Wanita Selingkuhan Suamiku

Wanita Selingkuhan Suamiku
Bab 25 Familiar


__ADS_3

Rizky dan Zara menoleh secara bersamaan. Pandangan Rizky seketika mengarah pada Tari. Sedangkan Zara hanya menyengir pada Tari karena melupakan keberadaannya.


“Maaf Tar, kakak lupa. Oh iya Mas, kenalin ini Tari. Adik iparku.” Ujar Zara dan memperkenalkan Tari pada Rizky.


Rizky mengulurkan tangannya pada Tari. Tari melirik pada Zara yang mendapat anggukan. Lalu Tari membalas uluran tangan itu.


“Aku Tari kak,” ucap Tari dengan sedikit kikuk


Setelah itu mereka melepaskan tangannya masing masing. Tari langsung mendekat pada Zara dan berbisik di telinganya. Sambil lalu Tari melirik ke arah Rizky yang terlihat penasaran.


“Kak, itu siapa?” bisik Tari pada Zara.


Zara melihat ke arah Rizky sebentar sebelum akhirnya juga berbisik di telinga adik iparnya itu.


“Dia teman kakak sekaligus pelanggan.” Jawabnya.


Sedangkan Rizky hanya bisa menatap mereka dengan penasaran. Sejak tadi Zara dan Tari berbisik sambil melihat ke arahnya. Yah meskipun Zara tetap memberikan senyumnya agar tidak kelihatan mencurigakan. Tapi sepertinya Rizky sadar mereka sedang membicarakannya.


Zara menjelaskan pada Tari tentang siapa Rizky dan bagaimana dia mengenalnya. Ia paham betul adik iparnya itu akan terus menginterogasinya jika ia tak menjawab pertanyaannya. Setelah mendengar penjelasannya barulah Tari mengangguk seolah olah dia mengerti semuanya.


“Keliatannya dia suka sama kak Zara,” bisik Tari lagi sebelum membuat jarak dengan Zara.


Zara yang mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, dalam hatinya ia menertawakan pemikiran Tari. Bagaimana bisa dia mengatakan orang yang baru pertama kali ia lihat telah menyukainya.


“Ehemm kalau gitu aku aja yang menghias kuenya ya kak, kakak lanjutin aja ngobrolnya,” ucap Tari lalu membawa kue itu dengan kedua tangannya.


Sebelum pergi Tari masih sempat sempatnya mengedipkan mata pada Zara.


Saat Tari sudah kembali ke belakang, Zara mengajak Rizky untuk di kursi. Sebelum itu dia menawarkan minuman untuk Rizky.


“Mas, mau minum apa?


Rizky menggeleng sambil tersenyum. “Tidak usah mbak, aku kesini cuma mau ngasih barang itu sama mbak. Sekalian mau pesan kue juga untuk mama.”


“Pesan kue juga berarti harus pesan minum, dan minumnya gratis kok mas,” ujar Zara dengan menyelipkan candaan di kalimatnya.

__ADS_1


Rizky yang mendengarnya langsung tertawa kecil, lalu dia mengangguk pada Zara.


“Kalau gitu air putih aja deh, mbak. Haus nih habis disidang dosen pembimbing,” jawabnya.


Zara tersenyum pada Rizky.


“Tunggu sebentar ya, mas.”


Rizky mengangguk dan membiarkan Zara pergi mengambilkan air untuknya. Selang beberapa menit Zara kembali dengan membawa nampan yang berisi air dan juga sedikit cemilan. Zara memang selalu menyediakan air dan cemilan untuk semua pelanggan yang menunggu di toko kuenya. Ia selalu mengedepankan pelayanan yang baik agar semua pelanggan merasa nyaman dan betah.


Zara meletakkan cemilan dan air nya di meja yang ada di hadapan Rizky. Dengan hati hati dia meletakkannya. Zara bahkan tidak sadar saat dia menunduk Rizky terus menatapnya dengan lekat. Saat ia menunduk Rizky bisa melihat betapa mulusnya kulit Zara. Apalagi leher jenjangnya yang sangat menarik perhatian bagi kaum lelaki.


“Silakan dinikmati ya, mas. Aku mau buatin kuenya dulu. Kuenya seperti yang biasa bukan?” tanya Zara sambil memandang ke arah Rizky.


“Eh iya mbak, seperti yang biasa kok,” jawab Rizky dengan senyum canggung karena ketahuan terus melihat ke arah Zara.


