Wanita Selingkuhan Suamiku

Wanita Selingkuhan Suamiku
Bab 10 Romansa di bengkel


__ADS_3

“Yakin nih Mas Reydan bolehin istrinya diservice sama yang lain?”


Mendengar kata istri, Reydan langsung menoleh ke belakang dan terkejut ketika melihat siapa yang datang. Wajahnya belepotannya langsung berbinar cerah, Reydan meletakkan peralatannya begitu saja kemudian berdiri dan menghadap Zara . “Kamu kok gak bilang dulu mau datang?” tanyanya dengan tidak menghilangkan senyum manisnya.


“Sengaja gak bilang, biar kamu kaget.” Jawab Zara.


 


Reydan tersenyum manis, lalu matanya melihat pada apa yang dibawa istrinya itu. Sepertinya Zara membelikannya makanan. Lihatlah dia, betapa beruntungnya Reydan memiliki istri yang begitu pengertian padanya. Ia memang belum makan siang karena sibuk memperbaiki motor motor di bengkelnya.


“Oh iya Mas, ini aku bawain makanan buat kamu sama Mas Fian juga sekalian.” Ucap Zara sambil menyerahkan dua bungkus makanan yang dibelinya tadi pada Reydan.


Reydan langsung mengambilnya dari tangan Zara


 “Makasih sayang, eh bentar, bukannya kamu harusnya lagi jaga toko kue kamu ya,” herannya.


Zara mengangguk lalu menjawab “Perasaan aku tiba tiba gak enak dan kayaknya juga aku gak enak badan.”


Reydan mengangkat tangannya ingin menyentuh kening Zara, tapi dengan cepat Zara langsung menghindar dengan wajahnya yang cemberut. “Ish Mas, jangan sentuh dong. Nanti muka ku jadi cemong kayak Mas,” Zara tertawa puas karena melihat wajah Reydan lagi.


Reydan hanya menggelengkan kepalanya. “Ya sudah kamu tolong pegangin makanannya ya, aku mau cuci tangan dulu. Habis ini kita makan bareng bareng.” Reydan memberikan kembali makanannya pada Zara yang langsung diterimanya.


Setelah itu Reydan pergi untuk cuci tangan. Selagi Reydan cuci tangan Zara menghampiri Fian untuk memberikan makanannya sekaligus menyapanya. Fian tidak sekotor Reydan, karena ia hanya menambal ban motor. Tangannya dengan lincahnya melakukan itu semua. Diam diam Zara memperhatikannya.


Zara juga mengenal Fian dengan sangat baik, dulu sewaktu kuliah Reydan pernah mengenalkan mereka berdua. Mereka juga dekat selayaknya teman biasa. Terkadang Fian juga yang membantunya jika ada tugas kuliah yang tidak dimengerti olehnya. Zara juga satu jurusan dengan Reydan dan Fian.


“Mas Fian, lanjut nanti aja nambal bannya, ini aku beliin mas makanan. Ayo dimakan dulu mas,” sapanya.


Fian langsung menoleh lalu tersenyum. “Reydan mana Zar?”

__ADS_1


“Mas Reydan lagi cuci tangan, mas Fian nyusul aja sana. Nanti makanannya keburu makin dingin,”


“Oke deh, makasih ya Zar,”


Zara mengangguk dan membiarkan Fian pergi cuci tangan. Hingga lima menit kemudian Fian dan Reydan kembali secara bersamaan sambil mengobrol tentang sesuatu. Zara gak tau apa yang mereka obrolin tapi sepertinya itu sangat asyik karena mereka sampai tertawa bersama.


“Ya lagian lo kocak sih Dan, udah dosennya killer malah sempat sempatnya ngelawak pas sidang skripsi,”


“Haha itu kan udah beberapa tahun lalu Fi, masih aja lo ngetawain gue,”


“Tapi tetap aja kocak kalau dipikir pikir,”


“Udah , berhenti ketawa. Mending kita makan dulu, tuh lihat istri gue nungguin,”


Zara yang ditunjuk Reydan hanya bisa tersenyum saja. Mereka berdua kini mendekatinya dengan kondisi yang cukup bersih. Wajah Reydan juga kembali seperti semula.


“Aku suapin kamu ya,” Reydan mengambilkan nasi dan lauk dengan tangannya kemudian mengarahkan tangannya pada bibir Zara. Zara pun menerimanya dengan senang hati. Lain hal nya dengan Fian yang merasa canggung karena melihat mereka bersuap suapan. Lihatlah, Reydan juga mengusap bibir Zara.


