalau itu memang yang terbaik menurut non bibi hanya bisa mendukung non!"


"Iya terima kasih bi!"


Tiba-tiba saja bel rumah Haruko berbunyi.


"Sebentar non ada tamu! Biar bibi bukain pintu!"


"Iya bi! Kalau begitu saya sarapan dulu!"


Bibi pun menghampiri pintu dan membuka pintu.


"Den kenta! Mau ketemu non Haruko ya?"


"Iya bi! Haruko ya ada?"


"Ada sedang sarapan katanya mau berangkat sekolah! Mari masuk kalau begitu den!"


"Baik bi!"


Kemudian kenta pun masuk dan berjalan mengikuti bibi menuju ruang makan. Di sana sudah ada Haruko yang sedang duduk sambil sarapan.


"Sarapan kok gak bagi-bagi!"


Ucap kenta mengagetkan Haruko.


"Kak kenta! Hai! Ayo sarapan bareng! Ayo duduk , duduk!"


"Iya-iya!"


"Bi ambilkan minuman untuk kak kenta bi!"


"Baik non!"


Kemudian kanta dan Haruko pun sarapan bersama setelah itu berangkat sekolah bersama dengan menggunakan mobil kenta.


Sesampainya di sekolah haruko dan kenta sudah di sambut oleh ke dua sahabatnya yaitu hiroshi dan saburo yang kemudian mengantarkan Haruko ke kelas.


Hari itu...


Kenta dan saburo bersikap aneh! Mereka sangat over protektif  pada Haruko.

__ADS_1


Namun, tidak dengan hiroshi.


Hiroshi tetap saja bersikap biasa dengan gaya nya yang cool membuat haruko semakin menyukainya, namun perhatian dari kenta dan saburo juga mencuri perhatian dari Haruko dan semua itu membuat nya bingung akan perasaan nya terhadap ke tiga kakak kelasnya tersebut.


__ADS_2