Setelah itu Zara berlalu dari hadapan Rizky untuk membuat kue pesanannya itu.


.


.


Ia menghidangkannya di atas meja lalu menyuruh Tari untuk mengambil wadah kue itu.


“Ini kak,” ucap Tari dengan memberikan kotak kue itu.


“Makasih ya, seharian ini kamu udah membantu kakak. Gimana kalau nanti pulangnya kita jalan jalan dulu. Kamu mau gak? Kakak sudah kangen jalan jalan sama kamu,” ajak Zara sambil memotong motong kuenya itu.


“Boleh deh kak, lagi pula aku sudah minta izin untuk nginep di rumah kak Zara nanti. Mumpung besok libur sekolah. Jadi gpp kan kak?” tanya Tari sambil menatap ke arah Zara.


Zara berhenti memotong lalu menoleh pada Tari. Ia tersenyum tipis lalu mengacak rambut Tari dengan gemas. Inilah hal yang paling Zara sukai dari Tari, Tari tidak ragu untuk mengatakan apa keinginannya padanya. Kedekatan mereka berdua juga sudah tidak diragukan lagi. Malah mereka seperti adik kakak pada umumnya.


“Boleh dong, masa adik kakak gak boleh nginep sih. Kamu itu udah kakak anggap adik sendiri jadi kalau ada apa apa atau kamu mau nginep di rumah kakak kamu bilang aja ya. Kakak pasti akan selalu menyambut kamu dengan baik,” jawab Zara.


Tari mengangguk dengan wajah sumringahnya. Lalu mereka berdua segera membungkus kue itu. Setelah semuanya siap barulah mereka kembali ke depan untuk memberikan kue itu pada Rizky.

__ADS_1


Zara menghampiri Rizky yang sedari tadi sudah menunggunya. Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore dan kuenya baru selesai. Itu artinya sudah satu jam lebih Rizky menunggunya. Secara perlahan Zara mendekat pada Rizky hingga Rizky menyadari keberadaannya. Rizky langsung beranjak dari tempat duduknya.


“Udah siap mbak?” tanyanya langsung.


Zara mengangguk. “Iya mas, maaf ya udah membuat nunggu lama,”


“Gpp kok mbak, kalau gitu ini uangnya” Rizky memberikan dua lembar uang berwarna merah pada Zara. Zara menerima dengan tangan kanannya.


“Kalau gitu aku duluan ya mbak, mama udah telfon gak sabar mau makan kue katanya,” lanjut Rizky lagi.


“Oh iya mas, terima kasih banyak ya.”


Zara mengantarkan Rizky sampai ke depan, ia melambaikan tangan pada Rizky yang sudah pergi dari toko kuenya. Ia menghela nafas lalu berbalik.


Tari sudah menunggunya di dalam, Zara akan menutup toko kuenya ini dan akan pergi bersama Tari ke suatu tempat. Dengan dibantu Tari juga Zara membersihkan semua tempatnya setelah selesai barulah ia menutup tokonya dan menguncinya.


.


.


.


Zara membawa Tari ke mall untuk menonton film, sebenarnya tujuan utamanya adalah ke pasar malam yang diadakan di pusat kota daerahnya. Namun, karena sekarang hari masih sore alhasil mereka memilih untuk nonton terlebih dahulu. Saat ini Zara dan Tari sudah ada di dalam bioskop.


Mereka duduk dengan tenang sambil memakan pop corn yang mereka beli. Zara menoleh ke sekelilingnya, banyak orang yang datang dengan membawa kekasihnya. Mereka tidak segan untuk menyandarkan kepala di bahu pasangan mereka.


Zara yang melihat semua itu hanya bisa tersenyum pahit. Ia juga pernah ada di posisi seperti itu.


Sebelum menikah Reydan sangat sering mengajaknya nonton. Bahkan hampir setiap minggu mereka nonton. Zara masih ingat dulu Reydan sering tidur di pundaknya saat film dimulai. Mereka saling menyuapkan pop corn sambil menikmati film.


Jika diingat lagi ada banyak kenangan dalam bioskop itu, kenangan indah yang harus dia lupakan. Saat Zara mengedarkan pandangannya ia tiba tiba melihat seseorang yang dikenalnya juga ada disana. Orang itu kebetulan juga melihat ke arahnya.


“Mas Fian?”


Bersambung....

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca


Jangan lupa tinggalkan jejak


__ADS_2