Jiwa kejombloannya semakin meronta ronta dalam dirinya. Ini bukan pertama kalinya ia melihat mereka bermesraan, tapi melihatnya lagi lama lama membuatnya ingin segera menikah.


Zara yang melihat Fian termenung melihat ke arahnya langsung menegur. “Mas Fian kenapa? Kok makanannya gak dimakan?”


Sontak Reydan pun juga ikut menoleh dan menatap Fian dengan keheranan. “Kenapa lo?”


Fian hanya menggelengkan kepalanya. “Kalian berdua gak pernah berubah ternyata, meskipun ada gue tetap aja kalian mesra. Kan gue jadi iri, mana di sini gue jomblo sendirian lagi,” gerutu Fian sambil memasukkan sesuap nasi ke dalam mulutnya.”


Zara dan Reydan langsung tertawa mendengar pengakuan Fian, mereka jadi teringat semasa mereka kuliah. Fian selalu menjadi saksi di momen sweet mereka. Bahkan lamaran Reydan pun juga disaksikan olehnya. Herannya lagi dari dulu sampai sekarang Fian masih belum menemukan pasangan yang cocok untuknya. Padahal Fian memiliki paras yang lumayan, wajahnya yang putih bersih seperti aktor korea membuatnya terlihat lebih manis saat ditatap. Apalagi ta*i lalat di hidung mancungnya.


“Lagian lo kenapa sih dari dulu betah banget ngejomblo, masa lo gak ada cewek yang disukai”

__ADS_1


Fian terdiam, perkataan Reydan membuatnya merasa tertampar. Fian sebenarnya punya satu wanita yang masih disukainya sampai sekarang. Akan tetapi Reydan tidak mengetahuinya. Ia hanya memendamnya sendiri selama bertahun tahun. Tanpa sengaja pandangannya mengarah pada Zara yang juga ikut memandangnya. Fian segera mengalihkan pandangannya lalu menjawab perkataan Reydan.


“Rahasia dong, soalnya dia gak mungkin dimiliki jadi gue simpen sendiri aja di dalam hati,” Fian tersenyum pahit.


“Emangnya kenapa lo bilang dia gak bisa dimiliki? Kalian beda agama?” tanya Reydan lagi.


“Bukan gitu, Cuma dia udah jadi milik orang lain. Kan gak mungkin gue rebut.”


Reydan menepuk bahu Fian dengan lembut sambil menatapnya. “kalau dia emang takdir lo, dia pasti akan bersama lo di akhir nanti, yah meskipun awalnya bukan sama lo. Percayalah, takdir tuhan itu indah.  hanya perlu berdoa dan berusaha saja. Kalau pun dia tidak ditakdirkan untuk lo, masih banyak wanita yang lain kok yang mungkin lebih baik darinya.”


Zara sedari tadi hanya diam dan menyimak pembicaraan mereka.ia juga baru tau jika Fian menyukai seseorang. Karena dia pun tidak pernah menceritakannya.


“Ceritanya lanjut nanti lagi aja, kalian makan dulu aja.” Zara terpaksa memotong pembicaraan mereka, ia tidak mau membuat Fian semakin tidak nyaman karena sedari tadi suaminya terus menanyakannya. Meskipun ia akui sedikit penasaran tentang siapa yang diceritakan Fian tadi.


.


.


Zara terus melamun sepanjang perjalanan pulang dari bengkel. Reydan yang melihatnya melamun langsung mengambil tangan Zara dan melingkarkan di pinggangnya. Sore ini mereka pulang dengan membawa rasa penasaran tentang Fian.


Zara mengeratkan tangannya di pinggang suaminya sambil menyandarkan wajahnya disana. ia bersyukur dipertemukan dengan Reydan yang sangat mencintainya, ia berharap hubungannya dengan Reydan akan terus langgeng sampai akhir hayat nanti.


Reydan sendiri juga menikmati kehangatan pelukan dari Zara, ia juga bersyukur nasibnya tidak sama seperti Fian yang menjadi sadboy sampai sekarang hanya karena satu wanita yang disukainya.


Senyum yang tadi terpatri di bibirnya, kini menghilang. Reydan teringat dengan kejadian tadi pagi tentang kelakukan ibu mertuanya yang sangat aneh. Ia ingin menceritakannya pada Zara tapi ia masih ragu.


Ah sudahlah lebih baik ia menyimpannya sendiri. Toh tidak terjadi apa apa di antara mereka selain tidak sengaja memegang sarungnya hingga hampir melorot. Reydan menarik nafasnya da terus mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. Ia berharap semoga ke depannya tidak ada kejadian yang tidak mengenakkan lagi.


 

__ADS_1


__ADS_2