Wanita Selingkuhan Suamiku

Wanita Selingkuhan Suamiku
Bab 21 Zara dan Rizky


__ADS_3

Rizky terus tersenyum sendiri saat makan malam. Vina yang melihatnya terheran karena tak biasanya bertingkah seperti itu di meja makan. Sedari tadi Vina terus memperhatikan Rizky. Entah ada apa dengan putranya itu.


Vina merasa ada sesuatu yang membuat membuat Rizky bahagia. Akhirnya Vina pura pura berdeham demi mengalihkan perhatian Rizky. Benar saja, Rizky langsung melihat ke arahnya.


“Ada apa Ma?” tanya Rizky.


Vina hanya menggelengkan kepalanya.


“Mama perhatikan dari tadi kamu tersenyum terus. Ada apa sih?! Mama kan jadi penasaran!” ucap Vina.


“Memangnya dari tadi aku tersenyum ya?!” Rizky malah balik bertanya.


Vina mendengus dan menjawab. “iya, kamu senyum. Coba kasih tau mama apa sih yang bikin putra mama sampe gak fokus makan malam dan senyum senyum sendiri.


Rizky berpikir sesaat sebelum menjawab lalu ia menatap wajah Vina.


“Sepertinya aku jatuh cinta lagi, Ma.” Jawab Rizky


“Apaaaaa!!!!”


Vina menatap Rizky dengan tatapan tidak percaya, sudah lama ia tidak mendengar Rizky mengatakan hal itu lagi semenjak tunangannya dulu men*ngg*l. Sejak saat itu Rizky hampir tidak pernah mendekati wanita lagi karena takut kehilangan untuk yang kedua kalinya.


Namun sekarang, Vina dikejutkan dengan Rizky yang tiba tiba mengatakan bahwa dia jatuh cinta lagi.


Rizky terkekeh melihat wajah Vina yang syok karenanya. “Kenapa sih Ma, kaget amat kayaknya denger putranya jatuh cinta,”


Vina diam tak menanggapi, ia pun mendekat pada Rizky dan menyentuh keningnya.


“Tidak panas, berarti kamu mengatakannya secara sadar,” gumam Vina yang juga didengar Rizky.


Rizky langsung mendelik dan melepaskan tangan Vina dari keningnya.


“Aku serius, Ma. Wanita itu sudah berhasil menarik perhatianku sejak awal bertemu,” lanjut Rizky sambil melihat ke arah Vina.


Vina kembali duduk di kursinya dan terus menatap Rizky dengan penasaran.

__ADS_1


“Sekarang ceritakan, siapa wanita yang sudah membuat kamu berani menyukai wanita lagi?” tanya Vina.


Rizky sekarang mengerti setelah mendengar pertanyaan Vina. Ibunya itu pasti berpikir bahwa Rizky masih tidak bisa melupakan masa lalu. Masa dimana Rizky menangisi kepergian Liza, tunangannya.


Pada saat itu Rizky mengajak Liza untuk bertemu di suatu tempat. Saat dalam perjalanan menuju tempat tujuan mereka, Rizky mendapat telfon dari polisi dan memberinya kabar kalau Liza kecelak**n dan m*ningg*l di tempat. Sejak saat itu Rizky tidak mau berhubungan dengan wanita lagi, dia masih trauma dengan kemati*n tunangannya itu.


Sebenarnya itu sudah terjadi sangat lama dan Rizky tidak mungkin untuk terus mengingatnya. Ia harus melupakan kejadian itu dan menyimpan kenangannya.


Rizky tersenyum pada Vina, “Mama sudah mengenalnya,” jawab Rizky.


“Siapa Riz? Kebiasaan deh selalu bikin mama penasaran!” decak Vina yang mulai tidak sabar.


Rizky tertawa renyah dan menggelengkan kepalanya.


“Tunggu aku wisuda, Ma. Sebentar lagi mama akan tau kok.” ucapnya yang membuat Vina mengangguk pasrah.


Rizky tersenyum simpul dan melanjutkan makan malamnya dengan baik bersama Ibunya.


.


.


.


Zara menghidangkan makanannya di atas meja. setelah semuanya siap barulah ia memanggil Heri untuk segera sarapan. Sambil Lalu Zara juga pergi ke kamarnya dan berganti baju. Ia mengambil tasnya dan kembali ke meja makan dimana Heri sudah duduk di tempatnya.


“Ayah, hari ini Zara gak bisa nemanin ayah sarapan. Aku mau ke toko kue dan sarapan disana nanti.” Ucapnya.


“Buru buru banget emang, Nak?” tanya Heri.


Zara mengangguk. “Ada banyak pesanan kue soalnya yah,” jawabnya.


Heri mengangguk dan mengizinkan Zara pergi. Setelah itu Zara mencium tangan Heri dan segera pergi. Kali ini ia tidak naik taksi lagi karena semalam ada orang yang tiba tiba menawarkannya untuk menjemputnya. Zara berjalan sedikit lebih jauh dari arah rumahnya dan mencari seseorang.


Sampai akhirnya sebuah motor berhenti tepat di depannya. Orang itu yang ternyata adalah Rizky membuka kaca helmnya. Rizky langsung tersenyum pada Zara ketika melihatnya.

__ADS_1


“Selamat pagi, mbak,” sapanya pada Zara.


“Pagi juga, Mas.” Jawab Zara.


“Ayo naik, mbak. Pangeran berkuda putih siap menjemput dan mengantar tuan putri sampai ke tujuan,” Rizky menepuk jok motor belakangnya dengan matanya yang mengarah pada Zara.


Zara tertawa kecil lalu naik ke atas motor Rizky. Dengan duduk menyamping Zara duduk di atas jok motornya. Setelah itu Rizky memberinya helm yang sudah disiapkannya. Lalu pergilah mereka menuju ke toko kue. Selama perjalanan Rizky terus mengajak Zara mengobrol mulai dari kuliahnya bahkan sampai ujian skripsinya. Rizky juga baru mengetahui kalau ternyata Zara juga sarjana dari kampusnya.


Mereka terus bercerita dengan asiknya dan tertawa di atas motor. Rizky tersenyum tipis saat melihat wajah ceria Zara dari spionnya. Pagi ini ia lalui dengan menjemput Zara sebelum menuju ke kampusnya.


Tak terasa dua puluh menit telah berlalu, Rizky membelokkan sepeda motornya pada toko kue milik Zara. Setelah itu ia mematikan mesin motornya dan melepaskan helm. Begitu pun dengan Zara, Zara turun seraya memberikan helmnya pada Rizky.


Rambut panjangnya acak acakan karena memakai helm. Rizky yang melihatnya dengan sigap merapikan rambut Zara. Adegan tatap tatapan tak dapat dihindarkan.


Mata mereka saling memandang satu sama lain. Rizky memperhatikan wajah cantik milik Zara mulai dari bulu matanya yang lentik, alisnya yang cantik dan bibir mungilnya yang selalu membuatnya terpesona.


“Eh, maaf mbak. Aku gak bermaksud macam macam kok,” ujar Rizky memecahkan pandangan mereka.


Zara juga terlihat canggung lalu tersenyum tipis. “Gpp kok Mas, kalau gitu terima kasih ya sudah nganterin aku.


“Iya mbak, kalau gitu aku duluan ya. Mau ke kampus takut dosen sudah nunggu,” ujar Rizky lagi.


“Hati hati, mas.”


Rizky mengangguk, setelah itu ia kembali membelokkan motornya dan segera melaju meninggalkan Zara.


Setelah Rizky sudah menjauh dari pandangannya, Zara mengambil kunci tokonya dan masuk ke dalam. Ia mulai merapikan semua bahan dan barang barang yang kemarin sempat dibelinya. Setelah semuanya siap barulah Zara mulai membuat kue. Mengambil wadah dan beberapa telur dan tepung yang akan dijadikannya sebagai adonan.


Zara melakukannya dengan senang hati. Ia juga sambil membalas chat dari pelanggannya. Saking asyiknya Zara membuat kue sampai ia tidak menyadari kehadiran seseorang yang diam diam masuk ke toko tanpa sepengetahuannya.


Bersambung...


Terima kasih suah membaca


Jangan lupa tinggalin jejak

__ADS_1


Update tiap hari


__ADS_2